Minggu, 16 Oktober 2011

Cinta akan mengingatkan dia untuk kita

"Memory is a way of holding on to the things you love, the things you are, the things you never want to lose.” (Kevin Arnold)

Bagaimana anda mendefinisikannya? Perasaan cinta yang membuncah, benci berdarah-darah, kesedihan yang mengharu-biru atau ketakutan akan ditinggalkan. Dalam kesepakatan yang banyak dipahami oleh hampir semua orang di bumi ini, kita mengenalnya dalam sebuah padanan konsep emosi. Pertanyaan selanjutnya menjadi apa itu emosi ? Dan memang, jawaban akan menelurkan pertanyaannya selanjut, dan selalu saja begitu.

Maka, ketika pertama kali terlintas dalam otak anda kata ‘cinta’ di atas, apa yang anda bayangkan ? Bagaimana dengan hal-hal tertentu yang lantas menyulut kemarahan anda ? Konsep emosi, bagaimanapun juga dipandang secara objektif, mencakup perasaan emosional subjektif dan suasana ‘hati’ ditambah respon-respon fisik yang muncul berkaitan dengan perasaan tersebut. Alih-alih cerita mengenai kegalauan anak-anak muda tentang emosi, cinta, benci, dan rindu, saya akan mengajak pembaca untuk melihatnya dalam sudut pandang lain tentang emosi, cinta, rindu, dan kenangan.

Memulainya dari isi kepala kita
Berbicara tentang cinta, maka berbicara tentang hati. Sayangnya, saya mengajak pembaca melalui jalur yang berbeda, dimana kita akan sedikit menyelami samudra tentang memori, tentang sel saraf yang mengambang tenang di dalam cairan serebrospinalnya. Saya agak tidak suka mengatakannya tapi anda perlu memulainya dari pelajaran tentang isi kepala (otak) anda agar anda lebih dapat merasakan keindahan misterius yang ditawarkan otak kepada kita. Secara sederhana, otak kita adalah organ yang kompleks, mencakup ribuan sistem dinamis sel saraf dan koordinasi-koordinasi yang belum sepenuhnya dipahami hingga saat ini.



Di antara semua hal yang merupakan bagian dari otak, sistem limbik berhubungan langsung dengan emosi yang selama ini kita pahami. Ekspresi-ekspresi emosional yang bisa kita amati bersama, misal tersipu, tertawa, menangis dan segala aspek yang berhubungan dengan emosi memperlihatkan hubungannya dengan sistem limbik. Stimulasi-stimulasi tertentu di daerah ini saat dilakukan operasi pembelahan otak memperlihatkan sensasi-sensasi samar yang dialami pasien sebagai perasaan senang ataupun keputusasaan.

Meskipun demikian, pola perilaku dan respon akan suatu situasi yang melibatkan emosi tidak hanya dikerjakan oleh sistem limbik sendiri. Bagian otak lain, korteks otak, yang mengatur fungsi-fungsi luhur manusia, berperan penuh dalam respon kita terhadap keadaan emosional. Emosi nampaknya dengan lebih mudah memanggil program-program yang sudah terpatri dalam korteks kita. Sebuah contoh terkenal adalah gerakan tersenyum. Respon tersenyum atas emosi yang menggembirakan merupakan bahasa universal yang dimiliki semua orang, bahkan mereka yang buta sekalipun. Mereka yang buta sejak lahir akan tetap memiliki ekspresi wajah ‘tersenyum normal’. Tersenyum tampaknya telah diprogramkan sebelumnya di korteks dan dapat diakses setiap saat oleh sistem limbik. Pada tingkat yang mendasar senyum adalah ekspersi manusia yang universal.

“Pada tingkat yang mendasar senyum adalah ekspersi manusia yang universal”
Sedikit-banyak tentang kenangan
Hal-hal yang kita ingat, kenangan masa indah saat SMA misalnya, melibatkan aktivitas holistik dari neuron yang ada di otak kita. Konsep memori mencakup segala informasi yang kita alami yang disimpan dan kita dapat memanggilnya kembali ketika kita ingin mengingat sesuatu. Memori melibatkan kontribusi seluruh sel saraf (neuron) untuk saling berinteraksi dan membentuk koneksi-koneksi di antara mereka sendiri. Hal ini berarti ketika kita mengingat informasi baru maka akan ada banyak koneksi-koneksi yang terbentuk antara neuron dalam kombinasi yang tidak terbatas !

Secara umum, para pakar neurosains membagi memori menjadi dua yaitu memori jangka pendek dan jangka panjang. Meskipun proses penyerapan informasi baru melibatkan kerja berbagai bagian di otak, paling tidak ada dua bagian yang berperan penting dalam aktivitas mengingat ini, yaitu korteks dan hippocampus. Korteks berperan penting dalam proses ingatan jangka pendek, dimana ketika anda menyerap informasi baru, korteks akan menyimpangnya sementara untuk anda. Ketika anda memutuskan bahwa informasi tersebut tidaklah penting maka dengan mudahnya korteks akan membuang informasi tersebut.

Namun, bukankah kita ingin mengingat sesuatu dalam waktu lama ? Memori jangka panjang melibatkan hubungan intens dari paling tidak, hippocampus dan korteks. Hippocampus secara spesifik akan mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Memori akan tersimpan dalam ‘kantong-kantong’ ingatan di berbagai bagian otak (ya, memori tidak disimpan dalam satu area khusus di otak). Secara sadar anda dapat merubah memori jangka pendek menjadi jangka panjang dengan pengulangan. Memori memerlukan waktu yang lama untuk menempel secara permanen dalam otak kita, dan selama proses pengendapan tersebut, memori akan rentang untuk menghilang atau dibentuk ulang dengan adanya interferensi, terutama ketika kita dijejali informasi terus-menerus dalam jangka panjang tanpa jeda, seperti yang banyak terjadi di ruang-ruang kelas kita. Kabar baiknya adalah inteferensi tersebut tidak akan terjadi ketika informasi diulang-ulang secara sengaja dengan diberi jeda. Otak manusia, dibanding mengingat detail, lebih menyenangi mengingat konsep dan cenderung mengingat awal dan akhir dari suatu hal dan melupakan bagian tengahnya. Idenya adalah dengan membuat jeda, kita akan memperbanyak awal dan akhir dari suatu hal yang ingin kita ingat. Oleh karena itu disarankan untuk selalu menjeda setiap 30 menit atau satu jam sekali ketika kita sedang belajar.

Kitalah pada dasarnya yang memutuskan apakah suatu hal pantas diingat atau tidak. Kita tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang membosankan. Otak kita akan membuang segala informasi yang tidak penting bagi kita dan menyimpan hanya hal-hal yang menarik perhatian kita. Lebih jauh lagi, memori akan meningkat ketika kita dapat membuat asosiasi informasi baru dengan hal yang sudah ada sebelumnya. Hal yang disebut pemahaman (sering dikatakan lebih kuat dibanding sekedar menghafal) ada hanya ketika kita dapat menggambarkannya dengan jelas dalam kepala kita dan mengasosiasikannya dengan hal yang sudah kita punya. Pemahaman tidak akan pernah ada tanpa penggambaran dalam otak kita, ini fakta penting pendidikan ! Dan asosiasi akan meningkatkan ingatan kita akan detail. Jika kita dapat menarik makna dan hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain, kita dapat mengingat detail dengan lebih mudah.  Maknai sebelum detail.

“Otak kita akan membuang segala informasi yang tidak penting dan menyimpan hanya hal-hal yang menarik perhatian kita”
Cinta memang merebut perhatian kita
Peristiwa-peristiwa yang melibatkan emosi akan cenderung untuk lebih diingat dibandingkan dengan peristiwa biasa. Peristiwa penuh emosi (biasa disebut dengan emotionally competent stimulus) adalah stimulus paling baik untuk menyimpan memori dalam waktu lebih lama dan mengingat dengan lebih akurat. Hal ini berkaitan dengan korteks pre-frontal kita, yang berfungsi sebagaai agen pelaksana dalam memecahkan masalah dan menjaga perhatian dan hubungannya dengan amygdala. Amygdala merupakan bagian otak yang sepesial dalam membantu menciptakan dan mempertahankan emosi. Amygdala berisi banyak dopamin, sebuah neurotransmitter otak, yang berperan seperti memo dari suatu bagian ke bagian lainnya. Ketika otak mendeteksi peristiwa yang sarat dengan emosi, amygdala akan melepas dopamin, dimana neurotransmitter ini sangat membantu memori dan pengolahan informasi. Hal ini seperti anda memberikan memo kepada anak buah anda bertuliskan, “Ingatlah ini !” Dengan demikian, hippocampus pun akan bekerja dan menyimpannya sebagai memori jangka panjang.

