Selasa, 25 Agustus 2009

Tips Puasa untuk Pengendara Motor


Sesungguhnya puasa itu wajib untuk semua orang beriman, tak terkecuali bagi para pengendara sepeda motor. Ada hal-hal yang bisa kita persiapkan untuk mengoptimalkan ibadah puasa dan saat beraktifitas. Tidak seperti pengendara mobil, para pengendara sepeda motor memiliki tantangan yang lebih. Kondisi jalan, seperti kemacetan, dan kondisi cuaca, seperti panas, dapat mempengaruhi tingkat kestresan pengendara kendaraan bermotor yang tentu saja berujung pada ketidakstabilan emosi dan kelelahan tubuh. Oleh karena itu ada beberapa tips yang bisa para bikers pakai saat berpuasa:

1.Pertama-tama, jangan lupa untuk membaca bismillah dan doa perjalanan darat agar bisa selamat sampai tujuan


2.Asupan sahur haruslah mencukupi dari segi gizi atau paling tidak 4 sehat 5 sempurna. Asupan gizi yang memadai akan memperbagus kondisi tubuh dan stamina saat berkendara.

3.Hindari minuman yang berkafein, seperti kopi, saat sahur karena akan memicu diuresis (berkemih) sehingga bisa mengurangi stock cairan tubuh. Cukupkan dengan meminum air putih.

4.Saat hendak berangkat ke tempat beraktifitas hendaknya lebih awal dari biasanya. Hal ini untuk menghidari stress akibat terburu-buru. Efeknya adalah memicu keluarnya cairan tubuh dalam bentuk keringat, so pada akhirnya menjadi lemas saat telah sampai di tempat beraktifitas.

5.Kunci utama saat berada di jalan adalah bersikap sabar. Udara yang panas dan kemacetan lalu lintas merupakan pemicu utama emosi. Ingat, walaupun marah tidak membatalkan puasa namun hal tersebut mengurangi nilainya. Daripada puasa kita sia-sia lebih baik sabar. Akan lebih baik bila saat kita mennunggu lampu merah, misalnya sambil mendengarkan mp3 murotal ataupun lagu-lagu yang dapat merilekskan pikiran.

6.Bagi mereka yang suka ngebut, hindarilah. Saat kita ngebut, membuka-tutup gas dan juga aktifitas mengerem menjadi lebih sering dan tentu saja hal tersebut cukup mengurangi tenaga selain harus lebih berkonsentrasi. Selain itu bisa lebih menghemat ongkos bensin juga.

7.Saat pulang di sore hari hindarilah jalan-jalan protokol atau jalan yang rawan macet (meskipun pada umumnya saat jam 4-6, hampir semua jalan akan macet). Cobalah mencari jalan-jalan alternatif agar bisa pulang dengan cepat.

8.Jika memang sudah mendekati adzan maghrib dan masih jauh dari tempat tujuan, janganlah ragu untuk mencari mesjid ataupun tempat untuk berbuka. Dan melanjutkan perjalanan setelah shalat maghrib ataupun lebih baik sterlah pukul 7, karena umumnya jalan sudah berkurang kadar kemacetannya. Atau kita sudah menyiapkan bekal berbuka dari awal kita akan pergi pulang, dengan begitu kita bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus mampir terlebih dahulu.

Demikianlah tips yang bisa dibagikan. Semoga bisa bermanfaat agar puasa bisa optimal dan aktifitas tetap maksimal. Wallahu alam bi shawab.

[Pustaka: http://varioriders.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=27]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar