“Hingga saat ini saya kira semua sepakat, parasetamol masih menjadi obat yang paling dicari-cari saat kepala sakit terasa, saat demam menggigil melanda.”
Parasetamol tak pernah ditemukan benar-benar secara tidak sengaja, paling tidak hingga mereka menyebutnya parasetamol dan dipasarkan oleh Sterling-Winthrop Co. Meskipun demikian, rasanya kita perlu mencatat selalu ada pelajaran dari setiap kesalahan, dan dari sebuah kesalahan pemberian obat cacing, naftalen, menjadi asetanilid, dua orang asisten professor dari Universitas Strassburg mencatatkan dalam sejarah, obat penurun demam (antpiretik) baru yang dapat diproduksi dengan murah. Sayangnya, keberuntungan tak berlangsung lama, asetanilid memiliki efek samping serius pada hemoglobin darah dan peredarannya ditarik dari pasaran.
Berhenti hingga di sinikah? Tentu saja tidak. Ketidaksengajaan penemuan efek antipiretik asetanilid menggelitik rasa penasaran manusia. Rasa penasaran yang sama yang ada pada setiap penemu-penemu besar dunia. Rasa penasaran yang sama yang membangun peradaban manusia. Hingga singkat cerita, percobaan-percobaan dilakukan, sintesis senyawa baru yang memiliki potensi lebih baik dan efek samping rendah diciptakan. Setelah 60 tahun sejak kejadian kesalahan pemberian obat cacing di Universitas Strassburg, parasetamol dipasarkan ke dunia. Meledak menjadi obat sakit kepala dan demam yang dicari-cari umat manusia.
Kesalahan-kesalahan selalu terjadi, dari sesepele salah mengambil warna dasi hingga salah memberikan obat. Kesalahan-kesalahan mungkin terjadi, pada pribadi yang sudah ahli dan terbiasa sekalipun. Tetapi mereka yang luarbiasa adalah mereka yang mengakui kesalahannya, menyelesaikannya, bahkan bisa jadi memanfaatkannya menjadi suatu yang lebih berguna.
Cerita-cerita sakit kepala
Bahkan ketika mengetik tulisan ini, kepala saya masih agak terasa pening karena beberapa hal nampaknya terlalu menjadi beban pikiran. Beberapa hal memang tak perlu dipikirkan berlebihan karena hal-hal tersebut tercipta untuk dikerjakan. Masalah-masalah tak akan pernah selesai dengan memikirkan solusinya saja. Sakit kepala bisa saja tetap berlangsung walau solusi ditemukan, jika solusi tersebut tak pernah dilakukan, yang berarti tidak terbukti ketepatannya, yang dengan demikian menambah sakit kepala anda !
Banyak hal memang akan membuat anda sakit kepala, hal-hal yang tidak dapat dikendalikan atau rencana-rencana yang tak berjalan sesuai harapan. Bahkan harapan sendiri bisa membuat anda sakit kepala ! Sekali lagi jika harapan tersebut hanya dibayangkan, tak selangkah pun coba diwujudkan. Bayangan-bayangan masa depan bisa jadi sangat menyeramkan, tetapi bayangan hanyalah bayang-bayang, ketakutan-ketakutan akan masa depan tidak pernah perlu terjadi, dan masa depan sendiri bukanlah sesuatu yang harus selalu dibayang-bayangkan. Masa depan ada untuk kemudian kita melangkah memeluknya.
Urusan cinta yang membius banyak orang bisa jadi membuat anda lebih sakit kepala lagi. Tak ada kegilaan yang lebih memayahkan kecuali pada orang-orang yang memendam rindu dan tersiksa karena kerinduannya. Urusan gila-menggila karena cinta-rindu-harap sebenarnya bisa dihindari dengan mindset yang tepat. Ah, terlalu awam bagi saya untu berbicara persoalan gila-rindu-cinta-harap yang tak habis-habis. Paling tidak, satu solusi yang bisa saya tawarkan untuk meredakan sakit kepala anda sementara, minumlah obat sakit kepala, parasetamol !
