Ringkasan
M. Gama Ramadhan*, Khairul Basyar*
*Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Penyakit yang disebabkan oleh virus hingga saat ini masih menjadi persoalan kesehatan yang belum terselesaikan. Berbagai macam obat telah ditemukan namun resistensi obat-obat tersebut menjadi penyebab ketidakefektifan terapi penyakit virus. Penyakit HIV (Human Imunodeficiency virus) dan virus flu burung menjadi penyakit yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Penyakit oleh virus ini telah menjadi pandemik di seluruh dunia. Kemoterapi oleh obat-obat kimia menimbulkan banyak efek samping bagi pasien serta resistensi bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat-obat anti virus yang benar-benar menyembuhkan penyakit HIV dan virus flu burung.
Bertolak dari permasalahan tersebut maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai obat-obat anti virus jenis baru. Calon-calon obat ini dapat berasal dari senyawa tumbuhan, seperti andrografolida. Sambiloto atau Andrographis paniculata sudah lama terkenal sebagai tanaman obat yang memiliki berbagai khasiat. Tanaman ini sudah lama digunakan sebagai jamu oleh masyarakat Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan adanya aktivitas anti virus, anti bakteri, dan anti malaria dari andrografolida dan turunannya. Andrografolida diperkirakan dapat menjadi inhibitor protease bagi HIV dan menghambat haemaglutinin dari virus virus flu burung. Hal ini mengindikasikan senyawa andrografolida dan derivatnya dapat menjadi obat baru dalam terapi HIV dan virus virus flu burung.
Potensi yang ditunjukkan oleh Andrographis paniculata cukup menjanjikan dalam pengembangan obat anti virus. Penentuan bentuk sediaan yang tepat merupakan hal yang penting untuk menjamin jumlah senyawa aktif yang adekuat dalam peredaran sistemik dan dapat diterima oleh pasien.
korespondensi penulis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..
If you can't explain it simply, you don't understand it well enough. (A. Einstein, 1879-1955)
Tampilkan postingan dengan label paper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paper. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 April 2010
MANAJEMEN BENCANA GEMPA BERBASIS FARMASI
Ringkasan
Nisa Yulianti*, M. Gama Ramadhan*, Offi Eka Hartisyah*
*Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Bencana merupakan hal yang dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Namun, hal tersebut tidak berarti menghindari atau mengurangi dampak yang diakibatkannya. Bencana dapat ditanggulangi akibatnya jika terdapat suatu manajemen yang baik mengenai penanggulangan bencana. Bencana dapat muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bencana gempa. Bencana gempa cukup banyak terjadi di Indonesia, sehingga menuntut masyarakat Indonesia untuk dapat menanggulanginya dengan baik. Bencana gempa tidak hanya dapat menimbulkan kerusakan pada infrastruktur saja tetapi juga dapat mengancam kesehatan korban bencana. Oleh karena itu, peran tenaga medis sangat diperlukan dalam mengantipasi kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul saat dan pasca bencana gempa terjadi.
Bertolak dari permasalahan diperlukannya peran tenaga medis dalam mengoptimalkan penanggulangan bencana gempa, pemulis menggagas topik manajemen bencana gempa berbasis farmasi. Kenapa harus berbasis farmasi ? Hal ini dikarenakan masih sedikitnya peran farmasis dalam merespon bencana yang terjadi. Selain itu permasalahan kesehatan yang timbul mengindikasikan diperlukannya tenaga ahli yang mampu mengatur logistik obat-obatan sehingga dapat menjamin ketersediaan obat-obatan yang diprioritaskan, pemberian informasi obat kepada pasien, dan pengawasan penggunaannya
Manajemen bencana yang baik menjadi suatu keharusan agar dapat meminalisir segala kerugian yang terjadi. Manajemen bencana yang baik akan dapat timbul jika ada koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dan sinergisitas pada pelaksanaannya.
korespondensi penulis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..
