Senin, 11 Januari 2010

Peningkatan Mutu Pendidikan Ilmu Kesehatan sebagai Upaya Perbaikan Kualitas Sistem Pelayanan Kesehatan di Palestina

Ringkasan

M. Gama Ramadhan
Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia

Sepanjang sejarah kemanusian, mungkin penjajahan Israel atas palestina yang menimbulkan dampak paling luar biasa pada berbagai aspek kehidupan manusia. Aspek kesejahteraan, pendidikan, serta kesehatan menurun drastis sepanjang penjajahan Israel dari waktu ke waktu. Kita bisa membayangkan bagaimana akses baik masuk maupun keluar Palestina—pada khususnya Gaza—dibatasi hingga hampir tidak ada akses sama sekali.

Gambaran kondisi kesehatan rakyat Palestina saat ini adalah banyaknya angka kejadian malanutrisi dan kematian balita. Hal-hal tersebut diperparah dengan banyaknya rumah sakit yang dihancurkan sehingga menyulitkan perlakuan medis bagi penduduk Palestina. Dalam kondisi penjajahan seperti di Palestina, maka kualitas dan kuantitas dari tenaga kesehatan dipertaruhkan, terutama tenaga dokter spesialis. Karena jika hanya mengandalkan dokter umum (general practitioner) maka kemungkinan kesalahan perawatan baik dari segi diagnosis maupun penatalaksanaan medis akan besar. Selain masalah diagnosis, operasi-operasi besar seperti pengangkatan tumor sulit dilakukan di Gaza karena keterbatasan kemampuan dari dokter yang ada.

Pengiriman dokter-dokter spesialis dari negara-negara lain merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan. Namun hal ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan yang ada. Oleh karena itu, langkah terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah di atas adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa Palestina. Peningkatan kualitas sumber daya tenaga kesehatan ini dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
a.Tahap jangka pendek
Pada tahap jangka pendek difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga medis
b.Tahap jangka panjang
Pada tahap jangka panjang lebih difokuskan kepada para mahasiswa.

Pendidikan memegang peranan kunci pada kehidupan bangsa Palestina. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui jalur pendidikan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Hal-hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada kualitas kesehatan penduduk Palestina, tetapi juga pada kemandirian bangsa Palestina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah jalan keluar untuk perbaikan bangsa Palestina.


Korespondensi penullis: gm_ramadhan@yahoo.com
Read More..

4th International Symposium for Palestine:Education for Palestine (day 2)

Tulisan ini bukanlah tulisan resmi dari Panitia 4th International Symposium, melainkan hanya laporan atau tulisan pribadi penulis



Setelah pada hari pertama Simposium Internasional yang keempat ini dihadiri banyak peserta bahkan hingga ruangan aula lt. 2 gedung dekanat FE UI tidak dapat menampungnya, maka pada hari kedua fenomena yang sama masih terjadi meskipun terjadi penurunan.
Acara ini dipandu oleh pemeran Azzam dalam KCB, yaitu Cholidi Asadil Alam dan menghadirkan pembicara yang lebih banyak dari hari pertama, meskipun terdapat kekecewaan di mana para duta besar (Palestina, Arab, dan Mesir) tidak dapat hadir disebabkan alasan yang tidak jelas. Tim nasyid yang ditampilkan pun lebih menarik dikarenakan hadirnya Izzatul Islam dan Shoutul Harokah.
Acara pada hari kedua ini terbagi menjadi dua sesi yaitu sebelum dan sesudah zuhur, dengan tema yang sedikit berbeda dari hari pertama (pendidikan untuk rakyat Palestina), yaitu peluang negara-negara Islam dalam membantu bangsa Palestina. Pada sesi I, menghadirkan Mapres Nasional 2006, Bang Shofwan Al Banna dan pemred Sabili, Ust. Herry Nurdi. Sesi berlangsung menarik dengan bahasan mulai dari sejarah bangsa Palestina hingga ‘ada apa dengan negara-negara Arab’ dan potensi Indonesia dalam membantu membebaskan bangsa Palestina.

Pada sesi II diawali dengan pengumuman jejarin dana nasional untuk bangsa Palestina yang sudah terkumpul hingga saat itu sebesar 310 jutaan dan langsung diberikan kepada KNRP. Selanjutnya pengumuman para pemenang lomba (Alhamdulillah saya kalah, hehe…) dan nasyid dari Shohar. Pembicara pada sesi II ini adalah Ustadzah Yoyo Yusroh. Mohon maaf tidak bisa melanjutkan pelaporan karena pulang lebih awal disebabkan kondisi tubuh yang sudah tidak mau berkompromi lagi.
Secara garis besar acara ini berlangsung luar biasa, meskipun ada kekurangan di sana sini namun demikian masih dapat teratasi dengan baik. Semoga ini semua tidak sebatas wacana saja dan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing pribadi. Mengutip perkataan ustad Herry Nurdi,
“seperti Konstatinopel yang hanya bisa ditaklukan oleh panglima paling soleh dan pasukan yang paling soleh, jika ingin membebaskan Palestina maka antum harus menjadi soleh dan militan serta menjadi yang terbaik di bidang masing-masing.

Read More..

Sabtu, 09 Januari 2010

4th International Symposium for Palestine: Education for Palestine (day 1)


'Tulisan ini hanyalah hasil laporan ataupun pendapat dari penulis pribadi dan bukan dari panitia resmi simposium internasional ke-4'

Apa yang akan terlintas pada pikiran anda ketika mendengar kata Palestina? Penjajahan, Zionis Israel, penderitaan, peperangan tak pernah berhenti? Atau hal lainnya?

Ya, ketika berbicara tentang Palestina mungkin tidak akan pernah habis membicarakan tentang kejamnya penjajahan dan sebagainya. Tapi tunggu dulu....
Untuk apa kita berbicara Palestina? Negeri nun jauh di sana, sedangkan kondisi di negeri sendiri masih carut-marut. Apa keuntungannya untuk kita? Hal ini sempat dibahas oleh pembicara pada sesi pertama, yaitu Bang Firtra (wartawan TV-one) dan Pak Basuki (dokter dari Bulan Sabit Merah).


> landasan pertama kenapa kita membantu Palestina adalah karena persaudaraan muslim. Ya, muslim bagaikan satu tubuh jika salah satu bagian sakit maka akan merespon bagian yang lainnya.
> kedua, karena konstitusi kita mengharuskan demikian. Ingat pembukaan UUD 1945 yang biasa kita bacakan sewaktu SD hingga SMA, "Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan..."
> ketiga, membiarkan kelakuan Israel yang jelas-jelas melanggar peraturan yang disepakati dunia dapat merusak tatanan dunia. Kenapa? Karena tatanan dunia dibangun atas dasar saling menghormati. Jika sikap semau gue ini menyebar maka sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.
> keempat, jika melihat dari segi ekonomi, tanah Palestina merupakan tanah yang subur dan menghasilkan berbagai macam hasil bumi yang berkualitas sangat baik. Selain itu sikap penduduk Palestina yang baik terhadap bangsa Indonesia menjadikan bangsa Indonesia memiliki prospek kerjasama ekonomi yang baik di sana
> dan lainnya, yang bisa kita gali sendiri.
Bisa kita simpulkan bahwa membantu perjuangan bangsa Palestina memiliki imbas tersendiri ke negara Indonesia.

Topik yang diangkat pada simposium kali ini adalah pendidikan bagi penduduk Palestina sebagai salah satu usaha rekontruksi Palestina. Tema ini sangat pantas untuk kita angkat, karena kemajuan dan kehebatan suatu bangsa bergantung pada kualitas SDM yang dimiliki. Maka tidak heran jika fasilitas-fasilitas pendidikan serta laboratorium penelitian dihancurkan untuk tujuan menghancurkan SDM di Palestina.
Pendidikan kedokteran (terutama spesialis) sangat dibutuhkan di sana, jika kita mendengar presentasi dari dr. Basuki. Oleh karena itu, BSM sudah berupaya untuk mensekolahkan dokter Palestina di Indonesia dan dikabarkan akan dibiaya 10 orang dokter Palestina.

Selain acara-acara talkshow juga ada penampilan nasyid dari berbagai macam tim nasyid dan penampilan teater. Acara ini berlangsung dua hari (9 dan 10 januari) bertempat di FEUI
Sekian untuk hari pertama, tunggu postingan selanjutnya untuk hari kedua....


Read More..

Jumat, 08 Januari 2010

Sebuah Pengakuan



Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil 'azhiimi
Dzunuubii mitslu a'daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Wa 'umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Ilaahii 'abdukal 'aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da'aaka
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka

Pernah mendengar syair di atas?

Menurut kebanyakan sumber, syair di atas dibuat oleh Abu Nawas pada masa-masa akhir hidupnya. Syair tersebut merupakan salah satu wujud pertaubatan Abu Nawas atas segala kesalahannya.
Al-I’tiraf berarti sebuah pengakuan, jika diartikan dalam bahasa Indonesia

Tuhanku... aku tidak layak memasuki syurga Firdaus
Dan aku pun tak mampu menahan siksa api Neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku amatlah banyak bagai butiran pasir
Terimalah taubatku, wahai Yang Maha Agung
Umurku berkurang setiap hari, sedangkan dosa-dosaku terus bertambah
Bagaimana aku sanggup menanggungnya?
Tuhanku... hamba-Mu yg durhaka ini datang bersimpuh menghadap-Mu
Mengakui dosa-dosa dan menyeru memohon kepada-Mu
Bila Kau mengampuni, Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
Bila Kau campakkan aku, kepada siapa aku mesti berharap selain dari-Mu?


Menjadi sebuah muhasabah buat kita atas segala kesalahan-kesalahan kita.
Agar terus-menerus mengevaluasi diri pribadi dan meng-upgrade diri kita menjadi lebih baik lagi.


Read More..

Rabu, 30 Desember 2009

Dakwah Thulabiyah: Sebuah Langkah Awal


Pembuka: Pergerakan Para PelajarPergerakan-pergerakan intelektualitas dari suatu bangsa tidak pernah lepas dari peran sentral para pelajar sebagai tonggak awalnya. Mahasiswa, jika kita persempit ruang lingkupnya, memiliki tiga fungsi, yaitu agent of change, moral force, serta iron stock, yang membuat mereka menjadi tolakan-tolakan awal dari transformasi dari suatu bangsa. Pergolakan revolusi dari banyak negara tidak lepas dari peran para pelajar dengan semangat tinggi khas para pemuda, serta ide-ide brilian menjadikan mereka kesatuan yang tanggap dengan kondisi sosial yang ada di sekitarnya.
Adanya ketidakberesan pada keadaan sekitarnya membuat mereka merasa terpanggil untuk berkontribusi penuh dalam melakukan perubahan menuju masyarakat yang madani. Melalui kekritisan mereka bereaksi atas kedzalimin yang terjadi di masyarakatnya. Paling tidak ada lima kunci yang menjadi kekuatan bagi para pelajar, yaitu: (1) idealisme, (2) kecerdasan, (3) sikap kritis atau kepekaan sosial, dan (4) pengorbanan. Kunci-kunci kekuatan ini akan terus terwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya walaupun kemenangan belum mereka raih.

Menggunakan Kacamata Islam
Dalam ranah sejarah Islam, pergerakan menuju perubahan banyak dimulai dari pemudanya. Hal ini dapat terjadi karena semangat, kerja, dan tenaga pemuda adalah sebuah kekuatan besar yang sangat potensial. Kekuatan ideologi dan fikrah para pemuda Islam yang sudah mendapat tarbiyah dan terorganisir dengan baik merupakan sebuah potensi besar dalam upaya mewujudkan kebangkitan Islam (Shahwah Islamiyah). Semua ini menjadikan peran pemuda Islam sangat vital sebagai tulang inti perjuangan dakwah. Mereka akan tampil sebagai agen-agen perubah (guwwatut taghyir) yang sudah ter-tarbiyah dan terorganisir berdasarkan manhaj Rabbani.
Para pemuda ataupun mahasiswa muslim haruslah memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegangnya selalu agar tidak tersesat ketika berorganisasi. Menurut Mahfudz Siddiq, paling tidak ada lima prinsip dalam pengorganisasian mahasiswa:
1. Asas perjuangan → iman kepada Allah
2. Kekuatan konsep dan metode perjuangan
3. Kekuatan persatuan dari hati yang saling berhimpun (irthibath qulub)
4. Kekuatan sikap dan posisi perjuangan
5. Kekuatan aksi dan opini


Dakwah Thulabiyah, Dakwah para Akademisi
Dakwah thulabiyah tidaklah berbeda secara substansi dengan dakwah Islam pada umumnya karena dakwah tulabiyah merupakan bagian integral dari dakwah Islam yang memiliki tujuan-tujuan besar di dalamnya yaitu membentuk peradaban Islam yang madani, sebagai perwujudan dari rahmatan lilalamin. Dakwah thulabiyah memiliki sinkronisasi sasaran koordinasi dan evaluasi yang berkesinambungan, serta proyeksi dan pengarahan sumber daya manusia dakwah Islam yang sistematis.
Sesuai dengan namanya, dakwah thulabiyah memiliki ruang lingkup pada kalangan pelajar yang memiliki segmentasi pada wilayah akademis. Oleh karena itu dakwah thulabiyah memiliki tujuan menjadikan sekolah atau kampus sebagai basis dakwah yang akan mengembangkan pemikiran serta opini ilmiah. Dakwah thulabiiyah akan bersifat seobjektif mungkin dalam peningkatan wacana strategis dakwah demi perwujudan kesatuan umat (wihdatul ummah).
Dakwah thulabiyah merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya menciptakan kader-kader dakwah sejak dini yang memiliki kesadaran dan pemahaman akan Islam di kalangan sekolah atau kampus.

Karakteristik Kekuatan Pemuda di Dalamnya
Tujuan besar Islam dimulai dari diri setiap individu muslim, serta para pemudanya yang memiliki potensi yang besar. Kekuatan besar yang dimiliki pemuda ini menjadikan mereka memiliki peran penting serta amanah besar yang berada dalam pundak mereka. Karakteristik unsur kekuatan yang dibutuhkan, yaitu:
1. Kekuatan para pemuda (ghuwwatusy-syabab)
2. Memberi tanpa berpihak (‘athoo bilaa tahzzub)
3. Kelompok yang selalu bekerja (gaumun ‘amaliyyun)
4. Perpaduan pria dan wanita (arrijal wa mar’ah)
5. Syura tanpa bersikap diktator (syuro bilaa istibdaad)
6. Bersifat universal (‘alamiyah)

Kontinuitas Dakwah Thulabiyah
Dakwah thulabiyah merupakan dakwah yang bersifat kontinu karena kondisi para pelajar yang menuntut ilmu pada jenjang atau tingkatan pendidikan. Dakwah thulabiyah diawali pada jenjang SMP dimana mereka baru memasuki fase akil baligh, dengan adanya kewajiban syar’i (taklif syar’i) mereka mulai dituntut untuk ikut berkontribusi dalam dakwah yang kemudian akan menjadi suplai bagi dakwah di SMA nantinya.
Memasuki lahan dakwah pada jenjang SMA, mereka akan mulai disiapkan untuk berhubungan (intima’) dengan harakah Islamiyah sehingga pembinaan secara sistematis (tarbiyah manhajiyah) dapat dilakukan. Persiapan (pembinaan) yang dilakukan pada siswa SMA menjadi bekal untuk mereka saat menghadapi dakwah kampus yang lebih kompleks lagi.
Dakwah thulabiyah mencapai puncaknya saat berada dalam ranah kampus. Hal ini disebabkan oleh perguruan tinggi yang mempunyai pengaruh besar pada masyarakat. Pergerakan mahasiswa memiliki aktivitas yang begitu luas di dunia yang telah terbukti selalu bersentuhan baik dengan pemerintah maupun masyarakat. Semua hal ini menjadikan mahasiswa memiliki potensi yang besar bagi kekuatan dakwah yang secara intelektual objektif dan inovatif, serta potensi sebagai calon pemimpin bangsa.
Peran dakwah thulabiyah pada ranah perguruan tinggi selanjutnya menjadi landasan bagi para aktivis dakwah untuk memainkan peran dalam medan dakwah yang lebih besar, yaitu masyarakat.