Read More..
If you can't explain it simply, you don't understand it well enough. (A. Einstein, 1879-1955)
Senin, 19 Agustus 2013
Kamis, 08 Agustus 2013
Happy Eid Mubarak 1434H :D
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Mohon maaf pembaca sekalian atas segala postingan yang tidak berkenan.
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi :D
Read More..
Kamis, 23 Mei 2013
Menandai catatan, happy 4th anniversary Journal of Ramadhan
Tidak ada kue ulangtahun, perayaan dengan berbagai giveaway, bahkan pesta-pesta meriah malam malam. Bukan, memang kau kira perayaan ulangtahun orang kaya dan terkenal.
Well, alhamdulillah, masih diberi konsistensi untuk menulis catatan-catatan sedikit ilmu di kepala atau dari buku-buku yang dibaca, jurnal, paper, artikel yang sedang iseng-iseng gak ada kerjaan terbaca :p, dalam sebuah blog yang sejak Mei 2009 lalu terterbitkan di dunia maya, Journal of Ramadhan !
Tentu saja bukan sebuah blog populer, dari 4 tahun malang melintang di dunia maya, hanya tercatat 32 followers dan 56.345 views (berdasarkan statistik internal blogger) yang tanpa sengaja tersesat ke blog Journal of Ramadhan. Mungkin karena tulisan saya yang memang gak bagus atau topik yang tidak populer atau bahkan keduanya!. HAHAHA. Though I don't really care about it. Di titik awal ketika memutuskan untuk menulis blog, hanya ada keinginan untuk berbagi keingintahuan tentang alam kita, diri kita sendiri, bahkan mengintip sedikit misteri mengagumkan di dunia. Saya selalu percaya, dengan sudut yang tepat, topik-topik sains selalu akan semengagumkan cerita fantasi sebelum tidur, seindah roman cinta paling memukau, atau serenyah kisah metropop di novel-novel teenlit. Suatu hari nanti, saya yakin ada saat di mana kita dapat berbincang tentang kisah penemuan menakjubkan terbaru, sehangat kopi yang kita minum di warung kopi sebelah.
After all, terimakasih kepada para pembaca yang tanpa sengaja tersesat dan yang (jika ada) menanti blogpost terbaru tiap bulannya atau para silent reader dan tentu saja pembaca yang berbaik hati meninggalkan jejaknya di bagian komentar. Trims and I'll keep writing or, oh well, blogging ;)
ganbarimashou !
Read More..
Well, alhamdulillah, masih diberi konsistensi untuk menulis catatan-catatan sedikit ilmu di kepala atau dari buku-buku yang dibaca, jurnal, paper, artikel yang sedang iseng-iseng gak ada kerjaan terbaca :p, dalam sebuah blog yang sejak Mei 2009 lalu terterbitkan di dunia maya, Journal of Ramadhan !
Tentu saja bukan sebuah blog populer, dari 4 tahun malang melintang di dunia maya, hanya tercatat 32 followers dan 56.345 views (berdasarkan statistik internal blogger) yang tanpa sengaja tersesat ke blog Journal of Ramadhan. Mungkin karena tulisan saya yang memang gak bagus atau topik yang tidak populer atau bahkan keduanya!. HAHAHA. Though I don't really care about it. Di titik awal ketika memutuskan untuk menulis blog, hanya ada keinginan untuk berbagi keingintahuan tentang alam kita, diri kita sendiri, bahkan mengintip sedikit misteri mengagumkan di dunia. Saya selalu percaya, dengan sudut yang tepat, topik-topik sains selalu akan semengagumkan cerita fantasi sebelum tidur, seindah roman cinta paling memukau, atau serenyah kisah metropop di novel-novel teenlit. Suatu hari nanti, saya yakin ada saat di mana kita dapat berbincang tentang kisah penemuan menakjubkan terbaru, sehangat kopi yang kita minum di warung kopi sebelah.