Nisa Yulianti*, M. Gama Ramadhan*, Offi Eka Hartisyah*
*Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Bencana merupakan hal yang dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Namun, hal tersebut tidak berarti menghindari atau mengurangi dampak yang diakibatkannya. Bencana dapat ditanggulangi akibatnya jika terdapat suatu manajemen yang baik mengenai penanggulangan bencana. Bencana dapat muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bencana gempa. Bencana gempa cukup banyak terjadi di Indonesia, sehingga menuntut masyarakat Indonesia untuk dapat menanggulanginya dengan baik. Bencana gempa tidak hanya dapat menimbulkan kerusakan pada infrastruktur saja tetapi juga dapat mengancam kesehatan korban bencana. Oleh karena itu, peran tenaga medis sangat diperlukan dalam mengantipasi kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul saat dan pasca bencana gempa terjadi.
Bertolak dari permasalahan diperlukannya peran tenaga medis dalam mengoptimalkan penanggulangan bencana gempa, pemulis menggagas topik manajemen bencana gempa berbasis farmasi. Kenapa harus berbasis farmasi ? Hal ini dikarenakan masih sedikitnya peran farmasis dalam merespon bencana yang terjadi. Selain itu permasalahan kesehatan yang timbul mengindikasikan diperlukannya tenaga ahli yang mampu mengatur logistik obat-obatan sehingga dapat menjamin ketersediaan obat-obatan yang diprioritaskan, pemberian informasi obat kepada pasien, dan pengawasan penggunaannya
Manajemen bencana yang baik menjadi suatu keharusan agar dapat meminalisir segala kerugian yang terjadi. Manajemen bencana yang baik akan dapat timbul jika ada koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dan sinergisitas pada pelaksanaannya.
korespondensi penulis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..
Jumat, 15 Januari 2010
Teknik Membaca Jurnal

Pertama, membaca Abstrak, Pendahuluan dan Kesimpulan dari sebuah makalah untuk mendapatkan gambaran umum yang jelas mengenai maksud, tujuan serta hasil dari makalah. Abstrak yang baik memang mampu memberikan gambaran umum mengenai isi dari makalah, Namun ternyata tidak semua Abstrakditulis dengan baik. Beberapa abstrak dapat saja tidak memberikan gambaran dari isi makalah. Sehingga pada akhirnya untuk mendapat gambaran umum, dapat dilakukan dengan membaca pendahuluan dan kesimpulan saja.
Kedua, setelah mendapat ide umum dari makalah, hal yang dilakukan kemudian membaca sepintas dan mencari ide‐ide umum dari setiap sub‐bab dalam makalah untuk mencari alur pengambilan kesimpulan secara jelas dari makalah yang ditulis. Apabila menemui detail‐detail makalah yang menarik perhatan ataupun yang diperkirakan memiliki andil besar dalam pengambilan kesimpulan, kita dapat memilih untuk membaca bagian tersebut terlebih dahulu. Diskusi yang mendahului pengambilan kesimpulan terkadang juga sangat penting untuk disimak untuk mencari hubungan antara penjelasan‐penjelasan sebelumnya dengan kesimpulan di akhir makalah. Setelah semua itu dilakukan, selanjutnya kita dapat membaca kalimat per kalimat pada makalah tersebut secara
lengkap. Cara membaca yang memakan waktu seperti ini hanya akan dilakukan apabila perlu.
Sumber: Mulyadi, Michael B. (2007). Makalah Ilmiah dan Mahasiswa:Sebuah evaluasi akhir mata kuliah seminar. [http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/etc/207-12-Michael-Budiman-Mulyadi-Ringkasan-Individu.pdf]. Halaman: 4-5.
Read More..
Senin, 11 Januari 2010
Peningkatan Mutu Pendidikan Ilmu Kesehatan sebagai Upaya Perbaikan Kualitas Sistem Pelayanan Kesehatan di Palestina
Ringkasan
M. Gama Ramadhan
Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Sepanjang sejarah kemanusian, mungkin penjajahan Israel atas palestina yang menimbulkan dampak paling luar biasa pada berbagai aspek kehidupan manusia. Aspek kesejahteraan, pendidikan, serta kesehatan menurun drastis sepanjang penjajahan Israel dari waktu ke waktu. Kita bisa membayangkan bagaimana akses baik masuk maupun keluar Palestina—pada khususnya Gaza—dibatasi hingga hampir tidak ada akses sama sekali.