Manajerial Dakwah Thulabiyah
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, adanya jenjang-jenjang dalam pendidikan menjadikan koordinasi antara setiap jenjang sebagai sebuah kebutuhan. Koordinasi yang apik akan membentuk sikap saling bahu-membahu (ta’awun) dan membangun kekuatan dakwah. Aktifitas dakwah thulabiyah harus dapat bersentuhan dengan berbagai aktivitas dakwah di institusi lain, seperti mesjid, organisasi profesional, organisasi politik, LSM, media massa, dan sebagainya. Hal ini membutuhkan sistem manajemen (idarah) yang baik agar dapat menciptakan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang komprehensif. Sistem dakwah thulabiyah pun dijalankan atas dasar bashirah dan hujjah balighah yang membutuhkan manajemen dan kepemimpinan (qiyadah) yang efektif. Maka prinsip amal jama’i dan ta’awun dapat terealisasikan dengan baik.
Dakwah thulabiyah memiliki visi dan misi yang agung: ridha Allah dan menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada-Nya. Kepemimpinan di dalamnya bersifat satu kepemimpinan dan organisasi antara elemen dalam dakwah thulabiyah, sehingga dibutuhkan prinsip proporsionalitas, inisatif, konstruktif, dan loyalitas.
Manajemen dakwah thulabiyah dipimpin oleh seorang qiyadah dengan tujuan agar didapat perencanaan yang terorganisir dan jelas untuk masa depan organisasi. Manajemen dakwah thulabiyah memiliki beberapa tahap:
1. Perencanaan (takhtih)
2. Pengorganisasian (tandhzim)
3. Pengarahan dan dorongan (taujih dan thafidz)
4. Kontrol dan evaluasi (muraqabah dan muhasabah)
Pada akhirnya dakwah thulabiyah harus memiliki sasaran-sasaran yang ditetapkan dari: (1) ahdaf marhaliyah (sasaran bertahap), (2) tadaruijjiyah (proses berkesinambungan), dan (3) waqi’iyah (sasaran yang ditetapkan).

Model Tarbiyah Dakwah thulabiyah
Dakwah thulabiyah bagaimanapun membutuhkan tarbiyah di dalamnya sebagai usaha men-fitrahkan manusia sebagai seorang khalifah yang bisa mengembang amanah dari Allah. Selain itu, tarbiyah bertujuan agar manusia mau tunduk beribadah kepada Allah. Tarbiyah dilakukan sejalan dengan aktivitas dakwah thulabiyah dan tentunya sesuai dengan konsep ajaran Islam sebagai minhajjul hayyah.
Dalam dakwah thulabiyah, tarbiyah memiliki model, yaitu ta’limiyah (fase perkenalan) tarbiyah takwiniyah (fase oembentukan), tarbiyah tanfidziyah (fase pelaksanaan). Hal ini dibutuhkan agar dapat membentuk aktivis dakwah thulabiyah memilki muwashafat, yaitu salimul ‘aqidah (aqfidah yang bersih), shahihul ibadah (ibadah yang benar), matinul khuluq (akhlak yang kokoh), qawiyyul jism (tubuh yang kuat), mutsaqqaful fikr (wawasan pemikiran yang luas), mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh atas dirinya), harishun ‘ala waqtihi (pandai menjaga waktu), munazahmun fi syu’unih (tertata segala urusannya), qadirun ‘alal kasbi (mampu menghidupi dirinya), nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain).