After all, terimakasih kepada para pembaca yang tanpa sengaja tersesat dan yang (jika ada) menanti blogpost terbaru tiap bulannya atau para silent reader dan tentu saja pembaca yang berbaik hati meninggalkan jejaknya di bagian komentar. Trims and I'll keep writing or, oh well, blogging ;)
ganbarimashou !
Read More..
Selasa, 14 Mei 2013
mtDNA dan Jejak Ibu Peradaban
![]() |
| (sumber gambar: ENB 105) |
DNA (Deoxyribonucleic acid), kita kenal sebagai suatu cetak biru manusia, di mana seluruh informasi ‘luar-dalam’ manusia dikodekan dalam suatu untaian berpilin ganda. Dalam sel manusia, DNA utama tersimpan rapi dalam suatu inti sel atau nukleus. Meskipun demikian, ada suatu organel sel, tempat dihasilkannya energi bagi sel, yang memiliki untaian DNA berpilin dan membentuk lingkaran, yaitu mitokondria. DNA mitokondria (mtDNA) menjadi salah satu alat istimewa dalam melacak asal usul manusia karena karakteristiknya yang justru berbeda dari DNA pada inti sel. Sementara DNA di inti sel didapatkan dari hasil kombinasi gen ayah dan ibu, mtDNA hanya diwariskan oleh ibu. Meskipun seorang pria memiliki mtDNA yang berasal dari ibunya, ia tidak akan bisa menurunkan mtDNA kepada keturunannya. Hal ini disebabkan, saat proses pembuahan terjadi, ketika sel sperma memasuki sel ovum, mitokondria sel sperma akan mengering dan mati. Alhasil, hanya mtDNA dari sel ovumlah yang akan diwariskan kepada keturunan selanjutnya. Selain karakter di atas, mtDNA memiliki karakteristik lain, seperti tingginya jumlah kopi gen mtDNA, rendahnya proses rekombinasi DNA, laju mutasi yang lebih tinggi.
Sebuah pertanyaan menarik adalah bila mtDNA diturunkan hanya melalui jalur ibu dan tidak ada kombinasi dari gen ayah, apakah hal itu berarti kita memiliki sekuens gen mtDNA yang sama? Jawabannya adalah tidak. Laju mutasi gen mtDNA lebih tinggi dari DNA pada inti sel, terutama mutasi titik, di mana terjadi perubahan pada pasang basa DNA di titik-titik tertentu. Laju mutasi ini tampaknya tetap dari generasi ke generasi, yakni sekitar satu mutasi tiap 3000 generasi, sehingga para peneliti dapat mengestimasikan berapa lama mutasi yang telah terjadi. Secara sederhana, kita dapat melacakan (tracing) pendahulu-pendahulu kita dengan menganalisis mutasi yang terjadi pada mtDNA. Bila kita mencocokkan sekuens mtDNA pada orang-orang yang hidup saat ini, maka garis kesamaan sekuens dapat terlihat yang berarti semakin sama sekuensnya menunjukkan semakin berkerabat orang tersebut. Lebih lanjut, pada mtDNA terdapat bagian-bagian khas tertentu pada sekuens gen yang mengalami mutasi dan cenderung menunjukkan spesifitas daerah geografis tertentu. Misal mutasi pada bagian (macrohaplogroup) L pada mtDNA menunjukkan mtDNA berasal dari daratan Afrika, sementara macrohaplogroup A, B, C, dan D berasal dari Asia. Setelah dilakukan sekuens gen mtDNA pada populasi di berbagai daerah geografis di dunia, mencocokkan berbagai kombinasi gen yang sedemikian kompleks dengan menggunakan simulasi komputer, arus migrasi populasi dunia dapat dibuat dan titik awal populasi tersebut berada pada dataran Afrika. Pada titik kesimpulan inilah, hipotesis mengenai adanya nenek moyang yang sama pada seluruh umat manusia diajukan.
Pendekatan pencarian asal-usul leluhur manusia dengan menggunakan mtDNA tentu saja memiliki kelemahan. Beberapa metode lain diajukan, seperti dengan menggunakan penanda kromosom-Y (yang spesifik hanya laki-laki) sebagai pelengkap analisis dengan metode mtDNA. Terlepas dari apakah anda pendukung teori evolusi atau tidak, kesimpulan bahwa kita berasal dari leluhur yang sama masih sangat kuat dan dapat diperdebatkan.
Bacaan lebih lanjut:
- Oppenheimer, S. Mitochondrial DNA: the eve gene. Tersedia di http://www.bradshawfoundation.com/journey/eve.html [diakses 14 Mei 2013]
- Pakendorf, B. dan M. Stoneking. (2005). Mitochondrial DNA and human evolution. Annu. Rev. Genomics Hum. Genet., 6, 165-183.
- Wilkins, A. How mitochondrial eve connected all humanity and rewrote human evolution. Tersedia di http://io9.com/5878996/how-mitochondrial-eve-connected-all-humanity-and-rewrote-human-evolution [diakses 14 Mei 2013]
- Witas, H.W. dan P. Zawicki. (2004). Mitochondrial DNA and human evolution: a review. Antrop. Rev., 67, 97-110.
Read More..
Selasa, 23 April 2013
Ikuti kata hati (?)
![]() |
| (sumber: cdn3.sbnation.com) |
Lupakan sejenak tentang pikiran alam sadar kita, tentang tempat di mana semua informasi yang bisa sepenuhnya kita akses serta kebanggaan atas kecerdasan-kecerdasan logika kita. Perhatikan diri kita pada sebuah cermin, tidak hanya padamuka-muka yang menampakkan kecantikan dan ketampanannya, tetapi lebih jauh masuk ke dalam, terdapat organ kenyal berwarna merah-jambu yang tersusun atas sel-sel yang mengatur dan beraturan, namun kompleks seperti alam semesta ini. Di pertengahan abad kedua puluh, para pemikir mulai menyadari bahwa sangat sedikit yang kita tahu tentang diri kita sendiri. Dan hal pertama yang kita pelajari dari seluruh untaian yang membangun siapa diri kita adalah sebuah pelajaran sederhana: Kebanyakan dari apa yang kita lakukan dan pikirkan dan rasakan tidak berada di bawah kontrol kesadaran kita. Segala hal yang kita sebut sebagai ‘kita’, kesadaran kita, merupakan sebagian kecil dari apa-apa yang dioperasikan oleh neuron-neuron yang saling bertautan membentuk sebuah organ-kenyal-merah-jambu.
Sebuah penelitian menarik dilakukan oleh Antoine Bechara dkk, mereka memberikan 4 buah dek kartu di mana para subjek diminta mengambil satu kartu dari keempat dek dalam satu kesempatan . Setiap kartu memiliki arti ‘mendapatkan uang’ atau ‘kehilangan uang'. Selang beberapa waktu, para subjek mulai menyadari setiap dek memiliki karakteristik, dua diantaranya berarti dek yang bagus (mendapatkan uang) sedangkan yang lainnya berarti dek yang jelek (kehilangan uang). Hal yang menarik adalah, para peneliti tersebut mengukur respon konduksi kulit, yang mencerminkan aktivitas saraf otonom manusia. Para peneliti melihat sesuatu yang menarik: sistem otonom menyadari karakteristik dek dengan baik sebelum alam sadar subjek menyadarinya, yaitu saat subjek akan mengambil dek yang jelek, ada aktivitas yang tercatat pada pengukur respon konduksi kulit yang menandakan sebuah tanda peringatan. Bagian-bagian tertentu otak subjek nampaknya menyadari adanya akibat dari mengambil suatu dek tertentu sebelum kesadaran subjek mengenai mana dek yang bagus atau buruk timbul. Subjek mulai memilih dek yang bagus sebelum mereka secara sadar mengetahui mengapa. Hal ini berarti pengetahuan yang kita sadari atau di alam sadar kita pada situasi tersebut ternyata tidak terlalu diperlukan untuk mengambil keputusan yang baik.
