Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Kertas Berusia

sumber gambar: picstopin.com
Ada selembar kertas diletakkan di atas meja masa. Berdampingan dengan waktu yang dengannya hati bergemuruh.

Ada selembar kertas berisikan gambar juga coretan. Bukan lukisan, gambar sederhana saja dan coretan bercerita tentang jiwa berpautan di persimpangan takdir.

Hati mengetahui alurnya dan kisah kali ini hendak menutup usia, berakhir di ujung pertemuan dengan jumpa.

Sementara waktu hendak memeluk habis, kita berontak, berbisik, menguatkan sesama.

Sementara matahari menyelam di sana, kita berjanji untuk bersinar bersama, menangis sesenggukan, kemudian tegar berjumpa pisah.

Dan doa-doa dilantunkan, mengiring asa tentang persimpangan di jalan kehidupan.

Dan dirapikan kertas berusia, terlipat dua sama rata, diselipkan dalam amplop kecil putih bersih.

Kita melepas merpati yang mengantarkan pesan ke lapak-lapak langit, semoga Penguasanya mengabulkan.

Dan untuk cerita cinta di lembar napas. Terimakasih terimakasih

-sepenuh cinta-


Read More..

Sabtu, 07 Mei 2011

Hey, dia yang berjilbab biru


Hai, dia yang berjilbab biru
dimana engkau?
ketika kami terlelap di kasur empuk kami
saat keamanan menghanyutkan kami
mungkinkah di antara letusan-letusan?
atau di jalan sekolahmu yang ditutup orang-orang biadab?

sedang apa engkau?
saat kami bersenda gurau, riang bersama keluarga dan sahabat
mungkin kau mencemaskan ayahmu,
atau saudara laki-lakimu yang belum pulang

Hey, dia yang berjilbab biru
tak takutkah engkau dengan tank-tank besar itu
moncong-moncong senapan
wajah-wajah garang

kau tantang mereka
dengan batu-batu kerikil mu
melayang-layang menyerbu
gagah berani melawan angkara

wahai dia yang berjilbab biru
kami dengar di sana, hufadz dilahirkan di antara desingan peluru
kau sendiri, sudah berapa banyak?
ah 1 atau 2, mungkin terlalu sedikit
10 atau 20, ya kau membuat kami menunduk malu

Ya, dia yang berjilbab biru!
darahmu segar mewarnai tanah cintamu
kau jemput kenikmatan hidup dengan syahidmu
dan langitpun syahdu
sementara kami,

Maafkan, dia yang berjilbab biru
kami sibuk dengan warna-warni duniawi
antara tidak tahu dan tak mau tahu
kami biayai mereka yang meremuk-redamkan kampungmu

Ajari kami, dia yang berjilbab biru
tentang keberanianmu
tentang rasa pantang menyerah
tentang cinta sebenarnya kepada Ilahi Robbi

"Aku kencang berlari
Biar kuhadang dengan apa yang kupunya
Hunus saja tubuh ini
Biar kusyahid itu mati yang mulia
Barisan kami Pemuda Palestina"

(Edcoustic-Pemuda Palestina)


Read More..

Sabtu, 26 Februari 2011

Memang Begitulah Adanya…

Jika kita bertanya di setiap sudut kehidupan ini
pertautan saling silang akan menunjukkan bagaimana banyak pertanyaan-pertanyaan yang sungguh saling terkait.
Prinsip-prinsip umum itu sungguh ada
mereka menyebutnya teori
dan dengan pengujian yang sungguh sangat teliti, mereka menyebutnya Hukum Alam
dan memang begitulah adanya, cara dunia bekerja
kita mungkin tidak selalu tahu mengapa.


Ketika molekul-molekul menyerap energi
mereka berjingkak, berputar, menari, melambungkan atom-atomnya, sikut dan tabrak sana-sini
mereka terlalu bersemangat!
dan kita menyebutnya menghangat, lalu memanas
dan memang begitulah adanya.


Jika anda mampu membaca bahasanya
tubuh manusia adalah buku terbesar sedunia, juga unik
maka molekulnya adalah huruf, nukleotida adalah kata-kata, dan gen…
kita bisa menyebutnya kalimat, merangkai informasi-informasi istimewa dari Pencipta
istimewa untuk saya, istimewa untuk anda
dan kita tak pernah benar-benar sama, meskipun terlahir berdua dalam identik
dan memang begitulah adanya.
Dalam seuntai pita paling memesona sejagad
ada begitu banyak kata yang dikombinasi menjadi begitu banyak kalimat
dan matematika sederhana memperkirakan anda memiliki peluang mendapat kombinasi yang sama teramat kecil,
dan memang begitulah cara kerjanya



Mengapa begitu, Ayah?
Mengapa hal ini terjadi, dan yang lain tidak,
mengapa air mengalir ke tempat rendah, dan bumi berputar?
Ini bukan pertanyaan konyol, apalagi mengada-ada
ini pertanyaan paling mendalam di dunia sains
dan mereka pun menjawabnya

karena ada dua kausalitas di jagad raya: energi dan entropi
karena segala sesuatu akan menurunkan energinya kalau bisa
karena segala sesuatu akan menaikkan entropinya kalau bisa
dan ini masalah keseimbangan keduanya.
Maka anda akan menemukan sesuatu berlalu spontan atau tidak,
dan memang begitulah adanya…




“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”
(Qs. 3: 190)
Read More..

Jumat, 26 Juni 2009

Sebuah Puisi Dakwah

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu

Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra


Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerjakeras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah,
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat,
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya , itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,
saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

(penulis puisi ini tidak saya ketahui, mohon maaf)



Read More..

Rabu, 03 Juni 2009

Mereka yang Mencari

Jika kau mencari teman seperjalanan
kau berada di tempat yang salah
Jika kau mencari dahan tuk bergantung
kau memanjat pohon yang salah
Jika kau mencari musuh untuk dibenci
kau berada pada saat yang salah

Kami adalah orang-orang yang mencari
pada terang dan gelap kebenaran
saat sepi dan ramainya dunia
dalam tidur, duduk, atau berdiri raga

Kami para pencari
keping-keping ilmu-Nya
tuk puaskan dahaga jiwa


Jangan kau heran
karena kami sendiri tidak pernah puas
dengan rasa heran kami

Silakan kau tanyakan
tapi manusia tidak pernah punya semua jawaban
karena terkadang...
pertanyaan ada untuk kita cari sendiri jawabannya
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. 3:191)

inilah jalanku kawan, jalan sunyi para pencari kebenaran...



Read More..