Walaupun melupakan detail wajah orang yang kita cintai, kita akan tetap mengingat perasaan pernah mencintai dan dicintai, ketika kita bertemu dengan orang tersebut. Amygdala akan merespon peristiwa-peristiwa yang melibatkan emosi, cinta, benci, kesedihan, gembira dan memungkinkan kita untuk dapat mengingat hal-hal lampau dengan lebih baik. Oleh karena itu, ide sederhananya adalah cintai terlebih dahulu pelajaran yang ingin kita ingat, maka kita akan mengingatnya dengan lebih baik. Dengan melibatkan emosi dalam proses pembelajaran, hal ini diharapkan dapat membantu kita mengingat dengan lebih baik. Sayangnya dalam sistem pendidikan formal kita selama ini, hal-hal abstrak seperti emosi, yang cenderung melibatkan otak bagian kanan, belum dilibatkan dan lebih mengagungkan otak bagian kiri. Untuk dapat menjadi pembelajar sejati, kita perlu memaksimalkan potensi kedua bagian otak.

“Walaupun melupakan detail wajah orang yang kita cintai, kita akan tetap mengingat perasaan pernah mencintai dan dicintai”

Referensi:
de Potter, B. Quantum memorizer.
Medina, J. Brain rules.
Sherwood, L. Human physiology.

Read More..

Sabtu, 15 Oktober 2011

Let me put it into English

English is a funny language; that explains why we park our car on the driveway and drive our car on the parkway. ~Author Unknown

Yeah, I know it, English becomes an international language, and in some cases it saved me from another language that I don’t really know. Honestly, long time ago, when I was a little younger, there was a question that pops out of my head, “why must it be English? Becomes language used throughout the world” A random thought comes from a desperate kid who knows a little about that language. A minute later, an answer floated, danced around my head and it said, ”Hey kid, actually that’s not kind of yours, but I think I know, that kingdom had colony all over the world once, and now they call it the Commonwealths". Even though, many countries that had ever been colonized by England have their independence now, the language and culture keep remains.


 “Commonwealth is association of the United Kingdom with States that were previously part of the British Empire” [Oxford dictionary] 

Well, right now, I need to confess that I’m not really good at English and it bothers me somehow. I’ve read some blogs of my friends that they often use English in their posts. I do believe that they’re really skillful and with humbleness they said that if any errors in their English just correct them, and it’s important for them. None of us are perfect, just they who study and learn from their mistakes will be able to pursue perfection. Yap, I’ve found the main difference between them and me, it is all about the courage to try it, not to be afraid of mistakes, and accept suggestions from others. We need to ignore a little of our ego, and accept that we need feedback from others.


 “You will not achieve anything, without courage to begin first.” 

So, let me put it into English, my post in blog or essay or anything else. I want to learn, I want to see how vast the world is, and firstly, I need first key to access them, a language that people use. How we expect to change this world, yet our efforts can touch the world. So far, I have only one post written in English in this blog (besides this post), and I hope it can be increased later. :)

“And when the Prayer is finished, then may ye disperse through the land, and seek of the Bounty of Allah: and celebrate the Praises of Allah often (and without stint): that ye may prosper.” [qs. 62:10]

Read More..

Selasa, 30 Agustus 2011

Ied Mubarak 1432H !


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H
Mohon maaf atas segala khilaf (terutama jika ada tulisan-tulisan yg tidak berkenan di hati)
Taqabballahu minna wa minkum
Taqabbal ya karim


Read More..