Beberapa studi lain nampaknya berkesimpulan bahwa keadaan atau respon tubuh sebagai bagian dari sistem otonom kita membentuk perasaan yang mempengaruhi bahkan membimbing pengambilan keputusan kita. Tanpa pernah kita sadari, insting bertahan hidup manusia mempengaruhi kondisi output yang terjadi pada tubuh. Ketika suatu kondisi yang buruk terjadi, secara otomatis otak kita mempengaruhi seluruh organ tubuh (denyut jantung, keringat, kontraksi otot, pupil mata, dsb) untuk menyimpan ‘perasaan fisik’ tersebut dan ‘perasaan’ ini kemudian diasosiasikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Ketika suatu saat kondisi tersebut kembali terlintas di benak kita, otak secara otomatis menjalankan simulasi yang akan terjadi, membangkitkan kembali perasaan fisik yang kita alami sebelumnya dan kemudian perasaan tersebut atau praduga sebelumnya mempengaruhi keputusan yang akan kita ambil. Dengan kata lain, kondisi tubuh yang telah terekam sebelumnya menyediakan apa yang kita sebut sebuah firasat yang kemudian mempengaruhi sikap yang kita ambil. Sehingga seringkali, kita mengambil keputusan atau mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum kesadaran kita sampai pada mengapa kita melakukan hal tersebut.
Jika kita tidak bisa selalu mengakses pengetahuan dari alam bawah sadar, kemudian bagaimana agar kita dapat mengambilnya? Idenya tentu saja sederhana untuk mengetahui apa yang firasatmu coba katakan. Jika suatu ketika kamu berada dalam dua pilihan sulit dan bingung apa yang harus dipilih, jentikkan sebuah koin ke udara. Setiap sisi koin mewakili pilihan yang hendak diambil. Hal yang paling penting adalah feeling saat koin mendarat di tanganmu. Jika secara misterius kamu merasakan perasaan lega pada hasil dari jentikan koin maka itulah pilihan yang tepat. Jika, sebaliknya, kamu merasakan suatu hal yang konyol dari hasil sisi jentikan koin, maka itu adalah pertanda bahwa sebaiknya kamu memilih opsi lainnya. Selamat mencoba !
Untuk yang ingin tahu lebih banyak:
Eagleman, D. (2011). Incognito: the secret lives of the brain. New York: Vintage Books
Read More..
Senin, 04 Maret 2013
Quran and Babies
![]() |
| (sumber: guardian.co.uk) |
Suara bunda suara dunia
Coba bayangkan anda berada dalam kondisi gelap gulita, sendiri, dalam ruangan yang hanya sebesar tubuh anda, tenggelam dalam air di dalamnya. Itulah rahim, tempat pembentukan awal fisik dan psikis manusia. Dimulai dari proses pembuahan, perubahannya menjadi zigot, terus-menerus sel tersebut membelah secara biner, membentuk fungsi-fungsi yang lebih spesifik, hingga akhirnya terciptalah aspek-aspek yang membentuk manusia hingga saat ini. Hal yang menarik tentu saja, janin dapat menangkap stimulus auditori di dalam ruang gelap ini semenjak trimester akhir kehamilan dan mengingat stimulus ini hingga beberapa hari setelah kelahiran 2,3. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Nottingham pada ibu-ibu hamil dengan usia kehamilan 37-42 minggu menunjukkan janin yang diberikan stimulus musik memberikan respon yang sama dengan saat dia telah berumur 5 hari setelah kelahiran. Para peneliti mengukur respon kecepatan denyut jantung subjek saat masih berada di dalam rahim dan setelah dilahirkan 2. Tentu saja studi ini tidak memberikan kesimpulan bahwa efek dari stimulus tersebut akan bermanfaat dan berjangka panjang atau tidak. Akan tetapi garis kesimpulan dapat ditarik, bahwa janin dapat merespon stimulus auditori yang diberikan.
