<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055</id><updated>2012-02-16T14:55:48.500+07:00</updated><category term='LombaBlogDepok'/><category term='motivasi'/><category term='sains'/><category term='transportasi'/><category term='global warming'/><category term='puisi'/><category term='puasa'/><category term='cerpen'/><category term='kesehatan'/><category term='cpob'/><category term='artikel'/><category term='virus'/><category term='studek'/><category term='japan'/><category term='quotes'/><category term='palestina'/><category term='abstrak'/><category term='ramadhan'/><category term='refleksi'/><category term='non fiksi'/><category term='islami'/><category term='kampus'/><category term='fiksimini'/><title type='text'>Journal of Ramadhan</title><subtitle type='html'>&lt;i&gt;Don't question about my life. It's a grace, also a trial. A world full of dreams and aspirations.&lt;/i&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8727373077486574490</id><published>2012-02-11T20:38:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T08:42:14.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cpob'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Obat-Obat Terbaik: Mengintip Industri Farmasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hSdvXPwiIAw/TzZuhFhru2I/AAAAAAAAApM/WEqWE1ThpOA/s1600/20090215_anonb01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-hSdvXPwiIAw/TzZuhFhru2I/AAAAAAAAApM/WEqWE1ThpOA/s200/20090215_anonb01.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Hasil akhir tidak menjamin mutu produk, namun mutu haruslah dibentuk ke dalam produk&lt;/i&gt; (CPOB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berimajinasi sebentar, bayangkan anda sedang flu berat, anda tidak punya pilihan kecuali membeli obat pereda flu di toko sebelah. Anda akan menemukan beragam obat yang dapat membantu meradakan gejala flu dengan berbagai warna dan kemasan yang berbeda. Kemudian, anggap saja anda mengambil suatu obat dengan merek tertentu, membayarnya, kemudian membawanya pulang. Sekarang anda hendak meminumnya bersama dengan segelas air mineral hangat, anda memegangnya dan kemudian memasukannya ke dalam mulut dalam gerakan lambat dan kemudian saya memencet tombol &lt;i&gt;pause&lt;/i&gt;.  Baiklah, dari obat (kita bayangkan saja obatnya berbentuk tablet) yang kita beli pernahkah terpikirkan bahwa isi obat tersebut hanyalah tepung yang dicetak menjadi tablet ? Dan anda sembuh hanya karena anda menginginkan anda sembuh ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Awal mula obat anda&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya akan mengajak anda berlari mundur dan melihat bagaimana mereka diciptakan. Percaya atau tidak, obat anda yang berbentuk tablet, kapsul, kaplet bahkan berbentuk segitiga pada awalnya hanyalah serbuk-serbuk tertentu yang kemudian ditimbang dengan berat tertentu, dicampur dan diaduk dan akhirnya dimasukan ke dalam sebuah mesin yang mengompakkan bentuk mereka menjadi sebuah obat yang tadi anda telan. Mudah bukan ? Anda cukup memiliki alat timbang, baskom untuk mencampur bahan-bahan dan (yang ini agak mahal) sebuah mesih pencetak tablet, maka anda dapat memiliki tablet sendiri. Tapi tunggu dulu, walaupun anda mendapatkan bentuk obat yang cantik, bisakah anda memastikan bahwa obat tersebut menyembuhkan dan bukannya meracuni ? Baiklah anggap saja satu obat yang anda buat tersebut menyembuhkan anda dari flu, namun apakah anda yakin dapat menghasilkan obat yang sama dengan kualitas yang sama  selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;High regulated business&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa potensi obat menyembuhkan anda sama besarnya dengan potensi meracuni anda. Oleh karenanya mungkin aturan main dalam industri farmasi adalah salah satu yang terketat, paling tidak di Indonesia. Permasalah utamanya tentu saja bahwa obat diharapkan dapat menyembuhkan dan bukan sebaliknya. Kita perlu menjamin bahwa setiap obat yang ada di sekitar kita bukanlah racun-racun yang tidak menyenangkan. Regulasi kita banyak mempersyaratkan suatu obat bukan hanya dari proses produksinya, namun sejak awal pembuatan bahan baku obat, proses distribusinya hingga akhirnya anda dapatkan dari sebuah apotek. Obat-obat yang sudah beredar di tengah-tengah kita pun tidak lepas dari pemantauan. Mereka tetap dan terus dikaji keamanan, kualitas dan kemanfaatannya walaupun sudah dinyatakan layak untuk dijual. Segala bentuk usaha ini tidak lain untuk menjamin bahwa obat yang dihasilkan aman, bermutu dan berkhasiat secara konsisten hingga waktu yang tertera pada tanggal daluwarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aturan main&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pedoman akhirnya dibuat untuk melindungi kita semua dari obat-obat yang tidak layak. CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) merupakan pedoman yang dipakai oleh semua industri farmasi di Indonesia dalam proses produksi suatu produk obat. Di dalamnya terurai aturan main, kriteria serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh semua industri farmasi yang ada di Indonesia. Pada prinsipnya pedoman ini dibuat untuk menjamin bahwa obat yang diproduksi aman, bermutu dan berkhasiat secara konsisten. Salah satu hal yang menjadi penekanan adalah bagaimana menghasilkan produk obat yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya secara konsisten. Adalah hal yang percuma bila konsistensi mutu obat yang dihasilkan tidak dapat dijamin karena anda tahu, dalam sekali running sebuah mesin pencetak obat dapat menghasilkan ribuan tablet obat dalam waktu satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip lain yang perlu anda ketahui adalah bahwa kita tidak dapat menjamin mutu suatu obat hanya berdasarkan hasil tes laboratorium yang dilakukan pada obat jadi. Mengapa ? Dapat anda bayangkan bahwa suatu industri farmasi memiliki keterbatasan untuk memeriksa setiap keping obat yang dibuatnya. Oleh karena itu dari populasi obat yang begitu banyak, maka hanya diambil sekian jumlah sampel yang dapat mewakili populasi obat tersebut. Meskipun saya berkata ‘dapat mewakili’, sekali lagi kita tidak bisa menjamin bahwa semua obat akan memenuhi syarat. Maka pendekatan yang dilakukan bukanlah pada produk jadi namun pada proses untuk menghasilkan produk tersebut. Mutu harus dibentuk ke dalam produk tersebut dengan jalan menciptakan proses yang terkendali. Variabilitas adalah musuh utama dari kinerja proses produksi obat. Variabilitas merupakan hal yang harus dikendalikan (jika bisa hingga 100%) karena idealnya kita menginginkan kualitas yang sama pada setiap tablet yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya menjadi bagaimana mengendalikan variabilitas tersebut ? Jawaban mudahnya adalah memastikan setiap alur proses produksi obat dapat kita kendalikan. Pengendalian yang dimaksud bukan hanya mengenai proses pembuatan obat, tetapi semua aspek yang berpengaruh kepadanya, misal bahan bakunya, lingkungan tempat produksinya hingga orang yang melakukannya. Dengan maksud ingin mengatur secara detail proses produksi obat, maka dibuatlah pedoman CPOB ini yang mengatur 12 aspek yang menyangkut masalah bagaimana memastikan mutu obat, personel yang terlibat, bangunan dan fasilitasnya, peralatan, kebersihan baik individu maupun lingkungan, proses produksi, mengawasi mutu produk, menginspeksi dan mengaudit proses dan aspek yang ikut mempengaruhi, penanganan terhadap keluhan produk dan penarikan kembali produk dari pasaran, pendokumentasian aktivitas, kualifikasi dan validasi proses dan aspek-aspek terkait hingga mengenai kerja sama pembuatan produk antar industri farmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mengintip lantai produksi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya hanya mengintip, ini dapat berarti harfiah bahwa anda mungkin tidak akan dapat pernah menginjakan kaki di lantai produksi industri farmasi dan melihat proses produksi secara langsung sekalipun anda menginginkannya. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, saya akan membantu anda membayangkan bagaimana masuk ke lantai produksi obat. Hal yang pertama yang perlu anda ketahui bahwa anda harus melepas pakaian serta sepatu anda dan menggantinya dengan pakaian dan sepatu yang khusus digunakan di area ini. Pakaian  produksi ini khusus karena dirancang agar tidak melepaskan serat atau partikel sebanyak pakaian yang biasa anda pakai. Bahkan jika kita memasuki area dimana produk steril seperti obat suntik dibuat, dalam proses menuju ke area tersebut kita akan berganti pakaian  sebanyak tiga kali ditambah mandi di tempat yang disediakan sebelum akhirnya masuk ke area produksi steril. Kemudian kita akan berjalan di koridor produksi dimana anda akan menemukan lantai halus yang terbuat dari bahan &lt;i&gt;epoksi&lt;/i&gt; dan anda tidak akan menemukan sudut dimanapun. Sudut-sudut yang terbentuk, misal pada pertemuan antara lantai dan dinding, tidak berbentuk siku, namun melengkung. Hal yang mungkin tidak bisa dilihat atau dirasakan adalah bahwa ada perbedaan tekanan udara antara ruangan dengan koridor. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi antar bahan karena adanya partikel-partikel yang berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--OsvVP4KVNY/TzZuqN-vACI/AAAAAAAAApY/B0qXKx3ne8M/s1600/20101005_055421_armasi2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://4.bp.blogspot.com/--OsvVP4KVNY/TzZuqN-vACI/AAAAAAAAApY/B0qXKx3ne8M/s320/20101005_055421_armasi2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas hanyalah sebagian dari cara pengendalian proses produksi, dan ingat bahwa bukan hanya proses pembuatan obat saja yang dikendalikan, tetapi juga gudang penyimpanan barang, laboratorium hingga kantin yang disediakan. Anda bisa membayangkan bahwa betapa segala hal yang menyangkut mutu obat yang dihasilkan harus bisa dikendalikan.  Tujuan akhirnya agar obat yang anda telan pada awal tulisan ini tadi, benar-benar obat dengan mutu terbaik yang dapat dihasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8727373077486574490?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8727373077486574490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/02/obat-obat-terbaik-mengintip-industri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8727373077486574490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8727373077486574490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/02/obat-obat-terbaik-mengintip-industri.html' title='Obat-Obat Terbaik: Mengintip Industri Farmasi'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hSdvXPwiIAw/TzZuhFhru2I/AAAAAAAAApM/WEqWE1ThpOA/s72-c/20090215_anonb01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5902488555714136794</id><published>2012-02-11T20:28:00.000+07:00</published><updated>2012-02-11T20:28:24.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksimini'/><title type='text'>City of Wind #2</title><content type='html'>&lt;i&gt;Kota Para Angin, siang cerah musim semi awal&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih terasa dinginkah ?” ia bertanya. Bulan ini peralihan dari dinginnya angin utara menuju hangatnya angin selatan. “Tidak, tentu saja, siapa yang tidak bisa merasakan hangatnya sentuhan angin selatan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa negeri mungkin akan menjanjikanmu kehidupan mewah, surga dunia. Beberapa di antaranya menjanjikan kedamaian dari masa lalu, masalah, kenangan buruk bahkan pengejaran dari musuhmu. Tetapi negeri ini berbeda, kota ini berbeda. Dia tidak menjanjikan apa-apa, tidak ada apa-apa bahkan. Tidak ada, kecuali lambaian lembut ilalang dan tarian daun-daun yang beriringan seirama. Dan para angin yang selalu membelai rambut mu lembut, berbisik pelan di telinganmu. Mereka berbisik dan jika kamu beruntung mereka akan tertawa bersamamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tekad, mungkin kita perlu berbicara tidak pada siapa pun. Ya, karena tekad tidak perlu diumbarkan, cukup kita hujamkan di hati terdalam. Mungkin satu orang yang perlu kita beritahukan adalah diri kita sendiri, mungkin juga tidak. Karena perjalanan panjang akan terasa jenuh untuk dilalui sendiri. Namun kota ini sedikit memberikan sebuah pelajaran bahwa kesendirian bukan tentang ketidakhadiran orang lain namun ketidakhadiran kita dalam orang lain. Menarik bahwa orang di sekitar kita belum tentu bagian dari diri kita, tetapi mereka yang tidak bersama kita bisa jadi bagian dari diri kita. Dan kebersamaan bukan tentang keberadaan raga tetapi tentang keterikatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, perjalanan harus diteruskan karena waktu selalu enggan menunggu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--03dPIHQ07U/TzZsyxdCLmI/AAAAAAAAApA/VGoqZyGKXls/s1600/image.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="295" src="http://2.bp.blogspot.com/--03dPIHQ07U/TzZsyxdCLmI/AAAAAAAAApA/VGoqZyGKXls/s320/image.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5902488555714136794?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5902488555714136794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/02/city-of-wind-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5902488555714136794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5902488555714136794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/02/city-of-wind-2.html' title='City of Wind #2'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--03dPIHQ07U/TzZsyxdCLmI/AAAAAAAAApA/VGoqZyGKXls/s72-c/image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4547030193721694562</id><published>2012-01-31T21:58:00.000+07:00</published><updated>2012-02-11T20:28:54.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksimini'/><title type='text'>City of Wind #1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TmvnXWpycJY/TygBNBAimeI/AAAAAAAAAoc/dImqC8huQOw/s1600/padang-rumput.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-TmvnXWpycJY/TygBNBAimeI/AAAAAAAAAoc/dImqC8huQOw/s200/padang-rumput.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Begitu burukah ketika kita melarikan diri dari kenyataan ?"&lt;/i&gt;, Saya bertanya dan bertanya, tidak mengharapkan jawaban, berharap keluar dari situasi serba masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, kenyataan adalah hal yang harus kita hadapi, mereka tidak akan mengejarmu dan kamu tidak akan berlari dari mereka. Mereka adalah kenyataan di sekitarmu, menunjukan eksistensimu, mencegahmu dari tersesat dalam dunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kalau begitu, ajak saja saya pergi dari sini, kamu serba tahu, bantu saya menyelesaikan segalanya."&lt;/i&gt; Menatap berharap dan tidak ada yang pernah salah dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, tidak ada yang pernah tahu segalanya, kamu bebas berkelana dalam duniamu, namun tempat kakimu berpijak adalah bumi yang nyata. Tapi tidak ada salahnya jika kita sejenak menapak ke negeri para angin, mengharap hembusan lembutnya menerbangkan segala kecemasan yang melanda. Paling tidak hingga perasaanmu membaik dan kemudian kita bisa bersama-sama menjelajahi bintang gemintang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/il7av9Lgcqo/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/il7av9Lgcqo&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/il7av9Lgcqo&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4547030193721694562?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4547030193721694562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/01/city-of-wind.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4547030193721694562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4547030193721694562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2012/01/city-of-wind.html' title='City of Wind #1'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TmvnXWpycJY/TygBNBAimeI/AAAAAAAAAoc/dImqC8huQOw/s72-c/padang-rumput.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5099117508443281636</id><published>2011-12-17T16:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T16:38:22.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Ruang mimpi</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Orang kecil seperti kita, jika tidak punya mimpi maka akan mati boi”&lt;/i&gt; (Arai dalam &lt;i&gt;Sang Pemimpi&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EWb6KGH81mw/TuxiXpVOY7I/AAAAAAAAAn8/dygW3Qy7NxQ/s1600/parry-jo-dreaming.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-EWb6KGH81mw/TuxiXpVOY7I/AAAAAAAAAn8/dygW3Qy7NxQ/s200/parry-jo-dreaming.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Saya pernah bercerita kepadamu tentang mimpi masa lampau, kenangan yang tersimpan dalam kantung-kantung memori yang tersebar di segala penjuru otak. Ada romantisme masa kecil, di mana kita dahulu duduk dan bermain, menikmati sinar matahari dan semilir angin di bawah naungan pohon rindang, melihat alang-alang menari dalam irama hembusan angin. Saya pernah berkisah kepadamu, bahwa angin berbisik lembut saat itu, melayangkan mimpi dan cita kita ke awan yang berarak tenang dalam formasi tiga-tiga. Dan kawan, masihkah engkau dapat mengingat mimpi masa itu, kemudian berani merenggutnya dari angan-angan yang terlelap ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mimpi yang mana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita bermimpi, paling tidak berangan dalam lamunan-lamunan di waktu siang atau dalam kejadian-kejadian dalam kepala saat kita terlelap.&lt;span class="fullpost"&gt;  Ada mimpi yang mengalir masuk ke dalam alam bawah sadar kita, mengisi kekosongan di sudut angan-angan kita. Mimpi yang begitu nyaman, logis, begitu nyata, sampai-sampai kita bisa melihatnya di depan kita. Harapan, cita, impian, atau apapun anda ingin menyebutnya, dan kita sama-sama tahu, mimpi yang seperti ini, mengambil energi harapan kita, menggunakan sumber daya yang kita miliki. Dan kita selalu berharap, mimpi-mimpi ini bisa memeluk erat takdir yang menjadikannya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mimpi dan saya kegagalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak semuanya memeluk takdir, seakan kesempatan menjadi begitu terbatas di depan kita. Pintu-pintu kesempatan menjadi begitu tertutup dan kita dihadapkan pada keputusan yang sulit. &lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;, kita bermimpi dan kita juga pernah, mungkin sering, bertemu kegagalan di tengahnya. Bahkan kita sudah melihat kegagalan sebelum melangkah untuk mengambilnya, kita kalah bahkan sebelum berperang. Kita dan begitu banyak kegagalan yang sering dilihat, membatasi mimpi kita, menyadarkan kita bahwa kita tak akan pernah sanggup, bahwa hal yang realistis adalah hal yang aman. Kita mulai tidak berani melangkah ke luar lingkaran, kita membatasi mimpi dan &lt;i&gt;ya&lt;/i&gt;, kita melupakan romantisme mimpi masa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mimpi dan saya cibiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Berhentilah mengolokku, agar kau tidak menangis saat aku melenggang anggun di atas mu kelak”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pemimpi dan mereka menyebut saya orang yang tidak pernah realistis. Tapi pemimpi yang sebenarnya tidak membiarkan mimpi mereka hanya berada di ranjang tempat tidur mereka atau melayang di sekitar angan-angan siang hari. Saya memiliki mimpi dan mereka menyebut saya mengada-ada. Mungkinkah orang kecil memang tak pernah diizinkan untuk menjadi besar. Mungkin lingkungan kita tak pernah mengizinkan kita melewati batas yang ditetapkan. &lt;i&gt;Orang rata-rata tidak pernah mengizinkan orang lain lebih dari rata-rata&lt;/i&gt;. Dan memang saya pantas dicibir, ketika saya hanya duduk diam memangku tangan dan mulai berangan yang lain lagi. Dan cibiran bukankah hanya sebuah pengingatan bahwa ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk memeluk mimpi. Dan percayalah ketika mereka mengatakan tidak mungkin, tidak akan ada orang yang benar-benar bisa menghentikan kita, tidak satu jua pun, &lt;i&gt;tidak ada kecuali diri kita sendiri&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Z67atfSq_iI/TuxigscOIuI/AAAAAAAAAoI/_O6S81Prhf0/s1600/Dream.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z67atfSq_iI/TuxigscOIuI/AAAAAAAAAoI/_O6S81Prhf0/s400/Dream.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memberi ruang mimpi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Latihan dengan hal yang tersulit bukanlah selalu berarti baik. Karena ketika kita mulai kelelahan, kita akan menurunkan target pencapaian, kita mulai tidak memberikan ruang pada mimpi.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perbandingan antara keberhasilan dan kegagalan yang anda alami sampai saat ini ? Kita mulai menurunkan target, kita semua usaha menjadi begitu percuma, ketika semua ikhtiar begitu terasa sia-sia. Seiring dengan pertambahanan usia, kita menjadi begitu banyak melihat kegagalan di sekitar kita, menimpa orang-orang terdekat kita, juga menimpa diri kita sendiri. Kita mulai takut memeluk masa depan yang tidak pasti dan tergugu aman dalam lingkaran yang kita buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu harus direncanakan kawan, menjadikannya begitu realistis seakan kita dapat memeluknya sekarang juga. Dalam setiap rencana yang kita buat dalam kehidupan ini, kita mungkin perlu memberikan ruang untuk mimpi agar menjaga cahaya harapan tetap menyala hangat. Bukan menjadi naïf atau terjebak dalam utopia, tetapi kita mungkin memang perlu memberikan ruang untuk mimpi, agar menjadikan diri kita yakin akan adanya penghidupan yang lebih baik, agar menjadikan kita percaya bahwa dari semua kekurangan yang ada, selalu ada kesempatan untuk memperoleh hal yang lebih baik. Kita perlu memberikan ruang bagi mimpi, tidak terlalu besar agar tidak menjadikan kita terlelap di dalamnya, tidak terlalu kecil agar tidak mati dan meninggalkan kita dalam kekhawatiran, sebuah ruang yang cukup dalam kehidupan kita, agar nanti saat kita terlelah, kita dapat berhenti sejenak, melihat kembali ruang mimpi, mengisi energi perjuangan, dan kemudian berlari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan saya tahu kamu masih mengingatnya, saat kita menari bersama angin yang mengelus lembut kepala kita. Angin yang sama yang berbisik di telinga-telinga kita, “Tumbuhlah besar, berjiwa besar dan lihatlah segala sesuatunya dengan bijak. Maka engkau akan melihat bahwa hidup ini begitu adil.”&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5099117508443281636?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5099117508443281636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/ruang-mimpi.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5099117508443281636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5099117508443281636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/ruang-mimpi.html' title='Ruang mimpi'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EWb6KGH81mw/TuxiXpVOY7I/AAAAAAAAAn8/dygW3Qy7NxQ/s72-c/parry-jo-dreaming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4545186536458682825</id><published>2011-12-17T16:09:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T16:09:49.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Cinta bersemi di pelaminan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ybTI1KZPMwE/Tuw-WSWfYVI/AAAAAAAAAnk/3FT0VaW1CZ4/s1600/wedding.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-ybTI1KZPMwE/Tuw-WSWfYVI/AAAAAAAAAnk/3FT0VaW1CZ4/s200/wedding.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh: Anis Matta, Lc.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lupakan!&lt;/i&gt; Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh dilahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan menjadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa saling tersambung. Maka ketika sentuhan fisik jadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang jadi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1tgFOcgZXXw/Tuw-qBb860I/AAAAAAAAAnw/TTaMVlX8BDI/s1600/ikhwan-akhwat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://3.bp.blogspot.com/-1tgFOcgZXXw/Tuw-qBb860I/AAAAAAAAAnw/TTaMVlX8BDI/s200/ikhwan-akhwat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;Tulisan asli dapat di lihat di &lt;a href="http://www.anismatta.com/"&gt;www.anismatta.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4545186536458682825?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4545186536458682825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/cinta-bersemi-di-pelaminan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4545186536458682825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4545186536458682825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/cinta-bersemi-di-pelaminan.html' title='Cinta bersemi di pelaminan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ybTI1KZPMwE/Tuw-WSWfYVI/AAAAAAAAAnk/3FT0VaW1CZ4/s72-c/wedding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-666897466980743551</id><published>2011-12-12T08:27:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T08:36:43.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Tahap antara proses ekstraksi: Pemekatan</title><content type='html'>Tahapan ini boleh jadi merupakan tahapan yang tidak terlalu diperhatikan saat proses ekstraksi simplisia berlangsung. Hal ini merupakan hal yang wajar, mengingat tahapan ini di antara dua tahapan utama dalam proses ekstraksi, yaitu proses ekstraksi itu sendiri dan proses pengeringan ekstrak menjadi ekstrak kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, jenis ekstrak yang diinginkan mempengaruhi metode pemekatan yang dipilih.&amp;nbsp;Ekstrak cair sebagai hasil ekstraksi dari ekstraktor, dikenal sebagai misela (&lt;i&gt;miscella&lt;/i&gt;), pada umumnya akan dipekatkan dengan metode evaporasi. Ekstrak cair dimasukan ke alat evaporator dimana ekstrak akan dipekatkan dalam vakum untuk menghasilkan ekstrak kental. Ekstrak kental ini selanjutnya akan dikeringkan untuk mendapatkan ekstrak kering. Pada skala industri, pelarut yang berhasil didapatkan kembali akan digunakan lagi untuk ekstraksi batch berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada proses lanjutan, ekstrak cair yang diperoleh  dapat dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemekatan sebagian atau total, tergantung apakah ekstrak cair tersebut ditujukan untuk ekstrak kering, ekstrak cair, atau  kental.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemekatan sebagian atau diekstraksi kembali (counterextracted) dengan pelarut yang sesuai untuk mendapatkan ekstrak yang lebih banyak dan lebih murni.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diekstrak kembali tanpa pemekatan untuk mengisolasi senyawa tertentu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Selain poin ketiga, setiap ekstrak perlu dilakukan pemekatan. Pada proses pemekatan perlu diperhatikan stabilitas kimia dari senyawa yang ingin diperoleh. Oleh karena itu, proses pemekatan sering kali dilakukan pada suhu 25° – 30° C atau temperatur tinggi dengan durasi singkat untuk menjaga kestabilan senyawa kimia yang bersifat termolabil.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-V2i1wczs73M/TuVaT45Ll6I/AAAAAAAAAnE/fpHRPm4Bzpo/s1600/curry-MP900432724.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-V2i1wczs73M/TuVaT45Ll6I/AAAAAAAAAnE/fpHRPm4Bzpo/s320/curry-MP900432724.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemekatan didefinisikan sebagai peningkatan komposisi senyawa terlarut (&lt;i&gt;solute&lt;/i&gt;) dalam pelarutnya melalui metode evaporasi atau vaporisasi (&lt;i&gt;vaporization&lt;/i&gt;) tanpa mengubahnya menjadi produk kering, meskipun hasil akhir dari proses pemekatan dapat berupa ekstrak dengan viskositas tinggi. Istilah vaporisasi atau &lt;i&gt;boiling down&lt;/i&gt; lebih sering digunakan untuk menggambarkan pemekatan suatu ekstrak dibandingkan dengan evaporasi. Evaporasi didefinisikan sebagai proses perubahan keadaan cair menjadi gas dengan kehadiran gas lain, misalnya udara, pada wadah atau tempat evaporasi. Namun pada istilah vaporisasi, hanya molekul dari pelarut yang hadir dalam wadah atau tempat vaporisasi. Istilah &lt;i&gt;boiling down&lt;/i&gt; digunakan ketika objek yang ingin diperoleh kembali adalah zat padatnya atau konsentrat dengan kepadatan tinggi, sedangkan istilah vaporisasi digunakan ketika objek yang ingin diperoleh kembali adalah pelarutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameter yang mempengaruhi proses pemekatan meliputi jumlah larutan yang akan dipekatkan dan kestabilan dari zat terlarut. Jika diperkirakan zat terlarut yang dikehendaki bersifat termostabil maka pemekatan dapat dilakukan pada tekanan biasa atau di bawah vakum. Zat yang bersifat termolabil harus dipekatkan dengan suhu yang diperkirakan tidak akan mendegradasi zat tersebut. Peningkatan tekanan dapat dilakukan agar suhu yang diperlukan untuk menguapkan pelarut dapat diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Referensi&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;List, P.H. dan P.C. Schmidt. 1989. &lt;i&gt;Phytopharmaceutical technology&lt;/i&gt;. London: Heyden &amp;amp; Son Limited.&lt;br /&gt;Bomberdelli, E. 1991. Technologies for the processing of medicinal plants. In R.O.B. Wijesekera (ed). &lt;i&gt;The medicinal plant industry&lt;/i&gt;. Florida: C R C Press Inc. &lt;br /&gt;Handa, S.S., et. al. 2008. &lt;i&gt;Extraction technology for medicinal and aromatic plants&lt;/i&gt;. Trieste: ICS-UNIDO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-666897466980743551?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/666897466980743551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/tahap-antara-proses-ekstraksi-pemekatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/666897466980743551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/666897466980743551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/12/tahap-antara-proses-ekstraksi-pemekatan.html' title='Tahap antara proses ekstraksi: Pemekatan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-V2i1wczs73M/TuVaT45Ll6I/AAAAAAAAAnE/fpHRPm4Bzpo/s72-c/curry-MP900432724.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6797644519747303005</id><published>2011-11-05T13:20:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T13:25:14.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><title type='text'>Bersama kembali ke kultur ilmiah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hNCGK5GXCs4/TrTUrSyksnI/AAAAAAAAAmQ/qCl9iFrZRa8/s1600/step+fwd2.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-hNCGK5GXCs4/TrTUrSyksnI/AAAAAAAAAmQ/qCl9iFrZRa8/s200/step+fwd2.gif" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Science is an ever-changing field. As new thing discovered, we see the world better&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa mahasiswa adalah &lt;i&gt;iron stock&lt;/i&gt; bukanlah suatu hal yang perlu diragukan. Kita sering menganggap bahwa mahasiswa dengan kehidupan kampusnya yang ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan, merupakan miniatur dari sebuah negara. Anda bisa membayangkan bahwa sistem keorganisasian, sistem hirearkinya,-walaupun tidak persis sama- mirip dengan sistem kenegaraan, dengan segala lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang ada di dalamnya. Di satu sisi, aspek keilmiahan (&lt;i&gt;hard competence&lt;/i&gt;) pun terus berkembang, walau harus merangkak pelan. Dari tahun ke tahun, sepanjang 4 tahun berkecimpung di dunia kampus FMIPA UI, saya melihat pergerakan maju.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dari pergerakan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hidup Mahasiswa !!!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hidup Rakyat Indonesia!!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yel itu adalah slogan khas pergerakan sosial-politik mahasiswa. Idealisme tinggi dengan semangat menggebu untuk memperbaiki bangsa. Aksi adalah hal yang wajar di universitas ini, bagaimana tidak, sebagai satu-satunya kampus besar yang dekat dengan ibu kota, begitu besar arus pergerakan sosial-politik yang mengalir bersama kehidupan organisasi kampus. Di klimaks tahun 1998, kondisi itu begitu menyelimuti dunia mahasiswa, aksi, demonstrasi, tuntutan-tuntutan perbaikan di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olehnya reformasi bergulir, merubah peta kekuatan dan kekuasaan. Sekali lagi, eksistensi mahasiswa tidak bisa diabaikan. Mahasiswa adalah pihak yang unik, kualitas intelektualitas mereka selalu membuat para tetua mengangguk takjub, idealisme mereka yang demikian besar menjadi kontrol moral bagi pribadi dan komunitas masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;It's changing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata, saya melihat gradasi perubahan cara mahasiswa menunjukkan idealismenya, memperbaiki ibu pertiwi. &lt;i&gt;'Turun ke jalan'&lt;/i&gt;, meski tetap menjadi metode yang ampuh untuk menyampaikan suara-suara nurani, sudah mulai tidak menjadi primadona; atau paling tidak, 'jalan' yang dimaksud sudah mulai berpindah. 'Jalan-jalan'nya menjadi bentuk real turun tangan langsung memperbaiki bangsa, tidak melulu mengandalkan semangat menggebu, namun juga kesadaran untuk men-&lt;i&gt;down to earth&lt;/i&gt;-kan &lt;i&gt;hard competence&lt;/i&gt;. Bahwa segala yang mahasiswa dapat dibangku perkuliahan bukanlah permata di menara gading, hal tersebut sudah seharusnya menjadi mata air yang memberikan kesegaran di sekitarnya. Bahwa mahasiswa, terlepas bagaimana dia menjalankan kehidupan kampusnya, haruslah bertanggung jawab atas kompetensi yang dimilikinya (atau yang seharusnya dimilikinya) kepada masyarakat, atau minimal orang-orang yang berinvestasi kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat banyak solusi-solusi nyata untuk permasalahan bangsa yang keluar dari kompetensi para mahasiswa. Meskipun sebagian besar masih berada tahap gagasan ataupun &lt;i&gt;prototype&lt;/i&gt;, ide-ide cemerlang itu menanti untuk ditangkap dan direalisasikan. Setiap orang memang tidak selalu dapat menghasilkan gagasan cemerlang, namun gagasan dapat datang dari siapa saja. Hal sederhana yang perlu kita lakukan, adalah memperhatikannya dengan baik, maka ide-ide sepele pun dapat berpengaruh besar pada kehidupan manusia. Anda tahu? Lihat saja sebuah ide sederhana dahulu, &lt;i&gt;membotolkan air minum!&lt;/i&gt; Dan sekarang anda pasti selalu melihat sampah botol air minum di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Moving forward&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jelas ada perubahan besar dari tahun 2007 hingga tahun 2011, pergesaran concern ke arah keilmiahan. Lihat saja, mahasiswa baru disambut tidak lagi hanya dengan slogan &lt;i&gt;Hidup Mahasiswa !&lt;/i&gt;, namun juga dorongan untuk berkarya dalam bidang ilmiah. Pemicu utamanya tentu saja PKM (Program Kemahasiswaan Mahasiswa) yang diadakan oleh Dikti ini. Semakin tingginya tingkat kegerahan mahasiswa UI akan ajang ilmiah yang satu ini. Ajang ini seakan-akan harus dapat ditaklukan, jika tidak ingin terus menjadi duri dalam daging. Ajang keilmiahan dan kompetensi lainnya, seperti Mahasiwa Berprestasi, MUN (Model United Nation), olimpiade sains, kontes robotik, berbagai macam ajang dalam bentuk &lt;i&gt;speech, debate&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;paper presentation&lt;/i&gt;, mulai dari yang bersifat &lt;i&gt;cultural events&lt;/i&gt; hingga &lt;i&gt;international conferences&lt;/i&gt; banyak ditaklukan oleh mahasiwa UI. Hanya di ajang tingkat nasional ini, PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional), UI belum pernah menunjukkan giginya secara maksimal. &lt;i&gt;Truly, it's really annoying guys&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So, we're moving forward&lt;/i&gt;, ajang-ajang penulisan karya ilmiah ini begitu digalakan. Kampanye, pelatihan, seakan-akan semua bidang keilmiahan di seluruh fakultas melebur, berstrategi untuk mencapai cita bersama. Dan gradasi tersebut terlihat nyata -setidaknya di fakultas saya, FMIPA-, perubahan &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; ke arah keilmiahan. Dan memang seharusnya seperti itu, sebagai fakultas yang menyandang nama science. Hal ini seperti, kita kembali ke zona sendiri setelah beberapa lama ditinggalkan. Beruntunglah mereka yang berkuliah di fakultas MIPA dan Teknik, mereka tidak perlu mencari kemana tentang rasa keilmiahan, &lt;i&gt;what we only need is just to look in ourselves, it’s in us !&lt;/i&gt; Dan yang perlu kita lakukan adalah dengan meletakkan kompetensi kita kepada tempat yang semestinya, bukan di menara gading nun jauh di atas, tetapi di sekitar kita, di masyarakat kita, di tengah bangsa ini. &lt;i&gt;Surely, we just have to look deeper around and we'll find that every single knowledge of us is a problem solver to every single problem existed&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;"what we only need is just to look in ourselves, it’s in us !"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;PIMNAS terasa menjadi &lt;i&gt;trigger&lt;/i&gt; bangkitnya kembali kultur menulis di mahasiswa UI, menuliskan gagasan tidak hanya mengendapkan dalam otak sendiri, berkarya menghasilkan sesuatu hal, dan bukan hanya unjuk bicara. Namun, ini semua bukan tentang PIMNAS, ataupun ajang-ajang kompetisi ilmiah lainnya. Ini tentang keilmiahan itu sendiri, tentang bagaimana kita sebagai seorang mahasiswa adalah masyarakat ilmiah, berpikir dan bertindak yang mencerminkan karakter manusia rasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6797644519747303005?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6797644519747303005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/11/bersama-kembali-ke-kultur-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6797644519747303005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6797644519747303005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/11/bersama-kembali-ke-kultur-ilmiah.html' title='Bersama kembali ke kultur ilmiah'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hNCGK5GXCs4/TrTUrSyksnI/AAAAAAAAAmQ/qCl9iFrZRa8/s72-c/step+fwd2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-955659271040849840</id><published>2011-10-16T12:28:00.003+07:00</published><updated>2011-10-18T10:04:41.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Cinta akan mengingatkan dia untuk kita</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Memory is a way of holding on to the things you love, the things you are, the things you never want to lose.”