Rabu, 24 Agustus 2011

Bang Pitung dan Kompeni

Kali ini berlatar belakang sejarah dari tanah betawi, jagoan yang dicintai oleh rakyat kecil juga ditakuti oleh pemerintah berkuasa saat itu, siapa lagi kalau bukan Bang Pitung. Berkisar di akhir abad ke 19, di daerah rawa belong, terhidupkanlah seorang jagoan yang diceritakan tidak hanya punya silat yang mumpuni untuk membuat takut para belanda namun juga disebut pandai mengaji dan belajar ilmu tarekat keIslaman. Bang Pitung, sosok ini hebat dan memang nyata, dikatakan membela rakyat betawi saat itu yang sedang dijajah oleh Belanda dengan sistem tanam paksanya. Namun dari kaca mata kompeni, Bang Pitung hanyalah seorang pengacau yang mengancam keamanan VOC karena ulahnya yang sering membuat repot kompeni. Potensi ancaman keamanannya yang sedemikian besar membuat pemerintahan hindia belanda memberlakukan status ‘dicari, hidup atau mati’.

Legenda ini hidup dan tidak boleh hilang dari sejarah tanah betawi. Namun pada kenyataannya sudah banyak hilang kisah patriotisme Bang Pitung dari cerita-cerita anak muda betawi. Bisa dibayangkan banyak anak muda betawi yang sudah termakan arus modernisasi dan lebih senang ngumpul di mall-mall daripada duduk di surau untuk belajar mengaji atau ilmu tentang Islam seperti yang dilakukan Bang Pitung dulu. Maka saya punya kisahnya sedikit dan saya bagikan kepada anak-anak di daerah kukusan yang mengikuti pesantren kilat Ramadhan for Kids. Saya ceritakan kisahnya sedikit dalam bentuk drama yang mereka mainkan dengan senang hati, meskipun ada malu karena disaksikan teman sebayanya. Saya bagikan juga kepada pembaca, naskah dramanya.

Naskah Drama Si Pitung vs Kompeni


Balada Si Pitung dan Kompeni

Dalang:
Pendahuluan
Alkisah di suatu masa di tanah Betawi, tersiarlah sebuah kabar adanya jagoan Betawi yang berani dan dapat mengalahkan banyak orang-orang kompeni Belanda. Orang tersebut sangat sakti, jago dalam berkelahi dan kebal terhadap peluru senjata kompeni.

Scene 1
[si pitung maju sendiri ke atas panggung dan berbicara kepada penonton]
Pitung: Oi penonton. Aye ini Pitung, anak asli betawi, aye bakal hajar pade orang belande yg udah jajah nih tanah betawi. Penonton, entar liat ye, aksi aye dlm menghajar orang belande setelah pesan-pesan berikut ini……
[si pitung keluar panggung]

Scene 2
[rakyat jelata masuk panggung dalam keadaan habis dijorokin oleh tentara belanda dan berbicara kepada penonton]
Rakyat jelata 1: Eh penonton, kgk kasian ape ngeliatin kite dibeginiin? Dasar emang nih kompeni bisanye nyiksa rakyat kecil aje
Rakyat jelata 2: Iye ni penonton, tuh kompeni bisanye nyiksa doang, kite kgk pernah dikasih makan, lapeer nih. *eh emang lg puasa yee…
[tentara belanda masuk sambil menodongkan senjata ke arah rakyat jelata dan berbicara kepada mereka]
Tentara 1: woi, overdome, kamu orang ngapain aja pada kagak kerja. Ayo kerja atau kita bedil kepala-kepala kamu pada. Jangan pada malas
[sisa tentara lainnya ikut juga mengancam rakyat jelata]
[si Pitung tiba-tiba datang, berbicara kpd para tentara dan melawan mereka]
Pitung: Oi, kalian pade ngapain nyiksa rakyat kecil. Kalo berani hadapin aye, Si Pitung.
Dalang:
dan pertempuran pun terjadi. Para tentara belanda memberondong si pitung dengan senapannya, namun dengan kesaktiaannya si pitung bisa menghindari semua peluru tersebut dan menghajar satu persatu para tentara Belanda, sehingga mereka jatuh terkapar.
Dan begitulah hingga pada akhir hayatnya si Pitung terus berjuang membela rakyat betawi dan melawan para penjajah kompeni Belanda. Hingga hari ini kisah kepahlawan si Pitung yang berani melawan kedzaliman Belanda tetap melegenda dan hendaknya kita sebagai generasi muda bisa mengambil pelajaran dari kisah kepahlawanan si Pitung.
[fin]

salah satu adegan dimana pitung mengalahkan belanda

Balada ini berdurasi kurang lebih 5-10 menit dengan canda tawa di sana-sini. Dan diakhir pertunjukannya beberapa anak lainnya ternyata protes, mereka berprotes, “Pitung kan mati ka ditembak peluru emas oleh Belanda”. Begitulah cerita yang beredar. Dan ternyata bocah-bocah ini, ditengah dahsyatnya game online yang merajalela, masih tahu kisah akhir dari Bang Pitung.