Pertanyaannya selanjutnya adalah, bagaimana janin dapat menangkap stimulus tersebut. Secara garis besar, suara dapat sampai ke organ pendengaran janin lewat dua cara, gelombang suara menjalar melalui cairan amnion (ketuban) dan sampai ke bagian dalam telinga, membran timpani; atau gelombang suara menjalar melalui vibrasi tulang tengkorak janin sehingga sampai ke telinga bagian dalam 4. Beberapa studi, salah satunya oleh Ockleford, dkk, menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir lebih memilih suara bundanya dibandingkan suara-suara lain 5. Begitu pula dengan jenis suara, bayi lebih memilih suara yang berupa ucapan (speech) dibandingkan dengan tanpa ucapan (hanya musik atau nada) 6. Nampaknya, janin lebih familiar dengan suara bundanya sendiri dibandingkan dengan suara-suara lainnya. Bunda, sejak dalam masa kehamilan, merupakan penghubung antara suara sang bayi dan suara dunia.
Saran-saran
Apa yang bisa kita lakukan dalam mengoptimalkan pemberian stimulus bacaan Quran sejak berada dalam janin? Jawabannya jelas, suara bunda adalah suara ternyaman untuk bayinya. Stimulus bacaan Quran terbaik yang bisa diberikan kepada sang janin adalah melalui suara bundanya sendiri. Terutama menjelang trimester akhir kehamilan, di mana organ pendengaran telah terbentuk, intensitas bacaan Quran bunda perlu dikonsistenkan bahkan ditingkatkan jika perlu. Mendapat stimulus selain dari suara bundanya memang tidak menjadi masalah, tetapi menurut hemat saya, suara bunda akan lebih diingat oleh sang janin dibandingkan suara lainnya.
Memasuki masa emas
Dengan menggunakan fMRI (functional magnetic resonance imaging), Dehaene-Lambertz beserta rekan-rekannya, mencoba mengukur aktifitas otak bayi-bayi berumur dua bulan saat diberi stimulus berupa suara bundanya dan suara musik sehingga dapat diketahui bagian-bagian mana dari otak bayi yang aktif oleh stimulus suara tersebut 7. Hasilnya bisa diduga, bayi lebih merespon suara bunda dibanding suara musik atau suara orang asing. Area lobus temporal sebelah kiri serta korteks prefrontal kiri dan kanan merupakan bagian yang terstimulasi oleh suara bunda. Artinya, suara bunda memiliki pengaruh dalam stimulasi bagian otak yang berperan dalam komunikasi dan pembentukan bahasa serta bagian yang berperan dalam proses emosional dan intelegensia bayi. Studi ini juga menemukan bahwa bayi-bayi akan lebih baik dalam mempelajari kata yang diucapkan oleh bundanya dibandingkan oleh suara orang lain. Pada masa emas 0-5 tahun, bagian-bagian yang berperan dalam stimulus auditori akan berkembang pesat melalui stimulus suara bunda.
Saran-saran
Nampaknya, suara bunda memegang peran kunci dalam perkembangan bahasa dan emosional bayinya. Stimulus bacaan Quran yang dilakukan oleh bundanya sendiri memegang peranan penting dalam membentuk penghargaan anak akan bacaan Quran. Meskipun demikian, peran serta seluruh anggota keluarga akan lebih mengoptimalkan tumbuh-kembang anak bersama Quran. Meskipun terlalu awal, kita mungkin dapat mengambil hipotesis bahwa kecintaan anak pada Quran memang berawal dari titik mulanya, sang Bunda.