&lt;/i&gt; (Kevin Arnold)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda mendefinisikannya? Perasaan cinta yang membuncah, benci berdarah-darah, kesedihan yang mengharu-biru atau ketakutan akan ditinggalkan. Dalam kesepakatan yang banyak dipahami oleh hampir semua orang di bumi ini, kita mengenalnya dalam sebuah padanan konsep emosi. Pertanyaan selanjutnya menjadi apa itu emosi ? Dan memang, jawaban akan menelurkan pertanyaannya selanjut, dan selalu saja begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika pertama kali terlintas dalam otak anda kata ‘cinta’ di atas, apa yang anda bayangkan ? Bagaimana dengan hal-hal tertentu yang lantas menyulut kemarahan anda ? Konsep emosi, bagaimanapun juga dipandang secara objektif, mencakup perasaan emosional subjektif dan suasana ‘hati’ ditambah respon-respon fisik yang muncul berkaitan dengan perasaan tersebut. Alih-alih cerita mengenai kegalauan anak-anak muda tentang emosi, cinta, benci, dan rindu, saya akan mengajak pembaca untuk melihatnya dalam sudut pandang lain tentang emosi, cinta, rindu, dan kenangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Memulainya dari isi kepala kita&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang cinta, maka berbicara tentang hati. Sayangnya, saya mengajak pembaca melalui jalur yang berbeda, dimana kita akan sedikit menyelami samudra tentang memori, tentang sel saraf yang mengambang tenang di dalam cairan serebrospinalnya. Saya agak tidak suka mengatakannya tapi anda perlu memulainya dari pelajaran tentang isi kepala (otak) anda agar anda lebih dapat merasakan keindahan misterius yang ditawarkan otak kepada kita. Secara sederhana, otak  kita adalah organ yang kompleks, mencakup ribuan sistem dinamis sel saraf dan koordinasi-koordinasi yang belum sepenuhnya dipahami hingga saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/HVGlfcP3ATI/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HVGlfcP3ATI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/HVGlfcP3ATI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara semua hal yang merupakan bagian dari otak, sistem limbik berhubungan langsung dengan emosi yang selama ini kita pahami. Ekspresi-ekspresi emosional yang bisa kita amati bersama, misal tersipu, tertawa, menangis dan segala aspek yang berhubungan dengan emosi memperlihatkan hubungannya dengan sistem limbik. Stimulasi-stimulasi tertentu di daerah ini saat dilakukan operasi pembelahan otak memperlihatkan sensasi-sensasi samar yang dialami pasien sebagai perasaan senang ataupun keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pola perilaku dan respon akan suatu situasi yang melibatkan emosi tidak hanya dikerjakan oleh sistem limbik sendiri. Bagian otak lain, korteks otak, yang mengatur fungsi-fungsi luhur manusia, berperan penuh dalam respon kita terhadap keadaan emosional. Emosi nampaknya dengan lebih mudah memanggil program-program yang sudah terpatri dalam korteks kita. Sebuah contoh terkenal adalah gerakan tersenyum. Respon tersenyum atas emosi yang menggembirakan merupakan bahasa universal yang dimiliki semua orang, bahkan mereka yang buta sekalipun. Mereka yang buta sejak lahir akan tetap memiliki ekspresi wajah ‘tersenyum normal’. Tersenyum tampaknya telah diprogramkan sebelumnya di korteks dan dapat diakses setiap saat oleh sistem limbik. Pada tingkat yang mendasar senyum adalah ekspersi manusia yang universal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;“Pada tingkat yang mendasar senyum adalah ekspersi manusia yang universal”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sedikit-banyak tentang kenangan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang kita ingat, kenangan masa indah saat SMA misalnya, melibatkan aktivitas holistik dari neuron yang ada di otak kita. Konsep memori mencakup segala informasi yang kita alami yang disimpan dan kita dapat memanggilnya kembali ketika kita ingin mengingat sesuatu. Memori melibatkan kontribusi seluruh sel saraf (neuron) untuk saling berinteraksi dan membentuk koneksi-koneksi di antara mereka sendiri. Hal ini berarti ketika kita mengingat informasi baru maka akan ada banyak koneksi-koneksi yang terbentuk antara neuron dalam kombinasi yang tidak terbatas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, para pakar neurosains membagi memori menjadi dua yaitu memori jangka pendek dan jangka panjang. Meskipun proses penyerapan informasi baru melibatkan kerja berbagai bagian di otak, paling tidak ada dua bagian yang berperan penting dalam aktivitas mengingat ini, yaitu korteks dan hippocampus. Korteks berperan penting dalam proses ingatan jangka pendek, dimana ketika anda menyerap informasi baru, korteks akan menyimpangnya sementara untuk anda. Ketika anda memutuskan bahwa informasi tersebut tidaklah penting maka dengan mudahnya korteks akan membuang informasi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukankah kita ingin mengingat sesuatu dalam waktu lama ? Memori jangka panjang melibatkan hubungan intens dari paling tidak, &lt;i&gt;hippocampus&lt;/i&gt; dan korteks. Hippocampus secara spesifik akan mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Memori akan tersimpan dalam ‘kantong-kantong’ ingatan di berbagai bagian otak (ya, memori tidak disimpan dalam satu area khusus di otak). Secara sadar anda dapat merubah memori jangka pendek menjadi jangka panjang dengan pengulangan. Memori memerlukan waktu yang lama untuk menempel secara permanen dalam otak kita, dan selama proses pengendapan tersebut, memori akan rentang untuk menghilang atau dibentuk ulang dengan adanya interferensi, terutama ketika kita dijejali informasi terus-menerus dalam jangka panjang tanpa jeda, seperti yang banyak terjadi di ruang-ruang kelas kita. Kabar baiknya adalah inteferensi tersebut tidak akan terjadi ketika informasi diulang-ulang secara sengaja dengan diberi jeda. Otak manusia, dibanding mengingat detail, lebih menyenangi mengingat konsep dan cenderung mengingat awal dan akhir dari suatu hal dan melupakan bagian tengahnya. Idenya adalah dengan membuat jeda, kita akan memperbanyak awal dan akhir dari suatu hal yang ingin kita ingat. Oleh karena itu disarankan untuk selalu menjeda setiap 30 menit atau satu jam sekali ketika kita sedang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah pada dasarnya yang memutuskan apakah suatu hal pantas diingat atau tidak. Kita tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang membosankan. Otak kita akan membuang segala informasi yang tidak penting bagi kita dan menyimpan hanya hal-hal yang menarik perhatian kita. Lebih jauh lagi, memori akan meningkat ketika kita dapat membuat asosiasi informasi baru dengan hal yang sudah ada sebelumnya. Hal yang disebut pemahaman (sering dikatakan lebih kuat dibanding sekedar menghafal) ada hanya ketika kita dapat menggambarkannya dengan jelas dalam kepala kita dan mengasosiasikannya dengan hal yang sudah kita punya. Pemahaman tidak akan pernah ada tanpa penggambaran dalam otak kita, ini fakta penting pendidikan ! Dan asosiasi akan meningkatkan ingatan kita akan detail. Jika kita dapat menarik makna dan hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain, kita dapat mengingat detail dengan lebih mudah. &amp;nbsp;&lt;i&gt;Maknai sebelum detail&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;“Otak kita akan membuang segala informasi yang tidak penting dan menyimpan hanya hal-hal yang menarik perhatian kita”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Cinta memang merebut perhatian kita&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa yang melibatkan emosi akan cenderung untuk lebih diingat dibandingkan dengan peristiwa biasa. Peristiwa penuh emosi (biasa disebut dengan &lt;i&gt;emotionally competent stimulus&lt;/i&gt;) adalah stimulus paling baik untuk menyimpan memori dalam waktu lebih lama dan mengingat dengan lebih akurat. Hal ini berkaitan dengan korteks pre-frontal kita, yang berfungsi sebagaai agen pelaksana dalam memecahkan masalah dan menjaga perhatian dan hubungannya dengan &lt;i&gt;amygdala&lt;/i&gt;. Amygdala merupakan bagian otak yang sepesial dalam membantu menciptakan dan mempertahankan emosi. Amygdala berisi banyak dopamin, sebuah neurotransmitter otak, yang berperan seperti memo dari suatu bagian ke bagian lainnya. Ketika otak mendeteksi peristiwa yang sarat dengan emosi, amygdala  akan melepas dopamin, dimana neurotransmitter ini sangat membantu memori dan pengolahan informasi. Hal ini seperti anda memberikan memo kepada anak buah anda bertuliskan, “Ingatlah ini !” Dengan demikian, hippocampus pun akan bekerja dan menyimpannya sebagai memori jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun melupakan detail wajah orang yang kita cintai, kita akan tetap mengingat perasaan pernah mencintai dan dicintai, ketika kita bertemu dengan orang tersebut. Amygdala akan merespon peristiwa-peristiwa yang melibatkan emosi, cinta, benci, kesedihan, gembira dan memungkinkan kita untuk dapat mengingat hal-hal lampau dengan lebih baik. Oleh karena itu, ide sederhananya adalah cintai terlebih dahulu pelajaran yang ingin kita ingat, maka kita akan mengingatnya dengan lebih baik. Dengan melibatkan emosi dalam proses pembelajaran, hal ini diharapkan dapat membantu kita mengingat dengan lebih baik. Sayangnya dalam sistem pendidikan formal kita selama ini, hal-hal abstrak seperti emosi, yang cenderung melibatkan otak bagian kanan, belum dilibatkan dan lebih mengagungkan otak bagian kiri. Untuk dapat menjadi pembelajar sejati, kita perlu memaksimalkan potensi kedua bagian otak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;“Walaupun melupakan detail wajah orang yang kita cintai, kita akan tetap mengingat perasaan pernah mencintai dan dicintai”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GnTiHPvf-Ug/TppqrclOnEI/AAAAAAAAAlw/OezxTMiXnoY/s1600/Kasih+Sayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-GnTiHPvf-Ug/TppqrclOnEI/AAAAAAAAAlw/OezxTMiXnoY/s400/Kasih+Sayang.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Referensi:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;de Potter, B. &lt;i&gt;Quantum memorizer&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Medina, J. &lt;i&gt;Brain rules&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sherwood, L. &lt;i&gt;Human physiology.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-955659271040849840?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/955659271040849840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/10/cinta-akan-mengingatkan-dia-untuk-kita.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/955659271040849840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/955659271040849840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/10/cinta-akan-mengingatkan-dia-untuk-kita.html' title='Cinta akan mengingatkan dia untuk kita'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GnTiHPvf-Ug/TppqrclOnEI/AAAAAAAAAlw/OezxTMiXnoY/s72-c/Kasih+Sayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3639827170026533531</id><published>2011-10-15T09:54:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T09:56:28.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='non fiksi'/><title type='text'>Let me put it into English</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5Au-tT4aLNk/Tpj1FkJlirI/AAAAAAAAAlo/ssAPjCOTH2o/s1600/languages-to-know-right-now.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-5Au-tT4aLNk/Tpj1FkJlirI/AAAAAAAAAlo/ssAPjCOTH2o/s200/languages-to-know-right-now.jpg" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;English is a funny language; that explains why we park our car on the driveway and drive our car on the parkway&lt;/i&gt;.  ~Author Unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, I know it, English becomes an international language, and in some cases it saved me from another language that I don’t really know. Honestly, long time ago, when I was a little younger, there was a question that pops out of my head, &lt;i&gt;“why must it be English? Becomes language used throughout the world”&lt;/i&gt; A random thought comes from a desperate kid who knows a little about that language. A minute later, an answer floated, danced around my head and it said, &lt;i&gt;”Hey kid, actually that’s not kind of yours, but I think I know, that kingdom had colony all over the world once, and now they call it the Commonwealths"&lt;/i&gt;. Even though, many countries that had ever been colonized by England have their independence now, the language and culture keep remains.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Commonwealth is association of the United Kingdom with States that were previously part of the British Empire”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; [Oxford dictionary]&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Well, right now, I need to confess that I’m not really good at English and it bothers me somehow. I’ve read some blogs of my friends that they often use English in their posts. I do believe that they’re really skillful and with humbleness they said that if any errors in their English just correct them, and it’s important for them. None of us are perfect, just they who study and learn from their mistakes will be able to pursue perfection. &lt;i&gt;Yap&lt;/i&gt;, I’ve found the main difference between them and me, it is all about the courage to try it, not to be afraid of mistakes, and accept suggestions from others. We need to ignore a little of our ego, and accept that we need feedback from others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“You will not achieve anything, without courage to begin first.”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;So, let me put it into English, my post in blog or essay or anything else. I want to learn, I want to see how vast the world is, and firstly, I need first key to access them, a language that people use. How we expect to change this world, yet our efforts can touch the world. So far, I have only one post written in English in this blog (besides this post), and I hope it can be increased later. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;“And when the Prayer is finished, then may ye disperse through the land, and seek of the Bounty of Allah: and celebrate the Praises of Allah often (and without stint): that ye may prosper.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; [qs. 62:10]      &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3639827170026533531?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3639827170026533531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/10/let-me-put-it-into-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3639827170026533531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3639827170026533531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/10/let-me-put-it-into-english.html' title='Let me put it into English'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5Au-tT4aLNk/Tpj1FkJlirI/AAAAAAAAAlo/ssAPjCOTH2o/s72-c/languages-to-know-right-now.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6695178274489920019</id><published>2011-08-30T09:18:00.000+07:00</published><updated>2011-08-30T09:18:02.977+07:00</updated><title type='text'>Ied Mubarak 1432H !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KCbG6V1c74c/TlxHr3uJwYI/AAAAAAAAAlc/NZv8H5gZNdA/s1600/lebaran%2Bcard-destkop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://3.bp.blogspot.com/-KCbG6V1c74c/TlxHr3uJwYI/AAAAAAAAAlc/NZv8H5gZNdA/s400/lebaran%2Bcard-destkop.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H&lt;br /&gt;Mohon maaf atas segala khilaf (terutama jika ada tulisan-tulisan yg tidak berkenan di hati)&lt;br /&gt;Taqabballahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Taqabbal ya karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6695178274489920019?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6695178274489920019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/ied-mubarak-1432h.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6695178274489920019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6695178274489920019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/ied-mubarak-1432h.html' title='Ied Mubarak 1432H !'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-KCbG6V1c74c/TlxHr3uJwYI/AAAAAAAAAlc/NZv8H5gZNdA/s72-c/lebaran%2Bcard-destkop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3103154073050834384</id><published>2011-08-24T23:50:00.001+07:00</published><updated>2011-08-24T23:55:02.911+07:00</updated><title type='text'>Bang Pitung dan Kompeni</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5ZHAiMBTZdY/TlUp6ZBLSRI/AAAAAAAAAk8/KEyIUxKyzi4/s1600/si-pitung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-5ZHAiMBTZdY/TlUp6ZBLSRI/AAAAAAAAAk8/KEyIUxKyzi4/s200/si-pitung.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kali ini berlatar belakang sejarah dari tanah betawi, jagoan yang dicintai oleh rakyat kecil juga ditakuti oleh pemerintah berkuasa saat itu, siapa lagi kalau bukan Bang Pitung. Berkisar di akhir abad ke 19, di daerah rawa belong, terhidupkanlah seorang jagoan yang diceritakan tidak hanya punya silat yang mumpuni untuk membuat takut para belanda namun juga disebut pandai mengaji dan belajar ilmu tarekat keIslaman. Bang Pitung, sosok ini hebat dan memang nyata, dikatakan membela rakyat betawi saat itu yang sedang dijajah oleh Belanda dengan sistem tanam paksanya. Namun dari kaca mata kompeni, Bang Pitung hanyalah seorang pengacau yang mengancam keamanan VOC karena ulahnya yang sering membuat repot kompeni. Potensi ancaman keamanannya yang sedemikian besar membuat pemerintahan hindia belanda memberlakukan status &lt;i&gt;‘dicari, hidup atau mati’&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Legenda ini hidup dan tidak boleh hilang dari sejarah tanah betawi. Namun pada kenyataannya sudah banyak hilang kisah patriotisme Bang Pitung dari cerita-cerita anak muda betawi. Bisa dibayangkan banyak anak muda betawi yang sudah termakan arus modernisasi dan lebih senang ngumpul di mall-mall daripada duduk di surau untuk belajar mengaji atau ilmu tentang Islam seperti yang dilakukan Bang Pitung dulu. Maka saya punya kisahnya sedikit dan saya bagikan kepada anak-anak di daerah kukusan yang mengikuti pesantren kilat &lt;i&gt;Ramadhan for Kids&lt;/i&gt;. Saya ceritakan kisahnya sedikit dalam bentuk drama yang mereka mainkan dengan senang hati, meskipun ada malu karena disaksikan teman sebayanya. Saya bagikan juga kepada pembaca, naskah dramanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Naskah Drama Si Pitung vs Kompeni&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Balada Si Pitung dan Kompeni&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalang:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Alkisah di suatu masa di tanah Betawi, tersiarlah sebuah kabar adanya jagoan Betawi yang berani dan dapat mengalahkan banyak orang-orang kompeni Belanda. Orang tersebut sangat sakti, jago dalam berkelahi dan kebal terhadap peluru senjata kompeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Scene 1&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;si pitung maju sendiri ke atas panggung dan berbicara kepada penonton&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pitung&lt;/b&gt;: Oi penonton. Aye ini Pitung, anak asli betawi, aye bakal hajar pade orang belande yg udah jajah nih tanah betawi. Penonton, entar liat ye, aksi aye dlm menghajar orang belande setelah pesan-pesan berikut ini……&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;si pitung keluar panggung&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Scene 2&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;rakyat jelata masuk panggung dalam keadaan habis dijorokin oleh tentara belanda dan berbicara kepada penonton&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rakyat jelata 1&lt;/b&gt;: Eh penonton, kgk kasian ape ngeliatin kite dibeginiin? Dasar emang nih kompeni bisanye nyiksa rakyat kecil aje&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rakyat jelata 2&lt;/b&gt;:  Iye ni penonton, tuh kompeni bisanye nyiksa doang, kite kgk pernah dikasih makan, lapeer nih. *eh emang lg puasa yee…&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;tentara belanda masuk sambil menodongkan senjata ke arah rakyat jelata dan berbicara kepada mereka&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tentara 1&lt;/b&gt;: woi, overdome, kamu orang ngapain aja pada kagak kerja. Ayo kerja atau kita bedil kepala-kepala kamu pada. Jangan pada malas&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;sisa tentara lainnya ikut juga mengancam rakyat jelata&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;si Pitung tiba-tiba datang, berbicara kpd para tentara dan melawan mereka&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pitung&lt;/b&gt;: Oi, kalian pade ngapain nyiksa rakyat kecil. Kalo berani hadapin aye, Si Pitung.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalang&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;dan pertempuran pun terjadi. Para tentara belanda memberondong si pitung dengan senapannya, namun dengan kesaktiaannya si pitung bisa menghindari semua peluru tersebut dan menghajar satu persatu para tentara Belanda, sehingga mereka jatuh terkapar.&lt;br /&gt;Dan begitulah hingga pada akhir hayatnya si Pitung terus berjuang membela rakyat betawi dan melawan para penjajah kompeni Belanda. Hingga hari ini kisah kepahlawan si Pitung yang berani melawan kedzaliman Belanda tetap melegenda dan hendaknya kita sebagai generasi muda bisa mengambil pelajaran dari kisah kepahlawanan si Pitung.&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;fin&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0f7PY6VcWsc/TlUpuFV8r0I/AAAAAAAAAk0/xdBjaNuG_jg/s1600/287325_2301919833104_1402450142_32738030_6270222_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-0f7PY6VcWsc/TlUpuFV8r0I/AAAAAAAAAk0/xdBjaNuG_jg/s320/287325_2301919833104_1402450142_32738030_6270222_o.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;salah satu adegan dimana pitung mengalahkan belanda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Balada ini berdurasi kurang lebih 5-10 menit dengan canda tawa di sana-sini. Dan diakhir pertunjukannya beberapa anak lainnya ternyata protes, mereka berprotes, “Pitung kan mati ka ditembak peluru emas oleh Belanda”. Begitulah cerita yang beredar. Dan ternyata bocah-bocah ini, ditengah dahsyatnya game online yang merajalela, masih tahu kisah akhir dari Bang Pitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZUMYSYzwVt4/TlUqiPzNkpI/AAAAAAAAAlE/1ZZwyU9V7EY/s1600/288725_2301987834804_1402450142_32738233_6262670_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZUMYSYzwVt4/TlUqiPzNkpI/AAAAAAAAAlE/1ZZwyU9V7EY/s320/288725_2301987834804_1402450142_32738233_6262670_o.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;si pitung dan tentara kompeni -setelah balada selesai-&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Dan Bang Pitung memang mati, ditembak peluru emas polisi belanda &lt;i&gt;schout&lt;/i&gt; van Hinne dalam suatu penggerebekan. Peluru biasa sudah tidak mampu menghadang Bang Pitung karena dikabarkan Abang kita ini punya ilmu rawa rontek. Di antara &lt;i&gt;superhero&lt;/i&gt; fiksi yang dibuat oleh Marvell dan teman-teman lainnya, kita justru memiliki &lt;i&gt;superhero&lt;/i&gt; nyata yang membela rakyat lemah dan berani melawan penguasa yang lalim, dan inilah Bang Pitung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Referensi&lt;/i&gt;: Alwi shahab. 2008. &lt;i&gt;Hari-hari akhir si Pitung&lt;/i&gt;. alwishahab.wordpress.com/2008/04/15/hari-hari-akhir-si-pitung/. [diakses 24 Agustus 2011].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3103154073050834384?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3103154073050834384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/bang-pitung-dan-kompeni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3103154073050834384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3103154073050834384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/bang-pitung-dan-kompeni.html' title='Bang Pitung dan Kompeni'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5ZHAiMBTZdY/TlUp6ZBLSRI/AAAAAAAAAk8/KEyIUxKyzi4/s72-c/si-pitung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1712404464844904879</id><published>2011-08-05T10:32:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T10:32:41.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Membersamai anak-anak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Pc2zthw7PlE/Tjtj7vqyocI/AAAAAAAAAkg/LvROGylQLHA/s1600/1025_C75.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/-Pc2zthw7PlE/Tjtj7vqyocI/AAAAAAAAAkg/LvROGylQLHA/s200/1025_C75.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;You can learn many things from children.  How much patience you have, for instance&lt;/i&gt;. (Franklin P. Jones)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada canda-tawa yang mungkin masih kita ingat di masa-masa kecil kita. Keceriaan, kejenakaan, betapa polosnya kita, semua lepas dalam kegembiraan bermain bersama, di kelas, lapangan, hingga persawahan tempat kita bermain petasan saat bulan puasa. Senyum mungkin akan tetap terselip di bibir kita ketika mengingat semua hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, di tengah kedewasaan yang menyediakan tidak hanya kesempatan yang begitu luas akan masa depan, tetapi juga misteri akan kehidupan, ketakutan-ketakutan akan masa depan yang tidak pasti, dan ketidaktahuan akan hal-hal yang berseliweran di sekitar kita. Tanggung jawab adalah pembebanan alami yang dialami setiap anak manusia yang berniat menjadi dewasa. Menjadi tua adalah suatu keniscayaan, namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang sama-sama kita pahami akan konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengingat canda-tawa lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kita perlu melakukan kontemplasi secara regular, meninjau perjalanan yang sudah kita lewati, cita, target dan ambisi yang sudah atau belum tercapai, kegemilangan dan kegagalan masa lalu. Sejenak saja, kemudian kembali kita melihat hari ini dan menjangkau masa depan. Perenungan adalah salah satu cara, bagaimana kita bisa mengingat  masa kecil dahulu. Adakah hangat kebahagiaan di sana atau kesusahan yang mendera-dera ? Apapun, saya yakin ada hikmah di dalamnya, meninggalkan permasalahan apakah kita sanggup memaknainya dengan hakiki atau tidak.&lt;br /&gt;Keceriaan anak-anak, membersamai mereka di dalam kegembiraan yang begitu polos, merefleksikan bayangan masa lalu kita saat kanak-kanak. Begitu dekat seolah terlihat jelas bayangan-bayangan canda-tawa kita di masa lalu. Ada pertengkaran pula di dalamnya, namun kita menyaksikan dengan begitu ajaibnya mereka akan berbaikan kembali, tertawa lepas bersama lagi. Keajaiban masa kecil yang terkadang kita lupakan atau malah hilang seiring dengan hempasan waktu dan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Refleksi kecil kita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jJeajyZd7AM/TjtkOdmxpUI/AAAAAAAAAko/yS9UVuV4Ook/s1600/embun.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://4.bp.blogspot.com/-jJeajyZd7AM/TjtkOdmxpUI/AAAAAAAAAko/yS9UVuV4Ook/s320/embun.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah refleksi kecil kita pada akhirnya membawa kita pada masa sekarang, memberikan kita pelajaran bahwa kita pun perlu belajar dari anak-anak. Dewasa membawa kematangan dan pengetahuan akan dunia, dan kenangan masa kecil kita dapat menjadi sumber inspirasi tiada batas. Mungkin sejenak kita perlu berpikir ulang, memaknai setiap detik-detik perjalanan hidup kita. Membersamai mereka akan membuat kita kembali menemukan inspirasi untuk menjalani hidup ini dengan sepenuh hati, sepenuh senyum anak-anak yang menerima minuman segelas coklat hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1712404464844904879?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1712404464844904879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/membersamai-anak-anak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1712404464844904879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1712404464844904879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/08/membersamai-anak-anak.html' title='Membersamai anak-anak'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Pc2zthw7PlE/Tjtj7vqyocI/AAAAAAAAAkg/LvROGylQLHA/s72-c/1025_C75.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2076697915133164627</id><published>2011-07-16T22:27:00.000+07:00</published><updated>2011-07-16T22:27:57.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Blood type test: Semudah A, B, …. O</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-RdlF0oCZVNs/TiGtlhWUBII/AAAAAAAAAj4/JgodZyOIg3Q/s1600/golongan-darah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://2.bp.blogspot.com/-RdlF0oCZVNs/TiGtlhWUBII/AAAAAAAAAj4/JgodZyOIg3Q/s200/golongan-darah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, tulisan ini berawal dari sebuah pengalaman saya yang dijadikan objek uji coba untuk menvalidasi &lt;i&gt;blood type test kit&lt;/i&gt; yang sudah kadaluarsa. Sama seperti makanan, pereaksi-pereaksi yang digunakan dalam suatu kit juga memiliki batas kadaluarsa, meskipun pereaksi-pereaksi tersebut dalam keadaan terpisah satu sama lain dalam wadah tersendiri. Namun, kemungkinan adanya zat pereaksi yang terurai setelah penyimpanan selama beberapa waktu dapat menjadikan hasil uji golongan darah menjadi tidak valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mungkin muncul di benak pembaca sekalian adalah untuk apa menguji kit  yang sudah kadaluarsa? &lt;i&gt;Hehe..&lt;/i&gt;, &lt;span class="fullpost"&gt;  ini berawal dari paradigma hemat agar kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk uji golongan darah di lab komersial, padahal lab sendiri ternyata bisa melakukannya. Kebetulan sekali ada seperangkat kit yang masih terbungkus rapi dan belum pernah dipakai namun sayangnya sudah kadaluarsa. Alhasil, lagi-lagi dengan berlandaskan paradigma hemat, dipakai saja kit tersebut. Nah, sebelum dicobakan ke orang yang ingin diketahui golongan darahnya, maka kita perlu menvalidasi dahulu kit tersebut dengan cara mencobakannya kepada orang yang sudah diketahui golongan darahnya, &lt;i&gt;which in this term was me!&lt;/i&gt;. xp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kisah A, B, dan O&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada permukaan sel darah manusia terdapat antigen yang utamanya adalah glikoprotein (merupakan protein yang terikat molekul gula) yang kemudian disebut sebagai antigen A dan antigen B. Sistem penggolongan ABO ini dikembangkan oleh Karl Lendsteiner, seorang patologis dari Austria saat dia mengetahui adanya perbedaan reaksi yang terjadi setelah mencampurkan secara acak serum dan sel darah merah dari mahasiswa-mahasiswanya. Seperti yang bisa diduga, mereka yang bergolongan darah A hanya memiliki antigen A pada permukaan sel darah merahnya, golongan darah B hanya memiliki antigen B, golongan darah AB memiliki antigen A dan B, serta golongan darah O tidak memiliki antigen A dan B. Bagaimanapun juga, tubuh kita akan membentuk antibodi terhadap antigen yang kita tidak miliki. Sehingga, mereka yang bergolongan darah A akan menghasilkan antibodi anti-B yang menyebabkan mereka tidak bisa menerima transfusi darah dari orang bergolongan darah B, dan begitu pula sebaliknya. Sisanya, golongan darah O akan menghasilkan antibodi anti-A dan antibodi anti-B sedangkan para pemilik golongan darah AB dapat menerima transfusi darah dari semua golongan darah karena tidak memiliki antibodi anti-A dan anti-B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Eksekusi…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Back to lab&lt;/i&gt;, dan setelah perlengkap tersedia, pereaksi anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D (ini disebut juga anti-rhesus), kapas, alkohol, jarum steril, serta kartu golongan darah; eksekusi kemudian dilaksanakan. Caranya mudah anda tinggal menusukan jarum ke salah satu jari dengan cepat dan tanpa ragu-ragu, dengan pengecualian ibu jari dan jari kelingking (kalo saya tidak salah) tidak boleh digunakan karena kedua jari tersebut tidak dilewati oleh saluran getah bening. &lt;i&gt;Tsk…&lt;/i&gt;. (saya tidak tahu sebenarnya bagaimana penulisan efek suara jari ditusuk), darah kemudian keluar dan diteteskan ke atas empat kotak yang tercetak di kartu golongan darah. Penting bagi mereka yang diperiksa darahnya untuk bersikap tenang dan rileks agar darah dapat keluar dengan mudah. Tentunya tenang saja, rasa sakitnya hanya sekejap saja. Darah yang telah berada di atas kartu golongan darah diratakan sedikit dan diteteskan reagen sesuai dengan keterangan yang ada di bawah gambar kotak. Lalu digoyang-goyang pelan untuk meratakan reaksi yang terjadi kemudian lihat hasilnya. Sebagai tambahan, hasil positif dinyatakan dengan terjadinya penggumpalan darah (aglutinasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang bergolongan A&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada kotak anti-A menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B tidak ada penggumpalan, kotak anti-AB menunjukkan penggumpalan juga.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang bergolongan B&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada kotak anti-A tidak menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B ada penggumpalan, kotak anti-AB menunjukkan penggumpalan juga.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang bergolongan AB&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada kotak anti-A menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B juga ada penggumpalan, begitu pula dengan kotak anti-AB.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang bergolongan O&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada kotak anti-A tidak menunjukkan penggumpalan, kotak anti-B juga tidak ada penggumpalan, begitu pula kotak anti-AB.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Serta rhesus&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki rhesus positif akan terlihat adanya penggumpalan pada kotak anti-D dan begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diperiksa jangan lupa untuk menutupi luka tusukan dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi alkohol. Sayang sekali, karena uji yang saya jalani &lt;i&gt;gratis tis tis tis&lt;/i&gt; sehingga tidak ada roti apalagi mie, :p (memang bukan transfusi darah  juga yaa..). Dan hasilnya, ternyata kit  kadaluarsa itu masih dapat dipakai, terbukti setelah menghasilkan kesimpulan yang tepat dari golongan darah saya yaitu B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gmHg-Nf3DVA/TiGs-6jPbRI/AAAAAAAAAjw/XpVNSzBu4dk/s1600/gol%2Bdarah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/-gmHg-Nf3DVA/TiGs-6jPbRI/AAAAAAAAAjw/XpVNSzBu4dk/s320/gol%2Bdarah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;diolah dari berbagai referensi&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps. Bagi mereka yang penasaran, isi pereaksi adalah komponen reaktif dari antibodi monoklonal yang spesifik terhadap antigen-A atau antigen-B. Antibodi monoklonal ini berasal dari immunoglobulin kelas IgM. Antibodi ini diencerkan dalam b&lt;i&gt;ovine albumin&lt;/i&gt;, etilendiamin tetraasetat (EDTA), dan sebagai pewarna, &lt;i&gt;Patent Blue&lt;/i&gt; (Anti-A) atau &lt;i&gt;Tartrazin&lt;/i&gt; (Anti-B).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2076697915133164627?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2076697915133164627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/07/blood-type-test-semudah-b-o.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2076697915133164627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2076697915133164627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/07/blood-type-test-semudah-b-o.html' title='Blood type test: Semudah A, B, …. O'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RdlF0oCZVNs/TiGtlhWUBII/AAAAAAAAAj4/JgodZyOIg3Q/s72-c/golongan-darah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6230344449974563425</id><published>2011-06-19T17:36:00.001+07:00</published><updated>2011-06-19T17:36:35.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #5 : Last Day</title><content type='html'>&lt;i&gt;“To love is to risk not being loved in return. To hope is to risk pain. To try is to risk failure, but risk must be taken because the greatest hazard in life is to risk nothing.”&lt;/i&gt; (Anonymouos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2011&lt;br /&gt;Hari ini adalah  hari terakhir kami berada di Tokyo. Sarapan singkat di Hotel, kami beranjak ke stasiun Roppongi pukul 07.30. Rencana hari ini kami akan berangkat ke Narita dengan naik kereta. Dari stasiun Roppongi kami menuju stasiun Hibya, selanjutnya berjalan kaki sebentar menuju stasiun Yurakucho. Dari stasiun ini kami naik Tokyo-JR dan menuju stasiun Nippori. Dari Nippori inilah kami selanjutnya akan menaiki Narita Skyliner, kereta shinkansen yang terkenal itu. Berbeda dengan stasiun pada umumnya, stasiun tempat pemberangkatan Skyliner memang terlihat lebih bagus dari stasiun pada umumnya. Di stasiun ini ternyata kami bertemu dengan Dini dan Ajeng, dan berangkat bersama menuju Narita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619869207004889217%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCKug9Pygou3wNA%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara adalah tempat terakhir jika anda ingin membeli souvenir sebelum pulang ke tempat asal. Harga di sini ternyata tidak berbeda dengan harga jika kita membeli di tempat lain. Karena biasanya harga-harga barang yang ada di bandara pasti lebih mahal dibandingkan dengan harga pada umumnya. Jadi sebenarnya, jika anda ingin membeli souvenir cukup beli di bandara Narita saja, cukup lengkap dengan harga yang tidak berbeda dengan harga pada umumnya. Tempat terakhir untuk saat ini, dan kaki ini kembali melangkah masuk ke pesawat Garuda GA885.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Merantaulah ke negeri orang, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan”.&lt;/i&gt; Kata-kata tersebut ada pada buku Ranah 3 Warna yang saya baca selama di Pesawat. Sebuah kata-kata dari Imam Syafi’i, begitu memotivasi untuk bisa mencari ilmu hingga ke negeri jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman&lt;br /&gt;Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang&lt;br /&gt;Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan&lt;br /&gt;Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya bulatkan tekad, tujuan sudah ditentukan, visi sudah terlihat, maka segenap energi akan dikerahkan untuk mencapainya. Berjuang, &lt;i&gt;ganbareba dekiru!&lt;/i&gt; (berjuanglah, pasti bisa!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6230344449974563425?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6230344449974563425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-5-last-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6230344449974563425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6230344449974563425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-5-last-day.html' title='Steps in Tokyo #5 : Last Day'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8055470714393870896</id><published>2011-06-19T16:52:00.001+07:00</published><updated>2011-06-19T17:00:19.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #4 : Tokyo Trip !!</title><content type='html'>&lt;i&gt;“The World is a book, and those who do not travel read only a page.”&lt;/i&gt;  (St. Augustine)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juni 2011&lt;br /&gt;Sarapan &lt;i&gt;ngebut&lt;/i&gt;, kami langsung menuju stasiun Roppongi agar tidak terlambat sampai di Shibuya. Dengan membeli &lt;i&gt;one day ticket&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; kereta Metro, kami menuju Aoyama-itchome, kemudian berpindah jalur menuju Shibuya. Stasiun ini sangat ramai oleh warga Jepang yang akan beraktivitas hari ini. Berkumpul di sini, dan kami yang ikut adalah saya, Lestian, Ega, Dini, Ajeng, dan mba Sri. Ancha akan menyusul ikut setelah ikut kuliah terlebih dahulu. Sayangnya Surani terhambat keretanya karena ada orang yang melakukan &lt;i&gt;jujitsu&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dengan menabrakkan diri ke kereta, sehingga pada akhirnya jadwal kereta menjadi terhambat. Alhasil, beliau tidak jadi ikut rombongan kami keliling Tokyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, kami mempersenjatai diri terlebih dahulu dengan membeli &lt;i&gt;onigiri&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; sebagai bekal perjalanan. Pemandu kami hari ini adalah Ega, &lt;i&gt;exchange student&lt;/i&gt; dari FK Hewan UGM, saat ini berada di Saga University. Diawali dengan membeli &lt;i&gt;one day ticket&lt;/i&gt; kereta Tokyo-JR, seharga 750 yen, kami bergerak menuju stasiun Tokyo. Di sini kami menuju lokasi pertama yaitu &lt;i&gt;Tokyo Imperial Palace&lt;/i&gt;.  Sebelum sampai di Istana Kekaisaran, kami melewati Wadakura Fountain Park, sebuah taman yang didirikan untuk memperingati pernikahan kaisar Akihito dan permaisuri Michiko. Banyak obyek menarik pada taman ini, dan tentunya spot untuk foto-foto. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;captions=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619860099560059281%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCNWwyq3BxbKs7QE%26hl%3Den_US" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Istana dan Onigiri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana kekaisaran Tokyo merupakan tempat tinggal utama keluarga kerajaan, terletak di daerah Chiyoda, Istana ini terdiri dari beberapa bangunan, seperti istana utama (&lt;i&gt;kyuden&lt;/i&gt;), kediaman keluarga kerajaan, taman-taman, serta pusat administrasi. Istana ini memiliki beberapa pintu gerbang, namun sayangnya saat kami berada di sana, tidak dapat masuk ke dalam. Di sepanjang pinggiran jalan Istana kami  menemukan jejeran pohon sakura yang sedang tidak berbunga saat ini. Setelah itu kami beristirahat sebentar sambil menikmati &lt;i&gt;onigiri&lt;/i&gt;  yang kami bawa. Berjalan keliling sebentar, kemudian kami kembali ke stasiun Tokyo dan menuju Ueno, untuk melihat-lihat pasar yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;captions=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619862251190167009%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCPbil_XPsfLNBA%26hl%3Den_US" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Akiba : Japan’s Mangga Dua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ueno kami sempatkan untuk makan siang di kedai kebab orang Turki. Setelah kenyang makan, kami bergerak mencari mushola, dan sampailah pada Assalam  Masjid. Di sepanjang perjalanan, kami menemukan kuil dengan taman di depannya. Banyak burung merpati jinak yang berkeliaran di taman tersebut. Setelah shalat, kami menuju Akihabara, pusat penjualan elektronik yang ada di Tokyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, kami sempat mencari beberapa souvenir yang menarik untuk dibawa pulang, dengan kisaran harga 300 yen ke atas. Ancha akhirnya menyusul kami tiba di Akiba, pusat perbelanjaan elektronik yang ada di Akihabara.  Kemudian ancha mengajak kami untuk ke Laoks, salah satu tempat penjualan souvenir juga, namun agak lebih lengkap dari yang ada di Akiba. Kasir di Laoks, ternyata orang Indonesia, dan kami sempat mengobrol sebentar dengan beliau. Setelah puas berbelanja dan melihat-lihat, kami melanjutkan perjalanan menuju Harajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;captions=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619863856291908209%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCIvpiLLnsMe7qQE%26hl%3Den_US" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Harajuku’s style: the lost identity&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harajuku merupakan salah satu pusat fashion terkemuka di Jepang. Di sini tujuan kami adalah Daishi shop, Toko 100 yen-an,  menjual berbagai macam barang seharga sekitar 105 yen. Tidak banyak hal spesiel di Harajuku pada hari ini, karena bukan hari weekend, yang biasanya banyak para anak muda Jepang berdandan ‘aneh-aneh’.&lt;br /&gt;Well, meskipun demikian, beberapa pelajaran menarik yang bisa saya dapat di sini. Mudah sekali kita menyimpulkan bahwa arus budaya barat tertanam kuat di sini. Saya pikir gaya hidup seperti ini bukanlah asli kultur masyarakat Jepang. Dengan segala moderinitas di sana-sini, saya melihat kekeringan aspek spritualitas. Tingginya angka bunuh diri menjadi salah satu tanda, tekanan hidup yang tinggi hanyalah sebuah pemicu namun dibalik semua itu, penilaian hidup hanya berdasarkan materi semata membuat orang kurang dapat menghargai hidup itu sendiri. Ada identitas yang hilang dari para pemuda Jepang di sini. Entahlah, tapi saya tidak dapat melihat kultur Asia khas Jepang di sini. &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wo0V4yXlzis/Tf3F0gnd0yI/AAAAAAAAAhI/W4YkWE4JolE/s1600/P1000492.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-wo0V4yXlzis/Tf3F0gnd0yI/AAAAAAAAAhI/W4YkWE4JolE/s320/P1000492.