Gambaran kondisi kesehatan rakyat Palestina saat ini adalah banyaknya angka kejadian malanutrisi dan kematian balita. Hal-hal tersebut diperparah dengan banyaknya rumah sakit yang dihancurkan sehingga menyulitkan perlakuan medis bagi penduduk Palestina. Dalam kondisi penjajahan seperti di Palestina, maka kualitas dan kuantitas dari tenaga kesehatan dipertaruhkan, terutama tenaga dokter spesialis. Karena jika hanya mengandalkan dokter umum (general practitioner) maka kemungkinan kesalahan perawatan baik dari segi diagnosis maupun penatalaksanaan medis akan besar. Selain masalah diagnosis, operasi-operasi besar seperti pengangkatan tumor sulit dilakukan di Gaza karena keterbatasan kemampuan dari dokter yang ada.
Pengiriman dokter-dokter spesialis dari negara-negara lain merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan. Namun hal ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan yang ada. Oleh karena itu, langkah terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah di atas adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa Palestina. Peningkatan kualitas sumber daya tenaga kesehatan ini dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
a.Tahap jangka pendek
Pada tahap jangka pendek difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga medis
b.Tahap jangka panjang
Pada tahap jangka panjang lebih difokuskan kepada para mahasiswa.
Pendidikan memegang peranan kunci pada kehidupan bangsa Palestina. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui jalur pendidikan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Hal-hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada kualitas kesehatan penduduk Palestina, tetapi juga pada kemandirian bangsa Palestina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah jalan keluar untuk perbaikan bangsa Palestina.
Korespondensi penullis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..
M. Gama Ramadhan
Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Sepanjang sejarah kemanusian, mungkin penjajahan Israel atas palestina yang menimbulkan dampak paling luar biasa pada berbagai aspek kehidupan manusia. Aspek kesejahteraan, pendidikan, serta kesehatan menurun drastis sepanjang penjajahan Israel dari waktu ke waktu. Kita bisa membayangkan bagaimana akses baik masuk maupun keluar Palestina—pada khususnya Gaza—dibatasi hingga hampir tidak ada akses sama sekali.
Gambaran kondisi kesehatan rakyat Palestina saat ini adalah banyaknya angka kejadian malanutrisi dan kematian balita. Hal-hal tersebut diperparah dengan banyaknya rumah sakit yang dihancurkan sehingga menyulitkan perlakuan medis bagi penduduk Palestina. Dalam kondisi penjajahan seperti di Palestina, maka kualitas dan kuantitas dari tenaga kesehatan dipertaruhkan, terutama tenaga dokter spesialis. Karena jika hanya mengandalkan dokter umum (general practitioner) maka kemungkinan kesalahan perawatan baik dari segi diagnosis maupun penatalaksanaan medis akan besar. Selain masalah diagnosis, operasi-operasi besar seperti pengangkatan tumor sulit dilakukan di Gaza karena keterbatasan kemampuan dari dokter yang ada.
Pengiriman dokter-dokter spesialis dari negara-negara lain merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan. Namun hal ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan yang ada. Oleh karena itu, langkah terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah di atas adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa Palestina. Peningkatan kualitas sumber daya tenaga kesehatan ini dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
a.Tahap jangka pendek
Pada tahap jangka pendek difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga medis
b.Tahap jangka panjang
Pada tahap jangka panjang lebih difokuskan kepada para mahasiswa.
Pendidikan memegang peranan kunci pada kehidupan bangsa Palestina. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui jalur pendidikan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Hal-hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada kualitas kesehatan penduduk Palestina, tetapi juga pada kemandirian bangsa Palestina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah jalan keluar untuk perbaikan bangsa Palestina.
Korespondensi penullis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)