Penutup
Masalah adalah hal yang pasti terjadi dalam dinamika perjalanan dakwah thulabiyah sebagai reaksi dari amal dakwah dan konsekuensi dari kesalahan yang terjadi. Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor internal, eksternal, serta pelaksanaan teknis dakwah thulabiyah. Namun semua masalah tersebut dapat mendinamisir perjalanan dakwah, meningkatkan profesionalitas dan kinerja aktivis di dalamnya, serta meningkatkan iltizam dan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah.

[disarikan dari buku Risalah Dakwah Thulabiyah karya Drs. Mahfudz Siddiq]

Read More..

Selasa, 08 Desember 2009

Adikku Annisa


Tulisan ini hasil copy paste..

Saya ingin bercerita mengenai kisah adik saya, Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu. Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru Al_Quran. Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai tudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.

Pernah pada suatu masa, adik berkata dengan suara yang agak keras,
"Coba mama lihat, tetangga-tetangga kita pun ada yang anaknya pakai jilbab, tapi perangainya sama seperti orang yang tak pakai jilbab. Sampai kawan-kawan ani dekat sekolah, yang pakai jilbab pun selalu pergi-pergian dengan om-om, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai jilbab, tak pernah berbuat kayak gituan!"

Ibu hanya mampu mengelus dada mendengar kata-kata adik. Kadang kala saya terlihat ibu menangis di akhir malam. Dalam qiamullailnya. Terdengar lirih doanya " Ya Allah, kenalkan ani dengan hukum-hakam-Mu".

Pada satu hari ada tetangga yang baru pindah berdekatan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri,(nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli. hal ini telah sampai ke pengetahuan adikku. Dia bertanya kepada saya,
"Abang, betul kah orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?"
Lalu saya menjawab sambil cuek,
"Kalau mau tahu, pergi aja ke rumahnya, tanya sendiri"

Eh bener tuh adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar drastis berlaku pada wajah ani. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesu..entah apa yang telah berlaku?

Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan jilbab. jilbab yang jatuh ke bawah. Adikku pakai baju panjang.. Lengan panjang pula tuh. Saya sendiri jadi bingung.. Bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib.. Ya, saya katakan ajaib kerana dia berubah seratus persen! Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah... Saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri.. Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunat nya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan.. Subhanallah.....Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..

Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah ( rumah saya di Madiun). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adikku ani di beri kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.

Ketika saya sampai di rumah..di depan pintu sudah banyak orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan...saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya....dalam isak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik bisa mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya".. Air mata ini tak dapat ditahan lagi...
Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adikku. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adikku menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini..
Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..di situ tertera tanya jawab antara adik dan isteri tetangga kami itu. Butirannya seperti ini:

Soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas tetesan air mata)
Annisa : (Aku hairan,wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari) Ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik
Isteri tetanggaku : Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati
Annisa : Tapi ibu kan sudah punya anak enam .. Tapi masih kelihatan cantik
Isteri tetanggaku : Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT berkehendak.. Siapakah yang bisa menolaknya?
Annisa : Ibu... Selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai jilbab..tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai jilbab, asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita yang pakai jilbab tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai..sampaikan saya tak pernah rasa ingin pakai jilbab..pendapat ibu bagaimana ?
Isteri tetanggaku: Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah perlindungan untuk wanita ..
Annisa : Tapi yang saya lihat, banyak wanita berjilbab yang kelakuannya tak baik..
Isteri tetanggaku: jilbab hanyalah kain , tapi hakikat atau makna di sebalik jilbab itu sendiri yang harus kita pahami
Annisa : Apakah hakikat jilbab ?
Isteri tetanggaku : Hakikat jilbab adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia sia .. Senantiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. Itulah hakikat jilbab
Annisa : Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti jilbab...mudah mudahan saya mampu pakai jilbab. Tapi, bagaimana saya mau melakukannya?
Isteri tetanggaku: Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'jilbab' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai Nisa .. Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis kerana hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .

Sampai di sini saja kisah itu saya baca karena di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak tetesan ai mata yang jatuh dari pelupuk matanya..SubhanAllah Saya buka halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu "buta , tuli dan bisu.. wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya , wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT , wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia"
Tak tahan airmata ini pun jatuh.semoga Allah SWT menerima adikku disisinya..Amin

Subhanallah ..saya harap cerita ini bisa menjadi iktibar bagi kita semua. Alangkah lebih baiknya jika note ini diforward. Wassalam...


note: tulisan ini hasil copy paste dari note facebook sahabatku, beliau sendiri sepertinya hasil copy paste dari orang lain
Read More..

Senin, 30 November 2009

Prinsip Fermentasi Anaerob Penghasil Bioetanol



Pada fermentasi anaerob, zat-zat organik dikatabolisme tanpa kehadiran oksigen yang berarti tidak adanya akseptor elektron eksternal melainkan melalui keseimbangan reaksi oksidasi-reduksi internal. Produk dihasilkan selama proses penerimaan elektron yang dilepaskan saat pemecahan zar-zat organik. Oleh karenanya zat-zat organik tersebut berperan sebagai akseptor dan donor elektron. Pada fermentasi, substrat hanya dioksidasi sebagian dan oleh karena itu hanya sedikit energi yang bisa dihasilkan. Glukosa sebagai substrat akan melepaskan elektron saat dirubah menjadi piruvat, namun elektron tersebut kemudian akan diambil piruvat untuk menjadi etanol




Pada prosesnya glukosa yang digunakan dalam fermentasi dapat dihasilkan dari pati. Pati tersebut dihidrolisis terlebih dahulu menjadi uni-unit monomer glukosa. Pada prosesnya dapat dilakukan secara kimiawi ataupun enzimatis. Cara enzimatis menjadi pilihan karena lebih mudah dilakukan dan sifat enzim yang dapat memutuskan rantai polimer dari pati dengan spesifik. Enzim yang digunakan adalah α-amilase yang dapat menghidrolisis ikatan α-1,4-glukosida dan glukoamilase yang dapat menghidrolisis ikatan α-1,4-glukosida dan α-1,6-glukosida.
Glukosa yang dihasilkan kemudian difermentasi dalam kondisi anaerob. Proses fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme jenis ragi (yeast), dan yang biasa digunakan adalah Sacchromyces serevisae.



S. serevisae akan memetabolisme glukosa membentuk asam piruvat melalui jalur Embden-Meyerhof-Parnas. Asam piruvat selanjutnya mengalami reaksi dekarboksilasi menjadi asetaldehia dan mengalami reaksi dehidrogenasi menjadi bioetanol. Bioetanol yang dihasilkan kemudian didestilasi sehingga dapat dipisahkan. Hasil destilasi ini masih mengandung jumlah air yang menyebabkannya menjadi belum dapat digunakan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu bioetanol ini ditambahkan bahan yang dapat menyerap air seperti CaCO3 dan zeolit ataupun dengan menggunakan cara destilasi vakum.
Pada pembuatan biodiesel menggunakan prinsip yang mirip dengan pembuatan bietanol. Perbedaannya terletak dari substrat fermentasi dan mikroorganisme yang digunakan. Pada pembuatan biodiesel digunakan asam lemak yang dapat diperoleh dari hasil hidrolisis lipid. Asam lemak kemudian difermentasi menjadi trigliserida dengan berbagai proses reaksi. Trigliserida yang dihasilkan ini dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel.


Pustaka:
Khanal, Samir Kumar. 2008. Anaerobic Biotechnology for Bioenergy Production: Principles and Applications. USA: John Wiley & Sons, Inc.

Assegaf, Faisal. 2009. Prospek Produksi Bioetanol Bonggol Pisang (Musa paradisiacal) Menggunakan Metode Hidrolisis Asam dan Enzimatis. Lomba Karya Tulis Ilmiah. Semarang.

Musanif, Jamil. 2008. Bioetanol. http://agribisnis.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Bioetanol/Bioethanol.pdf. diakses tanggal 28 November 2009.


Read More..