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jalan di Harajuku&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tokyo Tower dan Tempura&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kami berpisar dengan rombongan perempuannya, karena mereka sudah ke menara Tokyo sebelumnya. Kami bertiga, Saya, Ancha, dan Lestian menuju menara Tokyo yang terkenal itu. Sampai di sana, matahari sudah mulai menggantung rendah di ufuk barat. Kami sempatkan foto-foto sebentar kemudian kembali lagi ke stasiun. Malam ini Ancha berniat mentraktir kami tempura di daerah Shinjuku. Setelah shalat di mushola dekat lokasi, kami bergerak menuju restoran yang dituju. Di sini kami bertemu dengan seorang mahasiswa asal Indonesia dan memutuskan untuk makan bersama. Jujur saja, satu porsi tempura tidak lah sedikit, kami menghabiskannya dengan sangat kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini diakhiri dengan kaki pegal-pegal dan perut kenyang. Kami berterima kasih kepada Ancha yang sudah mentraktir kami. Kembali menaiki kereta dan berpisah di stasiun Tochomae, saya berkata suatu saat nanti, saya lah yang akan mentraktirnya di sini. Ini adalah harapan dan cita, suatu saat nanti saya akan merantau ke negeri orang, tidak berdiam diri di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619865752483469153%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCJKM1Jb-i62LMQ%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan-catatan:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;1) &lt;i&gt;one day ticket&lt;/i&gt; merupakan satu tiket khusus dimana kita bisa menggunakannya berulang kali dalam satu hari itu untuk berkeliling Tokyo.&lt;br /&gt;2) &lt;i&gt;jujitsu&lt;/i&gt; atau bunuh diri, terdapat kepercayaan bahwa mereka yang bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta biasanya memiliki masalah keluarga, karena pihak keluarga nantinya harus membayar ganti rugi akibat terganggunya jadwal kereta karena peristiwa bunuh diri tersebut.&lt;br /&gt;3) &lt;i&gt;onigiri&lt;/i&gt; merupaka makanan khas Jepang berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat, berbentuk segiriga, bulat, atau seperti karung beras. Onigiri biasa dilapisi dengan rumput laut dan berisi ikan salmon panggang atau Umeboshi&lt;br /&gt;4) tempura adalah makanan khas Jepang berupa makanan laut atau sayur-sayuran yang dicelup pada adonan berupa tepung dan digoreng hingga renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8055470714393870896?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8055470714393870896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-4-tokyo-trip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8055470714393870896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8055470714393870896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-4-tokyo-trip.html' title='Steps in Tokyo #4 : Tokyo Trip !!'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wo0V4yXlzis/Tf3F0gnd0yI/AAAAAAAAAhI/W4YkWE4JolE/s72-c/P1000492.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-234270296340653006</id><published>2011-06-19T16:20:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T16:20:47.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #3 : Closing remarks</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Opportunity follows struggle. It follows effort. It follows hard work. It doesn't come before.”&lt;/i&gt; (Shelby Steele).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juni 2011&lt;br /&gt;Hari ketiga di Tokyo dan rencana hari ini adalah kami berkunjung ke tempat mas Aisar terlebih dahulu di Yokohama. Dengan ditemani syafiq, ini adalah pengalaman pertama menjelajah kota Tokyo dengan kereta. Berangkat dari hotel pukul 06.00, kami tidak menyempatkan diri untuk sarapan di hotel terlebih dahulu. Berjalan kembali di sepanjang Tokyo Midtown, ada saja objek menarik untuk difoto atau untuk foto-foto, daerah ini memang dipenuhi bangunan dengan konsep artistik. Saya terkesima dengan jalan yang bersih dari sampah dan cuaca yang sejuk. Menuju  stasiun subway Roppongi, saya tidak melihat adanya jejeran parkiran motor, namun sepeda yang dirantai rapi pemiliknya di sepanjang pagar jalan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menaiki Metro Subway dengan ongkos 170 yen, kami bergerak menuju stasiun Daimon untuk pindah jalur ke Asakusa line. Anda jangan membayangkan kereta di sana sama dengan kereta di Indonesia, tentu saja berbeda jauh. Bersih, tepat waktu, dan tidak ada pengamen atau orang yang berjualan. Dari Daimon menuju Sengakuji, pindah kereta menaiki Tokyo-JR. Bergerak terus, walaupun sempat salah kereta karena menaiki kereta yang berhenti di setiap stasiun, kami melaju ke arah Yokohama, tepatnya berhenti di stasiun Kamiooka. Salah satu keuntungan naik kereta di sini adalah kita bisa bayar karcis kereta belakangan. Pada awalnya ketika sudah membeli tiket terlebih dahulu di mesin tiket untuk tujuan tertentu, namun ternyata kita mau menuju tempat yang lebih jauh lagi, kita bisa membayar kelebihan jarak di stasiun tujuan lewat mesin &lt;i&gt;fare adjustment&lt;/i&gt;. Kita tinggal memasukkan tiketnya, kemudian mesin tersebut akan menghitung berapa ongkos yang kita ‘hutang’, dan tinggal bayar. Baru kita bisa keluar dari stasiun, kemudian dari sini kami menaiki bus menuju tempat mas Aisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus di sini benar berbeda dari ada yang di Jakarta, bukan saja masalah harus berhenti di tempat yang sudah diharuskan, tapi juga posisi tempat duduknya yang berbeda. Anda tidak akan menemukan kondektur di sini, setiap penumpang harus bayar terlebih dahulu di awal pada mesin yang ada di samping supir bus. Untuk berhenti di tempat pemberhentian selanjutnya, kita cukup menekan tombol yang ada di samping tempat duduk. Setelah berhenti di tempat tujuan, kami berjalan sebentar menuju losmen mas Aisar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;captions=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619852938920913505%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCN-2sP3B3eXWaA%26hl%3Den_US" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Presentation again !?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beristirahat sebentar di tempat mas Aisar, kami mendapat kabar, bahwa saya dan Lestian dijadwalkan presentasi lagi, namun kali ini di depan peserta lainnya di auditorium Tokyo Institute of Technology. Diawali dengan makan pagi dulu di salah satu restoran cepat saji, kami kembali menaiki kereta menuju Ookayama. Sesampainya di sana, kami mengikuti terlebih dahulu plenary session  dengan pembicara Dr. Khairul Anwar dan salah seorang pembicara dari ITB. Sebuah pesan menarik dari Dr. Khairul Anwar, bahwa bagaimana, kita mahasiswa khususnya di Indonesia, bisa berpikiran terbuka dan tidak terkungkung hanya pada ruang kelas semata, beliau berucap, “&lt;i&gt;think what you get from your 4 years; think whether your thesis can change the world, and corporate with others&lt;/i&gt;”. Bahwa memang orang-orang besar berpikir besar, melihat jauh ke depan, melangkah keluar dari zonanya, to think out of the box, di luar sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Break&lt;/i&gt;, dan kami akan presentasi setelah &lt;i&gt;break&lt;/i&gt; makan dan sholat. Kali ini diawali oleh Lestian terlebih dahulu baru setelah itu saya. Maju dengan rasa percaya diri, itu adalah modal awal, karena bagaimana bisa menang jika sudah kalah lebih dahulu di luar arena. Di depan podium, saya tatap lurus-lurus audiens yang hadir, dan mulai mempresentasikan proposal saya. Walaupun kadang tersendat, namun saya tetap melaju hingga akhir slide. Sesi tanya jawab pun saya hadapi, dengan beberapa pertanyaan dari audiens, &lt;i&gt;to think that I can speak in front of these people&lt;/i&gt;, bagi saya hal ini adalah sebuah langkah awal untuk maju, bergerak, berjuang mencapai cita. &lt;i&gt;Struggle will be never end guys&lt;/i&gt;, karena kita memiliki visi besar, ini bukan tentang pencapaian diri sendiri, ini tentang membangun masyarakat, juga peradaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619854646391227553%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCOP2jYPe4Jv36gE%26hl%3Den_US" height="267" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wups&lt;/i&gt;, dan dilanjutkan dengan &lt;i&gt;special session&lt;/i&gt;  mengenai Tsunami, menghadirkan Prof. Takaki Naoyuki –jika saya tidak salah lihat di jadwal- berbicara mengenai kondisi di Fukushima, dan Dr. Dinar, berbicara mengenai assessment bencana tsunami. Setelahnya ada workshop dari FLP Jepang, mengenai penulisan. Ada juga bedah buku &lt;i&gt;La Tahzan for Student&lt;/i&gt;, buku yang menarik, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Jepang, karena berisi mengenai cerita perjuangan para mahasiswa Indonesia yang berjuang di bumi sakura ini. Selanjutnya ada bang Shofwan, yang berbicara mengenai menulis, sebelum menulis itu dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DBTOG2ILfmA/Tf284AtDrsI/AAAAAAAAAa8/Lzr0nIGPxDI/s1600/buku-la-tahzan-for-students-197x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-DBTOG2ILfmA/Tf284AtDrsI/AAAAAAAAAa8/Lzr0nIGPxDI/s200/buku-la-tahzan-for-students-197x300.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Waaa&lt;/i&gt;,dan saya bertemu kembali rekan seperjuangan di Farmasi dahulu, Ancha. Lama tidak melihatnya, tidak banyak berubah, mukanya masih mirip dengan Eros Sheila on 7, namun hanya rambutnya saja yang gondrong. Berbicara banyak, ngalor ngidur, lumayan mengobati kerinduan, &lt;i&gt;halah&lt;/i&gt;. Acara pun berakhir, begitupula rangkaian tiga hari acara AMSTECS 2011 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619855898300538017%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCIjapvuWnvnuZw%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ikan-ikan mentah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdiskusi untuk rencana keliling Tokyo esok hari dengan sesama peserta dari Indonesia. Kata sepakat diucapkan dan kami akan berkumpul di depan stasiun Shibuya besok, tepatnya di pintu gerbang Hachiko. Malam ini, saya dan beberapa kawan dari ITB, Lestian, Syafiq dan Anton, berencana mencari warung sushi yang murah meriah. Sayang sekali Ancha tidak bisa ikut karena pukul 22.00 harus sudah kembali ke asramanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari stasiun Ookayama, kami menuju Jiyagaoka. Setelah sempat berputar-putar sebentar, kami akhirnya menemukan warung yang dimaksud. Mengambil menu yang seharga 136 yen sepiring, berisi dua potong sushi. Enak, benar-benar enak, saya menghabiskan tiga porsi piring sushi dengan jenis ikan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, saya agak tidak menyukai rasa &lt;i&gt;wasabi&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;, dengan sensasi menggigit lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut sudah cukup kenyang dan saya kembali pulang ke Hotel. Istirahat untuk perjalanan seru esok harinya, &lt;i&gt;a Tokyo trip&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619856875226072929%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCPjJ9673hvGTXQ%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan-catatan:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;1) &lt;i&gt;Wasabi, Eutrema japonica&lt;/i&gt;, merupakan tanaman asli khas Jepang, yang berasal dari suku kubi-kubisan. Wasabi memiliki rasa yang menyengat dan biasa dimakan bersama irisan ikan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-234270296340653006?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/234270296340653006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-3-closing-remarks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/234270296340653006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/234270296340653006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-3-closing-remarks.html' title='Steps in Tokyo #3 : Closing remarks'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DBTOG2ILfmA/Tf284AtDrsI/AAAAAAAAAa8/Lzr0nIGPxDI/s72-c/buku-la-tahzan-for-students-197x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-848380468293898983</id><published>2011-06-19T15:54:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T15:54:05.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #2 : Fullday</title><content type='html'>&lt;i&gt;“All the world is a laboratory to the inquiring mind.”&lt;/i&gt;  (Martin H. Fischer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Juni 2011&lt;br /&gt;Subuh dimulai pukul 02.30, dan memang pagi sekali karena pukul 05.00 saja matahari sudah berjaya menerangi jalan-jalan di Tokyo. Namun aktivitas di sini nampaknya baru dimulai sekitar pukul 07.30, dan saya memulai hari dengan sarapan nasi dan telur orek, tidak berani menyentuh daging karena berasal dari daging babi. Jadwal acara hari ini dipenuhi oleh &lt;i&gt;parallel session&lt;/i&gt; pada beberapa kelas dengan tema yang berbeda-beda. Dengan melihat jadwal yang diberikan oleh panitia sebelumnya, maka saya beranjak menuju kelas dengan tema &lt;i&gt;medicine and medicinal science&lt;/i&gt;. Datang terlambat, dan hanya sempat mendengarkan sedikit presentasi tentang  infusi dari biji srikaya sebagai antivirus influenza. Bahasan yang menarik, namun sayang tidak mengikuti dari awal, semoga bisa dilihat di p&lt;i&gt;roceedings&lt;/i&gt; acara ini. Presentasi selanjutnya agak tidak nyambung dari tema kelas ini, yaitu mengenai materi komposit yang dipakai pada badan pesawat. &lt;i&gt;I don’t really get it, but after all&lt;/i&gt; saya menangkap konsep menarik bahwa ketika kita menemukan perulangan dari suatu polimer atau yang sejenisnya maka kita bisa mengkarakterisasi seluruh bagiannya cukup dengan satu bagian saja dengan asumsi bahwa bagian-bagian penyusun bahan tersebut adalah serupa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Berlanjut ke &lt;i&gt;plenary session&lt;/i&gt; dengan MC bang Ikono, ah ya, saya baru pertama kali bertemu dengan beliau, setelah sebelumnya hanya sempat berinteraksi lewat &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;twitter&lt;/i&gt;. Moderator hari ini adalah mas Fithra dengan menghadirkan 4 pembicara. Pembicara pertama adalah Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, yang berbicara mengenai ITB dalam mewujudkan konsep &lt;i&gt;world class university&lt;/i&gt; berkebangsaan. Kemudian ada Pak Nurdin Sobari dari Fakultas Ekonomi UI, Bu Niken dari RRI dan Pak Andika Fajar dari Kementerian Ristek. Sesi ini diakhiri dengan penandatanganan MoU antara pihak PPI Jepang dengan RRI mengenai kerja sama penyiaran berita-berita dari Jepang. &lt;i&gt;Dan kemudian kita makan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619848358434809313%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCJDrtsHQto_7Yg%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kembali dimulai dengan &lt;i&gt;plenary session&lt;/i&gt; yand dipandu oleh Dr. Chairul Anwar, dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Gubernur Bangka Belitong dan Dr. Djoko dari PLN. Masing-masing berbicara dengan tema besar &lt;i&gt;nuclear power plant&lt;/i&gt;, dan bagaimana posisinya di tanah air tercinta ini. Setelah itu &lt;i&gt;break&lt;/i&gt; sholat dan acara dilanjutkan dengan  &lt;i&gt;parallel session&lt;/i&gt; kembali. Kembali saya menuju kelas &lt;i&gt;medicinal and medicine science&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;food and biology&lt;/i&gt;. Presentasi menarik dengan pembahasan yang beragam dari beberapa &lt;i&gt;participants&lt;/i&gt;, mba Sara wardhani, bang Ikono, Toni, dan beberapa lagi yang saya lupa, tenang saja karena bisa dilihat di proceedings-nya, hehe... &lt;i&gt;Parallel session&lt;/i&gt; ini berlangsung hingga maghrib dan acara kemali diakhiri dengan bento. &lt;br /&gt;Sebelum pulang, saya sempatkan dahulu untuk berdiskusi dengan mba Sara, yang ternyata adalah alumni Farmasi UI angkatan 2000, saat ini sedang studi S3 nya di University of Tokyo. Cukup panjang diskusi mulai dari presentasi ilmiah hingga karakter para  mahasiswa di Indonesia. Ya, beliau berkata bahwa selama ini kita yang mengandalkan diktat untuk mendapatkan nilai, akan kesulitan nantinya jika akan melanjutkan belajar ke negeri orang.  Bahwa, kita seharusnya terbuka dan tidak terkungkung pada dunia kelas saja, beliau bahkan bersedia diajak diskusi oleh mahasiswa farmasi UI mengenai farmakologi dan fitokimia. Beliau menyarankan saya untuk bisa membentuk kelompok studi agar bisa meng-&lt;i&gt;update&lt;/i&gt; ilmu kita. Dan saya sampaikan ucapan terima kasih, serta berjanji akan mengontak beliau selanjutnya. Perbincangan ternyata berakhir cukup lama yang mengakibatkan dua orang teman saya lama menunggu. &lt;i&gt;Gomennasai guys&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini syafiq berencana menginap di hotel kami, karena keesokan harinya kita akan berkunjung ke rumah mas Aisar di Yokohama. Pada awalnya hendak mencari makan di luar malam ini, namun sepertinya rasa lelah cukup menyergap kami sehingga langsung saja menuju tempat tidur di kamar hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-848380468293898983?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/848380468293898983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-2-fullday.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/848380468293898983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/848380468293898983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-2-fullday.html' title='Steps in Tokyo #2 : Fullday'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8500018107202576445</id><published>2011-06-19T15:35:00.001+07:00</published><updated>2011-06-19T15:36:31.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #1: Tapak pertama di Bumi Sakura</title><content type='html'>&lt;i&gt;“If we’re growing, we’re always going to be out of comfort zone”&lt;/i&gt; (John Maxwell)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Narita, here we comes&lt;/i&gt;. Tujuh jam kurang lebih saya beradadi udara dengan menaiki pesawat Garuda GA884 tujuan Tokyo. Setelah sebelumnya bertemu dengan salah satu dari dua yang diundang ke Tokyo, Lestian, tepat saat &lt;i&gt;check in&lt;/i&gt; pesawat. Jika anda menemukan seorang pemuda sendirian, seumuran mahasiswa dan menaiki pesawat yang sama maka anda akan mudah menyimpulkan bahwa pemuda tersebut adalah teman setujuan. Dan benar saja, ketika akan memasuki pesawat, kami menemukan satu lagi mahasiswa yang menjadi peserta AMSTECS, mahasiswa UI berasal dari Palembang bernama Surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara Narita, berlokasi di Narita, merupakan salah satu dari dua bandara utama di Jepang, selain bandara Haneda. Bandara Narita memiliki dua terminal yang dihubungkan dengan &lt;i&gt;shuttle bus&lt;/i&gt; dan kereta. Penerbangan Garuda kami mendarat di terminal dua kurang lebih pukul 09.00 waktu Tokyo. Penumpang tidak langsung masuk ke &lt;i&gt;main building&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;honkan&lt;/i&gt;) bandara Narita, namun masuk ke &lt;i&gt;satellite building&lt;/i&gt; terlebih dahulu. Kedua bangunan dihubungkan oleh &lt;i&gt;terminal 2 shuttle system&lt;/i&gt;, berupa kereta monorel tanpa masinis. Terlihat pada dinding kereta terdapat tulisan yang berisi permohonan maaf mengenai lampu di dalam kereta karena adanya penghematan listrik. Hal ini memang terjadi setelah bencana di Fukushima. Kehilangan reaktor nuklir tentu mengakibatkan berkurangnya pasokan energi bagi Jepang, mengingat negara ini tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses disembarkasi, kami disambut oleh dua mas-mas panitia, yaitu mas Fithra dan mas Aisar. Bersama dengan rombongan dari RRI Jakarta, kami berangkat dengan menaiki &lt;i&gt;Airport Limousine Bus&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;fare&lt;/i&gt; sebesar 3000 yen menuju Hotel Prince Park Tower Tokyo. Meskipun harus membayar sendiri dahulu, uang kami diganti setelahnya. Selama perjalanan, memang terlihat perbedaan mencolok dengan jalan di Ibu Kota Indonesia. Jalan lengang dan tak banyak mobil dengan pemandangan menarik di sisi kiri dan kanan. Satu hal lagi yang saya perhatikan adalah saya tidak menemukan motor di Jalanan Tokyo. Kalaupun ada, hanya sedikit motor &lt;i&gt;matic&lt;/i&gt; yang lalu lalang atau motor gede sekalian. Sekelas motor-motor bebek di Indonesia, anda akan putus asa mencarinya. Sampai di Hotel Prince Park Tower Tokyo kami menaiki taksi menuju tempat penginapan kami yang sebenarnya di Hotel Asia Center Japan,daerah Roppongi. Hal yang menarik bahwa taksi di Jepang dilengkapi dengan GPS, berupa peta digital dan juga dilengkapi dengan semacam buku penunjuk jalan sebagai senjata penjawab tujuan penumpang oleh para supir taksi. Taksi di sana cukup mahal karena ongkos awalnya saja sudah sebesar kurang lebih 710 yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619583229894958065%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Such a Sudden Presentation&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di hotel, langsung saja saya rebahkan badan ini di kasur empuk hotel. Namun, tidak bisa berlama-lama karena pukul 14.00, kami harus berangkat lagi ke lokasi acara di GRIPS (&lt;i&gt;National Graduate Institute for Policy Studies&lt;/i&gt;). Setelah rapi-rapi hingga pukul 14.30, dan ternyata kami tertinggal dari rombongan RRI yang kebetulan menginap pada hotel yang sama. Beruntung, ada mas Aisar yang datang dan mentraktir kami &lt;i&gt;bento&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; yang dibeli di FamilyMart&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih 5-10 menit berjalan dari Hotel, kami tiba di TKP, yang bersebelahan dengan National Art Museum. Langsung menuju meja registrasi dan saya tidak menemukan nama saya di daftar participant. &lt;i&gt;Masya Allah&lt;/i&gt;, malah saya menemukan nama saya berada di list &lt;i&gt;invited speaker&lt;/i&gt;. Memang status saya dan Lestian adalah undangan karena berhasil sebagai dua besar SINNOVA, namun tidak menyangka saja menjadi masuk dalam list &lt;i&gt;invited speaker&lt;/i&gt;. Memasuki &lt;i&gt;hall&lt;/i&gt; utama GRIPS, tengah berlangsung &lt;i&gt;plenary session&lt;/i&gt; dengan pemateri dari seorang professor asal India, Prof. Dr. Govindan Parayil, dan Prof. Dr. Sunami Atsushi, &lt;i&gt;associate professor&lt;/i&gt; dari GRIPS yang masing-masing berbicara dengan tema besar sistem inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah presentasi berlangsung, tiba-tiba seorang panitia, mas Abdurrohman, memberitahu kami untuk bersiap presentasi proposal penelitian kami di depan reviewer di tempat yang berbeda. &lt;i&gt;Jreeeng, waw&lt;/i&gt;, langsung saja saudara-saudara, tanpa berpikir macam-macam, dengan persiapan singkat, saya, &lt;i&gt;the lucky number one&lt;/i&gt;, menuju ruangan yang digunakan penilaian presentasi proposal SINNOVA kami. Presentasi singkat di depan tiga &lt;i&gt;reviewer&lt;/i&gt; yang ternyata dari Indonesia, mengingatkan kembali pada seminar hasil penelitian 4 hari sebelumnya. Bermodalkan bahasa Inggris yang cukup pas-pasan, terabas saja semua tantangan yang ada. &lt;i&gt;Bismillah&lt;/i&gt;, Allah bersama orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia Culture Night&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengangkat tema &lt;i&gt;“with love for Japan”&lt;/i&gt;, acara malam ini diisi dengan persembahan seni budaya Indonesia dan juga sebagai ajang charity untuk korban bencana tsunami kemarin. Diawali dengan tarian Bali, dibawakan dengan anggun oleh mahasiswa asal Indonesia yang studi di Jepang. Kemudian dilanjutkan  lagu, Mahadewi dan Kuyakin Cinta sebagai pemanasan awal acara berikutnya. Kemudian ada pertunjukan Tari Piring yang dibawakan oleh mahasiswa asal Indonesia dan pertunjukan pencak silat yang menariknya, tidak hanya dibawakan oleh orang Indonesia, tetapi juga orang asing yang ikut belajar pencak silat. Acara akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama peserta yang hadir saat itu.&lt;br /&gt;[foto-foto]&lt;br /&gt;Begitulah, dan hari pertama diakhiri dengan santapan malam, berupa &lt;i&gt;bento&lt;/i&gt;. Oh iya, hari pertama ini saya berkenalan dengan anak-anak ITB, yaitu syafiq, surani, dan ega, &lt;i&gt;hopefully I can meet you again guys&lt;/i&gt;. Dan berjalan lagi di sepanjang Tokyo Midtown, menuju Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400" height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113052703235574807457%2Falbumid%2F5619605783587071185%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCKucydjdg9mAUQ%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan-catatan:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;1. Bento merupakan semacam nasi kotak di Indonesia. Biasanya bento berisi nasi, ikan atau daging, dan beberapa potong sayuran.&lt;br /&gt;2. FamilyMart merupakan supermarket &lt;i&gt;franchise&lt;/i&gt; yang ada di Jepang, dan termasuk tiga besar toko &lt;i&gt;franchise&lt;/i&gt;  yang ada di Jepang, selain 7-Eleven, dan Lawson. FamilyMart biasa disebut &lt;i&gt;‘Famima’&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;‘Famirimato’&lt;/i&gt; oleh orang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8500018107202576445?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8500018107202576445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-1-tapak-pertama-di-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8500018107202576445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8500018107202576445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-tokyo-1-tapak-pertama-di-bumi.html' title='Steps in Tokyo #1: Tapak pertama di Bumi Sakura'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6569890354667592298</id><published>2011-06-18T22:23:00.003+07:00</published><updated>2011-07-11T11:33:56.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>Steps in Tokyo #0: SebelumMuka</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L-z8bsYIuy4/TfzCbrCeOrI/AAAAAAAAATM/0ps0_Sbzq5c/s1600/amstecs.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="86" src="http://4.bp.blogspot.com/-L-z8bsYIuy4/TfzCbrCeOrI/AAAAAAAAATM/0ps0_Sbzq5c/s400/amstecs.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari”&lt;/i&gt; (Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kenyataan sains hari ini ternyata berawal dari  imajinasi para penemunya. Anda tahu ponsel hari ini berawal dari sebuah film yang menciptakan versi imajinasi telepon tanpa kabel dan bisa dibawa kemanapun. Kita juga mengenal Wright bersaudara, di masanya benda non burung sudah tervonis tidak akan pernah bisa terbang. Meskipun demikian, duo bersaudara tersebut tetap bermimpi besar, dan kita selanjutnya melihat bagaimana seorang tukang sepeda menjadi penerbang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu catatan perjalanan saya, tidak terlalu istimewa, namun saya senang saja menuliskannya. Mungkin akan ada ilmu yang bisa diambil, ada hikmah yang bisa digali. Bagaimanapun juga benar perkataan Ali bin Ab Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Dan peradaban besar selalu dimulai dari kultur menulis para pembangunnya, karena dengannya peradaban besar tetap terjaga, juga terwariskan ke generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya pun memiliki mimpi untuk merantau ke negeri orang, mengenal berbagai macam kultur, mengambil jalan-jalan yang belum pernah ditapaki sebelumnya. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, catatan ini dan beberapa seri ke depannya, bukan tentang kisah saya merantau ke negeri orang, belum, hal tersebut belum tercapai. Tetapi kisah ini menjadi catatan berharga dalam kehidupan, bahwa sekecil apapun langkah kita, tetaplah melangkah maju karena setiap perjalanan panjang selalu dimulai dari sebuah langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cerita di awal mula&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, sebenarnya saya tidak tertarik dengan kompetisi itu, &lt;i&gt;call for proposal Student Innovation Award (SINNOVA)&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;, karena tidak menjanjikan hibah penelitian bagi para pemenangnya. Tetapi, setelah diajak oleh teman, saya pun akhirnya tetap mengirimkan proposal riset saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J&lt;i&gt;eng, jeng, jeng&lt;/i&gt;.. Setelah satu bulan berlalu dan pengumuman 50 proposal terbaik pun muncul. Saat itu sedang mengecek &lt;i&gt;wall&lt;/i&gt; di  &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt;, “selamat ya gam, menang di SINNOVA”. Langsung saja, tanpa basa-basi, kursor mengarah membuka situs SINNOVA, dan &lt;i&gt;jeng, jeng, jeng&lt;/i&gt;, memang ada nama saya di antara dua besar. &lt;i&gt;Allahu akbar &lt;/i&gt;adalah kata pertama yang terucap. Namun, kemudian sayang sekali, kita semua berduka, bencana itu melanda Jepang. Keberangkatan pun diundur hingga dua bulan. Tidak mengapa, karena fokus kita adalah penelitian tugas akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah, saya diundang untuk presentasi di Jepang pada acara AMSTECS (&lt;i&gt;Annual Meeting for Science and Technology Studies&lt;/i&gt;)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; 2011. Pengalaman menarik dan semoga diberkahi Allah swt. &lt;i&gt;Aamiin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan-catatan:&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) SINNOVA merupakan bagian dari acara AMSTECS yang bertujuan untuk mengumpulkan proposal-porposal riset terbaik dari mahasiswa-mahasiswa undergraduate di Indonesia, selanjutnya dinilai menjadi 50 proposal terbaik. Dua proposal riset terbaik diundang ke acara AMSTECS untuk dipresentasikan pada acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) AMSTECS merupakan acara tahunan yang diadakan oleh PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Jepang pada bidang sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6569890354667592298?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6569890354667592298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-japan-0-sebelummuka.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6569890354667592298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6569890354667592298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/06/steps-in-japan-0-sebelummuka.html' title='Steps in Tokyo #0: SebelumMuka'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-L-z8bsYIuy4/TfzCbrCeOrI/AAAAAAAAATM/0ps0_Sbzq5c/s72-c/amstecs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6142036007034869891</id><published>2011-05-07T17:36:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T04:00:45.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palestina'/><title type='text'>Hey, dia yang berjilbab biru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QnLtnvZNTe4/TcUghsqLTbI/AAAAAAAAARg/6tqft0YLQ4E/s1600/stock-photo-little-palestine-girl-praying-palestine-flag-in-background-70964746.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-QnLtnvZNTe4/TcUghsqLTbI/AAAAAAAAARg/6tqft0YLQ4E/s320/stock-photo-little-palestine-girl-praying-palestine-flag-in-background-70964746.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hai, dia yang berjilbab biru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dimana engkau? &lt;br /&gt;ketika kami terlelap di kasur empuk kami&lt;br /&gt;saat keamanan menghanyutkan kami&lt;br /&gt;mungkinkah di antara letusan-letusan?&lt;br /&gt;atau di jalan sekolahmu yang ditutup orang-orang biadab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang apa engkau?&lt;br /&gt;saat kami bersenda gurau, riang bersama keluarga dan sahabat&lt;br /&gt;mungkin kau mencemaskan ayahmu,&lt;br /&gt;atau saudara laki-lakimu yang belum pulang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hey, dia yang berjilbab biru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;tak takutkah engkau dengan tank-tank besar itu&lt;br /&gt;moncong-moncong senapan&lt;br /&gt;wajah-wajah garang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tantang mereka&lt;br /&gt;dengan batu-batu kerikil mu&lt;br /&gt;melayang-layang menyerbu&lt;br /&gt;gagah berani melawan angkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;wahai dia yang berjilbab biru&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;kami dengar di sana, &lt;i&gt;hufadz&lt;/i&gt; dilahirkan di antara desingan peluru&lt;br /&gt;kau sendiri, sudah berapa banyak?&lt;br /&gt;ah 1 atau 2, mungkin terlalu sedikit&lt;br /&gt;10 atau 20, ya kau membuat kami menunduk malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya, dia yang berjilbab biru!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;darahmu segar mewarnai tanah cintamu&lt;br /&gt;kau jemput kenikmatan hidup dengan syahidmu&lt;br /&gt;dan langitpun syahdu&lt;br /&gt;sementara kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Maafkan, dia yang berjilbab biru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kami sibuk dengan warna-warni duniawi&lt;br /&gt;antara tidak tahu dan tak mau tahu&lt;br /&gt;kami biayai mereka yang meremuk-redamkan kampungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ajari kami, dia yang berjilbab biru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;tentang keberanianmu&lt;br /&gt;tentang rasa pantang menyerah&lt;br /&gt;tentang cinta sebenarnya kepada Ilahi Robbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku kencang berlari&lt;br /&gt;Biar kuhadang dengan apa yang kupunya&lt;br /&gt;Hunus saja tubuh ini&lt;br /&gt;Biar kusyahid itu mati yang mulia&lt;br /&gt;Barisan kami Pemuda Palestina"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Edcoustic-Pemuda Palestina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6142036007034869891?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6142036007034869891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/05/hey-dia-yang-berjilbab-biru.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6142036007034869891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6142036007034869891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/05/hey-dia-yang-berjilbab-biru.html' title='Hey, dia yang berjilbab biru'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QnLtnvZNTe4/TcUghsqLTbI/AAAAAAAAARg/6tqft0YLQ4E/s72-c/stock-photo-little-palestine-girl-praying-palestine-flag-in-background-70964746.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5492919417459152565</id><published>2011-04-28T13:15:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T13:17:26.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Generasi Al Qur’an Istimewa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YmeaXh0OxFg/TbkFoS-UxBI/AAAAAAAAAO0/84Wqm7EZ3iQ/s1600/twin%2Bflower.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="http://1.bp.blogspot.com/-YmeaXh0OxFg/TbkFoS-UxBI/AAAAAAAAAO0/84Wqm7EZ3iQ/s400/twin%2Bflower.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Generasi Awal Istimewa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah dipungkiri bahwa generasi teristimewa yang pernah ada di muka bumi ini hidup pada masa-masa awal perkembangan Islam. Generasi ini tidak pernah muncul lagi sesudahnya walaupun ada pribadi-pribadi yang memiliki kualitas yang sama dengan generasi ini, namun tetap saja kualitas yang muncul tersebut bersifat individual bukan dalam sebuah generasi. &lt;br /&gt;Pegangan para generasi ini pun masih dimiliki oleh generasi sekarang, Al Quran dan perkataan, perbuatan, serta persetujuan dari Nabi Muhammad saw. Dengan jaminan dari Allah, pegangan ini tetap terjaga keasliannya sampai sekarang sehingga Al Quran dan As Sunah yang kita pegang saat ini adalah sama dengan yang dipegang generasi itu. Perbedaannya hanya mereka hidup bersama Muhammad saw, sedangkan generasi sekarang tidak. Namun jika hal ini menjadi alasan kemunduran generasi sekarang dibanding generasi itu maka niscaya Islam tidak akan pernah bertahan hingga saat ini, dan Allah sudah menjamin kelangsungan agama ini hingga hari akhir.&lt;br /&gt;Kemudian apa yang berbeda dari generasi awal ini ? Jika melihat lebih dalam lagi, ada beberapa hal asasi yang dapat menjadi jawaban:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Quran adalah satu-satunya referensi hidup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Generasi awal hanya mengambil Al Quran sebagai sumber panduan mereka dalam setiap langkah dan gerak. Hal ini bukanlah karena pada zaman tersebut tidak memiliki peradaban, kebudayaan, atau ilmu pengetahuan, padahal zaman tersebut sudah ada kerajaan besar Persia, Yunani dan sebagainya. Di sekeliling semenanjung Arab, budaya Nasrani dan Yahudi sudah mewarnai sejak lama. Namun sudah ter-planning dengan baik bagaimana Muhammad saw membina para sahabatnya sehingga bisa terlepas total dari budaya-budaya jahiliyah.&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah Muhammad saw mengarahkan pembinaannya agar referensi dari proses pembinaan tersebut hanya sumber orisinil Ilahi, yaitu Al Qur’an. Muhammad saw bertujuan membentuk suatu generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, murni hatinya dan lurus jalan hdupnya. Maka terbentuklah sebuah generasi gemilang yang pernah tercatat sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Quran untuk hidup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Generasi luar biasa ini mendekatkan diri dengan Al Quran bukanlah untuk menambah ilmu, bahan bacaan, atau pelipur lara. Bukanlah hanya semata-mata menambah isi pikiran dan dada, namun hakikat utamanya adalah memasukkan Al Quran dalam hidup mereka, urusan pribadi mereka, urusan masyarakat mereka. Dan tidaklah mereka menambah hafalannya kecuali sudah melakasanakan apa yang sudah dihafal sebelumnya. Perasaan  belajar untuk melaksanakan ini lah yang membuat Al Quran sudah menginfiltrasi kehidupan mereka, menjadi daging dan darah mereka, hadir dalam setiap tarikan dan hembusan nafas.&lt;br /&gt;Perasaan belajar untuk melaksanakan ini lah yang melahirkan generasi Qur’ani, mereka yang bukan hanya menjadikan Al Qur’an menjadi tempat kajian atau pelipur lara semata, tetapi juga menjadikan arahan Ilahi masuk dalam setiap gerak-gerik langkah hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vaDnOxw4PA0/TbkF0Y9o56I/AAAAAAAAAO8/IJFnlvfDjaQ/s1600/mujahiddesert2ux0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="318" src="http://1.bp.blogspot.com/-vaDnOxw4PA0/TbkF0Y9o56I/AAAAAAAAAO8/IJFnlvfDjaQ/s320/mujahiddesert2ux0.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pemisahan penuh Jahiliyah dan Islamiyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang perlu dicatat adalah mereka, para generasi awal Islam, sudah meninggalkan secara menyeluruh kehidupan jahiliyah mereka dan memeluk cahaya Islam secara kaffah. Mereka sudah memisahkan adat dan kebiasaan jahilliyah dari dalam diri mereka dan hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya sikap hidup. Mereka mencurahkan segala hidup mereka dalam kehidupan Islam. Mereka menjadikan Islam untuk hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk kita di zaman sekarang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berbagai inflitrasi budaya-budaya jahiliyiah sudah memporak-porandakan masyarakat Islam. Masyarakat Islam bahkan sudah diserang pemikirannya sejak dini melalui berbagai macam media sehingga, pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Al Quran bermunculan dari kalangan Islam sendiri. Di tengah kepungan kebudayaan jahiliyah ini, masyarakat Islam harus kembali kepada referensi utamanya Al Quran dan As Sunnah.&lt;br /&gt;Tugas kitalah untuk tersadar mencabut segala akar-akar jahiliyah dari diri-diri kita, dari keluarga kita, dari masyarakat kita. Kita harus mengenal diri kita, menyadari jalan yang harus ditempuh untuk  keluar dari suasana jahiliyah seperti para generasi awal ini. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Sayyid Quthb. &lt;i&gt;Ma’aalim  fi Ath Thoriq&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5492919417459152565?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5492919417459152565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/04/generasi-al-quran-istimewa.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5492919417459152565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5492919417459152565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/04/generasi-al-quran-istimewa.html' title='Generasi Al Qur’an Istimewa'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YmeaXh0OxFg/TbkFoS-UxBI/AAAAAAAAAO0/84Wqm7EZ3iQ/s72-c/twin%2Bflower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2231747946061616075</id><published>2011-04-16T08:18:00.000+07:00</published><updated>2011-04-16T08:18:27.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>In a Cup of Tea</title><content type='html'>“&lt;i&gt;Come let us have some tea and continue to talk about happy things&lt;/i&gt;” (Chaim Potok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Minuman pembuka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yPasFz-kvCA/TajSpYxuKfI/AAAAAAAAAOU/03uuTX7Dyek/s1600/tea-cup.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-yPasFz-kvCA/TajSpYxuKfI/AAAAAAAAAOU/03uuTX7Dyek/s200/tea-cup.jpg" width="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari dan secangkir teh hangat sungguh nikmat, tidak hanya bagi anda pecinta teh tetapi juga sebagian besar masyarakat dunia dengan pengecualian para penikmat kopi yang tentunya akan lebih memilih kopi. Teh tak diragukan lagi merupakan minimun yang mendunia, disajikan di berbagai kesempatan istimewa dari istana kerajaan Inggris hingga lesehan bambu pedesaan Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum jenis teh yang ada di dunia ini adalah teh putih, kuning, hijau, hitam, oolong, dan teh fermentasi. Kultur masyarakat membantu menciptakan beragam jenis hidangan teh yang sesuai dengan karakteristik masyarakat tersebut. Bahkan penamaan pun dapat berbeda walau dalam jenis teh yang sama, sebagai contoh istilah "teh merah (red tea)" yang digunakan oleh masyarakat asia ternyata merupakan teh yang sama yang disebut "teh hitam (black tea)" oleh masyarakat barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ini teh susu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tenang... saya tidak hendak merubah topik pembicaraan menjadi susu; mari bicara teh. Minuman teh merupakan hasil dari produk agrikultur daun atau pucuk daun dari spesies Camellia sinensis maupun varietasnya. Teh pada umumnya dibuat dengan memanaskannya bersama air dan meminumnya setelah air tersebut berubah warna. Tentunya proses ini yang dikenal sebagai infus ini pada dasarnya mengekstraksi kandungan zat dalam teh ke dalam air.&lt;br /&gt;Teh merupakan tanaman asli daerah asia selatan dan timur dengan kemunculan kebiasaan meminum teh pertama kali kemungkinan besar berasal dari daerah sana, meskipun masih belum diketahui secara pasti. Namun penggunaan teh sebagai minuman tercatat pada abad ke-10 sebelum masehi. Teh sudah biasa diminum pada zaman Dinasti Qyn. Dibawa oleh para pedagang Cina, teh menjadi minuman favorit yang mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LH5NxqJQmwg/TajlNOa7OlI/AAAAAAAAAOk/uas1KGKkYVo/s1600/origin-tea.