Catatan-catatan
Hingga tanda titik terakhir yang berada di tulisan ini dibubuhkan, penulis sendiri belum menikah dan tidak mempunyai anak (bukan curhat rekan-rekan :p), oleh karenanya saran-saran yang dibuat hanya berada dalam tataran teoritis. Aplikasi yang dapat dilakukan tentunya akan sangat beragam dan bisa menjadi sangat kreatif. Nah (calon) ayah-bunda, selamat mencoba !
Sumber-sumber:
- Habe, K. dan N. Jausovec. (2003). Mozart effect – reality or science fiction? Horizon of psychology, 12(4), 23-32.
- James, D.K., et.al. (2002). Fetal learning: a prospective randomized controlled study. Ultrasound obstet gynecol, 20, 431-438.
- Mampe, B., et.al. (2009). Newborn’s cry melody is shaped by their native language. Current biology, 19, 1994-1997.
- Sohmer, H., et.al. (2001). The pathway enabling external sounds to reach the fetal inner ear. Audiology & Neuro-Otology, 6(3), 109-116.
- Ockleford, E.M., et.al. (1988). Responses of neonates to parents’ and other’s voices. Early hum dev, 18(1), 27-36.
- Hespos, S.J. Language Acquisition: when does the learning begin? Current biology 17(16).
- Dehaene-Lambertz, G., et.al. (2010). Language or music, mother or mozzart? Structural and environmental influences on infants’ language networks. Brain & language 114(2), 53-56.
Read More..
Senin, 25 Februari 2013
Sesederhana Telur, Apel, dan Pemandian Umum
![]() |
| (sumber gambar: lightbulbcentral) |
Kesadaran seringkali merupakan pemicu dari segalanya. Hal-hal sederhana, inspirasi-inspirasi mengagumkan, ide-ide cemerlang selalu berawal dari kesadaran yang menyentak diri manusia. Kesadaranlah yang membedakan antara inovator dengan orang biasa dan para filsuf dengan rakyat jelata. Apel jatuh mungkin hanyalah sekedar apel yang jatuh dalam pandangan orang lain, namun tidak bagi Newton. Ada sesuatu yang lebih besar terkuak di dalamnya, sebuah kesadaran muncul, menyentak Newton. Apel berada dalam posisi diam di atas pohon, jatuh dengan kecepatan yang semakin cepat ke bawah. Pada akhirnya, hanya Newton lah yang tersadarkan, bukan petani atau sembarang orang yang melintasi pohon apel. Dan dari kesadaran ini muncul ide cemerlang tentang alam semesta, gaya gravitasi.
Orang-orang menyebutnya insight, pemahaman akan suatu kebenaran yang tersembunyi. Ide-ide yang muncul seringkali sederhana, namun menuju ide tersebut adalah hal yang lain. Kisah klasik yang meskipun diragukan kebenarannya memberikan kita contoh, kisah penemuan hukum Archimedes yang merupakan prinsip sederhana yang dapat dimengerti ke siswa kelas menengah pertama. Dari semua orang yang berendam dalam pemandian umum mungkin hanya Archimedes yang menyadarinya. Columbus, Newton, Archimedes melihat sesuatu yang berbeda dari suatu hal yang dianggap biasa. Mereka memberikan kita contoh ide-ide sederhana dapat berakibat besar dan ditemukan dengan cara-cara yang tidak biasa. Penemuan-penemuan besar terkadang diinspirasikan dari sesuatu yang sederhana. Observasi, telaah, analisis, percobaan-percobaan membuka yang tersembunyi dari hal-hal sederhana.
Bahwa inspirasi ada di sekitar kita dan menunggu untuk ditemukan adalah keniscayaan. Hal yang kita perlukan mungkin sekedar melihat dari sisi yang berbeda, menemukan maksud dari suatu fenomena, atau bahkan berbagi dengan orang lain. Yakinlah, kita akan bisa menemukan keunikan dari kepolosan, ketakjuban dari ketidakbiasaan, dan keindahan dari hal-hal sederhana.
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)