si pitung dan tentara kompeni -setelah balada selesai-

Dan Bang Pitung memang mati, ditembak peluru emas polisi belanda schout van Hinne dalam suatu penggerebekan. Peluru biasa sudah tidak mampu menghadang Bang Pitung karena dikabarkan Abang kita ini punya ilmu rawa rontek. Di antara superhero fiksi yang dibuat oleh Marvell dan teman-teman lainnya, kita justru memiliki superhero nyata yang membela rakyat lemah dan berani melawan penguasa yang lalim, dan inilah Bang Pitung kita.

Referensi: Alwi shahab. 2008. Hari-hari akhir si Pitung. alwishahab.wordpress.com/2008/04/15/hari-hari-akhir-si-pitung/. [diakses 24 Agustus 2011].

Read More..

Jumat, 05 Agustus 2011

Membersamai anak-anak


You can learn many things from children. How much patience you have, for instance. (Franklin P. Jones)

Ada canda-tawa yang mungkin masih kita ingat di masa-masa kecil kita. Keceriaan, kejenakaan, betapa polosnya kita, semua lepas dalam kegembiraan bermain bersama, di kelas, lapangan, hingga persawahan tempat kita bermain petasan saat bulan puasa. Senyum mungkin akan tetap terselip di bibir kita ketika mengingat semua hal tersebut.

Betapa tidak, di tengah kedewasaan yang menyediakan tidak hanya kesempatan yang begitu luas akan masa depan, tetapi juga misteri akan kehidupan, ketakutan-ketakutan akan masa depan yang tidak pasti, dan ketidaktahuan akan hal-hal yang berseliweran di sekitar kita. Tanggung jawab adalah pembebanan alami yang dialami setiap anak manusia yang berniat menjadi dewasa. Menjadi tua adalah suatu keniscayaan, namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang sama-sama kita pahami akan konsekuensinya.

Mengingat canda-tawa lama

Sejatinya kita perlu melakukan kontemplasi secara regular, meninjau perjalanan yang sudah kita lewati, cita, target dan ambisi yang sudah atau belum tercapai, kegemilangan dan kegagalan masa lalu. Sejenak saja, kemudian kembali kita melihat hari ini dan menjangkau masa depan. Perenungan adalah salah satu cara, bagaimana kita bisa mengingat masa kecil dahulu. Adakah hangat kebahagiaan di sana atau kesusahan yang mendera-dera ? Apapun, saya yakin ada hikmah di dalamnya, meninggalkan permasalahan apakah kita sanggup memaknainya dengan hakiki atau tidak.
Keceriaan anak-anak, membersamai mereka di dalam kegembiraan yang begitu polos, merefleksikan bayangan masa lalu kita saat kanak-kanak. Begitu dekat seolah terlihat jelas bayangan-bayangan canda-tawa kita di masa lalu. Ada pertengkaran pula di dalamnya, namun kita menyaksikan dengan begitu ajaibnya mereka akan berbaikan kembali, tertawa lepas bersama lagi. Keajaiban masa kecil yang terkadang kita lupakan atau malah hilang seiring dengan hempasan waktu dan keadaan.

Refleksi kecil kita


Dan sebuah refleksi kecil kita pada akhirnya membawa kita pada masa sekarang, memberikan kita pelajaran bahwa kita pun perlu belajar dari anak-anak. Dewasa membawa kematangan dan pengetahuan akan dunia, dan kenangan masa kecil kita dapat menjadi sumber inspirasi tiada batas. Mungkin sejenak kita perlu berpikir ulang, memaknai setiap detik-detik perjalanan hidup kita. Membersamai mereka akan membuat kita kembali menemukan inspirasi untuk menjalani hidup ini dengan sepenuh hati, sepenuh senyum anak-anak yang menerima minuman segelas coklat hangat.