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="http://2.bp.blogspot.com/-LH5NxqJQmwg/TajlNOa7OlI/AAAAAAAAAOk/uas1KGKkYVo/s200/origin-tea.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Seeing inside&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QkLXp9Nc0J4/TajkjJIpCAI/AAAAAAAAAOc/nZkKWeYdFLE/s1600/tea-ceremony.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://4.bp.blogspot.com/-QkLXp9Nc0J4/TajkjJIpCAI/AAAAAAAAAOc/nZkKWeYdFLE/s200/tea-ceremony.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Teh minuman nikmat yang didapat dari daun atau kuncup daun kering dari tanaman teh. Dengan begitu banyak manfaat yang dirasakan oleh para penikmat teh, para pencari tahu menelisik kandungan ekstrak teh dan setelah melalui proses berliku, didapat berbagai macam senyawa kimia dalam teh, terutama dari keluarga besar polifenol.&lt;br /&gt;Jika anda membuat segelas teh hijau yang terkenal itu kemudian anda keringkan hingga habis airnya maka anda akan mendapatkan ampas teh sebanyak kurang lebih 250-350 mg. Dari bobot sebesar itu ketika anda mengurainya lebih lanjut akan didapat 30-42% senyawa katekin (bagian dari keluarga polifenol) dan 3-6% kafein. Dari senyawa-senyawa yang disebut katekin ini yang paling dinilai menarik terutama senyawa (-)-epigalokatekin-3-galat (EGCG). Saat pembuatan teh hitam (atau teh merah yang biasa diseduh orang Indonesia), daun teh dilumat hingga hancur mengakibatkan enzim polifenol oksidase mengkatalisis oksidasi sehingga terjadi polimerisasi dari katekin. Intinya adalah enzim polifenol oksidasi mempercepat reaksi oksidasi sehingga terjadi proses penggabungan senyawa-senyawa katekin (ini yang disebut polimerisasi...). Hasil reaksi oksidasi ini juga adalah senyawa theaflavin (yang tidak terdapat di teh hijau) dengan turunan-turunannya (theaflavin-3-galat, theaflavin-3'-galat, theaflavin-3,3'-digalat) yang membentuk kekhasan warna, rasa, dan aroma teh hitam.&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga artis dalam kandungan teh adalah senyawa polifenol dengan aktivitasnya sebagai antioksidan yang berasal dari kemampuannya untuk menangkap spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS). Selain itu, polifenol dari teh juga mampu mengikat berbagai ion logam sehingga mencegah keikutsertaan mereka dalam proses reaksi peroksidasi dalam tubuh. Polifenol teh hijau dan teh hitam ternyata juga dapat menangkap spesies nitrogen reaktif sehingga mengurangi kerusakan pada jaringan lemak, protein, dan asam nukleat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teh eh teh...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teh diyakini oleh masyarakat dunia memiliki berbagai banyak khasiat dan beberapa penelitian memang menunjukkan hal yang serupa. Teh dengan kandungan polifenolnya yang terkenal itu, dapat menghambat oksidasi dari LDL (&lt;i&gt;low density lipoprotein&lt;/i&gt;-si lemak baik) sehingga menghambat perkembangan arterosklerosis yang memungkinkan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Selain itu efek hipokolesterolemik juga berkontribusi pada perlindungan dari penyakit jantung.&lt;br /&gt;Pada model tikus (percobaan dengan tikus maksudnya) teh memperlihatkan efek penghambatan terhadap karsinogenesis (proses pembentukan kanker) yang lagi-lagi ditunjukan oleh keluarga polifenol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;On the other side of the looking glass&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dari segala hal kemampuan teh dalam menolong manusia meningkatkan kualitas hidupnya, tersimpan juga sisi lain dari sisi baik. Polifenol teh memiliki kecenderungan kuat untuk berikatan dengan protein dan berbagai mineral. Sehingga dimungkinkan mengakibatkan penurunan absorbsi asupan protein (terutama jenis prolin) dan mineral-mineral oleh tubuh. Kita bisa mengambil kesimpulan mencampur susu bersama teh atau meminum susu berbarengan dengan teh, hampir bisa dipastikan menyebabkan efek baik susu menjadi tidak berguna. Meskipun demikian studi lebih lanjut mengenai efek tidak bersahabat dari teh tetap dilakukan.&lt;br /&gt;Konsumsi terlalu banyak dari teh dapat berakibat pada gangguan nutrisi akibat dari kecenderungan kuat  polifenol dalam berikatan serta kandungan kafeinnya, meskipun demikian tidak ada data yang benar-benar menunjukkan bahwa hal tersebut membahayakan bagi nyawa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mari ngeteh, mari bicara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CboqBWDqJ2o/TajszpszV2I/AAAAAAAAAOs/t7f9IrH4an8/s1600/teh-hijau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-CboqBWDqJ2o/TajszpszV2I/AAAAAAAAAOs/t7f9IrH4an8/s200/teh-hijau.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan memang teh menjadi minuman nikmat peneman perbincangan, karena dirasakan dapat memberikan sensasi relaksasi saat meminumnya. Sebuah senyawa bernama L-Theanine yang bertanggung jawab atas efek ini. L-Theanine merupakan asam amino istimewa pada teh dan memberikan apa yang disebut sebagai rasa ke-5. L-Theanine akan menstimulasi perubahan gelombang  otak ke gelombang alfa (hal yang sama juga didapat jika bermeditasi) sehingga menciptakan sensasi relaksasi yang dalam. Selain itu L-Theanine juga mempengaruhi kadar dopamin dan seretonin dalam otak yang memproduksi efek relaksasi.&lt;br /&gt;Dan dari secangkir teh tentunya banyak yang kita peroleh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Let's have a cup of tea...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;1. Wikipedia&lt;br /&gt;2. Yang dan Landau. 2000. The Journal of Nutrition.&lt;br /&gt;3. NaturDoctor.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2231747946061616075?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2231747946061616075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/04/in-cup-of-tea.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2231747946061616075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2231747946061616075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/04/in-cup-of-tea.html' title='In a Cup of Tea'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yPasFz-kvCA/TajSpYxuKfI/AAAAAAAAAOU/03uuTX7Dyek/s72-c/tea-cup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3951153001594264773</id><published>2011-02-26T23:14:00.006+07:00</published><updated>2011-02-28T15:11:09.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Memang Begitulah Adanya…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-gmCMX7PwaZE/TWkix0b3eKI/AAAAAAAAANI/e_tnxaVDd5A/s1600/skyflower.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh4.googleusercontent.com/-gmCMX7PwaZE/TWkix0b3eKI/AAAAAAAAANI/e_tnxaVDd5A/s200/skyflower.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Jika kita bertanya di setiap sudut kehidupan ini&lt;br /&gt;pertautan saling silang akan menunjukkan bagaimana banyak pertanyaan-pertanyaan yang sungguh saling terkait.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip umum itu sungguh ada&lt;br /&gt;mereka menyebutnya teori&lt;br /&gt;dan dengan pengujian yang sungguh sangat teliti, mereka menyebutnya Hukum Alam&lt;br /&gt;dan memang begitulah adanya, cara dunia bekerja&lt;br /&gt;kita mungkin tidak selalu tahu mengapa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika molekul-molekul menyerap energi &lt;br /&gt;mereka berjingkak, berputar, menari, melambungkan atom-atomnya, sikut dan tabrak sana-sini&lt;br /&gt;mereka terlalu bersemangat!&lt;br /&gt;dan kita menyebutnya menghangat, lalu memanas&lt;br /&gt;dan memang begitulah adanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika anda mampu membaca bahasanya&lt;br /&gt;tubuh manusia adalah buku terbesar sedunia, juga unik&lt;br /&gt;maka molekulnya adalah huruf, nukleotida adalah kata-kata, dan gen…&lt;br /&gt;kita bisa menyebutnya kalimat, merangkai informasi-informasi istimewa dari Pencipta&lt;br /&gt;istimewa untuk saya, istimewa untuk anda&lt;br /&gt;dan kita tak pernah benar-benar sama, meskipun terlahir berdua dalam identik&lt;br /&gt;dan memang begitulah adanya.&lt;br /&gt;Dalam seuntai pita paling memesona sejagad&lt;br /&gt;ada begitu banyak kata yang dikombinasi menjadi begitu banyak kalimat&lt;br /&gt;dan matematika sederhana memperkirakan anda memiliki peluang mendapat kombinasi yang sama teramat kecil,&lt;br /&gt;dan memang begitulah cara kerjanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-qP7nWZE0McI/TWklLa7coLI/AAAAAAAAANU/iBkpHv6ssok/s1600/father-son1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-qP7nWZE0McI/TWklLa7coLI/AAAAAAAAANU/iBkpHv6ssok/s1600/father-son1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengapa begitu, Ayah?&lt;br /&gt;Mengapa hal ini terjadi, dan yang lain tidak,&lt;br /&gt;mengapa air mengalir ke tempat rendah, dan bumi berputar?&lt;br /&gt;Ini bukan pertanyaan konyol, apalagi mengada-ada&lt;br /&gt;ini pertanyaan paling mendalam di dunia sains&lt;br /&gt;dan mereka pun menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ada dua kausalitas di jagad raya: energi dan entropi&lt;br /&gt;karena segala sesuatu akan menurunkan energinya kalau bisa&lt;br /&gt;karena segala sesuatu akan menaikkan entropinya kalau bisa&lt;br /&gt;dan ini masalah keseimbangan keduanya.&lt;br /&gt;Maka anda akan menemukan sesuatu berlalu spontan atau tidak,&lt;br /&gt;dan memang begitulah adanya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-MhUpCpTf21Q/TWkmgygXNvI/AAAAAAAAANY/t53WyDjX8rs/s1600/1280_1024_nature_wallpaper_106320843.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="https://lh4.googleusercontent.com/-MhUpCpTf21Q/TWkmgygXNvI/AAAAAAAAANY/t53WyDjX8rs/s320/1280_1024_nature_wallpaper_106320843.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”  &lt;/i&gt; (Qs. 3: 190)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3951153001594264773?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3951153001594264773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/02/memang-begitulah-adanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3951153001594264773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3951153001594264773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/02/memang-begitulah-adanya.html' title='Memang Begitulah Adanya…'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-gmCMX7PwaZE/TWkix0b3eKI/AAAAAAAAANI/e_tnxaVDd5A/s72-c/skyflower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1031101592206592870</id><published>2011-02-12T22:25:00.003+07:00</published><updated>2011-02-12T22:42:31.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Apa Kabar Saudaramu?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Saya hendak menampar diri saya sendiri lewat tulisan ini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Duduk termenung ia sendiri, adakah engkau perhatikan ? Jika ya, adakah engkau menyapa ? Jika ya, Sudahkah engkau berbuat untuknya ?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ti4axMd1Pjc/TVajUdviyAI/AAAAAAAAANE/3YW2qYKW8KA/s1600/friendship2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ti4axMd1Pjc/TVajUdviyAI/AAAAAAAAANE/3YW2qYKW8KA/s200/friendship2.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Teringat sebuah hadist,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya kedudukan seorang mukmin di kalangan orang-orang beriman adalah seperti kepala dari tubuhnya. Ia akan merasa sakit jika badannya sakit.”&lt;/i&gt; (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hubungan kuat antara sesama muslim, ada kasih sayang, ada kepekaan di dalamnya. Rasulullah mengandaikannya dengan hubungan sistem saraf di dalam tubuh kita, begitu cepat ketika bagian tubuh terluka maka bagian lainnya ikut merespon. Dalam sholat berjamah pun sudah seharusnya kita merapat hingga tak ada celah syaitan antaranya. Ada hikmah lainnya, kita dapat merasakan kondisi tubuh saudara kita di sebelah kanan dan kiri, terasa panas, demamkah ia, mungkin sedang menggigil.&lt;br /&gt;Persaudaraan mana yang lebih erat ikatannya dari para Rasulullah dan para sahabat. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda, namun satu sama lain paham, mengerti bagaimana cara menasihati yang tepat untuk setiap karakter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Romantisme berukhuwah, itu usang mungkin tercemar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digerus kesibukan bersama waktu, sudahkah kita melihat kanan dan kiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Oh dia baik-baik saja, raut mukanya standar…”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling mudah melihat kondisi orang memang dari sikapnya atau air mukanya, tidak berbohong biasanya.  Entahlah, tapi banyak orang yang pandai menyembunyikan perasaannya, masalahnya jauh di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berbicara kita seharusnya pandai membaca isi hati orang lain kawan. Hati bukanlah buku yang bisa dibuka dan dibaca dengan mudahnya. Tidak pula seperti membalikan kertas, hati hanya bisa dibolak-balikan oleh Sang Pemilik hati. Oleh karenanya tugas kita adalah sebatas mengupayakan agar hati saudara-saudara kita dapat terikat dan dekat kepada kita. Sayangnya terkadang, hati sendiri juga masih labil nan sering galau, sehingga bagaimana dapat mempengaruhi hati orang lain. Namun kita berada dalam kekeliruan ketika hal itu menjadi alasan besar untuk tidak peduli. Bergeraklah sebatas kemampuan kita, sebarkan kebaikan bukan kegalauan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah-ukhuwah, tali-tali persaudaraan yang tersimpul erat dalam naungan cintaNya begitu indah, ketika bersama dalam ketaatan dan berpadu dalam perjuangan hidup. Hei-hei, tunggu dulu, benarkah? Benarkah keindahan itu, romantisme itu ada ketika kita berjabat erat dengan kesibukan-kesibukan dunia. Bagaimana dengan hal sederhana semacam tegur-sapa-tanya-kabar? Salam mungkin? Atau bahkan bertemu saja susah. Romantisme mu murni usang kawan, mengarat tenggelam bersama dengan kepedulian-kepedulian yang gompal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh romantisme, apa yang anda pikirkan begitu mendengar kata itu, cintakah antara dua insan yang merindu dan bla..bla..bla.. Suci cinta itu ketika terbingkai dalam fitrahnya dan tak terjebak dalam maksiat kepadaNya. Rasa dirasa lama-lama terbawa, fitrah itu pun muncul. Tak masalah, namun menjadi masalah ketika fitrah itu terbablas, menurut kemaun nafsu yang berkedok perasaan indah. Interaksi-interaksi menjadi berbeda, tidak wajar, gaya-gaya manis, ucapan-ucapan indah, terdengar merdu, hal-hal yang semestinya hanya untuk pasangan yang sudah dituliskan di Lauful Mahfuz. Itulah cemaran yang bisa terjadi. Berlebihan menanggapi respon dan/atau kekurangan dalam merespon. Semua seharusnya ada kadarnya, semua akan tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rabithah, lupakah kita?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru di jalanMu, dan berjanji setia untuk membela syariatMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma’rifahMu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-sebaik penolong.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempatkan kita, hadirkan wajah-wajah saudara kita dalam doa-doa tulus yang kita panjatkan. Berikan sedikit waktu kita, untuk menyebut nama-nama mereka dalam doa-doa khusu’ kita. Doakan untuk mereka kebaikan dalam sujud kita di sepertiga malam terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Atau...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan untuk hal sederhana ini saja kita perhitungan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;wallahu’alam bishawab&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1031101592206592870?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1031101592206592870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/02/apa-kabar-saudaramu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1031101592206592870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1031101592206592870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/02/apa-kabar-saudaramu.html' title='Apa Kabar Saudaramu?'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ti4axMd1Pjc/TVajUdviyAI/AAAAAAAAANE/3YW2qYKW8KA/s72-c/friendship2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1847940568071758495</id><published>2011-01-17T20:25:00.008+07:00</published><updated>2011-01-17T20:47:38.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><title type='text'>Stop Pikirkan Skripsimu !!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TTRGJYMNHfI/AAAAAAAAAMc/OncccAI5_fY/s1600/danger1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="174" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TTRGJYMNHfI/AAAAAAAAAMc/OncccAI5_fY/s200/danger1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah cukup provokatif judulnya? Belum? Awalnya saya hendak menggunakan judul ‘Buang saja Skripsimu’ atau ‘Bakar saja Skripsimu’, namun karena dirasa terlalu ekstrim maka saya memilih judul di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semester delapan, pada umumnya mahasiswa akan memulai rangkaian tugas akhirnya, yang tentu saja sebagai syarat kelulusan dari jenjang strata satu. Pada masa awal-awal semester dahulu yang sering dipikirkan adalah tugas dari OKK atau mabim, kemudian beranjak di pertengahan masa kuliah, ada yang aktif di organisasi atau memikirkan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; tugas yang semakin mencekik. Kemudian memasuki akhir masa kuliah maka satu hal yang mendapat porsi besar dalam benak kita, ya, tak lain dan tak bukan adalah skripsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Skripsi mungkin di awal hingga akhir merepotkan, dimulai dari pengajuan proposal penelitian (dengan pengurusan administrasi yang sudah mulai &lt;i&gt;rieuweh&lt;/i&gt;), kemudian pelaksanaan penelitian (semoga lancar…), hingga penyusunan skripsi, seminar, dan sidang tentu saja. Kepusingan datang tidak hanya dari skripsi itu sendiri namun juga masalah administrasi yang harus dipenuhi. Mau tidak mau tentunya harus dipenuhi jika memang ingin lulus, maka tak jarang kita melihat wajah yang berantakan, senyum yang sudah lari entah kemana, bahkan langkah yang sudah layu dari para pejuang skripsi. Sayang sekali jika kondisinya seperti itu maka malang &lt;i&gt;nian&lt;/i&gt; nasibmu nak, hilang sudah pancaran keceriaan dari wajahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri beban skripsi setiap mahasiswa memang berbeda-beda, ada yang mudah mungkin pula ada yang susah, namun saya rasa bukan di sana letak permasalahannya. Saya tentu saja tidak bicara bahwa kita harus membuang jauh-jauh permasalahan yang ada pada skripsi kita dan menjalaninya dengan santai saja (mau lulus kapan kau &lt;i&gt;boi&amp;nbsp;&lt;/i&gt;?). Namun saya rasa banyak di antara kita kehilangan rasa atau makna dibalik menjalani suatu penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu, banyak orang berkata bahwa kekuatan pikiran dapat mengubah persepsi kita terhadap keadaan, dan perubahan persepsi kita terhadap suatu kondisi akan merubah sikap kita dalam menanggapi suatu masalah. Sering banyak motivator ulung yang berkata bahwa bukan keadaan itu sendiri yang penting, namun lebih pada bagaimana kita bereaksi pada masalah tersebut. Hal ini yang menjadikan seseorang memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan atau masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan menjalani tugas akhir strata satu, semuanya saya rasa bisa menjadi lebih bermakna, lebih menyenangkan meski tetap memusingkan. Pusing mungkin, juga lelah, namun ketika hati tetap bergairah maka rasa dirasa semua kepenatan bisa diatasi dengan baik. Saya pun merasakan hal yang sama, pusing, khawatir, dan lelah menjadi satu, namun hal tersebut ternyata bisa dinikmati. Tidak percaya? Entah menikmati atau tidak namun optimisme selalu hadir di tiap gerak menjalani skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada persepsi, apa yang kita bayangkan ketika mendengar kata skripsi? Silahkan masing-masing punya bayangannya sendiri, begitu pula saya. Ketika mendengar kata skripsi, saya bisa membayangkan sebuah laporan yang cukup tebal dari hasil penelitian yang tidak mudah dan tidak murah, kemudian kita harus bertahan dari gempuran para &lt;i&gt;reviewer&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Wow&lt;/i&gt;, serasa ada beban yang menindih kepala ini. Namun saya mencoba merubah persepsi saya, dan saya menemukan hal yang menyenangkan yang lebih berharga berada di pikiran saya dibanding dengan beban-beban itu. Maka saya menghindari istilah skripsi dan menggantinya dengan sebutan penelitian atau riset. Sama saja ya? Tidak menurut saya, anda tahu, kesenangan ketika kita berhasil memecahkan sebuah persoalan yang kita miliki, mencoba hal-hal baru yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan kita bisa melakukannya, hal tersebut menjadi bayangan saya ketika mendengar kata riset. Gairah-gairah tersebut muncul begitu saja seiring dengan perubahan sudut pandang saya. Saya tidak mengandaikan bahwa penelitian nanti akan mudah dan lancar begitu saja, namun aktivitas kita dalam mencari jawaban atas permasalahan yang timbul, diskusi-diskusi yang akan kita lakukan dengan orang lain, menambah wawasan, membuka cakrawala pikiran, serta mencoba hal baru sekaligus mencoba hingga batas-batas diri kita adalah hal yang &lt;i&gt;luar biasa seru!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TTRCVVYlisI/AAAAAAAAAMY/vu2DYnBtqqM/s1600/One-Piece-Chibis-Running-231611.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TTRCVVYlisI/AAAAAAAAAMY/vu2DYnBtqqM/s400/One-Piece-Chibis-Running-231611.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan atau pun kekhwatiran pasti akan datang, namun seorang pemberani bukanlah mereka yang tidak memiliki rasa takut, tetapi mereka yang dapat menjalani dan mengatasi dengan bijak rasa takut mereka. Mantapkan hati kita kawan, ini adalah jalan yang kita pilih sendiri dengan sadar; kita secara dewasa paham akan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin saja timbul. Namun kenapa kita menyibukkan diri kita dengan ketakutan-ketakutan yang belum tentu terjadi, sedangkan ada hal-hal baru yang menggoda kita untuk mencobanya. &lt;i&gt;Have a great research&lt;/i&gt;!!!   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(di sela-sela revisi proposal penelitian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/qekZeTtjXxM/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qekZeTtjXxM&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/qekZeTtjXxM&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;because LIFE IS AN ADVENTURE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1847940568071758495?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1847940568071758495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/01/stop-pikirkan-skripsimu.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1847940568071758495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1847940568071758495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2011/01/stop-pikirkan-skripsimu.html' title='Stop Pikirkan Skripsimu !!!!'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TTRGJYMNHfI/AAAAAAAAAMc/OncccAI5_fY/s72-c/danger1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5964248742284379628</id><published>2010-12-22T18:04:00.000+07:00</published><updated>2010-12-22T18:04:44.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Amankah Habbatussaudah ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TRHbDu6ZA2I/AAAAAAAAAMI/w97PBCxkrMs/s1600/safety.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TRHbDu6ZA2I/AAAAAAAAAMI/w97PBCxkrMs/s200/safety.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Habbatussaudah yang dikenal di Indonesia sebagai jinten hitam, menjadi bahan produk-produk herbal yang laku di pasaran. Banyak produsen produk herbal tersebut yang mencatut hadist Rasulullah saw,&lt;i&gt;“Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)”&lt;/i&gt; (HR. Muslim), tentunya menjadi nilai tambah untuk menarik konsumen yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berbicara mengenai obat atau suplemen (baik berbahan kimia sintesis atau bahan alam) maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan: kualitas produk, keamanan, dan efikasinya. Ketiga hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan kondisi konsumen yang akan mengonsumsinya. Anda bisa bayangkan jika suatu produk obat/suplemen tidak memperhatikan tiga hal tersebut maka konsumenlah yang akan menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Habbatussaudah atau jinten hitam sebagai obat/suplemen yang dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit pun ternyata memiliki efek-efek yang tidak diinginkan. Padahal selama ini, perhatian masyarakat adalah pada khasiat dari suatu produk herbal tanpa lebih lanjut memikirkan bagaimana keamanan dari produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian oleh Zaoui, et.al. (2002) menunjukkan adanya efek toksisitas akut dan kronis yang dihasilkan oleh ekstrak minyak dari Nigella sativa. Pemberian sampel secara oral pada tikus percobaan menunjukkan LD&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; sebesar 2,06 ml/berat badan. Pengamatan pada konsentrasi dari enzim hepatik menunjukkan tidak adanya perubahan yang berarti, namun kadar serum glukosa, trigeliserida, dan kolesterol darah turun dengan drastis. Hal ini diikuti dengan timbulnya penurunan berat badan pada hewan coba. Penelitian ini juga meliputi sistem hematologi dari hewan coba. Pada penelitian ini menunjukkan adanya kenaikan kadar hemoglobin serta penurunan kadar leukosit dan trombosit secara signifikan. Selain itu penelitian secara in vitro juga menunjukkan adanya kematian sel limfosit oleh ekstrak Nigella sativa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, ternyata dapat kita simpulkan ekstrak Nigella sativa hanya memiliki efek toksisitas yang rendah dengan ditunjukkan tingginya angka LD&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; dan stabilitas dari enzim hepatik pada hewan coba. Oleh karena itu Nigella sativa memiliki kisaran indeks keamanan yang lebar.  Meskipun demikian, penggunaan ekstrak Nigella sativa perlu diperhatikan terutama pada pasien-pasien yang juga mengkonsumsi obat-obat yang berpengaruh pada sel darah putih dan trombosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Zaoui A, Y. Cherrah, N. Mahassini, K. Alaoui, H. Amarouch, M. Hassar. Acute and Chronic Toxicity of Nigella sativa Fixed Oil. &lt;i&gt;Phytomedicine&lt;/i&gt; 2002; 9: 69-74.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5964248742284379628?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5964248742284379628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/amankah-habbatussaudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5964248742284379628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5964248742284379628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/amankah-habbatussaudah.html' title='Amankah Habbatussaudah ?'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TRHbDu6ZA2I/AAAAAAAAAMI/w97PBCxkrMs/s72-c/safety.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4994834898300502199</id><published>2010-12-18T20:59:00.000+07:00</published><updated>2010-12-18T20:59:43.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><title type='text'>This is his way, what about you?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/1p2DItNn-nY/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1p2DItNn-nY&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/1p2DItNn-nY&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His name is Danang A. Probowo, he was an IPB (Bogor Institute of Agriculture) student. In that video clip he presented his life story which is so inspiring for me. &lt;span class="fullpost"&gt;One time, in an event in his institute, there was a speaker who said, “Write down your dreams concretely, and don’t write it in your memory only, because you will forget. Write down your 100 targets on a paper.” Then he did it and stuck it on his room wall. A lot of his friends laughed at him. But, one by one, that dreams on that paper was scratched because it came true. He did well in a national MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) championship. Then he was one of the champions in PIMNAS (National Student Science Week) year 2006. Even though, he was not the best in his class, but he was able to be IPB most achieved student and continued to national level. In that video he also wrote that if anyone thinks that he has GPA was 4.00 or always has a perfect score on every class then he said no, I’m not. He had ever had GPA 2.7 and he sometimes got C in his examinations, even he had ever repeated his class. But it was never make him down, as the time went, he could reach his dream to study aboard in Japan. He said that we have to be brave enough to have a big dream, because from his dreams, he has so many achievements until now. Reach that dreams with all your heart and have a faith that there is always a hope.&lt;br /&gt;Every time I play that video, there always appears a passion to move, to come up and reach my goals. After saw that true story, I realize that an ordinary man also can be an extraordinary person. Although there are so many failures that we meet, as long as we hold our faith firmly then we will find the way. I realize to think big and do my best efforts to reach my goals. I begun to write down my dreams, my success, also my failures, that they are a reminder for me that this life will be always fair, even though we sometimes judge it unfairly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"every long journey must begin with a single step"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4994834898300502199?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4994834898300502199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/this-is-his-way-what-about-you.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4994834898300502199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4994834898300502199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/this-is-his-way-what-about-you.html' title='This is his way, what about you?'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6486843062892944742</id><published>2010-12-09T20:02:00.004+07:00</published><updated>2010-12-09T20:10:10.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><title type='text'>Saya tentang Pemira UI: Refleksi Sederhana dari Mata Awam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;(Tulisan ini adalah bagian kedua dari dua tulisan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang masa kampanye BEM UI, pasangan kandidat yang paling gencar terlebih dahulu melakukan kampanye pasif, via berbagai media mulai dari baliho hingga grup di facebook dan twitter adalah maman-ijonk. Pasangan kandidat ini mengusung tema &lt;i&gt;together in excellence&lt;/i&gt;, mungkin bermaksud dengan bersama-sama, tanpa harus terbatas oleh golongan, maka keunggulan dapat dicapai. Dari sisi sakti-sri, yang mengusung tema akselerasi-inspirasi, memaksudkan sebuah kepemimpinan yang dapat menginspirasi banyak orang untuk dapat berakselerasi menuju hal yang lebih baik.&lt;br /&gt;Gaya media cetak tampaknya tidak jauh berbeda pada masing-masing kandidat. Foto kandidat menguasai hampir 70% space baliho, kemudian warna minimalis dengan ciri khas masing-masing menjadi gaya umum desain baliho kampanye. Cukup menarik dari kubu maman-ijonk yang membuat logo tematik bagi tiap-tiap fakultas dengan ke-khas-an masing-masing bidang ilmu. Perang media cetak tampaknya lebih didominasi oleh maman-ijonk, yang cukup progresif menebar jala dimana-mana. Perang dunia maya tidak kalah seru, membuat opini mahasiswa adalah kunci utamanya. Dengan kemudahan akses informasi di dunia maya, setiap opini yang dilemparkan dapat menjamah setiap sudut-sudut kampus.&lt;br /&gt;Debat kandidat adalah acara yang ditunggu-tunggu di tiap fakultas. Paling menarik, tentu saja di fakultas teknik. Berlangsung lebih dari 12 jam non-stop, setiap kandidat benar-benar teruji mental, pikiran, dan tubuh. Jalan yang serupa juga ternyata dicoba diterapkan di FH, meski tidak sebaik FT yang sudah merupakan tradisi turun-menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Between White and Black&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDSnVEZzGI/AAAAAAAAAL8/8tNkoHKUxBg/s1600/black-and-white-landscape.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDSnVEZzGI/AAAAAAAAAL8/8tNkoHKUxBg/s200/black-and-white-landscape.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Black campaign&lt;/i&gt; tidak lupa ikut ambil bagian dalam pemira ini. Opini-opini menjatuhkan nan destruktif harusnya tidak keluar dari lisan atau tulisan-tulisan mahasiswa UI.  Opini-opini memang banyak merebak di sana-sini, dengan dasar yang tidak jelas dan tidak kuat. Asal cuap, kicau, yang  penting riuh, bahkan ricuh menjadi senjata utama. Sayang disayang, terkadang mahasiswa, yang notabene adalah masyarakat ilmiah, lebih senang dengan opini-opini yang tidak jelas dan tidak kuat pijakannya, namun seru dan kontroversial.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang dan cinta, segalanya boleh, adalah kalimat mereka yang tidak mengenal dengan baik norma dan moralitas. Kebebasan yang kebablasan sering kali menjadi pijakan dasar untuk menghalalkan segala cara agar memperoleh tujuan. Sayangnya, kebanyakan dari kita masih terbius dengan bayang-bayang kekuasaan, menjadikannya tujuan akhir. Sungguh kekuasaan adalah kehinaan bagi mereka yang tidak amanah menerimanya.&lt;br /&gt;Siapa yang sering diserang ?, secara kasat mata, maka penulis katakan pihak maman-ijonk. Apakah benar pihak sakti-sri melakukan black campaign ? Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Banyak bias dalam opini-opini yang berkembang, bisa saja mahasiswa yang terlihat mendukung sakti-sri, ternyata membela maman-ijonk, ataupun sebaliknya. Namun, hal yang dikhawatirkan adalah adanya pihak-pihak tertentu (dengan kepentingan tertentu tentu saja) memanfaatkan salah satu pihak untuk menyerang pihak lainnya. Tentu saja, statement tersebut tidak berdasar, namun berbagai kecurigaan tetap bermunculan. Seharusnya kita bisa menyikapi kecurigaan kita secara positif agar tidak berujung pada &lt;i&gt;su’udzon&lt;/i&gt; kepada saudara sendiri, apalagi celaan-celaan yang tidak seharusnya keluar dari lisan-lisan berilmu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tarbiyah&lt;/i&gt;, sering kata itu muncul dalam celaan. Entah para pencela tahu artinya atau tidak, tarbiyah berarti pembinaan atau pendidikan. Tarbiyah seringkali distigmakan kepada golongan tertentu, dicap ekslusif dan kaku, tanpa berminat mencari tahu lebih dekat dan hanya senang mencerca. Terbelah dan sakit hati, sayang sekali, hanya karena paradigma yang keliru, mengambil sampel yang bahkan tidak memenuhi syarat secara statistika, lalu mengeneralisir segalanya. Harusnya kita semua tahu, bahwa hampir tidak pernah ada yang murni 100% di dunia, selalu ada pencilan, mereka yang berbeda, yang harus disikapi secara bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dendang Para Pemenang dan Balada Orang-Orang Kalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDS5cKymfI/AAAAAAAAAMA/YAWdQQb-fJ4/s1600/victory.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDS5cKymfI/AAAAAAAAAMA/YAWdQQb-fJ4/s200/victory.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hasil Pemira UI telah diumumkan, kemenangan menyapa pihak maman-ijonk. Mereka yang memperoleh suara terbanyak mendapatkan amanah besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Serta Alhamdulillah bagi mereka yang memperoleh suara lebih sedikit, terhindari dari amanah yang akan dihisab kelak di akhirat.&lt;br /&gt;Para pemenang berdendang, semestinya bukanlah lagu kemenangan atau sorak  tepuk tangan atau ramai ucapan selamat, juga pujian. Dendang para pemenang sejati adalah syukur serta mohon ampun. Para pemenang sejati tidak larut dalam kegembiraan kemenangan, mereka sadar akan tugas besar menanti di depan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.”&lt;/i&gt; (Qs. 110: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kalah bukan mereka yang gagal dalam bertanding, hakikatnya mereka yang gagal untuk bangkit lagi adalah orang-orang kalah sesungguhnya. Balada orang-orang kalah adalah mereka yang terus terpuruk dalam kubangan penyesalan, mencari-cari kesalahan, dan menyalahkan segalanya. Balada orang-orang kalah adalah keluh kesah, para pecundang yang bercerita dan berkisah ke sana kemari tentang betapa sengsaranya hidup mereka, tentang kekalahan yang diakibatkan oleh orang-orang di sekitar mereka. Balada orang-orang kalah adalah mereka yang putus asa dan melakukan langkah-langkah putus asa untuk memuasakan nafsu sendiri atau menyalahkan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epilog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDTIbRC1-I/AAAAAAAAAME/gmVvBBy_Arg/s1600/light-at-the-end-of-the-tunnel.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDTIbRC1-I/AAAAAAAAAME/gmVvBBy_Arg/s200/light-at-the-end-of-the-tunnel.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejatinya semua ini adalah proses demokrasi yang diamini negara ini. Ada pro juga kontra, namun para bijaksanawan, mereka yang berpikir dewasa, melihat segalanya dengan pikiran yang matang dan hati yang jernih. Perbedaan adalah khazanah kehidupan, mewarnakan hidup dengan warna-warni pengertian dan cinta, bagi wajah-wajah teduh pengharap ridho Ilahi.&lt;br /&gt;Sungguh menjadi sebuah cita, ketika disapa dengan indah oleh Sang Maha Kuasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surge-Ku.”&lt;/i&gt;(Qs. 89: 27-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6486843062892944742?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6486843062892944742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/saya-tentang-pemira-ui-refleksi_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6486843062892944742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6486843062892944742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/saya-tentang-pemira-ui-refleksi_09.html' title='Saya tentang Pemira UI: Refleksi Sederhana dari Mata Awam'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDSnVEZzGI/AAAAAAAAAL8/8tNkoHKUxBg/s72-c/black-and-white-landscape.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2438066786717326571</id><published>2010-12-09T19:49:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T19:50:51.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><title type='text'>Saya tentang Pemira UI: Refleksi Sederhana dari Mata Awam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;(Tulisan ini adalah bagian pertama dari dua tulisan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;The key to successful leadership today is influence, not authority.&lt;/i&gt;” (Kenneth Blanchard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prolog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDELaIx-8I/AAAAAAAAALw/27tMo3s8aao/s1600/choose.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDELaIx-8I/AAAAAAAAALw/27tMo3s8aao/s200/choose.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perhelatan PEMIRA (Pemilihan Raya) mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2010 ini berakhir sudah. Banyak kejadian, dari awal pendaftaran peserta Pemira hingga detik-detik pengumuman hasil perhitungan suara. Sebagai miniatur sebuah negara, universitas menjadi laboratorium besar, tempat di mana para mahasiswanya mencoba kemampuan dirinya dalam berpolitik, berhukum, mencari relasi, hingga berstrategi (baik sehat atau tidak) besar untuk maju. Ada kepentingan-kepentingan di dalamnya? Tentu saja, karena memegang kebenaran pun berarti kita memiliki kepentingan untuk kebenaran dan kebaikan agar tetap bersinar, meski di dasar tergelap. Walau siapapun yang menang belum tentu benar, namun kebenaran pasti akan menang pada akhirnya.&lt;br /&gt;Secara kasat mata, terdapat klasifikasi besar untuk latar belakang akademis seorang mahasiswa, IPA dan IPS. Entah sejak kapan ada dikotonomi seperti ini, namun batas-batas latar belakang akademis seorang mahasiswa tidak mampu menahan keinginan mereka untuk mempelajari dan menguasai bidang lainnya. Napak tilas beberapa ratus tahun ke belakang, saat Andalusia benderang, para cendikiawan rasa-rasanya tidak ada yang ahli hanya di satu bidang, namun di berbagai bidang ilmu yang berbeda. Mungkin saat ini, manusia terlalu mengerdilkan kemampuan otak mereka, entahlah. Penulis sendiri orang dengan latar belakang sains, meski tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang berbau politik, &lt;span class="fullpost"&gt; tetapi sadar politik tetap diperlukan, agar tidak terjajah di negeri sendiri, agar paham kondisi masyarakat, agar tidak mudah dibodoh-bodohi apalagi ditipu. Banyak juga orang-orang dengan latar belakang sains justru gemilang di bidang perpolitikan, hukum, sosial, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada Keberpihakan, ada Dinamika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDPi0qwZ7I/AAAAAAAAAL0/Um43XydtDP8/s1600/human_resources.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDPi0qwZ7I/AAAAAAAAAL0/Um43XydtDP8/s200/human_resources.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Netralitas hampir tidak pernah ada, kecuali untuk materi-materi kecil itu, nukleus dan teman sejenisnya. Pun inti atom stabil yang bersifat netral itu juga dibentuk dari materi-materi yang berpihak pada positif dan negatif. Kita selalu berpihak, entah pada orang lain atau golongan bahkan pada diri sendiri. Netralitas justru dapat menjadi hal yang salah, karena jika kita tidak berpihak pada kebenaran, pasti kita berpihak pada hal selain itu. Zona abu-abu tetap akan ada, tetapi tendensi akan selalu mengarahkan pada salah satu sisi.&lt;br /&gt;Itu pergolakannya, itu dinamikanya. Kita tetap harus memilih, karena tidak memilih pun menjadi sebuah pilihan. Pertanyaannya maukah kita terlibat di dalamnya, menjadi pemain dan bukan penonton yang hanya bersorak riang jika menghibur dan bersorak riuh jika ricuh. Semangat-semangat merubah suatu keadaan menjadi lebih baik dan benar hanya dimiliki para pemain, mereka yang takut dan hanya menonton adalah pecundang sejati. Laiknya orang alim yang Allah azab terlebih dahulu akibat tidak tersentuh hatinya untuk bergerak merubah masyarakatnya yang berada dalam kedzaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemira UI, &lt;i&gt;The Candidates and Their Ways to get people’s hearts&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDP70B-jaI/AAAAAAAAAL4/SfP-h8VMHzU/s1600/78ad78874bc20b9.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDP70B-jaI/AAAAAAAAAL4/SfP-h8VMHzU/s200/78ad78874bc20b9.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemira tahun ini adalah kali keempat penulis mengikutinya. Selama ini tentu saja tetap ikut berpartisipasi, baik sebagai pemilih, campaign manager , tim sukses, atau bantu-bantu panitia pemira. Tahun 2010 ini, peserta untuk calon ketua dan wakil ketua BEM UI adalah pasangan Sakti-Sri dan Maman-Ijonk, anggota independen DPM UI ada 5 (saya lupa, tetapi salah satunya adalah Eko Aditya Rifai), MWA unsur mahasiswa adalah Jay dan Danar. Berbeda dari tahun sebelumnya, MWA unsur mahasiswa tidak dipilih melalui eleksi, tetapi berdasarkan fit and proper test dari anggota DPM UI.&lt;br /&gt;Pembukaan apik dengan roadshow keliling kampus UI depok dan salemba, memperkenalkan siapa calon-calon yang lulus verifikasi. Walau tidak dengan diarak tetapi menjadi kilas-kilas pertama para kandidat untuk menyapa para calon pendukungnya. Selanjutnya, tentu saja masa kampanye, ‘menjual’ diri agar dipilih tentu hal yang lazim dilakukan. Kampanye calon anggota independen DPM UI tidak terlalu heboh, dengan hanya 5 calon dan masing-masing dari fakultas yang berbeda, mereka hanya perlu mengumpulkan 10% jumlah suara dari total mahasiswa yang memilih. Begitu pula dengan MWA unsur mahasiswa, tidak banyak yang terjadi, meski saat acara debat kandidat MWA unsur mahasiswa berlangsung cukup baik, tiap calon memperlihatkan kemampuan dan ‘pesona’ mereka masing-masing. Alur berpikir, pemilihan kata, intonasi, dan ritme berbicara menjadi poin penting yang memikat hati dalam setiap debat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2438066786717326571?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2438066786717326571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/saya-tentang-pemira-ui-refleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2438066786717326571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2438066786717326571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/saya-tentang-pemira-ui-refleksi.html' title='Saya tentang Pemira UI: Refleksi Sederhana dari Mata Awam'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TQDELaIx-8I/AAAAAAAAALw/27tMo3s8aao/s72-c/choose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5729734484328084558</id><published>2010-12-06T17:59:00.001+07:00</published><updated>2010-12-06T18:02:09.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Keamanan dan Kualitas Produk Herbal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TPzAoEcUnzI/AAAAAAAAALo/CDYIwZZerKs/s1600/home_pic.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TPzAoEcUnzI/AAAAAAAAALo/CDYIwZZerKs/s1600/home_pic.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Studi mengenai efikasi dan keamanan terhadap produk herbal berkembang dengan pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini. Banyaknya orang-orang yang beralih ke pengobatan alternatif (terutama terapi herbal) dan keterbatasan pengetahuan tentang terapi herbal itu sendiri di kalangan petugas medis, menjadikan aspek keamanan dan standarisasi dari suatu produk herbal sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dan beberapa pihak profesional di bidang kesehatan percaya bahwa obat-obat herbal lebih aman karena lebih alami, namun data-data penelitian yang mendukung asumsi tersebut tidaklah banyak. Efek samping dari suatu produk herbal tetaplah ada yang meliputi efek toksik dari zat aktifnya, efek-efek dari kontaminan yang mungkin ada pada sediaan obat herbal, serta interaksi antara obat herbal dengan obat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontaminan-kontaminan yang mungkin saja dapat mengontaminasi suatu produk herbal dapat &lt;span class="fullpost"&gt;berupa logam-logam berat, seperti timbal, merkuri, arsen atau bahan-bahan farmasetik yang sengaja ditambahkan pada sediaan herbal agar timbul efek farmakologis yang diinginkan. Selain itu kontaminasi dapat berasal dari mikroorganisme akibat proses pembuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TPzBuCAqlPI/AAAAAAAAALs/HZMCeF0ZfzQ/s1600/2220719.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TPzBuCAqlPI/AAAAAAAAALs/HZMCeF0ZfzQ/s200/2220719.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan-tumbuhan yang berkhasiat menyembuhkan juga memiliki kemiripin kinerja dengan obat-obat konvensional. Hal ini karena, pada dasarnya tumbuhan-tumbuhan tersebut mengandung senyawa-senyawa kimia tertentu yang pada tubuh manusia bersifat aktif secara biologis. Oleh karena alasan inilah pemberian kombinasi obat herbal dengan obat konvesional dapat mengakibatkan efek-efek yang tidak diinginkan. Interaksi ini sama seperti interaksi obat pada obat-obat konvensional yang dapat berefek pada farmakokinetika obat, seperti absoprsi, metabolisme, dan eliminasi obat. Selain terhadap obat konvensional, interaksi dapat juga terjadi antara obat herbal dengan enzim-enzim yang memetabolisme obat. Sebagai contoh interaksi dengan enzim-enzim di hati, seperti isoenzim sitokrom (CYP) P450 dapat berefek besar, karena CYP P450 merupakan enzim yang memetabolisme hampir sebagian besar jenis obat yang masuk ke dalam tubuh. Sulitnya pemeriksaan terhadap efek-efek obat herbal yang mungkin timbul dalam tubuh manusia menjadi hal lain yang penting untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Rodriguez-Fragoso L, J. Reyez-Esparza, S.W. Burchiel, D. Herrera-Ruiz, Eliseo Torres. Risks and Benefits of Commonly Used Herbal Medicines in Mexico. &lt;i&gt;Toxicology and Applied Pharmacology&lt;/i&gt;  2008; 227: 125-135.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5729734484328084558?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5729734484328084558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/keamanan-dan-kualitas-produk-herbal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5729734484328084558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5729734484328084558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/12/keamanan-dan-kualitas-produk-herbal.html' title='Keamanan dan Kualitas Produk Herbal'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TPzAoEcUnzI/AAAAAAAAALo/CDYIwZZerKs/s72-c/home_pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8498278520797543027</id><published>2010-11-14T11:46:00.002+07:00</published><updated>2010-11-14T13:26:15.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Elsevier,  Pohon Elm, dan Non Solus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TN9pRN7m26I/AAAAAAAAALk/caiMciVh8ng/s1600/elsevier_logo_300.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TN9pRN7m26I/AAAAAAAAALk/caiMciVh8ng/s200/elsevier_logo_300.gif" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Building Inside, Breaking Boundaries&lt;/i&gt; (Tagline of Elsevier)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama akhirnya bisa menulis di blog lagi, bukannya sudah tidak berminat b&lt;i&gt;logging&lt;/i&gt;, tapi kesibukan kuliah yang luar biasa semester ini menjadi penyebab utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, pernah mendengar kata Elsevier ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elsevier merupakan sebuah rumah penerbitan yang bergerak dalam berbagai macam cabang ilmu pengetahuan. Sejak 1580 didirikan, Elsevier kini menjadi salah satu penerbit jurnal-jurnal sains yang terkemuka di dunia. Jika anda melihat lambang dari Elsevier maka ada tiga poin di sana, seorang kakek, pohon elm yang dirambati oleh tanaman anggur, dan tulisan berbahasa latin, non solus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Arti asli dari lambang tersebut hingga saat ini tetap dalam perdebatan, meskipun demikian lambang ini dibuat pertama kali oleh Isaac Elzevir. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa pohon elm tersebut melambangkan pohon pengetahuan, meskipun mereka tidak pernah mencapai kata sepakat untuk arti dari tanaman anggur yang merambat pada pohon elm tersebut. Seorang pustakawan dari Paris, Adri, berpendapat bahwa arti dari pohon elm yang dirambati oleh tumbuhan anggur tersebut merupakan simbol ikatan antara dua bersaudara Elzevir, Isaac dan Abraham. Orang tua yang digambarkan sebagai pertapa tersebut melambangkan pengasingan diri untuk belajar.  Namun, seorang ahli sejarah seni kontemporer, Lucy Schluter berpendapat bahwa orang tua tersebut melambangkan orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TN9pMcvLhVI/AAAAAAAAALg/bNPNTUzW2I8/s1600/original+elsevier.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TN9pMcvLhVI/AAAAAAAAALg/bNPNTUzW2I8/s200/original+elsevier.PNG" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya jalinan antara pohon elm dan tanaman anggur dapat merepresentasikan sebuah persahabatan yang saling bermanfaat. Seperti sebuah metafora klasik antara sebuah pohon dan tanaman anggur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seperti pohon anggur, meskipun berbeda dari pohon yang selama ini, masih tetap membutuhkan batang, atau penyangga atau pohon lain yang tidak menghasilkan buah, bahwa orang yang kuat dan terpelajar tetap membutuhkan pertolongan orang yang kekurangan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, mungkin dapat disimpulkan logo tersebut menginterpretasikan hubungan antara penerbit dan pelajar. Sebuah tulisan &lt;i&gt;Non Solus&lt;/i&gt; (tidak sendiri) menegaskan pesan bahwa penerbit, seperti pohon elm, dibutuhkan untuk menyediakan dukungan yang kuat bagi pelajar, begitu pula dengan pelajar, pohon anggur, dibutuhkan untuk menghasilkan buah. Penerbit dan pelajar tidak dapat melakukan semuanya sendirian, namun mereka memerlukan satu sama lain. Hal ini menjadi sebuah representasi yang tepat untuk hubungan antara Elsevier dan penulis saat ini, bukan membutuhkan atau dibutuhkan melainkan saling membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran besar bahwa, rumah ilmu pengetahuan tersusun dari bukan saja batu bata para saintis, tapi juga mereka yang mendukung kegiatan-kegiatan para saintis tersebut. Prinsip saling membutuhkan satu sama lain, mengajarkan kita untuk tidak bersikap sombong kepada yang lebih lemah dari pada kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;A Short History of Elsevier: In Celebration of the 125th Anniversary of Elsevier and the 425th Anniversary of the House of Elzevir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8498278520797543027?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8498278520797543027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/11/elsevier-pohon-elm-dan-non-solus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8498278520797543027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8498278520797543027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/11/elsevier-pohon-elm-dan-non-solus.html' title='Elsevier,  Pohon Elm, dan Non Solus'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TN9pRN7m26I/AAAAAAAAALk/caiMciVh8ng/s72-c/elsevier_logo_300.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2193595748859129572</id><published>2010-09-26T17:21:00.003+07:00</published><updated>2010-09-26T18:26:57.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Uji Kit Test Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8dPlMtj2I/AAAAAAAAALU/LmGQrTnlkqE/s1600/pregnancy_test_kit.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8dPlMtj2I/AAAAAAAAALU/LmGQrTnlkqE/s200/pregnancy_test_kit.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kit Test Kehamilan adalah sebuah set alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kehamilan secara praktis. Sama seperti alat-alat yang dipakai dalam dunia kesehatan, Kit tes kehamilan pun perlu diuji alatnya untuk menjamin kualitas dari kit tersebut. Berikut beberapa uji yang dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uji Sensitivitas dan Spesifitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kit uji kehamilan pada umumnya menggunakan prinsip pengukuran hCG pada urin manusia. Sebelum dilakukan pengujian pada kit uji kehamilan, terlebih dahulu dilakukan kuantifikasi terhadap kadar hCG pada sampel urin manusia. Proses pengukuran ini dapat menggunakan metode immunokromatografi. Pada prinsipnya reaksi imunologi terjadi pada kertas kromatografi melalui aksi kapilaritas. Pada sistem ini &lt;span class="fullpost"&gt; menggunakan dua jenis antibody-antigen spesifik. Salah satu antibody ditempatkan pada kertas kromatografi (fase diam) dan lainnya dilabel dengan koloid emas (&lt;i&gt;colloidal gold&lt;/i&gt;) dan diinfiltrasi ke tempat sampel (&lt;i&gt;sample pad&lt;/i&gt;). Ketika cairan sampel diteteskan pada tempat sampel, maka akan terbentuk kompleks imun dengan antibodi yang dilabeli dengan koloid emas. Kompleks tersebut akan bergerak bersama dengan cairan sampel dan akan berinteraksi dengan antibodi yang ada pada kertas kromatografi dan menghasilkan garis berwarna merah ungu (Anonim, 2007). Selanjutnya kadar urin dianalisis berdasarkan pola kromatogram yang terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8clbTLq2I/AAAAAAAAALQ/ZM11l-2yuuE/s1600/immuno_ge.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8clbTLq2I/AAAAAAAAALQ/ZM11l-2yuuE/s400/immuno_ge.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada metode ini menggunakan sukarelawan wanita hamil (sampel positif) dan pria atau anak-anak (sampel negatif). Kadar hCG pada urin sukarelawan kemudian diperiksa menggunakan metode immuno kromatografi ataupun immuno-enzimologi. Selanjutnya seri sampel urin disiapkan untuk diperiksa dengan kit yang akan diuji. Urin yang memperlihatkan hasil negatif diuji sebanyak 14-16 kali, urin yang menunjukkan hasil positif dengan konsentrasi hCG yang diatur sampai pada batas deteksi kit diuji sebanyak 27-30 kali, dan urin yang menunjukkan hasil positif dengan konsentrasi hCG yang diatur hingga dua kali lipat dari batas deteksi kit diuji sebanyak 14-16 kali (Daviaud, 1993)&lt;br /&gt;Pembacaan hasil uji dengan cara:&lt;br /&gt;Spesifisitas = (negatif benar ×100%)/((negatif benar +positif palsu) )&lt;br /&gt;Sensitifitas = (positif benar ×100%)/((positif benar+negatif palsu))&lt;br /&gt;Akurasi = ((positif benar +negatif benar)×100% )/(jumlah sampel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uji Stabilitas dipercepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas dari kit tes kehamilan dapat diperiksa melalui uji stabilitas dipercepat. Metode ini dilakukan dengan cara menyimpan kit pada suhu 37°C selama tujuh minggu. Pada setiap minggu, tiap kit dikalibrasi menggunakan kontrol serum hCG WHO, 3rd IS 75/537, yang diencerkan sampai tingkat deteksi yang masih bisa diukur. Uji stabilitas dipercepat dihentikan bila hasil dari dua pengukuran kit yang disimpan pada suhu 37°C berturut-turut memperlihatkan perbedaan dari kit dari batch yang sama yang disimpan pada kondisi yang dipersyaratkan oleh pabrik (Daviaud, 1993). &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8d-wfx-wI/AAAAAAAAALY/eG9cFhpQvZo/s1600/serum-hcg_-200X200.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8d-wfx-wI/AAAAAAAAALY/eG9cFhpQvZo/s200/serum-hcg_-200X200.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Anonim. 2007. Principle of Immunochromatography Kit. URL: http://www.bl-inc.jp/imno_e.html. Diakses pada 26 September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daviaud, Jolle, Dominique Fournetm Chantal Ballongue, Guy-Pierre Guillem, Alain Leblanc, Claude Casellas, dan Bernard Pau. 1993. Reability and Feasibility of Pregnancy Home-Use Test: Laboratory Validation and Diagnostic Evaluation by 638 Volunteers. &lt;i&gt;Clin. Chem&lt;/i&gt; 39 (1): 53-59.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2193595748859129572?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2193595748859129572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/uji-kit-test-kehamilan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2193595748859129572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2193595748859129572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/uji-kit-test-kehamilan.html' title='Uji Kit Test Kehamilan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJ8dPlMtj2I/AAAAAAAAALU/LmGQrTnlkqE/s72-c/pregnancy_test_kit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3067221789261951535</id><published>2010-09-15T16:50:00.001+07:00</published><updated>2010-09-15T16:51:41.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sterilisasi Gas: Faktor Pengaruh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJCWRSXrCvI/AAAAAAAAALA/getDumPkQfw/s1600/eto_01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJCWRSXrCvI/AAAAAAAAALA/getDumPkQfw/s200/eto_01.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sterilisasi bukanlah hal yang asing di dunia kesehatan, mengingat banyaknya sediaan-sediaan farmasi maupun alat-alat kesehatan yang mensyaratkan dilakukan sterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan demi keamanan dari pasien. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara dimulai dari sterilisasi panas kering biasa hingga sterilisasi radiasi yang menggunakan inti-inti radioaktif. Pada bahasan kali ini kita akan berbicara mengenai sterilisasi gas.&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya sterilisasi gas menggunakan gas (umumnya etilen oksida) sebagai zat pensteril. sterilisasi gas menawarkan kelebihan dibanding cara sterilisasi lainnya, berupa ekonomisitas. Tekonologi saat ini menjamin pengontrolan proses sterilisasi gas secara penuh oleh komputer (&lt;i&gt;computerized control&lt;/i&gt;) dan juga penggunaan 100% gas etilen oksida secara aman.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sterilisasi gas, antara lain: &lt;span class="fullpost"&gt; (1) kelembapan relatif udara saat sterilisasi; (2) suhu saat sterilisasi dilakukan; (3) konsentrasi dari gas yang digunakan dan jangka waktu pemaparannya; (4) kemampuan penetrasi dari gas yang digunakan. Berbagai parameter sterilisasi tersebut merupakan variabel kritis sehingga dianjurkan untuk melakukan prakondisi bahan sampai didapatkan kadar kelembapan yang diperlukan dapat mengurangi waktu yang diperlukan agar diperoleh suhu yang diinginkan pada bahan sebelum dimasukan ke dalam bejana sterilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelembapan relatif udara saat sterilisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kelembapan merupakan parameter paling penting yang mempengaruhi efisiensi proses sterilisasi dengan gas. Ketika kelembapan optimal tercapai, maka proses sterilisasi hanya bergantung pada aktivitas molekular dari gas pensteril dan interaksinya dengan populasi mikroba yang diekspos. Kondisi kelembapan relatif optimum untuk suhu 25°C, di mana terdapat kesetimbangan antara bahan dan lingkungan adalah 33%. Namun umumnya diperlukan kelembapan relatif yang lebih tinggi karena proses sterilisai biasanya berlangsung pada suhu yang lebih tinggi dari suhu kamar.&lt;br /&gt;Kelembapan sangat penting dalam memfasilitasi pembentukan sisi reaktif (&lt;i&gt;reactive sites&lt;/i&gt;) yang ada pada mikroba untuk berinteraksi dengan gas pensteril (sebagai contoh proses alkilasi oleh gas etilen oksida). Ketika sel atau spora mengering akan membuat interaksi sisi reaktif dengan gas pensteril menurun akibat terjadi perubahan pada bagian sel yang mengandung protein. &lt;br /&gt;Apabila kelembapan relatif mencapai kesetimbangan dengan suhu kamar, namun suhu bahan yang akan disterilkan meningkat maka akan menyebabkan penurunan kelembapan pada permukaan mikroba. Kondisi ini terjadi ketika bahan yang akan disterilisasi sudah dikemas sehingga terdapat barier difusi kelembapan sehingga kelembapan relatif optimum hanya dicapai oleh lingkungan di luar kemasan. Solusi atas permasalahan ini adalah dengan memperbesar kelembapan relatif sebesar 33% agar dapat memberikan kelembapan yang mampu menembus kemasan sehingga kondisi optimum pada permukaan mikroorganisme dapat dicapai.&lt;br /&gt;Pada praktiknya, kelembapan relatif pada chamber yang digunakan biasanya ditingkatkan hingga 40-50%. Hal ini akan membuat kelembapan diabsorbsi dengan baik oleh bahan dan menghasilkan gradient konsentrasi yang selanjutnya dapat meningkatkan laju difusi melintasi bahan pengemas.&lt;br /&gt;Sebagai contoh pada gas etilen oksida diperlukan kelembapan yang tepat agar gas tersebut dapat berpenetrasi dan membunuh mikroorganisme. Pada kelembapan yang rendah (contoh, kurang dari 20%), laju kematian mikroorganisme menjadi tidak logaritmik dan dengan semakin berkurangnya kelembapan akan semakin meningkatkan resistensi mikroorganisme. Kelembapan pada chamber sterilisasi biasanya dinaikkan hingga 50-60% dan berlangsung sampai permukaan dan membran sel mikroorganisme dapat menyerap kelembapan sebelum pemberian gas etilen oksida. Namun tingkat kelembapan yang terlalu tinggi, yaitu ketika melebihi titik embun, juga dapat mengurangi efektifitas dari gas etilen oksida. Jika titik embun terlewati, maka akan terjadi proses pengembunan uap air di mana akan memperlambat perpindahan gas etilen oksida ke spora. Selain itu, gas etilen oksida dapat bereaksi dengan air  sehingga dapat mengurangi jumlah molekul etilen oksida yang tersedia. &lt;br /&gt;Uap air yang dimasukan ke dalam kamar sterilisasi bersama gas tidak akan dapat menghidrasi mikroorganisme secara memadai. Padahal uap air harus diserap oleh bahan-bahan di sekelilingnya dan dapat menembus mikroorganisme. Oleh karena itu pada setiap siklus sterilisasi harus terdapat masa menetapnya uap air sampai kelembapan relatif mencapai 95%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Suhu saat sterilisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sterilisasi dapat berlangsung pada suhu kamar namun akan membutuhkan waktu pemaparan yang lama. Oleh karena itu, agar waktu sterilisasi berjalan efisien, umumnya dilakukan peningkatan suhu. Setiap kenaikan suhu  sebesar 17°C dalam kisaran 5-40°C akan mengurangi waktu sterilisasi menjadi setengah kalinya. Penggunaan suhu yang sangat tinggi untuk sterilisasi gas sudah tidak dilakukan sejak seringnya sterilisasi terhadap bahan yang termolabil. Kisaran suhu 60°C dianggap sebagai batas tertinggi untuk sterilisasi gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsentrasi gas pensteril dan lama sterilisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Efektifitas dari sterilisasi bergantung pada interaksi antara molekul gas pensteril dengan mikroba yang diekspos. Oleh karena itu, semakin banyak molekul gas semakin cepat laju kematian dari mikroba. Meskipun demikian, besarnya konsentrasi dari gas pensteril juga perlu diseimbangkan dengan biaya yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Selain itu laju sterilisasi bergantung pada tekanan parsial gas yang ditentukan oleh jumlah gas pada chamber. Jika konsentrasi gas diduakalikan maka waktu pemaparan yang dibutuhkan menjadi setengah kalinya. Sebagai contoh, konsentrasi gas etilen yang biasa direkomendasikan di pabrik-pabrik, yaitu 850-900 mg/L selama 3 jam atau 450 mg/L selama 5 jam pada suhu 54°C. Untuk mencapai tingkat keefektifan maksimum, digunakan konsentrasi gas etilen oksida sebesar 500 mg/L. Bila konsentrasi gas etilen oksida bukanlah faktor yang paling menentukan maka laju peng-inaktifan spora akan meningkat dua kali lipat setiap kenaikan suhu sebesar 10°C.&lt;br /&gt;Waktu yang diperlukan pada proses sterilisasi gas cukup lama. Waktu sterilisasi berhubungan dengan tingkat kontaminasi, kelembapan, suhu, dan konsentrasi gas. Sebagai contoh, diperlukan konsentrasi etilen oksida sebesar 450 mg/L dan di bawah kondisi tekanan 27 Psi, suhu 55°C, dan kelembapan relati 50% untuk dapat melakukan proses sterilisasi dengan baik dalam jangka waktu 2-3 jam. Pada umumnya, waktu pemaparan berlangsung selama 6 jam dengan menggunakan etilen oksida untuk memberikan batas aman dan waktu yang cukup bagi gas untuk berpenetrasi ke bahan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJCWUzR_mVI/AAAAAAAAALI/lxowvevG8V4/s1600/20041012143024.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJCWUzR_mVI/AAAAAAAAALI/lxowvevG8V4/s200/20041012143024.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kemampuan penetrasi gas pensteril&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penetrasi gas melewati barier kemasan menentukan banyaknya gas yang sampai pada mikroorganisme. Sangat penting untuk memastikan bahwa benda-benda yang akan disterilisasi gas telah bersih. Adanya partikel organik akan mengurangi efisiensi proses sterilisasi tetapi tidak mencegah proses tersebut. Oklusi mikroorganisme dalam bentuk kristal juga akan mencegah difusi kelembapan secara komplit. Penetrasi gas akan lebih efektif bila gas tersebut secara luas dapat diabsorbsi oleh berbagai bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit-banyak mengenai sterilisasi gas, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Gillis, John R. dan Greg Mosley. Validation of  Ethylene Oxide Sterilization Processes. Dalam Agalloco, James dan Frederick J. Carleton (ed.). &lt;i&gt;Validation of Pharmaceutical Processes 3rd edition&lt;/i&gt;. New York: Informa Healthcare USA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3067221789261951535?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3067221789261951535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/sterilisasi-gas-faktor-pengaruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3067221789261951535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3067221789261951535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/sterilisasi-gas-faktor-pengaruh.html' title='Sterilisasi Gas: Faktor Pengaruh'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TJCWRSXrCvI/AAAAAAAAALA/getDumPkQfw/s72-c/eto_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2749552564853472932</id><published>2010-09-14T21:43:00.005+07:00</published><updated>2010-09-14T22:03:02.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kontrol Kualitas Produk Steril</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L3YIaz1I/AAAAAAAAAKo/FQV1AVzu_0U/s1600/Sterile_Burette_Type_Infusion_Set_for_Single_Use.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L3YIaz1I/AAAAAAAAAKo/FQV1AVzu_0U/s200/Sterile_Burette_Type_Infusion_Set_for_Single_Use.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu produk yang dimaksudkan untuk digunakan secara steril tentunya harus mengalami proses sterilisasi terbih dahulu. Ketika produk tersebut telah selesai melewati proses sterilisasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan kontrol terhadap produk steril tersebut. Pada industri bagian ini dikerjakan oleh tim QC (&lt;i&gt;Quality Control&lt;/i&gt;). Paling tidak berikut gambaran kontrol kualitas dari produk steril:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkat Keyakinan Sterilitas (&lt;i&gt;Sterility Assurance Levels&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tingkat &lt;i&gt;Sterility Assurance Levels&lt;/i&gt; (SAL) didefinisikan sebagai kemungkinan keberadaan mikroorganime yang masih dapat hidup pada suatu produk setelah mengalami proses sterilisasi. SAL biasa diekspresikan dengan 10&lt;sup&gt;-n&lt;/sup&gt;. Pemilihan SAL yang tepat dipengaruhi oleh tujuan dari penggunaan produk yang akan disterilisasi dan kestabilan produk tersebut terhadap proses sterilisasi. Perhitungan D&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;10&lt;/span&gt; digunakan untuk menghitung dosis yang harus digunakan untuk mencapai SAL yang diinginkan. Suatu produk yang disterilisasi dapat dikatakan steril, jika secara teoritis kemungkinan mikroorganisme untuk dapat bertahan hidup adalah 10&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt; atau 10&lt;sup&gt;-6&lt;/sup&gt;, tergantung dari tujuan penggunaan produk tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt; Namun nilai SAL dapat ditoleransi menjadi kurang dari 10&lt;sup&gt;-6&lt;/sup&gt; jika produk tersebut, (1) tidak dapat menerima proses sterilisasi yang dapat mencapai nilai SAL 10&lt;sup&gt;-6&lt;/sup&gt; tanpa berefek buruk pada keamanan dan fungsi produk tersebut; (2) memberikan keuntungan untuk diagnosis, perawatan, dan penyembuhan pasien; (3) sangat unik sehingga tidak ada produk alternatif lain yang dapat menerima proses sterilisasi yang dapat mencapai nilai SAL 10&lt;sup&gt;-6&lt;/sup&gt;.&lt;br /&gt;Produk yang seharusnya memiliki nilai SAL 10&lt;sup&gt;-6&lt;/sup&gt; adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Produk yang ditujukan untuk berkontak dengan jaringan tubuh, seperti:&lt;br /&gt;a.Perban luka&lt;br /&gt;b.Kateter jantung&lt;br /&gt;c.Sarung tangan operasi&lt;br /&gt;d.Alat suntik&lt;br /&gt;e.Jarum hipodermik&lt;br /&gt;f.Larutan parenteral&lt;br /&gt;g.dan lain sebagainya&lt;br /&gt;2.Produk yang merupakan saluran cairan steril, seperti:&lt;br /&gt;a.Saluran cairan dari set IV&lt;br /&gt;b.Saluran cairan dari alat suntik&lt;br /&gt;c.Wadah penyimpan produk steril&lt;br /&gt;d.dan lain sebagainya&lt;br /&gt;3.Alat implan operasi, seperti:&lt;br /&gt;a.Sediaan implan&lt;br /&gt;b.Lensa intraokular&lt;br /&gt;c.Benang jahit operasi&lt;br /&gt;d.dan lain sebagainya&lt;br /&gt;Nilai SAL sebesar 10&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt; ditetapkan untuk produk yang tidak dimaksudkan berkontak dengan jaringan tubuh, seperti:&lt;br /&gt;1.Koleksi spesimen atau peralatan transfer, seperti:&lt;br /&gt;a.Tabung koleksi sel darah untuk keperluan tes diagnostik in vitro&lt;br /&gt;b.Peralatan media kultur&lt;br /&gt;c.Pipet yang digunakan untuk keperluan serologi&lt;br /&gt;d.Wadah spesimen&lt;br /&gt;2.Peralatan topikal, seperti:&lt;br /&gt;a.Elektrode ECG&lt;br /&gt;b.Pakaian operasi&lt;br /&gt;c.dan lain sebagainya&lt;br /&gt;3.Peralatan yang berkontak dengan mukosa, seperti:&lt;br /&gt;a.Alat penekan lidah&lt;br /&gt;b.Sarung tangan&lt;br /&gt;c.Kateter urin&lt;br /&gt;4.Produk yang tidak tahan pada proses sterilisasi untuk mencapai nilai SAL 10-6, seperti:&lt;br /&gt;a.Katup jantung buatan&lt;br /&gt;b.dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Evaluasi Bioburden Produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L7mAWIHI/AAAAAAAAAKw/KP4wWsFsAzI/s1600/laboratory-microbiology.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L7mAWIHI/AAAAAAAAAKw/KP4wWsFsAzI/s200/laboratory-microbiology.jpg" width="137" /&gt;&lt;/a&gt;Bioburden adalah populasi dari mikroorganisme yang dapat hidup pada bahan baku hingga pada komponen suatu produk akhir. Faktor yang dapat mempengaruhi bioburden adalah:&lt;br /&gt;1.Bahan baku; sintetik lebih rendah dari organik&lt;br /&gt;2.Komponen produksi; pembuatan dengan mesin lebih rendah dari buatan tangan&lt;br /&gt;3.Tingkat kontrol lingkungan produksi&lt;br /&gt;4.Peralatan pembantu perakitan produk; seperti udara terkompresi, air, lubrikan&lt;br /&gt;5.Pembersihan pendahuluan sebelum pengemasan&lt;br /&gt;6.Pengemasan dari produk akhir; otomatis dengan mesin lebih rendah daripada manual&lt;br /&gt;Pengujian bioburden produk membutuhkan data jumlah dan identitas dari mikroorganisme. Identifikasi mikroorganisme tersebut tidak perlu terlalu dalam, namun data tentang jenis bakteri gram apa dengan genusnya memberikan informasi yang berguna dan dapat digunakan untuk pengawasan perubahan mikroorganisme dan sebagai perbandingan data mikroorganisme yang muncul kembali selama monitoring lingkungan. Evaluasi bioburden dilakukan dengan cara memilih 10 kemasan secara acak dari satu lot produk yang baru diproduksi. Jumlah sampel dapat diturunkan menjadi 5 kemasan jika harga produk sangat mahal. Produk percobaan dapat digunakan dengan syarat terbuat dari bahan dan proses pembuatan yang sama. Produk yang ditolak selama proses pembuatan dapat pula digunakan selama produk tersebut diperlakukan pada semua langkah produksi. Produk yang sudah kadaluarsa atau sudah lama tidak dapat digunakan karena tidak dapat mewakili keadaan produk yang baru diproduksi. &lt;br /&gt;Metode yang digunakan untuk pengujian bioburden harus divalidasi agar diketahui hubungan antara jumlah estimasi dengan jumlah mikroorganisme yang ada sebenarnya. Metode apapun yang digunakan haruslah reproduksibel sehingga dapat dibandingkan dengan data yang dibuat kemudian. Semua perlakuan harus menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan bertahan hidup dari mikroorganisme, seperti kenaikan temperature, pengocokan, ataupun kejutan osmotik (&lt;i&gt;osmotic shock&lt;/i&gt;). Estimasi bioburden terdiri dari tiga fase:&lt;br /&gt;1.Pemindahan mikroorganisme dari produk dengan teknik ekstraksi, seperti ultrasonifikasi, agitasi mekanis, pencampuran vortex, pembilasan, contact plating, dan lain-lain. Surfaktan dapat digunakan untuk memfasilitasi pemindahan mikroorganisme.&lt;br /&gt;2.Pemindahan mikroorganisme ke media kultur dengan cepat; metode yang digunakan di antaranya adalah filtrasi membrane, pour plating, spread plates, dan lain sebagainya. Kondisi inkubasi yang tepat harus diperhatikan, seperti pada bakteri aerob pada 30-35°C selama dua hari, ragi dan kapang pada 20-25°C selama 5-7 hari, dan bakteri anaerob pada 30-35°C selama 3-5 hari.&lt;br /&gt;3.Perhitungan koloni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uji Sterilitas Produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L-G76cII/AAAAAAAAAK4/Nw3UcJa156c/s1600/germs1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L-G76cII/AAAAAAAAAK4/Nw3UcJa156c/s200/germs1.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Ada dua pendekatan yang dapat digunakana untuk melaksanakan uji sterilitas produk, yaitu:&lt;br /&gt;1.Pencelupan langsung produk pada medium kultur atau medium kultur ke produk, selanjutnya diinkubasi selama 14 hari. Pada proses ini perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;Produk mungkin harus dibongkat sebelum terpapar ke media transfer atau secara aseptis dibagi terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke wadah medium.&lt;br /&gt;b. Media kultur harrus dapat menjamin kontak dengan keseluruhan bagian produk&lt;br /&gt;c. Pengocokan atau agitasi setelah perpindahan di media kultur&lt;br /&gt;d. Mempertahankan kontak antara medium dengan produk selama masa inkubasi&lt;br /&gt;2.Pemindahan mikroorganisme dari produk dengan cara elusi dan filtrasi atau memisahkan mikroorganisme yang akan dipindahkan ke kondisi pertumbuhan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;a. Penggunaan teknik elusi mirip dengan yang digunakan pada proses estimasi bioburden&lt;br /&gt;b. Penambahan surfaktan mungkin diperlukan untuk memperbaiki pemindahan mikroorganisme dengan melembabkan permukaan produk&lt;br /&gt;c. &lt;i&gt;Filter membrane&lt;/i&gt; yang digunakan berkisar pada 0,45 mikron&lt;br /&gt;d. Pemindahan filtrat ke media kultur dilakukan secara aseptis&lt;br /&gt;Umumnya hanya digunakan satu media kultur yang optimal untuk pengkulturan mikroorganisme aerobik dan fakultatif. Medium &lt;i&gt;soybean-casein digest&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;tripic soy broth&lt;/i&gt;) merupakan media yang paling umum digunakan dan sampel uji diinkubasi pada 28-32°C selama 14 hari. Sampel harus diperiksa tiap hari dan dicatat hasil perkembangannya&lt;br /&gt;Medium pertumbuhan harus diuji terlebih dahulu kualitasnya dalam menumbuhkan bakteri sebelum digunakan pada uji sterilisasi, dan efek produk terhadap kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh harus dievaluasi dengan uji bakteriostasis/fungistasis. Hasil uji akan dibandingkan dengan pertumbuhan mikroorganisme uji pada wadah dengan atau tanpa produk.&lt;br /&gt;Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi disain metode uji steriilitas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1)Bagian produk yang akan dibuat klaim sterilitasnya&lt;br /&gt;2)Sifat fisiko-kimia dari produk&lt;br /&gt;3)Kemungkinan tipe organisme yang akan mengontaminasi dan lokasinya pada atau di dalam produk.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan untuk uji sterilitas selama validasi akan mempengaruhi hasil uji coba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pustaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Booth, Anne F. 2001. &lt;i&gt;Sterilization Validation and Routine Operation Handbook: Radiation&lt;/i&gt;. Lancaster: Technomic Publishing Company, Inc.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2749552564853472932?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2749552564853472932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/kontrol-kualitas-produk-steril.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2749552564853472932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2749552564853472932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/09/kontrol-kualitas-produk-steril.html' title='Kontrol Kualitas Produk Steril'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TI-L3YIaz1I/AAAAAAAAAKo/FQV1AVzu_0U/s72-c/Sterile_Burette_Type_Infusion_Set_for_Single_Use.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5596292368665896496</id><published>2010-08-24T16:14:00.006+07:00</published><updated>2010-09-12T10:51:53.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LombaBlogDepok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mikroorganisme Endofit: Sumber Potensial Obat Alami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/THOPApprWmI/AAAAAAAAAKA/VVYlgrww5Ss/s1600/herbs.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/THOPApprWmI/AAAAAAAAAKA/VVYlgrww5Ss/s320/herbs.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508904010547681890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalah kesehatan merupakan masalah penting bagi umat manusia. Tidak dapat dipungkiri, berbagai penyakit yang mendunia (seperti AIDS, Flu Burung, Diabetes, penyakit jantung) menjadi tantangan utama bagi para praktisi kesehatan maupun peneliti untuk dapat menemukan agen terapi maupun cara terapi yang lebih baik. Saat ini obat-obat sintetik mulai kehilangan pamornya sebagai akibat efek samping yang ditimbulkannya serta efekasi dari obat tersebut yang menurun dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dunia pun mulai melirik pengobatan alami (herbal) sebagai alternatif. Sebagian besar masyarakat dunia percaya bahwa obat herbal lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Hal ini bermula dari anggapan bahwa semua yang zat yang berasal dari alam lebih ramah bagi tubuh. &lt;span class="fullpost"&gt;Pernyataan ini tentunya tidak sepenuhnya benar, karena pada dasarnya tubuh tidak membedakan asal zat yang masuk ke dalamnya, apakah dari alam atau sintetik. Selama zat-zat yang masuk ke dalam tubuh mudah untuk diekskresikan dan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada sistem tubuh maka zat tersebut boleh dikatakan aman. Obat herbal pun jika diberikan pada dosis yang tidak benar, tetap akan berefek tidak baik bagi tubuh. Sehingga pandangan bahwa obat herbal sudah pasti aman perlu diluruskan terutama obat-obat herbal yang sudah dalam bentuk ekstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan terbesar dari obat herbal adalah masalah penyediaan bahan baku dan standardisasinya. Obat herbal menjadi lambat berkembang boleh jadi disebabkan sulit dipenuhinya bahan baku yang terstandar bagi industri. Tentunya akan bermasalah bila bahan baku yang digunakan umtuk memproduksi obat tidak memiliki standar yang sama karena akan menjadi tidak sama pula efeknya. Selain itu diperlukan penyediaan lahan yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut. Jika kita melihat di Indonesia maka ketersediaan lahan tentunya hanya bisa didapat di daerah-daerah saja. Kemudian akan timbul masalah baru jika para petani tidak ingin mengkonversi lahannya menjadi lahan tanaman obat. Secara ekonomis akan lebih menguntungkan jika menanam tanaman yang lebih dibutuhkan banyak orang, seperti tananaman-tanaman pangan. Selain itu penjagaan mutu tanamannya pun memerlukan usaha tersendiri.&lt;br /&gt;Zat kimia bahan alam memiliki potensi yang besar sebagai sumber obat-obat baru. Saat ini hampir 49% zat kimia berkhasiat yang baru diregistrasikan ke FDA merupakan produk alam ataupun derivatnya. Sebuah fakta lagi bahwa obat antikanker super-mahal, paclitaxel (Taxol), merupakan turunan dari produk berbahan dasar alam. Melihat potensi besar ini maka kebutuhan akan sumber selain tanaman merupakan hal yang penting. Untungnya ditemukanlah sumber baru yaitu mikroorganisme endofit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/THOO0bCqurI/AAAAAAAAAJ4/Gz25chOid2s/s1600/fusarium3a.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/THOO0bCqurI/AAAAAAAAAJ4/Gz25chOid2s/s320/fusarium3a.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508903800467536562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mikroorganisme endofit dapat didefinisikan sebagai mikroorganisme yang hidup secara berkoloni pada jaringan internal tumbuhan tanpa menyebabkan efek negative bagi tumbuhan tersebut. Sebagian besar mikroorganisme endofit memang hidup bersimbiosis mutualisme dengan tumbuhan inangnya. Mikroorganisme endofit dapat berupa bakteri ataupun jamur dan dinilai menjadi sumber penting bagi zat berkhasiat. Banyak penelitian mengemukakan bahwa mikroorganisme endofit dapat menghasilkan zat metabolit sekunder yang sama dengan tumbuhan inangnya. Banyak peneliti percaya bahwa alasan mengapa mikroorganisme endofit dapat menghasilkan zat yang sama dengan tumbuhan inangnya adalah karena rekombinasi genetik yang terjadi antara mikroorganisme endofit dengan tumbuhan inangnya dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan besar dari fakta tersebut tentunya berefek pada masalah ekonomi. Masalah penyediaan lahan, lamanya waktu menanam, standardisasi bahan baku dapat teratasi. Sebagaimana mikroorganisme lainnya, mikroorganisme endofit tidak memerlukan lahan yang luas untuk dapat menghasilkan zat kimia yang sama dengan tumbuhan inangnya, selain itu waktu panennya pun lebih cepat. Pertumbuhan mikroorganisme endofit yang dikontrol di dalam laboratorium memudahkan standardisasinya. Efek selanjutnya adalah pada turunnya harga produk yang dihasilkan nantinya. Namun tentunya tidak semua mikroorganisme endofit dapat menghasilkan zat metabolit sekunder yang sama dengan inangnya. Oleh karena itu proses penelitian lebih lanjut pun tetap diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroorganisme endofit memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai sumber zat kimia bahan alam yang memiliki khasiat farmakologis maupun mengobati penyakit-penyakit infeksius. Meskipun jalan menuju pemanfaatannya secara optimal masih panjang namun secercah cahaya harapan tersebut masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Strobel, Gary dan Bryn Daisy. 