Read More..

Sabtu, 16 Juli 2011

Blood type test: Semudah A, B, …. O


Well, tulisan ini berawal dari sebuah pengalaman saya yang dijadikan objek uji coba untuk menvalidasi blood type test kit yang sudah kadaluarsa. Sama seperti makanan, pereaksi-pereaksi yang digunakan dalam suatu kit juga memiliki batas kadaluarsa, meskipun pereaksi-pereaksi tersebut dalam keadaan terpisah satu sama lain dalam wadah tersendiri. Namun, kemungkinan adanya zat pereaksi yang terurai setelah penyimpanan selama beberapa waktu dapat menjadikan hasil uji golongan darah menjadi tidak valid.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak pembaca sekalian adalah untuk apa menguji kit yang sudah kadaluarsa? Hehe.., ini berawal dari paradigma hemat agar kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk uji golongan darah di lab komersial, padahal lab sendiri ternyata bisa melakukannya. Kebetulan sekali ada seperangkat kit yang masih terbungkus rapi dan belum pernah dipakai namun sayangnya sudah kadaluarsa. Alhasil, lagi-lagi dengan berlandaskan paradigma hemat, dipakai saja kit tersebut. Nah, sebelum dicobakan ke orang yang ingin diketahui golongan darahnya, maka kita perlu menvalidasi dahulu kit tersebut dengan cara mencobakannya kepada orang yang sudah diketahui golongan darahnya, which in this term was me!. xp

Kisah A, B, dan O
Pada permukaan sel darah manusia terdapat antigen yang utamanya adalah glikoprotein (merupakan protein yang terikat molekul gula) yang kemudian disebut sebagai antigen A dan antigen B. Sistem penggolongan ABO ini dikembangkan oleh Karl Lendsteiner, seorang patologis dari Austria saat dia mengetahui adanya perbedaan reaksi yang terjadi setelah mencampurkan secara acak serum dan sel darah merah dari mahasiswa-mahasiswanya. Seperti yang bisa diduga, mereka yang bergolongan darah A hanya memiliki antigen A pada permukaan sel darah merahnya, golongan darah B hanya memiliki antigen B, golongan darah AB memiliki antigen A dan B, serta golongan darah O tidak memiliki antigen A dan B. Bagaimanapun juga, tubuh kita akan membentuk antibodi terhadap antigen yang kita tidak miliki. Sehingga, mereka yang bergolongan darah A akan menghasilkan antibodi anti-B yang menyebabkan mereka tidak bisa menerima transfusi darah dari orang bergolongan darah B, dan begitu pula sebaliknya. Sisanya, golongan darah O akan menghasilkan antibodi anti-A dan antibodi anti-B sedangkan para pemilik golongan darah AB dapat menerima transfusi darah dari semua golongan darah karena tidak memiliki antibodi anti-A dan anti-B.

Eksekusi…
Back to lab, dan setelah perlengkap tersedia, pereaksi anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D (ini disebut juga anti-rhesus), kapas, alkohol, jarum steril, serta kartu golongan darah; eksekusi kemudian dilaksanakan. Caranya mudah anda tinggal menusukan jarum ke salah satu jari dengan cepat dan tanpa ragu-ragu, dengan pengecualian ibu jari dan jari kelingking (kalo saya tidak salah) tidak boleh digunakan karena kedua jari tersebut tidak dilewati oleh saluran getah bening. Tsk…. (saya tidak tahu sebenarnya bagaimana penulisan efek suara jari ditusuk), darah kemudian keluar dan diteteskan ke atas empat kotak yang tercetak di kartu golongan darah. Penting bagi mereka yang diperiksa darahnya untuk bersikap tenang dan rileks agar darah dapat keluar dengan mudah. Tentunya tenang saja, rasa sakitnya hanya sekejap saja. Darah yang telah berada di atas kartu golongan darah diratakan sedikit dan diteteskan reagen sesuai dengan keterangan yang ada di bawah gambar kotak. Lalu digoyang-goyang pelan untuk meratakan reaksi yang terjadi kemudian lihat hasilnya. Sebagai tambahan, hasil positif dinyatakan dengan terjadinya penggumpalan darah (aglutinasi).