2003. Bioprospecting for Microbial Endophytes and Their Natural Products. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Microbiol. Mol. Biol. Rev&lt;/span&gt; 67(4): 491-502.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5596292368665896496?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5596292368665896496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/08/mikroorganisme-endofit-pengganti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5596292368665896496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5596292368665896496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/08/mikroorganisme-endofit-pengganti.html' title='Mikroorganisme Endofit: Sumber Potensial Obat Alami'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/THOPApprWmI/AAAAAAAAAKA/VVYlgrww5Ss/s72-c/herbs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-315323888646837970</id><published>2010-08-01T20:54:00.003+07:00</published><updated>2010-08-01T21:02:54.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Antara Al Qur’an, Hadits Qudsi, dan Hadits Nabawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TFV-RKOpiMI/AAAAAAAAAJQ/8SFYkOYbtxM/s1600/al-quran3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 263px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TFV-RKOpiMI/AAAAAAAAAJQ/8SFYkOYbtxM/s320/al-quran3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500441353171601602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim memiliki dua buah pegangan dalam hidupnya, yang jika dia mengikutinya maka tidak akan tersesat di dunia dan akhirat, yaitu Al-Qur’an dan hadits. Al-Qur’an sebagai sumber utama rujukan bagi seorang muslim memiliki kedudukan yang paling tinggi, karena bersandar langsung kepada Allah swt dan redaksinya sudah ditentukan sejak di Lauh Mahfuzh. Selain Al-Qur’an juga terdapat hadits yang merupakan perkataan, perbuatan, dan persetujuan Rasulullah saw, yang kita tahu beliau merupakan manusia yang dijaga oleh Allah swt dari kesalahan dan dosa. Selain yang disebutkan di atas, ada lagi istilah hadits qudsi, apa itu? Apa perbedaannya dari Al-Qur’an dan hadits lainnya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Hadits qudsi atau hadits Rabbani dapat didefinisikan sebagai kabar yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi-Nya saw dengan melalui ilham atau mimpi yang redaksi hadits tersebut berasal dari Nabi saw. Status Al-Qur’an tetaplah lebih mulia daripada hadits qudsi karena redaksi Al-Qur’an merupakan wahyu yang datang langsung dari Allah swt. Mulana Ali al-Qari mengatakan, “ Hadits qudsi adalah pesan dari Allah swt yang diriwayatkan oleh Nabi saw, dan penyampaiannya dapat melalui Jibril as, ilham, atau mimpi. Adapun redaksinya diserahkan kepada Nabi saw.”&lt;br /&gt;Perbedaan hadits qudsi dengan Al-Qur’an adalah:&lt;br /&gt;1.Redaksi Al-Qur’an sudah ditentukan sejak di Lauh Mahfuzh dan berasal dari Allah swt langsung, sedangkan hadits qudsi memiliki redaksi yang berasal dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;2.Berdasarkan produk hukum yang dikemukakan oleh para ulama, bahwa shalat seseorang tidak dianggap sah dengan membaca hadits qudsi; menyentuh dan membaca kitab himpunan hadits qudsi juga tidak haram bagi orang yang sedang dalam keadaan jinabat, wanita yang sedang haid atau tengah mengalami nifas. Selain itu hadits qudsi tidak memiliki unsur mukjizat sebagaimana Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan perbedaan hadits qudsi dengan hadits lainnya (hadits nabawi), Ath-Thayyibi berkata, “Hadist qudsi merupakan permberitahuan Allah lewat ilham atau mimpi kepada Nabi saw, dan beliaulah yang mengungkapkan pemberitahuan Allah tersebt kepada umatnya dengan redaksi dari beliau sendiri. Sedangkan hadits lainnya adalah riwayat yang tidak disandariakn kepada Allah dan juga tidak diriwayatkan dari-Nya. Senada dengan perkataan di atas, Muhammad Ali Faruqi mengemukakan, “ Hadits itu bisa berupa hadits nabawi dan hadits Ilahi atau lazim disebut hadits qudsi. Hadits qudsi ialah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi saw dari Allah swt. Adapun hadits nabawi ialah hadits yang tidak diriwayatkan Nabi saw dari Rabbnya.”&lt;br /&gt;Hal yang terpenting bagi kita seorang muslim adalah memegang teguh pedoman hidup langsung dari Pencipta alam semesta, yaitu Al-Qur’an, serta sunah Rasulullah saw, yaitu hadits. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh."&lt;/span&gt; (HR. Imam Malik secara mursal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Baidhun, Muhammad Ali. 2009. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;400 Mutiara Hadits Qudsi&lt;/span&gt;. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-315323888646837970?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/315323888646837970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/08/antara-al-quran-hadits-qudsi-dan-hadits.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/315323888646837970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/315323888646837970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/08/antara-al-quran-hadits-qudsi-dan-hadits.html' title='Antara Al Qur’an, Hadits Qudsi, dan Hadits Nabawi'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TFV-RKOpiMI/AAAAAAAAAJQ/8SFYkOYbtxM/s72-c/al-quran3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8934859195077369037</id><published>2010-07-27T14:15:00.007+07:00</published><updated>2010-09-12T10:42:34.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LombaBlogDepok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Brotherhood</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak ada yang lebih mengikat kita dibanding rasa persaudaraan yang telah mengharu-biru hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah satu minggu sebelumnya kami melakukan kunjungan ke berbagai tempat di daerah sekitar Jakarta-Bandung, maka minggu ini kami akan memulai perjalanan jauh menuju Bali. Meskipun lelah sudah mengintai dari minggu pertama, hingga adanya beberapa teman kami yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drop&lt;/span&gt;, tapi bayangan berjalan jauh satu angkatan rupanya menjadi motivasi lebih sehingga senyum ceria pun tetap mengembang di setiap wajah-wajah nan semangat. Para studek-ers harus sudah memastikan persiapannya sebelum jam 4 sore, mulai dari pakaian, snack, kado, hingga kertas kecil pesan-kesan kepada setiap orang di angkatan 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam pertama: Bulan pun bercahaya sendu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 4 sore banyak dari kami yang sudah berkumpul di DPR (Dibawah Pohon Rindang) depan gedung B-one. Keceriaan terlihat di sana-sini, anak-anak acara mulai sibuk untuk mengatur dan sebagian lainnya pun tetap dengan candaannya. Sesudah maghrib, pancaran aneh mulai terlihat di muka beberapa petinggi studek, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wow, ada apa ya?&lt;/span&gt;, beberapa sudah membuat rapat dadakan terpisah dari teman lainnya yang sedang menunggu kedatangan bus.Perhatian saya pun teralihkan kepada mereka yang duduk melingkar di sisi-sisi gedung student store. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ada masalah sebentar dengan busnya, Insya Allah sebentar lagi datang”&lt;/span&gt;, salah satu dari mereka berucap. Saya mulai mengendus ada hal yang tidak beres.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Studi Kasus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menggambarkannya sejauh pandangan saya dan menurut sepengetahuan saya.&lt;br /&gt;1. Kabar pertama yang diterima oleh kami adalah ada dua bus yang akan menjemput kami, dan itu berasal dari Solo dan Bandung atau ada yang berkata Bambu Apus. Dikabarkan bahwa dua bus tersebut bermasalah oleh Pak Y**i, salah satunya mengalami kecelakaan dan yang lainnya tidak diketahui. Berita tersebut ternyata diralat oleh pihak Y****wW**h dan dikatakan tidak ada bus yang mengalami kecelakaan. Kecurigaan kami telah dibohongi mulai merebak saat Pak Y**i tidak dapat dihubungi berkali-berkali. Kami mulai menelepon seluruh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;contact person&lt;/span&gt; PO. Y****wW**h yang kami punya, namun tidak ada jawaban yang benar-benar memuaskan. Semua jawaban mengambang dan tidak ada kejelasan soal nasib bus kami sama sekali. Kemudian dikabarkan bahwa ada satu bus yang berada di tol cikampek dan  dengan ajaibnya dalam waktu setengah jam sudah sampai di lenteng agung menuju kampus. Alhasil ternyata bus tersebut adalah bus K*****a yang belum ‘diapa-apakan’ sehingga memiliki kualitas yang tidak bagus dan jauh dari perjanjian awal kami. Seketika itu kami pun geram, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada main apa dibalik ini semua&lt;/span&gt;. Penipuankah? Itu hal yang pertama terlintas. Berbagai pendapat bersilangan, ingin tetap melanjutkan studek setelah menunggu bus kedua atau membatalkan studek dan menempuh jalur hukum. Rapat angkatan dadakan digelar, kali ini untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setelah berbagai pendapat dikumpulkan dan dipertimbangkan, banyak yang memilih untuk menempuh jalur hukum. Beberapa orang pun dihubungi, mulai dari orang tua hingga saudara, untuk meminta pendapat akan polemik ini. Sementara itu pihak bus terus dicoba untuk dihubungi meski hanya nada sumbang yang terdengar di telepon genggam. Beberapa orang mencoba untuk mengorek informasi dari supir bus K*****a, dan ternyata mendapat informasi yang mengejutkan bahwa bus tersebut baru dihubungi untuk berangkat tadi sore. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungguh permainan ini sudah terlampau jauh!!&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akhirnya terdengar kabar bahwa bus kedua  sekarang berada di cikampek dan baru bisa datang jam 12 malam. Para petinggi studek meminta anak-anak  yang sudah menaikkan barang bawaannya ke dalam bus untuk diturunkan lagi. Tim penyidik (koko, dkk) terus bergerak lebih progresif, Sie Acara (Gilang, dkk) dikerahkan untuk mengatasi keresahan warga 2007, LO dosen (Teh Citra, Vero, dkk) diberi tugas untuk menjelaskan posisi kami yang terpentok di sana-sini kepada dosen pembimbing. Konferensi pers pun digelar, keputusan terakhir adalah kita menunggu bus yang kedua. Beberapa orang tua berdatangan untuk menjemput anaknya, ada yang menolak untuk pulang dan ada pula yang tak kuasa untuk menahan keinginan orang tua. Mereka yang tetap tinggal dimigrasi ke departemen Farmasi untuk menginap di sana selama semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beberapa orang tetap bertahan di halte MIPA dan menunggu bus kedua muncul. Tengah malam pun tiba, dan bus kedua akhirnya tiba di kampus (kali ini benar bus Y****wW**h seperti yang dijanjikan) namun dengan kondisi ban belakang yang tidak bagus. Bersama dengannya, terdapat Mas E**(tour guide kami) yang tidak tahu menahu mengenai masalah yang ada. Beberapa orang mencoba mengintrogasi untuk mendapat informasi lebih jauh. Kami pun memutuskan untuk berangkat esok hari dan membiarkan bus kedua untuk membetulkan bannya terlebih dahulu. Kontak dengan pihak Y****wW**h meningkat lewat perantara mas E**.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Akhirnya perundingan berhasil dilakukan. Kami mendapatkan tiga kompensasi, yaitu: (1) gratis makan satu hari, (2) penggantian bus K*****a dengan bus Y****wW**h sesuai dengan perjanjian awal, (3) dan uang. Kondisi malam itu benar-benar kacau, namun prioritas untuk teman-teman 2007 lainnya agar tidur terlebih dahulu, sebagian besar tidur di Departemen, beberapa tidur di halte, dan lainnya tidur di dalam bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit demi menit terlewati dan bus yang dinanti pun tidak datang jua. Akhirnya keputusan dibulatkan untuk menggelar forum angkatan dadakan,membahas masalah sebenarnya yang menghanyutkan kita pada ketidakpastian di malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring matahari bergerak di ufuk, pemberitahuan dikeluarkan bahwa kami akan berangkat setelah subuh. Lelah menggantung di muka kami, namun setelah beberapa kejadian semalam, perjalanan ini akan tetap dilanjutkan. Kami pun berdoa, semoga perjalanan ini selamat dan lancar hingga kembali lagi ke depok.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ingatkah kawan, berapa besar perjuangan kita malam itu,&lt;br /&gt;betapa lelah dan tangis merebak di sana&lt;br /&gt;Tapi kita melaju dan maju&lt;br /&gt;Mari ku dendangkan untukmu&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;“Andai ini ujian, terangilah kamar kesabaran&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pergilah gelita, hadirlah cahaya diselamanya”(Brothers-Untukmu teman)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunjungan ke Rekan Sejawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kami menuju penginapan di asrama haji Surabaya. Setelah beres-beres, makan, dan bersih-bersih kami berangkat menuju Universitas Airlangga.&lt;br /&gt;Berbeda dengan UI, Farmasi Unair sudah menjadi fakultas. Di sana kami langsung disambut dan diberikan presentasi mengenai Fakultas Farmasi Unair dan organisasi kemahasiswaan di dalamnya. Setelah dibagi menjadi dua kloter, kami melakukan kunjungan laboratorium dengan didampingi oleh mahasiswa farmasi Unair. Secara garis besar, lab yang ada tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki di farmasi UI, hanya saja besar labnya berbeda. Fasilitas mesin di lab teknologi farmasi pun lebih banyak. Lab biologi farmasi luar biasa karena ada lab kultur jaringan tersendiri. Sementara Lab kimia farmasi kurang lebih memiliki peralatan yang sama dengan yang ada di farmasi UI. Setelah puas berkunjung dan berdiskusi, kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TE58gvggi1I/AAAAAAAAAJA/IWVgAsF17N4/s1600/di+airlangga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TE58gvggi1I/AAAAAAAAAJA/IWVgAsF17N4/s320/di+airlangga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498469097016429394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;30 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pagi Bali!!!&lt;/span&gt;, setelah selama kurang lebih 40 menit kami terombang-ambing di selat Bali, akhirnya menginjak juga pasir Bali. Fokus selanjutnya adalah sampai ke penginapan di Hotel V****g. Setelah menyelusuri jalan di Bali, bus kami akhirnya sampai di penginapan tersebut. Kamar-kamar pun dibagikan dan tas serta koper dibawa masuk ke dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam Angkatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari kami bergerak menuju wonderland terlebih dahulu sebelum makan malam di Jimbaran. Disambut oleh lembutnya pasir putih dan deburan ombak, kami menikmati momen di sana. Angin laut terasa segar, menyapu debu-debu khawatir dan lelah dari pundak kami. Candaan dan ceriaan menyeruak di udara, menyelingkupi kami menikmati indahnya ciptaan Sang Mahakuasa. Pasir ini terasa lembut dan deburan ombak terasa menjadi nada-nada alam yang begitu memikat. Senyum terukir di wajah setiap orang, terabadikan dalam foto-foto kenangan dan memori pikiran kami.&lt;br /&gt;Setelah maghrib kami bergerak ke Jimbaran. Makan malam satu angkatan di pantai dengan menu utama seafood (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wow anda kurang beruntung jika yang memiliki alergi seafood&lt;/span&gt;). Deburan ombak dan angin pantai menemani kami malam itu, juga tarian khas Bali ikut menghangatkan suasana. Setelah kenyang dengan makan malam, kami melingkar dan mengikuti acara angkatan. Dengan dipandu oleh Siti dan Isna, acara diawali oleh games. Selanjutnya adalah tukar kado dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu bagi tiap orang yang berhasil menjawab pertanyaan unik mengenai angkatan dari pembawa acara, maka dialah yang berhak terlebih dahulu memilih kadonya. Akhirnya ditutup oleh kesan dan pesan dari beberapa orang yang terpilih secara acak. Keharuan menebarkan sensasinya, ada yang menitikkan air matanya, ada yang sekadar terharu, bahkan menahan air matanya jatuh. Kertas kecil berisi kesan dan pesan dari tiap orang dari angkatan ini pun dibagikan. Tidak ada orang yang dapat menahan godaan untuk tidak membacanya malam itu. Hanyut oleh tulisan di dalamnya, kami pun sadar seperti apa pandangan teman-teman lainnya. Namun jauh dalam lubuk kami, tidak pernah terpikirkan sebelumnya, betapa besar perjuangan untuk bisa sampai di sini. Menuju Bali, kami jatuh-bangun berjalan, walau harus dengan terseret, menggeliat untuk maju. Kenangan ini sungguh tak ingin kami lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menatap lembayung di langit Bali&lt;br /&gt;dan kusadari&lt;br /&gt;betapa berharga kenanganmu&lt;br /&gt;Di kala jiwaku tak terbatas&lt;br /&gt;bebas berandai memulang waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kuraih dirimu&lt;br /&gt;sosok yang mengisi kehampaan kalbuku&lt;br /&gt;Bilakah diriku berucap maaf&lt;br /&gt;masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu&lt;br /&gt;oh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang terhanyut arus waktu&lt;br /&gt;mekar mendewasa&lt;br /&gt;masih kusimpan senda tawa kita&lt;br /&gt;kembalilah sahabat lawasku&lt;br /&gt;semarakkan keheningan lubuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kurangkul kalian&lt;br /&gt;sosok yang mengaliri cawan hidupku&lt;br /&gt;Bilakah kita menangis bersama&lt;br /&gt;tegar melawan tempaan semangatmu itu&lt;br /&gt;oh jingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kujangkau cahaya&lt;br /&gt;senyum yang menyalakan hasrat diriku&lt;br /&gt;Bilakah kuhentikan pasir waktu&lt;br /&gt;tak terbangun dari khayal keajaiban ini&lt;br /&gt;oh mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada satu cara&lt;br /&gt;tuk kembali menatap agung surya-Mu&lt;br /&gt;lembayung Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sarasdewi-Lembayung Bali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Juli 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Water Sports!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Benoa kami datang beramai-ramai. Menikmati terik matahari hari itu, kami mencoba beberapa permainan yang disediakan di Tanjung Benoa, mulai dari diving hingga parasailing pun ada. Manapun boleh anda coba tergantung minat dan kantong anda tentunya. Hari itu benar-benar bersahabat untuk menghabiskan hari dengan mencoba permainan yang ada, tak ada awan gelap menggantung apalagi rintik hujan. Diawali dengan tarik tambang, kami memulai hari di Tanjung Benoa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It was all about games, sea, and wind&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Setelah puas bermain, perjalanan dilanjutkan dengan wisata oleh-oleh di Krisna. Selama lebih dari satu jam kami berputar-putar di dalam Krisna, mencari oleh-oleh untuk orang di rumah dan di kampus. Beberapa orang sepertinya kalap saat berbelanja. Bus pun penuh oleh kantong-kantong plastik berisikan barang-barang belanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;End of Journey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu menutup kami di Bali, menyisakan kenangan berharga yang untuk diceritakan kepada anak-cucu kami, sebuah kisah klasik. Tiga tahun sudah kami bersama, hingga masa-masa akhir  studi kami di farmasi pun bergerak mendekat. Satu tahun berikutnya akan dipenuhi oleh sibuknya kuliah dan ribetnya penelitian akhir. Tapi bukankah begitu banyak kenangan yang tercipta, memberikan perasaan yang mendalam terhadap angkatan ini. Sudah banyak rintangan yang dilewati bersama-sama, tugas kuliah, ujian, hingga perjuangan berat menuju Bali. Sungguh luar biasa bisa bertemu dengan orang-orang seperti kalian, hal yang saya syukuri sangat dalam hidup ini. Mungkinkah bisa bersua suatu saat nanti? Tidak ada yang dapat menebak jalur takdir dan hidup setiap orang memiliki jalan yang berbeda. Insya Allah akan ada persilangan di jalan tersebut dimana kita bisa berucap salam lagi, tersenyum, dan teringat akan kenangan lama. Catatan ini merupakan persembahan dari saya, mungkin bermanfaat suatu saat nanti, menjadi bukti akan keberadaan kita, bukti bahwa perasaan-perasaan kita terikat dalam angkatan ini. Sebagai penutup mari kudendangkan lagi untukmu kawan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di sini kita pernah bertemu&lt;br /&gt;Mencari warna seindah pelangi&lt;br /&gt;Ketika kau menghulurkan tanganmu&lt;br /&gt;Membawaku ke daerah yang baru&lt;br /&gt;Dan hidupku kini ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengarkanlah&lt;br /&gt;Dendangan lagu tanda ikatanku&lt;br /&gt;Kepadamu teman&lt;br /&gt;Agar ikatan ukhuwah kan&lt;br /&gt;Bersimpul padu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan bersamamu&lt;br /&gt;Takkan ku lupa&lt;br /&gt;Walau badai datang melanda&lt;br /&gt;Walau bercerai jasad dan nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita ditemukan&lt;br /&gt;Dan akhirnya kita dipisahkan&lt;br /&gt;Munkinkah menguji kesetiaan&lt;br /&gt;Kejujuran dan kemanisan iman&lt;br /&gt;Tuhan berikan daku kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah kita terlupa&lt;br /&gt;Tuhan ada janjinya&lt;br /&gt;Bertemu berpisah kita&lt;br /&gt;Ada rahmat dan kasihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ini ujian&lt;br /&gt;Terangilah kamar kesabaran&lt;br /&gt;Pergilah derita hadirlah cahaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Brothers-Untukmu Teman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TE6BF9P8zfI/AAAAAAAAAJI/AQz7x8-TaIs/s1600/dreamland8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TE6BF9P8zfI/AAAAAAAAAJI/AQz7x8-TaIs/s320/dreamland8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498474134406745586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8934859195077369037?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8934859195077369037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-brotherhood_8163.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8934859195077369037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8934859195077369037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-brotherhood_8163.html' title='Journey to the Future: Brotherhood'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TE58gvggi1I/AAAAAAAAAJA/IWVgAsF17N4/s72-c/di+airlangga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-7832495589729263609</id><published>2010-07-07T17:13:00.006+07:00</published><updated>2010-07-07T17:23:21.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Machine Oriented</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man becomes man only by his intelligence, but he is man only by his heart&lt;/span&gt;.[Henri Frederic Amiel]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini tetap menyambut kami hangat walau lelah masih terasa di sekujur tubuh. Berkumpul kembali di balsid BNI, kami berangkat menuju kunjungan terakhir minggu pertama. Ditemani oleh prof. Effi, kami meluncur menuju Sukabumi, pabrik minuman ion dan cemilan low GI itu.&lt;br /&gt;Disambut oleh bangunan megah dan orang yang hangat kami memasuki pabrik PT. Amerta Indah Otsuka. Pabrik inilah yang memproduksi pocarisweat dan soyjoy. &lt;span class="fullpost"&gt; Kami dipandu menuju aula pertemuan untuk mendengarkan presentasi dari pihak otsuka mengenai pabrik ini. Setelah itu kami disuguhi oleh minuman pocarisweat dan cemilan low GI, soyjoy dan kemudian berlanjut dengan keliling pabrik. Jika anda beranggapan bahwa pabrik Sanbe Steril Plant sudah cukup wah dengan banyaknya tenaga mesin maka di pabrik ini hampir 90% pabrik dijalani oleh mesin. Mulai dari proses pembuatan hingga pengepakan sebagian besar dilakukan oleh mesin.&lt;br /&gt;Tidak lupa foto bersama mengakhiri kunjungan kali ini. Berakhirnya kunjungan ini merupakan akhir dari minggu pertama studek. Tetapi, tunggu dulu, jangan turunkan gairah anda, karena perjalanan selanjutnya akan lebih panjang, berliku, dengan duri di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya&lt;/span&gt;. [Qs.95:4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRUZqZHTOI/AAAAAAAAAHQ/FoJiuYNcR9E/s1600/otsuka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRUZqZHTOI/AAAAAAAAAHQ/FoJiuYNcR9E/s320/otsuka.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491106645524565218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-7832495589729263609?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/7832495589729263609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-machine-oriented.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7832495589729263609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7832495589729263609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-machine-oriented.html' title='Journey to the Future: Machine Oriented'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRUZqZHTOI/AAAAAAAAAHQ/FoJiuYNcR9E/s72-c/otsuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2044669939710614669</id><published>2010-07-07T17:05:00.006+07:00</published><updated>2010-07-07T23:49:41.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Menjajah Bandung</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Freedom makes a huge requirement of every human being. With freedom comes responsibility. For the person who is unwilling to grow up, the person who does not want to carry is own weight, this is a frightening prospect&lt;/span&gt;. [Eleanor Roosevelt]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bandung, here we come!&lt;/span&gt; Hari ini dimulai lebih awal, pukul 05.30 kami sudah harus berkumpul di balsid BNI. Dengan ditemani oleh Bu Nelly, kami berangkat ke Bandung disertai gerimis mengayun. Perjalanan luar Jakarta pertama kami dan semua orang sudah siap. Alhamdulillah tidak ada gangguan yang berarti selama perjalanan ke dan dari Bandung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sanbe Sterile Preparation Plant: Ruangan Tanpa Sudut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini berkunjung ke perusahaan farmasi terkenal Sanbe Farma, lebih tepatnya ke bagian pabrik yang memproduksi sediaan-sediaan steril, seperti infus, preparat vial dan ampul, dsb yang berlokasi di Padalarang Bandung. Kami disambut dengan hangat dan snack yang enak. Salah satu hal yang menarik adalah kami harus mengganti sepatu yang kami kenakan dengan sepatu yang disediakan oleh pihak pabrik.&lt;br /&gt;Di sini kami mendapat penjelasan tentang Sanbe Steril Plant, terutama sistem air nya yang merupakan jantung dari pabrik ini. Salah satu produk unggulan pabrik ini adalah infus kemasan softbag pertama di Indonesia yang mengalami sterilisasi pada suhu 121°C dan sesuai dengan prosedur CPOB standar Indonesia dan internasional. Selanjutnya kami beranjak mengelilingi tempat ini dan melihat sedikit banyak proses produksi dari infus tersebut. Kegiatan di pabrik ini sudah lebih banyak menggunakan tenaga mesin dan semuanya terintegrasi dalam suatu sistem. Hal yang menarik adalah hampir sebagian besar pabrik ini tidak memiliki sudut, yang merupakan standar dari ruangan steril. Hal ini dikarenakan sudut pada ruangan dapat memperbesar kemungkinan kontaminasi oleh mikroba.&lt;br /&gt;Kunjungan tempat ini pun berakhir, sepatu-sepatu sudah dikembalikan, foto-foto sudah diabadikan, dan saatnya berangkat menuju tempat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebun Percobaan Manoko: Hiking untuk melihat tanaman obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, sebuah tempat dengan jalur menantang untuk dilalui. Naik-turun bukit kami lalui, walaupun dengan keringat di dahi, senut di kaki, dan lelah yang menghampiri, senyum kami tetap tersungging untuk foto yang dijepretkan. Untunglah Bu Nelly diantar dengan motor oleh pihak perkebunan Manoko.&lt;br /&gt;Perkebunan ini terletak di dataran Lembang dengan luas hingga 20,7 Ha dan sebagian besar tertanami tanaman obat dan aromatik. Tempat ini memiliki pemandangan alam yang cukup indah dan sangat tepat untuk foto-foto. Di sini kami berkeliling sambil diberi penjelasan mengenai tanaman yang ada serta khasiatnya.&lt;br /&gt;Setelah kunjungan selesai, kami tetap harus melalui jalur naik-turun itu untuk kembali ke bus. Akhirnya kami sampai di kampus pada maghrib dan diteruskan dengan istirahat di tempat masing-masing untuk mengistirahatkan kaki-kaki yang berteriak dalam bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRSvMkQ5RI/AAAAAAAAAHI/LS5x5zqQAN8/s1600/kebun+percobaan+manoko.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRSvMkQ5RI/AAAAAAAAAHI/LS5x5zqQAN8/s320/kebun+percobaan+manoko.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491104816452134162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2044669939710614669?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2044669939710614669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-past-menjajah-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2044669939710614669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2044669939710614669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-past-menjajah-bandung.html' title='Journey to the Future: Menjajah Bandung'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRSvMkQ5RI/AAAAAAAAAHI/LS5x5zqQAN8/s72-c/kebun+percobaan+manoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5541641893530902330</id><published>2010-07-07T16:59:00.003+07:00</published><updated>2010-07-07T17:03:53.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Jakarta Ibukota Tercinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Every great advance in science has issued from a new audacity of imagination&lt;/span&gt;. [John Dewey]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari Jakarta karena hari inilah kunjungan terakhir kami di Jakarta.  Sama seperti sebelumnya, kami berkumpul pukul 06.30 plus, plus. Plus registrasi, siap-siap, dan tak ketinggalan snack selama perjalanan. Hari ini sang PO tersayang tidak bisa hadir dikarenakan diare yang harus dideritanya, tapi tak mengapa jalur koordinasi sudah diserahkan ke pihak acara sehingga kegiatan tetap berjalan lancar. Meskipun diawali dengan kedatangan bus yang terlambat akibat miskomunikasi antara supir bus dan pihak manajemen bus, kami toh tetap berangkat dengan gairah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Museum BI: uang, sejarah, dan negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum BI mungkin salah satu museum di Indonesia yang menawarkan konsep museum yang berbeda. Perpaduan antara gaya bangunan khas belanda nan klasik, canggihnya teknologi digital, dan sejarah moneter Indonesia yang dikemas dengan kompak menjadi daya tarik lebih bagi museum BI. Dengan dipandu oleh seorang tour guide, kami mengelilingi museum BI dengan sajian pertama adalah game menangkap uang digital yang menggunakan sensor cahaya sebagai respon terhadap gerakan tangan manusia. Selanjutnya adalah menonton film singkat tentang sejarah museum BI yang disaji cukup menarik. Tak lupa setelah itu ada bagi-bagi hadiah  untuk mereka yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan tour guide. Perjalanan berlanjut dengan melihat koleksi museum BI, mulai dari sejarah moneter Indonesia yang dipadukan oleh teknologi touch screen, bentuk uang yang ada di Indonesia dari masa ke masa, dan emas batangan berwarna kuning kusam, serta tak lupa foto-foto di segala sudut ruangan. Secara garis besar museum ini cukup mengagumkan dan kunjungan ini diakhiri dengan foto-toto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SCI: Like a magic, advanced science was appeared&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami selanjutnya meluncur  Stem Cell and Cancer Institute (SCI) yang terletak di Pulo Mas, Jakarta Timur. Di sini pun dosen pembimbing sudah hadir lebih dahulu, yaitu Pak Iskandar. Kemudian sebagai lembaga penelitian yang bergerak di bidang stem cell dan kanker, SCI memiliki SDM yang mumpuni dan perlengkapan yang cukup advance d Indonesia, di antaranya RT/PCR, Western Blot, Cell Culture dan ELISA serta  Immunofluorescence dan Flow Cytometry. SCI memiliki dua divisi yaitu divisi stem cell dan divisi antikanker. Masing-masing divisi tersebut memiliki spesifikasi yang bergerak dibidang:&lt;br /&gt;Divisi stem cell: Mouse embryonic stem cell, Adult Stem cell dari pembuluh darah tepi untuk pengobatan luka bakar, stroke, dsb, serta stem cell yang berasal dari darah plasenta manusia.&lt;br /&gt;Divisi Antikanker: program pencegahan kanker, terapi dan diagnosis molekular melalui biomarker, serta vaksin kanker.&lt;br /&gt;Saat tiba di tempat ini, kami dibagi menjadi grup, salah satu grup mengikuti presentasi dan lainnya tur keliling SCI. Banyak hal yang diperlihatkan di sini dengan penjelasan yang cukup detail, meskipun tidak semua penjelasan kami mengerti.&lt;br /&gt;Kunjungan pun di akhiri dengan foto bersama dan decak kagum akan sains dan teknologi yang sudah cukup maju di lembaga ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sungguh tempat yang inspiratif!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Science is an imaginative adventure of the mind seeking truth in a world of mystery&lt;/span&gt;. [Sir Cyril Herman Hinshelwood]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRQw4npb_I/AAAAAAAAAHA/nSSCfNaNUxU/s1600/SCI3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRQw4npb_I/AAAAAAAAAHA/nSSCfNaNUxU/s320/SCI3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491102646434099186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5541641893530902330?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5541641893530902330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-jakarta-ibukota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5541641893530902330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5541641893530902330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-jakarta-ibukota.html' title='Journey to the Future: Jakarta Ibukota Tercinta'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRQw4npb_I/AAAAAAAAAHA/nSSCfNaNUxU/s72-c/SCI3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-73513955160634633</id><published>2010-07-07T16:55:00.004+07:00</published><updated>2010-07-07T16:57:51.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Menyelesaikan yang Tertunda</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain&lt;/span&gt;.[QS. 94:7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tidak ada studek, jeda satu hari dalam satu minggu padat. Namun bukan menjadi alasan bagi mereka yang aktif untuk berleha-leha, ada pekerjaan menumpuk yang harus diselesaikan; ujian farmakokinetika, laporan PKM-P, proposal untuk berangkat ke APPS, ngambil tambang di basecamp mapala UI, kuliah K2N, rapat dan rapat.&lt;br /&gt;Untuk mengisi kekosongan, berikut dilampirkan ringkasan perjalanan kami:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MINGGU I&lt;br /&gt;SENIN 21/6 = BPOM &amp;amp; Ristra IndoLab&lt;br /&gt;Pembimbing: Bu Atiek&lt;br /&gt;RABU 23/6 = Museum BI dan Stem Cell and Cancer Institute (SCI)&lt;br /&gt;pembimbing : Pak Iskandar&lt;br /&gt;KAMIS 24/6 = Sanbe Sterile Plant dan Kebun Percobaan Manoko&lt;br /&gt;pembimbing : Bu Nelly&lt;br /&gt;JUMAT 25/6 = PT. Amerta Indah Otsuka&lt;br /&gt;pembimbing : Bu Effionora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINGGU II&lt;br /&gt;Berkumpul di lapangan farmasi pukul 16.00-17.00&lt;br /&gt;pembimbing : Bu Nelly dan Bu Katrin&lt;br /&gt;SENIN 28/6 = Nyonya Meneer&lt;br /&gt;SELASA 29/6 = Universita Airlangga&lt;br /&gt;RABU 30/6 = Acara Puncak Angkatan di Jimbaran&lt;br /&gt;KAMIS 1/7 = Kegiatan Angkatan di Tanjung Benoa dan Wisata Belanja di Krisna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak ada jiwa yang tak disibukkan dengan perkara besar, kecuali ia akan disibukkan oleh perkara kecil. Tak ada jiwa yang tidak disibukkan dengan kebaikan, kecuali ia pasti disibukkan dengan keburukan&lt;/span&gt;.[unknown]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-73513955160634633?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/73513955160634633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-menyelesaikan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/73513955160634633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/73513955160634633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-menyelesaikan-yang.html' title='Journey to the Future: Menyelesaikan yang Tertunda'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1478937380584120106</id><published>2010-07-07T16:40:00.004+07:00</published><updated>2010-07-07T16:50:32.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to the Future: Kunjungan Pertama, Sebuah Langkah Awal</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berdoalah di tiap awal pekerjaanmu, karena hal itulah yang memberikan nilai lebih dalam setiap hasilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dimulai pukul  06.30, kami berkumpul di balai sidang BNI. Banyak yang tepat waktu, namun tidak sedikit yang tetap telat. Kunjungan hari pertama dimulai ke BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan selanjutnya berkunjung ke Ristra Indolab. Studek sudah dimulai, semangat kami meninggi, inilah saatnya, perjalanan menuju masa depan pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BPOM, lembaga pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) merupakan lembaga pemerintah non-kementrian. Kunjungan pertama kami adalah ke lembaga ini yang berlokasi di Jl. Percetakan Negara, Jakarta dengan menaiki dua bus. Jumlah kami sekitar 66 dengan ditemani oleh Prof. Atiek yang ternyata sudah sampai lebih dahulu sebelum kami. Pada rundown acara, dijadwalkan kunjungan dimulai pukul 10.00, namun kami hadir setengah jam sebelumnya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;such a punctual people!!&lt;/span&gt;, hehe..)&lt;br /&gt;Kami disambut dengan hangat oleh Drs. Arustiyono, Apt., Kepala Biro Umum BPOM, yang kemudian menjelaskan betapa BPOM memiliki tugas penting, yaitu memberi perlindungan pada konsumen bahkan hingga ke pelosok daerah dan diakhiri dengan pengingatan akan pentingnya softskill selain hardskill bagi para pegawai BPOM.&lt;br /&gt;Sesi selanjutnya diberikan pemaparan tentang BPOM oleh Dra. Neviyenti, Apt. yang berisikan mengenai l atar belakang pendirian Badan POM, kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, grand strategy, struktur organisasi, visi dan misi, produk yang diawasi oleh Badan POM, serta mekanisme pengawasannya. Selain itu, sesi ini juga dihadiri oleh Kepala Sub Bidang Layanan Informasi Obat Dra. Tri Asti Isnariani,Apt.M.Pharm dan Kepala Sub Bidang Layanan Informasi Keracunan, Dra.Murti Hadiyani. Sesi ini diakhiri dengan diskusi, penyerahan kenang-kenangan, dan foto bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ristra IndoLab, Hidup Mahasiswi!!..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari Jl. Percetakan Negara, kami meluncur ke citeureup, Bogor lokasi target kami selanjutnya, Ristra IndoLab. Wajah para mahasiswi Farmasi terlihat lebih cerah (atau setidaknya begitu menurut penulis). Tak ayal, Ristra merupakan produsen kosmetik yang terkenal di kalangan menengah ke atas, dan apalagi setelah berhembus berita akan dibagikan produk Ristra kepada para peserta yang hadir.&lt;br /&gt;Disambut dengan hangat oleh pihak Ristra, cukup menghibur kami yang agak kepanasan karena AC dalam ruangan tidak sepenuhnya bekerja. Selanjutnya presentasi oleh dokter dari Ristra mengenai kulit dan problemnya serta cara kita menanggulanginya. Kunjungan dilanjutkan dengan keliling pabrik Ristra. Setidaknya ada tiga bagian yang kami kunjungi, yaitu bagian produksi, quality control dan R (Research) and D (Development). Meskipun pada bagian produksi, pekerjaan yang dilakukan masih menggunakan banyak tenaga manusia, Ristra IndoLab dapat menerima pesanan produk untuk diproduksi dari perusahaan kosmetik lainnya. Pada bagian produksi sendiri terlihat adanya ruang preparasi bahan (penyiapan bahan, penimbangan, dll), kemudian bagian yang memproduksi lipstick, bedak, sabun, gel, dan lain sebagainya. Tak lupa ketika memasuki bagian produksi ini kami diharuskan memakai baju khusus untuk mengurangi adanya kontaminasi.&lt;br /&gt;Pada bagian quality control dan R and D, kami berdiskusi langsung dengan pekerja di sana. Banyak hal menarik dan baru bagi kami, kurang lebih memberikan gambaran mengenai pekerjaan di bagian ini. Hal menarik lainnya adalah kami menemui alumni farmasi UI angkatan 2002 (kalo tidak salah) yang bernama ka Inggid (kalo tidak salah lagi, maaf ya ka..) di bagian R and D.&lt;br /&gt;Kunjungan diakhiri dengan pemberian dua buah produk Ristra, yaitu Trustee, penyerahan kenang-kenangan dan foto bareng.&lt;br /&gt;Inilah hari pertama kunjungan kami. Rasa lelah pun terbayar dengan kunjungan yang ada. Sungguh semoga pengalaman yang didapat dapat berguna di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Even every long journey must begin with a single step.&lt;/span&gt;[unknown]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRMh5qlfyI/AAAAAAAAAG4/ePcyPRKRRe4/s1600/bpom.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRMh5qlfyI/AAAAAAAAAG4/ePcyPRKRRe4/s320/bpom.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491097990970310434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1478937380584120106?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1478937380584120106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-kunjungan-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1478937380584120106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1478937380584120106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-kunjungan-pertama.html' title='Journey to the Future: Kunjungan Pertama, Sebuah Langkah Awal'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRMh5qlfyI/AAAAAAAAAG4/ePcyPRKRRe4/s72-c/bpom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3042518666655427659</id><published>2010-07-07T16:26:00.006+07:00</published><updated>2010-07-07T16:39:39.