Mereka yang bergolongan A
Pada kotak anti-A menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B tidak ada penggumpalan, kotak anti-AB menunjukkan penggumpalan juga.
Mereka yang bergolongan B
Pada kotak anti-A tidak menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B ada penggumpalan, kotak anti-AB menunjukkan penggumpalan juga.
Mereka yang bergolongan AB
Pada kotak anti-A menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B juga ada penggumpalan, begitu pula dengan kotak anti-AB.
Mereka yang bergolongan O
Pada kotak anti-A tidak menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B juga tidak ada penggumpalan, begitu pula kotak anti-AB.
Serta rhesus
Mereka yang memiliki rhesus positif akan terlihat adanya penggumpalan pada kotak anti-D dan begitu sebaliknya.

Setelah diperiksa jangan lupa untuk menutupi luka tusukan dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi alkohol. Sayang sekali, karena uji yang saya jalani gratis tis tis tis sehingga tidak ada roti apalagi mie, :p (memang bukan transfusi darah juga yaa..). Dan hasilnya, ternyata kit kadaluarsa itu masih dapat dipakai, terbukti setelah menghasilkan kesimpulan yang tepat dari golongan darah saya yaitu B.




(diolah dari berbagai referensi)

ps. Bagi mereka yang penasaran, isi pereaksi adalah komponen reaktif dari antibodi monoklonal yang spesifik terhadap antigen-A atau antigen-B. Antibodi monoklonal ini berasal dari immunoglobulin kelas IgM. Antibodi ini diencerkan dalam bovine albumin, etilendiamin tetraasetat (EDTA), dan sebagai pewarna, Patent Blue (Anti-A) atau Tartrazin (Anti-B).


Read More..

Minggu, 19 Juni 2011

Steps in Tokyo #5 : Last Day

“To love is to risk not being loved in return. To hope is to risk pain. To try is to risk failure, but risk must be taken because the greatest hazard in life is to risk nothing.” (Anonymouos)

14 Juni 2011
Hari ini adalah hari terakhir kami berada di Tokyo. Sarapan singkat di Hotel, kami beranjak ke stasiun Roppongi pukul 07.30. Rencana hari ini kami akan berangkat ke Narita dengan naik kereta. Dari stasiun Roppongi kami menuju stasiun Hibya, selanjutnya berjalan kaki sebentar menuju stasiun Yurakucho. Dari stasiun ini kami naik Tokyo-JR dan menuju stasiun Nippori. Dari Nippori inilah kami selanjutnya akan menaiki Narita Skyliner, kereta shinkansen yang terkenal itu. Berbeda dengan stasiun pada umumnya, stasiun tempat pemberangkatan Skyliner memang terlihat lebih bagus dari stasiun pada umumnya. Di stasiun ini ternyata kami bertemu dengan Dini dan Ajeng, dan berangkat bersama menuju Narita.




Bandara adalah tempat terakhir jika anda ingin membeli souvenir sebelum pulang ke tempat asal. Harga di sini ternyata tidak berbeda dengan harga jika kita membeli di tempat lain. Karena biasanya harga-harga barang yang ada di bandara pasti lebih mahal dibandingkan dengan harga pada umumnya. Jadi sebenarnya, jika anda ingin membeli souvenir cukup beli di bandara Narita saja, cukup lengkap dengan harga yang tidak berbeda dengan harga pada umumnya. Tempat terakhir untuk saat ini, dan kaki ini kembali melangkah masuk ke pesawat Garuda GA885.

“Merantaulah ke negeri orang, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan”. Kata-kata tersebut ada pada buku Ranah 3 Warna yang saya baca selama di Pesawat. Sebuah kata-kata dari Imam Syafi’i, begitu memotivasi untuk bisa mencari ilmu hingga ke negeri jauh.

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”


Kembali saya bulatkan tekad, tujuan sudah ditentukan, visi sudah terlihat, maka segenap energi akan dikerahkan untuk mencapainya. Berjuang, ganbareba dekiru! (berjuanglah, pasti bisa!).


Read More..