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studek'/><title type='text'>Journey to The Future: Opening Theme</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams&lt;/span&gt;.[ Eleanor Roosevelt]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRJSOXqn_I/AAAAAAAAAGo/_z9e3NCgVHw/s1600/great07+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRJSOXqn_I/AAAAAAAAAGo/_z9e3NCgVHw/s200/great07+4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491094423115309042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah catatan perjalanan, inilah isi tulisan ini dan tulisan lanjutan yang akan diterbitkan dengan tagline yang sama. Catatan mengenai perjalanan untuk mencari sedikit pengalaman untuk sebuah harapan yang besar. Catatan perjalanan dari keluarga besar Farmasi UI 2007, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;little experience for great expectation&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Studi Ekskursi (studek) merupakan acara angkatan yang biasa diadakan oleh mahasiswa farmasi UI. Ekskursi berarti di luar kursi, maksudnya adalah sebuah studi di luar kelas untuk melihat langsung gambaran ruang kerja bagi mahasiswa farmasi di masa depan nantinya, setidaknya itulah tujuan utamanya. &lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin tidak banyak yang tahu, dahulu acara ini merupakan proker dari himpunan mahasiswa farmasi UI, yang kemudian diubah menjadi acara kultural angkatan yang diadakan saat menjelang tahun ke-4 studi di Farmasi UI. Selanjutnya dengan berbagai pertimbangan dan dorongan, pada tahun 2009, kegiatan ini dilegal-formalkan dengan dimasukan sebagai proker khusus HMD farmasi UI.&lt;br /&gt;Studek ini sudah mulai dirancang pada tahun ke-2 studi di Farmasi oleh Farmasi UI angkatan 2007. Pemilihan PO (Project Officer) pun dilaksanakan, kepanitiaan segera dibentuk, dan angkatan mulai disolidkan untuk berkontribusi secara aktif di kegiatan ini. Saat itu dibuat keputusan untuk menghentikan kas angkatan dan mengalihkannya ke tabungan studek. Minggu per minggu uang dikumpulkan, ada yang bayar lunas langsung, ada juga yang menunggak hingga beberapa minggu. Pencarian dana lebih digiatkan ketika memasuki tahun ke-3. Konsep awal dibentuk, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kita pergi ke singapura!!&lt;/span&gt; Tetapi tidak kawan, budget terlalu tinggi dan tidak banyak yang bisa dikunjungi, jangan-jangan malah lebih banyak belanjanya. Target diturunkan namun tetap harus lebih baik dari tahun lalu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kita akan menginjak pasir Bali!&lt;/span&gt; Kesepakatan telah dibuat dan terpenting adalah pelaksanaannya.  Karena cita tanpa usaha hanyalah angan kosong. Dan tentunya tidak dapat dihindari, kesibukan kuliah harus disisihkan sedikit untuk kepentingan studek. Namun tidak mengapa, inilah pembelajaran menuju kedewasaan. Manajerial waktu merupakan skill yang tak dipelajari saat duduk di bangku kelas.&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir, hari semakin dekat, dan kami terus bergerak. Ego pribadi janganlah diikutkan, semua untuk kepentingan bersama. Barisan dirapatkan, pergerakkan terus diakselerasi; memenuhi target budget, fiksasi tempat kunjungan, perancangan konsep acara itulah tema utamanya. Technical Meeting tidak lupa diadakan, tanggal 18 Juni semua hal yang perlu disiapkan disosialisasikan. Tempat kunjungan dan bus sudah dikonfirmasi, kami siap berangkat.&lt;br /&gt;Hari-hari tinggal dihitung jari-jemari. Meskipun dengan keterbatasan di sana-sini kami tetap berani melangkah. Bukankah di setiap perjalanan panjang selalu diawali dengan sebuah langkah? Mereka yang melangkah dengan rasa takut sebenarnya tidak pernah beranjak kemana-mana. Pagi pun tiba, dan mentari tetap tersenyum hangat kepada kami, meskipun awan kegelisahan tetap menggantung, kami melangkah dengan tekad di hati. Semoga hati-hati kami disatukan, langkah-langkah kami dikuatkan, keberkahan dan kebermanfaatan teriring disetiap sudut-sudut studi ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari&lt;/span&gt;.[Hasan Al-Banna]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRK0lFwlRI/AAAAAAAAAGw/B1pJF0CmJz0/s1600/farmasi+2007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRK0lFwlRI/AAAAAAAAAGw/B1pJF0CmJz0/s200/farmasi+2007.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491096112841397522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3042518666655427659?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3042518666655427659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-opening-theme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3042518666655427659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3042518666655427659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/07/journey-to-future-opening-theme.html' title='Journey to The Future: Opening Theme'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TDRJSOXqn_I/AAAAAAAAAGo/_z9e3NCgVHw/s72-c/great07+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6716986654912018255</id><published>2010-06-10T23:23:00.007+07:00</published><updated>2010-06-10T23:54:12.203+07:00</updated><title type='text'>Jalan Berliku Menuju Keadilan: Kisah Nyata Seorang Maba 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TBET9WcaFQI/AAAAAAAAAGY/bDuiImjUqaA/s1600/labirin2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TBET9WcaFQI/AAAAAAAAAGY/bDuiImjUqaA/s320/labirin2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481184166204282114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu saya pulang ke rumah dengan perasaan yang tidak karuan. Saya buka ransel sekolah saya sesekali, masih saya pandangi 1 bendel formulir pemberian Bu Arthena, guru BP saya. Saya masih tidak percaya jika ternyata 1 dari 4 formulir seleksi mahasiswa baru UI jalur PPKB untuk sekolah saya tersebut akan jatuh ke tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah,itulah impian besar saya sejak saya mengenal apa itu PTN. Saya ingin sekali mengenyam pendidikan di UI, itulah hal yang memotivasi saya untuk belajar dengan sungguh-sungguh setiap harinya. Walaupun sebenarnya gerbang untuk meraih impian itu baru saja terbuka, saya galau juga. Kalau saya bicarakan hal ini kepada kedua orangtua saya, saya takut akan membuat mereka semakin terbebani, saya tidak tega. Saya sadar benar bahwa untuk makan sehari-hari saja sulit, sampai-sampai ibu saya harus merantau ke Jakarta. Bagaimana tidak,ayah saya hanyalah seorang PNS golongan II yang tiap bulan hanya menerima gaji bersih tidak lebih dari 350 Ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sore hari pun saya masih belum berani membicarakan hal ini kepada Ayah saya. Setelah beberapa saat saya shalat Istikarah akhinya saya putuskan: Dengan nekatnya saya mendaftar diam-diam. Karena pada saat itu saya dibebani biaya pendaftaran 100 Ribu sementara saya tidak punya uang sama sekali, maka saya memberanikan diri mendatangi pemilik bimbingan belajar dimana saya biasanya mengajar les untuk meminta setengah dari gaji saya di awal. Beruntung sekali pemilik bimbel itu memaklumi keadaan saya, beliaupun memberikan uang 150 Ribu kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa langkah yang saya ambil ini salah karena bertindak tanpa sepengetahuan orangtua. Sehingga saya mendaftarkan diri belum mendapat restu dari orangtua. Tapi sekali lagi,niat dan kemauan saya untuk dapat kuliah di sana mengalahkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkas dikirimkan, saya merasa lega. Namun lagi-lagi saya dihantui perasaan bersalah terhadap orangtua saya. Siang itu saya beranikan diri untuk memberi tahu kedua orangtua saya. Pertama kali saya menelepon Ibu saya, Alhamdulillah meskipun awalnya beliau agak kaget tapi pada akhirnya beliau memberi restu kepada saya. Yang agak membuat nyali saya teruji adalah ketika saya memberi tahu kepada ayah saya. Dan ternyata dugaan saya terbukti, ekspresi ayah saya saat itu sangat membuat saya merasa bersalah. Beliau berkata:”Nak, bagaimana kalau kita tidak mampu membayar biaya pendidikannya? Ayah khawatir kalau kamu bakalan dikeluarkan dan akhirnya kecewa. Dengan apa kita membayar? Ayah hanya punya rumah ini. Kalaupun dijual tidak akan cukup untuk membiayai kamu sampai selesai. Lalu bagaimana dengan Adikmu? Kamu memang kurang beruntung mempunyai Ayah seperti Ayah ini…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kata-kata yang keluar dari Ayah saya, ingin rasanya saya menangis ketika mendengarnya. Saya sangat merasa bersalah. Kemudian saya berusaha untuk selalu meyakinkan Ayah saya bahwa saya bisa, ada banyak beasiswa di UI dan saya akan berusaha dengan keras untuk kuliah dengan beasiswa. Kalaupun saya gagal mendapat beasiswa, saya akan bekerja paruh waktu untuk mencukupi biaya kuliah saya. Meskipun Ayah saya tidak begitu yakin dengan apa yang saya katakan, akhirnya beliau memberi restu kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 Januari 2010, saya berangkat sekolah jauh lebih pagi dari biasanya untuk mampir ke warnet melihat pengumuman diterima atau tidaknya saya di UI. Subhanallah, antara percaya dan tidak percaya ternyata saya diterima. Namun pandangan saya buyar ketika melihat besarnya biaya pendidikan yang harus saya bayar. Setelah saya cari-cari cara pembayaran, yaitu pada tanggal 29 Januari 2010, saya memutuskan, dan memang harus memutuskan untuk memilih sistem pembayaran BOP Berkeadilan, yaitu pembayaran biaya pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Saya langsung mendaftar secara on line, dan segera menririmkan berkas-berkas yang dibutuhkan sehari setelah itu. Pengumuman besaran biaya BOP baru diumumkan pada tanggal 8 Maret, sambil bersabar saya terus berdoa semoga permohonan saya tercapai. Besarnya BOP yang saya ajukan waktu itu adalah 100 Ribu (karena yang saya tahu skala BOP antara 0-7,5 Juta), DKFM dan lainnya 700 Ribu, sedangkan untuk uang pangkal saya menuliskan 0 Rupiah. Jadi kalau ditotal saat itu saya mengajukan Biaya keseluruhan sebesar 800 Ribu. Saya mengisinya bukan tanpa alasan, karena saya hanya mampu untuk membayar sebesar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melengkapi berkas pendaftaran BOP, Saya mengalami beberapa kesulitan. Diantaranya adalah tentang 3 surat rekomendasi dari tetangga yang disertai dengan nomor telepon yang bersangkutan. Bagaimana tidak? Saya hidup di desa yang sangat pelosok, tetangga saya jarang yang mempunyai telepon mereka juga sedikit sekali yang bisa baca tulis. Waktu saya ke rumah Pak RT, saya menjadi ragu. Beliau sudah tua dan tidak punya telepon, akhirnya beliau menuliskan nomor telepon menantunya, itupun tidak selalu dirumah. Pencarian ke tetangga kedua jauh lebih sulit, waktu beliau menuliskan rekomendasi, tulisannya hampir tidak terbaca. Namun beruntung beliau mempunyai telepon yang bisa dihubungi. Surat rekomendasi ketiga saya ajukan kepada pemilik bimbel tempat saya mengajar, beliau adalah orang satu-satunya berpendidikan yang tahu keadaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap, melalui beliau inilah saya akan mendapatkan pencerahan. Selain mencari informasi dari internet, saya berusaha untuk mendapatkan nomor telepon kakak kelas dari UI yang bisa membantu saya. Awalnya saya mendapatkan nomor HP Kak ***, mahasiswa Farmasi, saya bercerita panjang lebar kepada beliau tentang keadaan yang saya hadapi. Selang beberapa hari beliau memberikan nomor HP seseorang yang dianggapnya tetap yaitu Kak *****. Saya juga tidak sungkan-sungkan menceritakan keadaan saya kepada beliau dengan harapan beliau dapat membantu saya menurunkan BOP B yang harus saya bayarkan. Awalnya saya malu, namun keinginan saya terlalu kuat untuk mengalahkan rasa malu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman BOP yang pertama pun akhirnya keluar. Pagi itu saya hampir menangis karena ternyata BOP sementara yang dibebankan kepada saya jauh dengan yang saya ajukan. Total yang harus saya bayar saat itu adalah 6,2 Juta. Pikiran saya menjadi kacau balau, bagaimana jika Ayah saya tahu? Beliau pasti akan bersedih. Saya terus berhubungan dengan pihak yang mengurusi BOP B melalui email, saya mengajukan Banding. Saya membuat pernyataan bahwa orangtua saya tidak mampu membayar sebesar itu dan hanya mampu membayar tidak lebih dari 1 juta saja. Tiap email yang saya kirimkan direspon, tapi isinya hanya menyuruh saya bersabar menunggu prosedur selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari setelah itu, tetangga saya memberi tahu saya bahwa beliau dihubungi pihak UI, namun tidak jelas dengan setiap pertyanyaan yang diajukan oleh pihak UI karena semua pertanyaannya menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan tetangga saya hanya mengerti bahasa Jawa. Saya sedih mendengarnya. Sorenya Pemilik bimbel juga bicara pada saya bahwa beliau mendapat telepon. Namun pada saat itu beliau sedang menghadiri acara hajatan tetangga sehingga tidak tahu kalau ada telepon dari pihak UI. Saya semakin kecewa. Kemudian saya mendatangi Pak RT, Jawaban yang saya dapatkan tidak jauh berbeda. Menantunya saat itu sedang di pabrik sehingga tidak tahu apa yang sedang ditanyakan pihak UI. Saya hampir putus asa, saya takut kalau hal ini akan mempengaruhi hasil BOP B saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya harapan saya saat itu adalah Ayah saya, ketika ditelepon ternyata beliau sedang dalam perjalanan. Beliau tidak dapat mendengar dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan karena keadaan yang sangat bising di jalan. Saya hampir menangis mendengarnya. Namun tidak ada yang bisa saya perbuat. Semuanya sudah terlanjur. Saya serahkan keputusan yang terbaik kepada Allah dan pihak yang mengurusi BOP B. Saya harap mereka dapat menetapkan jumlah yang paling adil kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman hasil Banding pun keluar. Pagi-pagi saya datang ke warnet. Saya kecewa berat karena BOP B saya tidak berubah, masih tetap 6,2 Juta. Saat mengetahui hal itu saya hanya bisa menangis dalam hati. Pikiran saya di sekolah menjadi tidak terfokus gara-gara tidak berani memberitahukannya kepada orangtua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya masih belum percaya dengan hasil yang saya peroleh pagi itu, sepulang sekolah saya mampir ke warnet lagi. Ternyata informasi yang saya dapatkan berbeda dari yang tadi pagi keluar. Kalau paginya masih 6,2 Juta, siangnya menjadi 5,5 Juta dengan kebijakan 3 kali cicilan. Meskipun mengalami penurunan sebesar 700 Ribu, saya masih kecewa juga karena jumlah sebesar itu sangat jauh dari yang saya ajukan. Namun mau bagaimana lagi, di bawah pengumuman itu terdapat tulisan:”Keputusan penentapan ini bersifat Final dan tidak bisa di ubah lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari warnet, dengan muka kusut, saya menyerahkan hasil cetakan pemberitahuan tersebut kepada Ayah saya. Ayah saya hanya terdiam saja. Saya takut kalau beliau akan kembali pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membayar cicilan pertama, ada satu hal yang membuat saya tersentuh sebagai seorang anak. Karena Ayah saya tidak mempunyai uang sama sekali, beliau mendatangi Pak Camat untuk meminjam uang. Saya kasihan juga melihat Ayah saya yang menjadi seperti pengemis, demi saya. Setiap hari saya dihantui oleh perasaan ketakutan dan kegalauan. Apakah cicilan berikutnya kami masih mampu mengusahakan untuk membayar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada satu hal yang meyakinkan saya bahwa dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 286 Allah berfirman bahwa Dia tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya. Saat itu mulai timbul keyakinan di hati saya bahwa saya pasti bisa melalui semua ini. Ayah dan Ibu saya, itulah semangat saya. Saya ingin membahagiakan mereka. Saya tidak ingin mereka bekerja keras terus-terusan. Dan saya harus bisa membawa perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicilan kedua pun menanti, seperti biasanya, Ayah saya tidak punya uang. Saya tidak ingin melihat lagi beliau menjadi seorang peminta-minta. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menelepon saudara saya yang di luar negeri. Ternyata tidak bisa. Saya mencoba lagi menghubungi saudara saya yang di Bekasi, Alhamdulillah beliau berkenan meminjami uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama perjuangan sulit yang saya lewati ini tidak mengecilkan hati saya untuk mundur, justru mengobar semangat saya untuk tetap bertahan dan memperjuangkan semua ini. Banyak orang-orang terdekat saya yang terus menyemangati saya. Dengan dukungan dan doa mereka, saya berjanji saya akan semakin tegar dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini saya masih dalam masa menunggu pengumuman beasiswa BIDIK MISI. Inilah harapan saya satu-satunya saat ini. Jika saya berhasil mendapatkannya, paling tidak saya akan melegakan hati kedua orangtua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semakin hari, jarak saya menuju sekolah impian saya, sebuah Universitas terkemuka di Indonesia dengan segala prestasinya semakin dekat. Saya semakin optimis! Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan saya untuk menggapainya, kecuali Allah. Saya akan buktikan kepada semua, bahwa saya gadis miskin dari desa yang hidup sendirian di sana akan dapat berprestasi, sungguh-sungguh dalam menggali ilmu dan tidak akan mengecewakan. Saya janji. Dengan Rahmat Allah, tidak ada yang tidak mungkin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tulisan ini diambil dari note faccebook salah seorang sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150223396520145#!/note.php?note_id=10150223396520145&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6716986654912018255?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6716986654912018255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/06/jalan-berliku-menuju-keadilan-kisah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6716986654912018255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6716986654912018255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/06/jalan-berliku-menuju-keadilan-kisah.html' title='Jalan Berliku Menuju Keadilan: Kisah Nyata Seorang Maba 2010'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TBET9WcaFQI/AAAAAAAAAGY/bDuiImjUqaA/s72-c/labirin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-884141002213369233</id><published>2010-06-06T19:05:00.004+07:00</published><updated>2010-06-06T19:12:54.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Brothers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TAuQuWV2R5I/AAAAAAAAAFs/HvUmmHzVeKM/s1600/ed+and+al.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TAuQuWV2R5I/AAAAAAAAAFs/HvUmmHzVeKM/s200/ed+and+al.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479632497571940242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahu Elric bersaudara? Edward dan Alphonso? Ya, bagi para penggemar Full Metal Alchemist pasti tahu akan kedua karakter tersebut. Jika anda juga menonton filmnya maka ada sebuah soundtrack yang saya pikir cukup menyentuh, yaitu yang dibawakan oleh bratya berjudul Brothers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosti menya, mladshiy brat!&lt;br /&gt;Ya tak pred toboy vinovat.&lt;br /&gt;Pyitatsya vernut' nyelzya&lt;br /&gt;Togo, chto vzyala zyemlya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kto znayet zakon Byitiya,&lt;br /&gt;Pomog byi mne nayti otvet.&lt;br /&gt;Zhestoko oshibsya ya;&lt;br /&gt;Ot smerti lekarstva nyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milaya mama! Nyezhnaya!&lt;br /&gt;Myi tak lyubili tebya.&lt;br /&gt;No vse nashi silyi&lt;br /&gt;Potrachenyi byili zrya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tebya soblaznil ya&lt;br /&gt;Prekrasnoy nadezhdoy&lt;br /&gt;Vernut' nash semeynyiy ochag.&lt;br /&gt;Moy brat, ya vo vsem vinovat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nye plach', nye pechal'sya, starshiy brat!&lt;br /&gt;Nye tyi odin vinovat.&lt;br /&gt;Doroga u nas odna,&lt;br /&gt;Iskupim vinu do dna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mnye nye v chem tebya upreknut'.&lt;br /&gt;I ya nye obihen nichut'.&lt;br /&gt;Tyazhek, nash gryekh&lt;br /&gt;Khotet' byit' silneye vsekh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milaya mama! Nyezhnaya!&lt;br /&gt;Myi tak lyubili tebya.&lt;br /&gt;No vse nashi silyi&lt;br /&gt;Potrachenyi byili zrya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sam soblaznilsya&lt;br /&gt;Prekprasnoy nadezhdoy&lt;br /&gt;Vernut' nash semeinyiy ochag.&lt;br /&gt;Ya sam vo vsem vinovat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No chto zhe nam delat', kak byit'?&lt;br /&gt;Kak vse ispravit', zyabyit'?&lt;br /&gt;Pyitat'sya vernut' nyel'zhya,&lt;br /&gt;Togo, chto vzyala zyemlya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu di atas menggunakan bahasa Rusia, berikut terjemahan bahasa Inggrisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forgive me, little brother&lt;br /&gt;I am so sorry before you.&lt;br /&gt;It's forbidden to try to return&lt;br /&gt;One taken by the earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The one who knows the law of existence&lt;br /&gt;Could help me to find the answer.&lt;br /&gt;I was very mistaken&lt;br /&gt;There's no cure for death.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Mom, sweet Mom!&lt;br /&gt;We loved you so much.&lt;br /&gt;But all our efforts&lt;br /&gt;Unfortunately were in vain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I tempted you&lt;br /&gt;With the wonderful hope&lt;br /&gt;Of returning our home.&lt;br /&gt;My brother, it's all my fault.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't cry, don't be sad, big brother.&lt;br /&gt;You're not the only guilty one.&lt;br /&gt;There's only one road before us,&lt;br /&gt;We will purge our sins completely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I cannot blame you,&lt;br /&gt;I am not hurt at all.&lt;br /&gt;Well, we sinned&lt;br /&gt;By wanting to be stronger than everyone else.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Mom, sweet Mom!&lt;br /&gt;We loved you so much.&lt;br /&gt;But all our efforts&lt;br /&gt;Unfortunately were in vain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was tempted&lt;br /&gt;With the wonderful hope&lt;br /&gt;Of returning our home.&lt;br /&gt;I'm guilty for all of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But what should we do, how should we be?&lt;br /&gt;How to fix everything, to forget?&lt;br /&gt;It's forbidden to try to return&lt;br /&gt;One taken by the earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu tersebut memang mengkisahkan bagaimana Elric bersaudara ingin menghidupkan kembali ibunya yang meninggal menggunakan alkimia (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;alchemy&lt;/span&gt;). Seperti yang tertera pada hukum pertama alkimia, jika ingin membuat sesuatu maka suatu hal lainnya yang ekuivalen dengan sesuatu yang ingin kita buat harus disediakan. Walaupun pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari zat-zat tertentu yang bisa disediakan, namun tidak ada yang ekuivalen dengan jiwa (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;soul&lt;/span&gt;) di dunia ini. Alhasil kecelakaan pun terjadi dan Edward harus kehilangan satu lengan dan kakinya, sedangkan Alphonso harus kehilangan seluruh tubuhnya dan jiwanya diikat di sebuah baju zirah oleh kakaknya sehingga tetap dapat tinggal di dunia.&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran bagi kita semua bahwa tidak ada yang setara dengan jiwa di dunia ini, maka bersyukurlah masih diberi kehidupan hingga saat ini dan jangan pernah disia-siakan karena hidup tak kan pernah kembali ketika dia sudah pergi. Rasa persaudaraan seperti yang digambarkan pada lirik di atas bisa kita contoh. Saat saudara kita mengalami kesusahan ataupun kegagalan, tidak selayaknya kita justru menyalahkan atau menghina, namun bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Humankind cannot gain anything without first giving something in return.&lt;br /&gt;To obtain, something of equal value must be lost.&lt;br /&gt;That is alchemy's first law of equivalent exchange"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="380" height="120"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="movie" value="http://n.a.m.m.aimini.net/player/mp3/?file=http://n.a.m.m.aimini.net/play/?fid=MmaNmxv5N8EbTcvXnZ1T&amp;auto=yes&amp;repeat=yes"&gt;&lt;embed src="http://n.a.m.m.aimini.net/player/mp3/?file=http://n.a.m.m.aimini.net/play/?fid=MmaNmxv5N8EbTcvXnZ1T&amp;auto=yes&amp;repeat=yes" width="380" height="120" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps. Perlu diketahui jika para pembaca muslim menonton anime ini maka akan terlihat banyak simbol kepercayaan atau bangsa tertentu. Tentunya ini perlu dicermati dan akan dibahas pada postingan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-884141002213369233?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/884141002213369233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/06/brothers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/884141002213369233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/884141002213369233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/06/brothers.html' title='Brothers'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/TAuQuWV2R5I/AAAAAAAAAFs/HvUmmHzVeKM/s72-c/ed+and+al.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4756308302137247983</id><published>2010-05-21T20:19:00.008+07:00</published><updated>2010-05-21T20:39:15.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Gaza, Gaza</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S_aLx-K8c2I/AAAAAAAAAFc/hlq8iiaaIuE/s1600/Gaza_sea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S_aLx-K8c2I/AAAAAAAAAFc/hlq8iiaaIuE/s320/Gaza_sea.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473716087734170466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lima hari aku di Gaza&lt;br /&gt;Banyak sekali kenangan yang ku dapat&lt;br /&gt;Kenangan tersendiri dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan berada di negeri jihad&lt;br /&gt;Jihad melawan kezaliman&lt;br /&gt;Jihad melawan keangkuhan&lt;br /&gt;Jihad melawan kebiadaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyatnya sabar dalam berjuang&lt;br /&gt;Meraih cita-cita yang mulia&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang merdeka dari belenggu penjajahan&lt;br /&gt;Walaupun mereka dijajah berpuluh tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diblokade dua tahun lamanya (sekarang memasuki tahun ke empat)&lt;br /&gt;Tidak menghalangi mereka untuk menghormati tamu&lt;br /&gt;Itulah yang saya rasakan selama lima hari di Gaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan salam juga disampaikan dengan senyuman&lt;br /&gt;Yang mempererat tali persaudaraan&lt;br /&gt;Kecintaan mereka terhadap Al Qur’an&lt;br /&gt;Menyentuh lubuk hati yang paling dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka dijajah&lt;br /&gt;Tetapi mencetak Al Qur’an dengan bentuk yang indah&lt;br /&gt;Kertas yang bagus&lt;br /&gt;Di baca setiap saat oleh rakyat Gaza&lt;br /&gt;Terutama anak-anak yang mengikuti program tahfizh Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk tahun ini, tahun 2009&lt;br /&gt;Mereka mentargetkan ada 10.000 orang hafizh yang baru&lt;br /&gt;Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Kecintaan mereka terhadap masjid juga menyentuh jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masjidnya dihancurkan penjajah Israel&lt;br /&gt;Mereka masih ke masjid melakukan shalat berjama’ah&lt;br /&gt;Cinta mereka terhadap masjid patut dicontoh&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bahkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan&lt;br /&gt;Seluruh masjid mengadakan program i’tikaf&lt;br /&gt;Rakyat Gaza mengikuti program i’tikaf tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pemimpin mereka Ismail Haniya juga turut serta&lt;br /&gt;Suatu jalinan yang indah antara rakyat dan pemimpinnya&lt;br /&gt;Dalam ketaatan kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetes air mataku saat meninggalkan kota Gaza&lt;br /&gt;Mereka melepas keberangkatanku juga menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan aku akan dapat kembali ke Gaza&lt;br /&gt;Kota yang penuh kenangan spiritual dan jihad&lt;br /&gt;Saya hanya berdoa semoga dapat kembali lagi ke Gaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan shalat di masjid Al Aqsha&lt;br /&gt;Kala itu Palestina merdeka&lt;br /&gt;Insya Allah tidak lama lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Ferry Nur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan di atas merupakan tulisan dari Ferry Nur yang ditulis di Eramuslim.com&lt;br /&gt;Gaza, ketika kita mendengar istilah itu, maka terlintas tentang perang tiada akhir, kebiadaban, penjajahan, penindasa, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di balik itu semua, di antara reruntuhan sekolah dan mesjid, dilahirkan hafidz-hafidz baru. Begitu kental kecintaan mereka terhadap Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza, Gaza&lt;br /&gt;Engkau pasti akan terbebaskan&lt;br /&gt;Di saat itu, umat muslim akan bebas beribadah di Al Aqsa&lt;br /&gt;Doa kami untukmu selalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4756308302137247983?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4756308302137247983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/lima-hari-aku-di-gaza-banyak-sekali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4756308302137247983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4756308302137247983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/lima-hari-aku-di-gaza-banyak-sekali.html' title='Gaza, Gaza'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S_aLx-K8c2I/AAAAAAAAAFc/hlq8iiaaIuE/s72-c/Gaza_sea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1055921420284190222</id><published>2010-05-14T13:45:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T14:00:20.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Any suggestion ???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-z04sMR3qI/AAAAAAAAAFU/7wsUtp3WzE8/s1600/question-mark3a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-z04sMR3qI/AAAAAAAAAFU/7wsUtp3WzE8/s320/question-mark3a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471016902120824482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Well, posting kali ini agak berbeda dari posting-posting sebelumnya yang kebanyakan adalah artikel-artikel non-fiksi. Posting kali ini sebenarnya ingin meminta pendapat dan saran dari pembaca yang kebetulan mampir ke blog ini [boleh dunk sarannya]. Penulis ingin tahu, sebenarnya blog yang baik itu, &lt;br /&gt;1. apa-apa saja topik tulisan yang minimal ada?&lt;br /&gt;2. kemudian agar isi blog tidak monoton, kira2 topik apa saja yang menarik bagi para pembaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari coment seorang teman yang bilang, "gam, blogmu bagus sih, cuma isinya agak monoton",, oalaaah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"so any suggestion????"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1055921420284190222?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1055921420284190222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/any-suggestion.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1055921420284190222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1055921420284190222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/any-suggestion.html' title='Any suggestion ???'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-z04sMR3qI/AAAAAAAAAFU/7wsUtp3WzE8/s72-c/question-mark3a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-838469912736206119</id><published>2010-05-07T16:47:00.003+07:00</published><updated>2010-05-07T16:54:19.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Uji Antioksidan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-Pi-eUCHMI/AAAAAAAAAFM/LT9G1nbYh6c/s1600/antioksidan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-Pi-eUCHMI/AAAAAAAAAFM/LT9G1nbYh6c/s200/antioksidan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468463935474769090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas antioksidan tidak dapat diukur secara langsung, melainkan melalui efek antioksidan dalam mengontrol proses oksidasi. Banyak metode yang bisa digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan. Pada pengukuran aktifitas antioksidan perlu diperhatikan sumber radikal bebas dan substrat. Hal ini dikarenakan antioksidan mungkin dapat melindungi lipid dari kerusakan oleh radikal bebas, namun di waktu yang sama dapat mempercepat kerusakan molekul sel lainnya. Untuk mengatasi masalah ini dapat digunakan beberapa metode pengukuran aktifitas antioksidan untuk mengevaluasi efek dari antioksidan. Berikut ini adalah  metode yang sering digunakan untuk mengukur aktifitas total antioksidan total suatu senyawa:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Uji DPPH&lt;br /&gt;DPPH atau 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (α,α-difenil-βpikrilhidrazil) merupakan suatu radikal bebas yang stabil dan tidak membentuk dimer akibat delokalisasi dari elektron bebas pada seluruh molekul. Delokalisasi elektron bebas ini juga mengakibatkan terbentuknya warna ungu pada larutan DPPH sehingga bisa diukur absorbansinya pada panjang gelombang sekitar 520 nm.&lt;br /&gt;Ketika larutan DPPH dicampur dengan senyawa yang dapat mendonorkan atom hidrogen, maka warna ungu dari larutan akan hilang seiring dengan tereduksinya DPPH.&lt;br /&gt;Uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode ini berdasarkan dari hilangnya warna ungu akibat tereduksinya DPPH oleh antioksidan. Intensitas warna dari larutan uji diukur melalui spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang sekitar 520 nm. Hasil dari uji ini diinterpretasikan sebagai EC50, yaitu jumlah antioksidan yang diperlukan untuk menurunkan konsentrasi awal DPPH sebesar 50%. Pada metode ini tidak diperlukan substrat sehingga memiliki keuntungan, yaitu lebih sederhana dan waktu analisis yang lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Uji ABTS&lt;br /&gt;Asam 2,2’-Azinobis(3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS) merupakan substrat dari peroksidase, di mana ketika dioksidasi dengan kehadiran H2O2 akan membentuk senyawa radikal kation metastabil dengan karakteristik menunjukan absorbansi kuat pada panjang gelombang 414 nm. ABTS merupakan senyawa larut air dan stabil secara kimia.&lt;br /&gt;Akumulasi dari ABTS dapat dihambat oleh antioksidan pada medium reaksi dengan aktivitas yang bergantung waktu reaksi dan jumlah antioksidan. Kemampuan relatif antioksidan untuk mereduksi ABTS dapat diukur dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 734 nm. Absorbansi maksimal juga dapat terjadi pada panjang gelombang yang lain. Panjang gelombang yang mendekati daerah infra merah (734 nm) dipilih untuk meminimalkan interfensi dari absorbansi komponen lainnnya.&lt;br /&gt;Hasil pengukuran dengan spektrofotometer selanjutnya dibandingkan dengan standar baku antioksidan sintetik, yaitu trolox yang merupakan analog vitamin E larut air. Hasil perbandingan ini diekspresikan sebagai TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Activity). TEAC adalah konsentrasi (dalam milimolar) larutan trolox yang memiliki efek antioksidan ekuivalen dengan 1,0 mM larutan zat uji. TEAC mencerminkan kemampuan relatif dari antioksidan untuk menangkap radikal ABTS dibandingkan dengan trolox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Uji TRAP&lt;br /&gt;Pengujian TRAP atau Total Radical-Trapping Antioxidant Parameter bekerja berdasarkan pengukuran konsumsi oksigen selama reaksi oksidasi lipid terkontrol yang diinduksi oleh dekomposisi termal dari AAPH (2,2’-Azobis(2-aminidopropana)hidroklorida) untuk mengukur total aktivitas antioksidan. Hasil uji ini diekspresikan sebagai jumlah (dalam mikromol) radikal peroksil yang terperangkap oleh 1 liter plasma. Pengukuran serum TRAP berdasarkan penentuan lamanya waktu yang diperlukan oleh serum uji untuk dapat bertahan dari oksidasi buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Uji FRAP&lt;br /&gt;Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) bekerja berdasarkan reduksi dari analog ferroin, kompleks Fe3+ dari tripiridiltriazin Fe(TPTZ)3+ menjadi kompleks Fe2+, Fe(TPTZ)2+ yang berwarna biru intensif oleh antioksidan pada suasana asam. Hasil pengujian diinterpretasikan dengan peningkatan absorbansi pada panjang gelombang 593 nm dan dapat disimpulkan sebagai jumlah Fe2+ (dalam mikromolar) ekuivalen dengan antioksidan standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Antolovich, Michael, Paul D. Prenzler, Emilios Patsalides, Suzanne McDonald, Kevin Robards. 2002. Methods for Testing Antioxidant Activity. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Analyst&lt;/span&gt;. 127: 183-198. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molyneux, Philip. The Use of the Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Songklanakarin J. Sci. Technol&lt;/span&gt;. 26(2): 211-219.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-838469912736206119?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/838469912736206119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/uji-antioksidan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/838469912736206119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/838469912736206119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/05/uji-antioksidan.html' title='Uji Antioksidan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S-Pi-eUCHMI/AAAAAAAAAFM/LT9G1nbYh6c/s72-c/antioksidan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8878430963181502789</id><published>2010-04-18T18:58:00.005+07:00</published><updated>2010-04-19T07:11:13.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Alami Tidak Selalu Aman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S8r00mw9mcI/AAAAAAAAAFE/-wtyy1HfLDM/s1600/banner-herbal-medicine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S8r00mw9mcI/AAAAAAAAAFE/-wtyy1HfLDM/s200/banner-herbal-medicine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461446682736433602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Obat-obat herbal, seperti jamu dan obat-obat dalam bentuk ekstrak tumbuhan, hingga saat ini dipercaya secara umum tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh, benarkah demikian ? Perbedaan paling mendasar antara obat herbal dan obat sintetik adalah dari segi asal zat aktif yang terkandung di dalamnya. Zat aktif dari obat-obat sintetik dibuat berdasarkan sintesis kimia, seperti mereaksikan zat A dengan zat B, yang proses sintesis tersebut tentunya bukan hal yang sederhana. Pada obat-obat sintetik, zat aktif yang terkandung di dalamnya diharapkan merupakan senyawa murni (bukan berarti dalam satu obat hanya ada satu zat aktif saja) karena pengontrolan terhadap penetapan dosis dan efek toksik sangatlah penting. Bayangkan jika ternyata ada senyawa pengotor lain (bahkan senyawa yang hanya memiliki perbedaan pada bidang polarisasinya saja, bukan strukturnya termasuk senyawa pengotor) maka akan menjadi sangat sulit untuk memprediksi efek-efeknya pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan obat sintetik, zat-zat aktif yang terdapat pada obat-obat herbal berasal langsung dari tumbuhan. Pembuatan obat-obat herbal sendiri bermacam-macam mulai dari langsung menggunakan bagian tumbuhan yang dipercaya berkhasiat hingga mengekstrak zat kimia tumbuhan yang diketahui memiliki efek farmakologis, bahkan sampai mengisolasinya. Senyawa-senyawa kimia pada tumbuhan umumnya bukanlah senyawa murni. Senyawa tersebut biasanya berikatan dengan senyawa-senyawa lain, seperti gula dan lain sebagainya. Hingga saat ini alasan tersebutlah yang diasumsikan membuat obat herbal menjadi lebih ramah bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan masyarakat umum sekarang menganggap obat herbal pasti aman. Namun hal tersebut perlu dikaji ulang. Pada dasarnya setiap obat merupakan zat kimia asing dari luar tubuh yang dapat menjadi pedang bermata dua. Meskipun obat herbal diketahui lebih aman dari obat sintetik, efek toksik dari obat herbal tetaplah ada. Sebagai contoh herbal sambiloto yang diketahui memiliki efek hepatoprotektif (melindungi hati) dan immunomodulator (pembangkit sistem imum), ternyata tetap memiliki efek samping, seperti anoreksia, gangguan pada saluran pencernaan, hingga syok anafilaksis jika diberikan melalui jarum suntik. Contoh lainnya adalah mahkota dewa yang dipercaya berkhasiat mengobati berbagai penyakit ini jika dikonsumsi secara langsung biji buahnya akan sangat beracun atau gambir yang digunakan sebagai anti diare, ternyata bila digunakan secara berlebihan justru akan berakibat pada kesulitan buang air besar. Sama seperti obat sintetik, efek samping timbul akibat konsumsi obat yang tidak sesuai. Dengan kata lain, obat herbal pun sama dengan obat sintetik, memiliki efek samping dan tidak akan selalu aman. Ibu hamil dan menyusui dan anak-anak tetap menjadi pihak yang rentang terhadap penggunaan obat, baik sintetik maupun herbal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat-obatan herbal antara lain:&lt;br /&gt;•Keamanan obat herbal pada umumnya;&lt;br /&gt;•Kandungan racun yang mungkin dikandung tanaman herbal yang digunakan;&lt;br /&gt;•Efek yang merugikan pada organ tertentu, seperti sistem kardiovaskuler, sistem saraf, hati, ginjal dan kulit;&lt;br /&gt;•Keamanan obat-obatan herbal untuk pengguna yang rentan, misalnya: anak-anak dan remaja, lansia, wanita selama kehamilan dan menyusui, pasien dengan kanker dan pasien bedah;&lt;br /&gt;•Interaksi yang mungkin terjadi di antara komponen obat herbal;&lt;br /&gt;•Waktu penggunaan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat herbal pada umumnya dipilih karena ketidakpercayaan terhadap obat sintetik, baik dari segi khasiat maupun efek samping. Meskipun demikian lebih baik lagi bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan. Lebih aman dan lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;http://www.apoteker.info/Pojok%20Herbal/khasiat_medis_sambiloto.htm&lt;br /&gt;http://www.smallcrab.com/kesehatan/687-efek-samping-pengobatan-herbal&lt;br /&gt;WHO. 2002. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;WHO Monograph on Selected Medicinal Plants Vol.2&lt;/span&gt;. Geneva: World Health Organization, Hlm. 12-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8878430963181502789?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8878430963181502789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/obat-obat-herbal-seperti-jamu-dan-obat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8878430963181502789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8878430963181502789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/obat-obat-herbal-seperti-jamu-dan-obat.html' title='Alami Tidak Selalu Aman'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S8r00mw9mcI/AAAAAAAAAFE/-wtyy1HfLDM/s72-c/banner-herbal-medicine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-7949673365696035275</id><published>2010-04-18T18:52:00.003+07:00</published><updated>2010-04-19T13:49:39.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abstrak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>POTENSI  Andrographis Paniculata Nees SEBAGAI ANTI VIRUS HIV DAN VIRUS FLU BURUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;M. Gama Ramadhan*, Khairul Basyar*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang disebabkan oleh virus hingga saat ini masih menjadi persoalan kesehatan yang belum terselesaikan. Berbagai macam obat telah ditemukan namun resistensi obat-obat tersebut menjadi penyebab ketidakefektifan terapi penyakit virus. Penyakit HIV (Human Imunodeficiency virus) dan virus flu burung menjadi penyakit yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Penyakit oleh virus ini telah menjadi pandemik di seluruh dunia. Kemoterapi oleh obat-obat kimia menimbulkan banyak efek samping bagi pasien serta resistensi bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat-obat anti virus yang benar-benar menyembuhkan penyakit HIV dan virus flu burung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari permasalahan tersebut maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai obat-obat anti virus jenis baru. Calon-calon obat ini dapat berasal dari senyawa tumbuhan, seperti andrografolida. Sambiloto atau Andrographis paniculata sudah lama terkenal sebagai tanaman obat yang memiliki berbagai khasiat. Tanaman ini sudah lama digunakan sebagai jamu oleh masyarakat Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan adanya aktivitas anti virus, anti bakteri, dan anti malaria dari andrografolida dan turunannya. Andrografolida diperkirakan dapat menjadi inhibitor protease bagi HIV dan menghambat haemaglutinin dari virus virus flu burung. Hal ini mengindikasikan senyawa andrografolida dan derivatnya dapat menjadi obat baru dalam terapi HIV dan virus virus flu burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi yang ditunjukkan oleh Andrographis paniculata cukup menjanjikan dalam pengembangan obat anti virus. Penentuan bentuk sediaan yang tepat merupakan hal yang penting untuk menjamin jumlah senyawa aktif yang adekuat dalam peredaran sistemik dan dapat diterima oleh pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korespondensi penulis: gm_ramadhan@yahoo.com&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-7949673365696035275?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/7949673365696035275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/potensi-andrographis-paniculata-nees.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7949673365696035275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7949673365696035275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/potensi-andrographis-paniculata-nees.html' title='POTENSI  Andrographis Paniculata Nees SEBAGAI ANTI VIRUS HIV DAN VIRUS FLU BURUNG'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6242770197793116376</id><published>2010-04-18T18:43:00.002+07:00</published><updated>2010-04-18T18:52:11.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abstrak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>MANAJEMEN BENCANA GEMPA BERBASIS FARMASI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nisa Yulianti*, M. Gama Ramadhan*, Offi Eka Hartisyah*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana merupakan hal yang dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Namun, hal tersebut tidak berarti menghindari atau mengurangi dampak yang diakibatkannya. Bencana dapat ditanggulangi akibatnya jika terdapat suatu manajemen yang baik mengenai penanggulangan bencana. Bencana dapat muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bencana gempa. Bencana gempa cukup banyak terjadi di Indonesia, sehingga menuntut masyarakat Indonesia untuk dapat menanggulanginya dengan baik.  Bencana gempa tidak hanya dapat menimbulkan kerusakan pada infrastruktur saja tetapi juga dapat mengancam kesehatan korban bencana. Oleh karena itu, peran tenaga medis sangat diperlukan dalam mengantipasi kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul saat dan pasca bencana gempa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari permasalahan diperlukannya peran tenaga medis dalam mengoptimalkan penanggulangan bencana gempa, pemulis menggagas topik manajemen bencana gempa berbasis farmasi. Kenapa harus berbasis farmasi ? Hal ini dikarenakan masih sedikitnya peran farmasis dalam merespon bencana yang terjadi. Selain itu permasalahan kesehatan yang timbul mengindikasikan diperlukannya tenaga ahli yang mampu mengatur logistik obat-obatan sehingga dapat menjamin ketersediaan obat-obatan yang diprioritaskan, pemberian informasi obat kepada pasien, dan pengawasan penggunaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen bencana yang baik menjadi suatu keharusan agar dapat meminalisir segala kerugian yang terjadi. Manajemen bencana yang baik akan dapat timbul jika ada koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dan sinergisitas pada pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korespondensi penulis: gm_ramadhan@yahoo.com&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6242770197793116376?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6242770197793116376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/manajemen-bencana-gempa-berbasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6242770197793116376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6242770197793116376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/04/manajemen-bencana-gempa-berbasis.html' title='MANAJEMEN BENCANA GEMPA BERBASIS FARMASI'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6597988616981396740</id><published>2010-03-09T17:11:00.003+07:00</published><updated>2010-03-09T17:26:36.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hati-Hati dengan Telurmu: Mengintip Ovomukoid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S5YhCr8pq7I/AAAAAAAAAE8/a-zlwswe2Vw/s1600-h/easter-egg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S5YhCr8pq7I/AAAAAAAAAE8/a-zlwswe2Vw/s200/easter-egg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446577129391762354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali anda memakan makanan berbasis telur?... satu kali?dua kali? Tapi tenang saja, selama anda menggoreng telur itu. Bagaimanapun juga, telur terdiri dari protein yang akan terdenaturasi apabila dipanaskan. Denaturasi merusak struktur tersier dari protein tersebut. Tentunya termasuk protein yang cukup spesial, semisal ovomukoid. Namun bagi yang sering memakan telur mentah, perlu cukup berhati-hati. &lt;br /&gt;Artikel kali ini kita akan coba mengintip si protein ovomukoid dari telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara istilah, ovomukoid merupakan protein putih telur yang diproduksi di sel – sel kelenjar tubular pada epitelium oviduk ayam sebagai respons terhadap progesteron atau estrogen. &lt;span class="fullpost"&gt;Ovomukoid dapat pula didefinisikan sebagai protein pada telur yang memiliki aktivitas antitripsin. Dalam telur ayam, protein tersebut meliputi sekitar 12% bahan kering albumin, mengandung 22% karbohidrat, serta kaya akan gugus –SH (2% dari ovomukoid adalah sulfur, BM = 29.000). Perebusan akan meningkatkan jumlah ikatan disulfida (-S-S-) lima kali lipat. Ovomukoid merupakan protein yang relatif lebih stabil terhadap pemanasan. Sekitar 90% aktivitasnya dapat dihancurkan dengan pemanasan pada suhu 80 derajat C selama 30 menit, dan seluruh aktivitasnya akan hilang dengan pemanasan pada suhu 90 derajat C selama 15 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ovomukoid merupakan inhibitor protease yang memiliki satu atau beberapa (umumnya tiga atau tujuh) unit Kazal-like atau sekuens dengan enam asam amino sistein yang berikatan dengan ikatan disulfida. Inhibitor Kazal-like memiliki ikatan peptid pada permukaannya, dikenal sebagai sisi reaktif yang secara spesifik berinteraksi dengan sisi aktif dari protease yang sesuai. Interaksi ini akan menyebabkan hidrolisis ikatan peptide inhibitor dan pembentukan kompleks enzim-inhibitor. Reaksi ini berjalan reversibel dan memungkinkan kompleks enzim-inhibitor untuk terdisosiasi melepaskan protease aktif dan inhibitor yang tidak aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah dibuktikan bahwa ovomukoid tidak berpengaruh pada tripsin manusia, namun nampaknya proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…bagi para pecinta makanan berbasis telur tidak perlu khawatir dengan ovomukoid. Namun bagi anda yang memiliki bayi dan anak kecil akan lebih baik tidak diberikan telur mentah atau setengah matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Huopalahty R, et al. Bioactive Egg Compound. New York: Springer-Verlag Berlin Heidelberg; 2007.&lt;br /&gt;Travis, J. Human pancreatic enzymes: Interaction of human trypsin with chicken ovomucoid. Georgia: Elsevier Inc.; 1971.&lt;br /&gt;Muchtadi, D. Mana yang baik: telur mentah, setengah matang atau rebus? Jakarta: Harian PELITA; 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6597988616981396740?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6597988616981396740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/03/hati-hati-dengan-telurmu-mengintip.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6597988616981396740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6597988616981396740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/03/hati-hati-dengan-telurmu-mengintip.html' title='Hati-Hati dengan Telurmu: Mengintip Ovomukoid'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S5YhCr8pq7I/AAAAAAAAAE8/a-zlwswe2Vw/s72-c/easter-egg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4490305059170341242</id><published>2010-01-15T20:15:00.004+07:00</published><updated>2010-01-15T20:26:09.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Teknik Membaca Jurnal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S1BrvF-9UbI/AAAAAAAAAEs/n-3BOMYWPJk/s1600-h/Jurnal+tumpuk.jpg.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S1BrvF-9UbI/AAAAAAAAAEs/n-3BOMYWPJk/s200/Jurnal+tumpuk.jpg.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426956007785714098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, membaca Abstrak, Pendahuluan dan Kesimpulan dari sebuah makalah untuk mendapatkan gambaran umum yang jelas mengenai maksud, tujuan serta hasil dari makalah. Abstrak yang baik memang mampu memberikan gambaran umum mengenai isi dari makalah, Namun ternyata tidak semua Abstrakditulis dengan baik. Beberapa abstrak dapat saja tidak memberikan gambaran dari isi makalah. Sehingga pada akhirnya untuk mendapat gambaran umum, dapat dilakukan dengan membaca pendahuluan dan kesimpulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, setelah mendapat ide umum dari makalah, hal yang dilakukan kemudian membaca sepintas dan mencari ide‐ide umum dari setiap sub‐bab dalam makalah untuk mencari alur pengambilan kesimpulan secara jelas dari makalah yang ditulis. Apabila menemui detail‐detail makalah yang menarik perhatan ataupun yang diperkirakan memiliki andil besar dalam pengambilan kesimpulan, kita dapat memilih untuk membaca bagian tersebut terlebih dahulu. Diskusi yang mendahului pengambilan kesimpulan terkadang juga sangat penting untuk disimak untuk mencari hubungan antara penjelasan‐penjelasan sebelumnya dengan kesimpulan di akhir makalah. Setelah semua itu dilakukan,  selanjutnya kita dapat  membaca kalimat per kalimat pada makalah tersebut secara&lt;br /&gt;lengkap. Cara membaca yang memakan waktu seperti ini hanya akan dilakukan apabila perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;: Mulyadi, Michael B. (2007). Makalah Ilmiah dan Mahasiswa:Sebuah evaluasi akhir mata kuliah seminar. [http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/etc/207-12-Michael-Budiman-Mulyadi-Ringkasan-Individu.pdf]. Halaman: 4-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4490305059170341242?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4490305059170341242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/teknik-membaca-jurnal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4490305059170341242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4490305059170341242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/teknik-membaca-jurnal.html' title='Teknik Membaca Jurnal'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S1BrvF-9UbI/AAAAAAAAAEs/n-3BOMYWPJk/s72-c/Jurnal+tumpuk.jpg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3074608953150477429</id><published>2010-01-11T09:14:00.005+07:00</published><updated>2010-04-19T13:45:10.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abstrak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Peningkatan Mutu Pendidikan Ilmu Kesehatan sebagai Upaya Perbaikan Kualitas Sistem Pelayanan Kesehatan di Palestina</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;M. Gama Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Departemen Farmasi Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah kemanusian, mungkin penjajahan Israel atas palestina yang menimbulkan dampak paling luar biasa pada berbagai aspek kehidupan manusia. Aspek kesejahteraan, pendidikan, serta kesehatan menurun drastis sepanjang penjajahan Israel dari waktu ke waktu. Kita bisa membayangkan bagaimana akses baik masuk maupun keluar Palestina—pada khususnya Gaza—dibatasi hingga hampir tidak ada akses sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kondisi kesehatan rakyat Palestina saat ini adalah banyaknya angka kejadian malanutrisi dan kematian balita. Hal-hal tersebut diperparah dengan banyaknya rumah sakit yang dihancurkan sehingga menyulitkan perlakuan medis bagi penduduk Palestina.&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam kondisi penjajahan seperti di Palestina, maka kualitas dan kuantitas dari tenaga kesehatan dipertaruhkan, terutama tenaga dokter spesialis. Karena jika hanya mengandalkan dokter umum (general practitioner) maka kemungkinan kesalahan perawatan baik dari segi diagnosis maupun penatalaksanaan medis akan besar. Selain masalah diagnosis, operasi-operasi besar seperti pengangkatan tumor sulit dilakukan di Gaza karena keterbatasan kemampuan dari dokter yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman dokter-dokter spesialis dari negara-negara lain merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan. Namun hal ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan yang ada. Oleh karena itu, langkah terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah di atas adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa Palestina. Peningkatan kualitas sumber daya tenaga kesehatan ini dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu:&lt;br /&gt;a.Tahap jangka pendek&lt;br /&gt;   Pada tahap jangka pendek difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga medis&lt;br /&gt;b.Tahap jangka panjang&lt;br /&gt;   Pada tahap jangka panjang lebih difokuskan kepada para mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan memegang peranan kunci pada kehidupan bangsa Palestina. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui jalur pendidikan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Hal-hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada kualitas kesehatan penduduk Palestina, tetapi juga pada kemandirian bangsa Palestina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah jalan keluar untuk perbaikan bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korespondensi penullis: gm_ramadhan@yahoo.com&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3074608953150477429?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3074608953150477429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/peningkatan-mutu-pendidikan-ilmu_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3074608953150477429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3074608953150477429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/peningkatan-mutu-pendidikan-ilmu_11.html' title='Peningkatan Mutu Pendidikan Ilmu Kesehatan sebagai Upaya Perbaikan Kualitas Sistem Pelayanan Kesehatan di Palestina'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-4064682050621700701</id><published>2010-01-11T08:44:00.004+07:00</published><updated>2010-01-11T09:05:08.822+07:00</updated><title type='text'>4th International Symposium for Palestine:Education for Palestine (day 2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini bukanlah tulisan resmi dari Panitia  4th International Symposium, melainkan hanya laporan atau tulisan pribadi penulis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0qGHsXlvzI/AAAAAAAAAEE/_wcwD96lJIM/s1600-h/logo-palestina2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0qGHsXlvzI/AAAAAAAAAEE/_wcwD96lJIM/s320/logo-palestina2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425296167848492850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pada hari pertama Simposium Internasional yang keempat ini dihadiri banyak peserta bahkan hingga ruangan aula lt. 2 gedung dekanat FE UI tidak dapat menampungnya, maka pada hari kedua fenomena yang sama masih terjadi meskipun terjadi penurunan.&lt;br /&gt;Acara ini dipandu oleh pemeran Azzam dalam KCB, yaitu Cholidi Asadil Alam dan menghadirkan pembicara yang lebih banyak dari hari pertama, meskipun terdapat kekecewaan di mana para duta besar (Palestina, Arab, dan Mesir) tidak dapat hadir disebabkan alasan yang tidak jelas. Tim nasyid yang ditampilkan pun lebih menarik dikarenakan hadirnya Izzatul Islam dan Shoutul Harokah.&lt;br /&gt;Acara pada hari kedua ini terbagi menjadi dua sesi yaitu sebelum dan sesudah zuhur, dengan tema yang sedikit berbeda dari hari pertama (pendidikan untuk rakyat Palestina), yaitu peluang negara-negara Islam dalam membantu bangsa Palestina. Pada sesi I, menghadirkan Mapres Nasional 2006, Bang Shofwan Al Banna dan pemred Sabili, Ust. Herry Nurdi. Sesi berlangsung menarik dengan bahasan mulai dari sejarah bangsa Palestina hingga ‘ada apa dengan negara-negara Arab’ dan potensi Indonesia dalam membantu membebaskan bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi II diawali dengan pengumuman jejarin dana nasional untuk bangsa Palestina yang sudah terkumpul hingga saat itu sebesar 310 jutaan dan langsung diberikan kepada KNRP. Selanjutnya pengumuman para pemenang lomba (Alhamdulillah saya kalah, hehe…)  dan nasyid dari Shohar. Pembicara pada sesi II ini adalah Ustadzah Yoyo Yusroh. Mohon maaf tidak bisa melanjutkan pelaporan karena pulang lebih awal disebabkan kondisi tubuh yang sudah tidak mau berkompromi lagi.&lt;br /&gt;Secara garis besar acara ini berlangsung luar biasa, meskipun ada kekurangan di sana sini namun demikian masih dapat teratasi dengan baik. Semoga ini semua tidak sebatas wacana saja dan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing pribadi. Mengutip perkataan ustad Herry Nurdi,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);font-size:130%;" &gt;“seperti Konstatinopel yang hanya bisa ditaklukan oleh panglima paling soleh dan pasukan yang paling soleh,  jika ingin membebaskan Palestina maka antum harus menjadi soleh dan militan serta menjadi yang terbaik di bidang masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-4064682050621700701?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/4064682050621700701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/4th-international-symposium-for_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4064682050621700701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/4064682050621700701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/4th-international-symposium-for_11.html' title='4th International Symposium for Palestine:Education for Palestine (day 2)'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0qGHsXlvzI/AAAAAAAAAEE/_wcwD96lJIM/s72-c/logo-palestina2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8754428170320308941</id><published>2010-01-09T16:51:00.005+07:00</published><updated>2010-01-09T17:32:41.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>4th International Symposium for Palestine: Education for Palestine (day 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0hasE9Bb6I/AAAAAAAAAD0/vCxH3mExEjc/s1600-h/palestine.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0hasE9Bb6I/AAAAAAAAAD0/vCxH3mExEjc/s400/palestine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424685464458194850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Tulisan ini hanyalah hasil laporan ataupun pendapat dari penulis pribadi dan bukan dari panitia resmi simposium internasional ke-4'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terlintas pada pikiran anda ketika mendengar kata Palestina? Penjajahan, Zionis Israel, penderitaan, peperangan tak pernah berhenti? Atau hal lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ketika berbicara tentang Palestina mungkin tidak akan pernah habis membicarakan tentang kejamnya penjajahan dan sebagainya. Tapi tunggu dulu....&lt;br /&gt;Untuk apa kita berbicara Palestina? Negeri nun jauh di sana, sedangkan kondisi di negeri sendiri masih carut-marut. Apa keuntungannya untuk kita? Hal ini sempat dibahas oleh pembicara pada sesi pertama, yaitu Bang Firtra (wartawan TV-one) dan Pak Basuki (dokter dari Bulan Sabit Merah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&gt; landasan pertama kenapa kita membantu Palestina adalah karena persaudaraan muslim. Ya, muslim bagaikan satu tubuh jika salah satu bagian sakit maka akan merespon bagian yang lainnya.&lt;br /&gt;&gt; kedua, karena konstitusi kita mengharuskan demikian. Ingat pembukaan UUD 1945 yang biasa kita bacakan sewaktu SD hingga SMA, "Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan..."&lt;br /&gt;&gt; ketiga, membiarkan kelakuan Israel yang jelas-jelas melanggar peraturan yang disepakati dunia dapat merusak tatanan dunia. Kenapa? Karena tatanan dunia dibangun atas dasar saling menghormati. Jika sikap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;semau gue&lt;/span&gt; ini menyebar maka sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&gt; keempat, jika melihat dari segi ekonomi, tanah Palestina merupakan tanah yang subur dan menghasilkan berbagai macam hasil bumi yang berkualitas sangat baik. Selain itu sikap penduduk Palestina yang baik terhadap bangsa Indonesia menjadikan bangsa Indonesia memiliki prospek kerjasama ekonomi yang baik di sana&lt;br /&gt;&gt; dan lainnya, yang bisa kita gali sendiri.&lt;br /&gt;Bisa kita simpulkan bahwa membantu perjuangan bangsa Palestina memiliki imbas tersendiri ke negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik yang diangkat pada simposium kali ini adalah pendidikan bagi penduduk Palestina sebagai salah satu usaha rekontruksi Palestina. Tema ini sangat pantas untuk kita angkat, karena kemajuan dan kehebatan suatu bangsa bergantung pada kualitas SDM yang dimiliki. Maka tidak heran jika fasilitas-fasilitas pendidikan serta laboratorium penelitian dihancurkan untuk tujuan menghancurkan SDM di Palestina.&lt;br /&gt;Pendidikan kedokteran (terutama spesialis) sangat dibutuhkan di sana, jika kita mendengar presentasi dari dr. Basuki. Oleh karena itu, BSM sudah berupaya untuk mensekolahkan dokter Palestina di Indonesia dan dikabarkan akan dibiaya 10 orang dokter Palestina.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0ha5XQPdyI/AAAAAAAAAD8/TcBf4bwO85Y/s1600-h/16153_1159325908090_1376055246_30389627_7046225_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0ha5XQPdyI/AAAAAAAAAD8/TcBf4bwO85Y/s320/16153_1159325908090_1376055246_30389627_7046225_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424685692708943650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain acara-acara talkshow juga ada penampilan nasyid dari berbagai macam tim nasyid dan penampilan teater. Acara ini berlangsung dua hari (9 dan 10 januari) bertempat di FEUI&lt;br /&gt;Sekian untuk hari pertama, tunggu postingan selanjutnya untuk hari kedua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8754428170320308941?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8754428170320308941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/4th-international-symposium-for.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8754428170320308941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8754428170320308941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/4th-international-symposium-for.html' title='4th International Symposium for Palestine: Education for Palestine (day 1)'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0hasE9Bb6I/AAAAAAAAAD0/vCxH3mExEjc/s72-c/palestine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-9162224329821655620</id><published>2010-01-08T22:30:00.003+07:00</published><updated>2010-01-08T22:41:59.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sebuah Pengakuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0dSOv8dzrI/AAAAAAAAADs/dF-CJamWUEo/s1600-h/sun_shine_by_animal_e.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0dSOv8dzrI/AAAAAAAAADs/dF-CJamWUEo/s200/sun_shine_by_animal_e.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424394689532776114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi&lt;br /&gt;Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil 'azhiimi&lt;br /&gt;Dzunuubii mitslu a'daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali&lt;br /&gt;Wa 'umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali&lt;br /&gt;Ilaahii 'abdukal 'aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da'aaka&lt;br /&gt;Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar syair di atas?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut kebanyakan sumber, syair di atas dibuat oleh Abu Nawas pada masa-masa akhir hidupnya. Syair tersebut merupakan salah satu wujud pertaubatan Abu Nawas atas segala kesalahannya.&lt;br /&gt;Al-I’tiraf berarti sebuah pengakuan, jika diartikan dalam bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhanku... aku tidak layak memasuki syurga Firdaus&lt;br /&gt;Dan aku pun tak mampu menahan siksa api Neraka&lt;br /&gt;Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar&lt;br /&gt;Dosa-dosaku amatlah banyak bagai butiran pasir&lt;br /&gt;Terimalah taubatku, wahai Yang Maha Agung&lt;br /&gt;Umurku berkurang setiap hari, sedangkan dosa-dosaku terus bertambah&lt;br /&gt;Bagaimana aku sanggup menanggungnya?&lt;br /&gt;Tuhanku... hamba-Mu yg durhaka ini datang bersimpuh menghadap-Mu&lt;br /&gt;Mengakui dosa-dosa dan menyeru memohon kepada-Mu&lt;br /&gt;Bila Kau mengampuni, Engkaulah Sang Pemilik Ampunan&lt;br /&gt;Bila Kau campakkan aku, kepada siapa aku mesti berharap selain dari-Mu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah muhasabah buat kita atas segala kesalahan-kesalahan kita.&lt;br /&gt;Agar terus-menerus mengevaluasi diri pribadi dan meng-upgrade diri kita menjadi lebih baik lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-9162224329821655620?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/9162224329821655620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/ilaahii-lastu-lil-firdausi-ahlaan-wa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/9162224329821655620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/9162224329821655620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2010/01/ilaahii-lastu-lil-firdausi-ahlaan-wa.html' title='Sebuah Pengakuan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/S0dSOv8dzrI/AAAAAAAAADs/dF-CJamWUEo/s72-c/sun_shine_by_animal_e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-7920610967248498359</id><published>2009-12-30T21:31:00.003+07:00</published><updated>2009-12-30T21:44:58.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Dakwah Thulabiyah: Sebuah Langkah Awal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SztnTSme3mI/AAAAAAAAADc/9phVW2bx_UE/s1600-h/istock_000002263876xsmall_0eqy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SztnTSme3mI/AAAAAAAAADc/9phVW2bx_UE/s200/istock_000002263876xsmall_0eqy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421040157578944098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembuka: Pergerakan Para Pelajar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pergerakan-pergerakan intelektualitas dari suatu bangsa tidak pernah lepas dari peran sentral para pelajar sebagai tonggak awalnya. Mahasiswa, jika kita persempit ruang lingkupnya, memiliki tiga fungsi, yaitu agent of change, moral force, serta iron stock, yang membuat mereka menjadi tolakan-tolakan awal dari transformasi dari suatu bangsa. Pergolakan revolusi dari banyak negara tidak lepas dari peran para pelajar dengan semangat tinggi khas para pemuda, serta ide-ide brilian menjadikan mereka  kesatuan yang tanggap dengan kondisi sosial yang ada di sekitarnya. &lt;br /&gt;Adanya ketidakberesan pada keadaan sekitarnya membuat mereka merasa terpanggil untuk berkontribusi penuh dalam melakukan perubahan menuju masyarakat yang madani. Melalui kekritisan mereka bereaksi atas kedzalimin yang terjadi di masyarakatnya. Paling tidak ada lima kunci yang menjadi kekuatan bagi para pelajar, yaitu: (1) idealisme, (2) kecerdasan, (3) sikap kritis atau kepekaan sosial, dan (4) pengorbanan. Kunci-kunci kekuatan ini akan terus terwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya walaupun kemenangan belum mereka raih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menggunakan Kacamata Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam ranah sejarah Islam, pergerakan menuju perubahan banyak dimulai dari pemudanya. Hal ini dapat terjadi karena semangat, kerja, dan tenaga pemuda adalah sebuah kekuatan besar yang sangat potensial. Kekuatan ideologi dan fikrah para pemuda Islam yang sudah mendapat tarbiyah dan terorganisir dengan baik merupakan sebuah potensi besar dalam upaya mewujudkan kebangkitan Islam (Shahwah Islamiyah). Semua ini menjadikan peran pemuda Islam sangat vital sebagai tulang inti perjuangan dakwah. Mereka  akan tampil sebagai agen-agen perubah (guwwatut taghyir) yang sudah ter-tarbiyah dan terorganisir berdasarkan  manhaj Rabbani.&lt;br /&gt;Para pemuda ataupun mahasiswa muslim haruslah memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegangnya selalu agar tidak tersesat ketika berorganisasi. Menurut Mahfudz Siddiq, paling tidak ada lima prinsip dalam pengorganisasian mahasiswa:&lt;br /&gt;1. Asas perjuangan → iman kepada Allah&lt;br /&gt;2. Kekuatan konsep dan metode perjuangan&lt;br /&gt;3. Kekuatan persatuan dari hati yang saling berhimpun (irthibath qulub)&lt;br /&gt;4. Kekuatan sikap dan posisi perjuangan&lt;br /&gt;5. Kekuatan aksi dan opini&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SztnFHxbdHI/AAAAAAAAADU/ZmmgE5xWjWA/s1600-h/pemuda-300x205.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SztnFHxbdHI/AAAAAAAAADU/ZmmgE5xWjWA/s200/pemuda-300x205.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421039914153899122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dakwah Thulabiyah, Dakwah para Akademisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah tidaklah berbeda secara substansi dengan dakwah Islam pada umumnya karena dakwah tulabiyah merupakan bagian integral dari dakwah Islam yang memiliki tujuan-tujuan besar di dalamnya yaitu membentuk peradaban Islam yang madani, sebagai perwujudan dari rahmatan lilalamin. Dakwah thulabiyah memiliki sinkronisasi sasaran koordinasi dan evaluasi yang berkesinambungan, serta proyeksi dan pengarahan sumber daya manusia dakwah Islam yang sistematis.&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, dakwah thulabiyah memiliki ruang lingkup pada kalangan pelajar yang memiliki segmentasi pada wilayah akademis.  Oleh karena itu dakwah thulabiyah memiliki tujuan menjadikan sekolah atau kampus sebagai basis dakwah yang akan mengembangkan pemikiran serta opini ilmiah. Dakwah thulabiiyah akan bersifat seobjektif mungkin dalam peningkatan wacana strategis dakwah demi perwujudan kesatuan umat (wihdatul ummah).&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya menciptakan kader-kader dakwah sejak dini yang memiliki kesadaran dan pemahaman akan Islam di kalangan sekolah atau kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karakteristik Kekuatan Pemuda di Dalamnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan besar Islam dimulai dari diri setiap individu muslim, serta para pemudanya yang memiliki potensi yang besar. Kekuatan besar yang dimiliki pemuda ini menjadikan mereka memiliki peran penting serta amanah besar yang berada dalam pundak mereka. Karakteristik unsur kekuatan yang dibutuhkan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kekuatan para pemuda (ghuwwatusy-syabab)&lt;br /&gt;2. Memberi tanpa berpihak (‘athoo bilaa tahzzub)&lt;br /&gt;3. Kelompok yang selalu bekerja (gaumun ‘amaliyyun)&lt;br /&gt;4. Perpaduan pria dan wanita (arrijal wa mar’ah)&lt;br /&gt;5. Syura tanpa bersikap diktator (syuro bilaa istibdaad)&lt;br /&gt;6. Bersifat universal (‘alamiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kontinuitas Dakwah Thulabiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah merupakan dakwah yang bersifat kontinu karena kondisi para pelajar yang menuntut ilmu pada jenjang atau tingkatan pendidikan. Dakwah thulabiyah diawali pada jenjang SMP dimana mereka baru memasuki fase akil baligh, dengan adanya kewajiban syar’i (taklif syar’i) mereka mulai dituntut untuk ikut berkontribusi dalam dakwah yang kemudian akan menjadi suplai bagi dakwah di SMA nantinya.&lt;br /&gt;Memasuki lahan dakwah pada jenjang SMA, mereka akan mulai disiapkan untuk berhubungan (intima’) dengan harakah Islamiyah sehingga pembinaan secara sistematis (tarbiyah manhajiyah) dapat dilakukan. Persiapan (pembinaan) yang dilakukan pada siswa SMA menjadi bekal untuk mereka saat menghadapi dakwah kampus yang lebih kompleks lagi.&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah mencapai puncaknya saat berada dalam ranah kampus. Hal ini disebabkan oleh perguruan tinggi yang mempunyai pengaruh besar pada masyarakat.  Pergerakan mahasiswa memiliki aktivitas yang begitu luas di dunia yang telah terbukti selalu bersentuhan baik dengan pemerintah maupun masyarakat. Semua hal ini menjadikan mahasiswa memiliki potensi yang besar bagi kekuatan dakwah yang secara intelektual objektif dan inovatif, serta potensi sebagai calon pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;Peran dakwah thulabiyah pada ranah perguruan tinggi selanjutnya menjadi landasan bagi para aktivis dakwah untuk memainkan peran dalam medan dakwah yang lebih besar, yaitu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manajerial Dakwah Thulabiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, adanya jenjang-jenjang dalam pendidikan menjadikan koordinasi antara setiap jenjang sebagai sebuah kebutuhan. Koordinasi yang apik akan membentuk sikap saling bahu-membahu (ta’awun) dan  membangun kekuatan dakwah. Aktifitas dakwah thulabiyah harus dapat bersentuhan dengan berbagai aktivitas dakwah di institusi lain, seperti mesjid, organisasi profesional, organisasi politik, LSM, media massa, dan sebagainya. Hal ini membutuhkan sistem manajemen (idarah) yang baik agar dapat menciptakan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang komprehensif. Sistem dakwah thulabiyah pun dijalankan atas dasar bashirah dan hujjah balighah yang membutuhkan manajemen dan kepemimpinan (qiyadah) yang efektif.  Maka prinsip amal jama’i dan ta’awun dapat terealisasikan dengan baik.&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah memiliki visi dan misi yang agung: ridha Allah dan menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada-Nya. Kepemimpinan di dalamnya bersifat satu kepemimpinan dan organisasi antara elemen dalam dakwah thulabiyah, sehingga dibutuhkan prinsip proporsionalitas, inisatif, konstruktif, dan loyalitas.&lt;br /&gt;Manajemen dakwah thulabiyah dipimpin oleh seorang qiyadah dengan tujuan agar didapat perencanaan yang terorganisir dan jelas untuk masa depan organisasi. Manajemen dakwah thulabiyah memiliki beberapa tahap:&lt;br /&gt;1. Perencanaan (takhtih)&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian (tandhzim)&lt;br /&gt;3. Pengarahan dan dorongan (taujih dan thafidz)&lt;br /&gt;4. Kontrol dan evaluasi (muraqabah dan muhasabah)&lt;br /&gt;Pada akhirnya dakwah thulabiyah harus memiliki sasaran-sasaran yang ditetapkan dari: (1) ahdaf marhaliyah (sasaran bertahap), (2) tadaruijjiyah (proses berkesinambungan), dan (3) waqi’iyah (sasaran yang ditetapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Model Tarbiyah Dakwah thulabiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah thulabiyah bagaimanapun membutuhkan tarbiyah di dalamnya sebagai usaha men-fitrahkan manusia sebagai seorang khalifah yang bisa mengembang amanah dari Allah. Selain itu, tarbiyah bertujuan agar manusia mau tunduk beribadah kepada Allah. Tarbiyah dilakukan sejalan dengan aktivitas dakwah thulabiyah dan tentunya sesuai dengan konsep ajaran Islam sebagai minhajjul hayyah.&lt;br /&gt;Dalam dakwah thulabiyah, tarbiyah memiliki model, yaitu ta’limiyah (fase perkenalan) tarbiyah takwiniyah (fase oembentukan), tarbiyah tanfidziyah (fase pelaksanaan). Hal ini dibutuhkan agar dapat membentuk aktivis dakwah thulabiyah memilki muwashafat, yaitu salimul ‘aqidah (aqfidah yang bersih), shahihul ibadah (ibadah yang benar), matinul khuluq (akhlak yang kokoh), qawiyyul jism (tubuh yang kuat), mutsaqqaful fikr (wawasan pemikiran yang luas), mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh atas dirinya), harishun ‘ala waqtihi (pandai menjaga waktu), munazahmun fi syu’unih (tertata segala urusannya), qadirun ‘alal kasbi (mampu menghidupi dirinya), nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah adalah hal yang pasti terjadi dalam dinamika perjalanan dakwah thulabiyah sebagai reaksi dari amal dakwah dan konsekuensi dari kesalahan yang terjadi. Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor internal, eksternal, serta pelaksanaan teknis dakwah thulabiyah. Namun semua masalah tersebut dapat mendinamisir perjalanan dakwah, meningkatkan profesionalitas dan kinerja aktivis di dalamnya, serta meningkatkan iltizam dan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style:italic;"&gt;disarikan dari buku Risalah Dakwah Thulabiyah karya Drs. Mahfudz Siddiq&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-7920610967248498359?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/7920610967248498359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/12/dakwah-thulabiyah-sebuah-langkah-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7920610967248498359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7920610967248498359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/12/dakwah-thulabiyah-sebuah-langkah-awal.html' title='Dakwah Thulabiyah: Sebuah Langkah Awal'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SztnTSme3mI/AAAAAAAAADc/9phVW2bx_UE/s72-c/istock_000002263876xsmall_0eqy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-84541668363057312</id><published>2009-12-08T09:49:00.004+07:00</published><updated>2009-12-08T09:57:41.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Adikku Annisa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sx2_Mlu-pyI/AAAAAAAAACs/O5aUKCybrJ0/s1600-h/muslimah-pic.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sx2_Mlu-pyI/AAAAAAAAACs/O5aUKCybrJ0/s200/muslimah-pic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412692550177695522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini hasil copy paste..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bercerita mengenai kisah adik saya, Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu. Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru Al_Quran. Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai tudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pada suatu masa, adik berkata dengan suara yang agak keras,&lt;br /&gt;"Coba mama lihat, tetangga-tetangga kita pun ada yang anaknya pakai jilbab, tapi perangainya sama seperti orang yang tak pakai jilbab. Sampai kawan-kawan ani dekat sekolah, yang pakai jilbab pun selalu pergi-pergian dengan om-om, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai jilbab, tak pernah berbuat kayak gituan!"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibu hanya mampu mengelus dada mendengar kata-kata adik. Kadang kala saya terlihat ibu menangis di akhir malam. Dalam qiamullailnya. Terdengar lirih doanya " Ya Allah, kenalkan ani dengan hukum-hakam-Mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu hari ada tetangga yang baru pindah berdekatan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri,(nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli. hal ini telah sampai ke pengetahuan adikku. Dia bertanya kepada saya,&lt;br /&gt;"Abang, betul kah orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?"&lt;br /&gt;Lalu saya menjawab sambil cuek,&lt;br /&gt;"Kalau mau tahu, pergi aja ke rumahnya, tanya sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh bener tuh adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar drastis berlaku pada wajah ani. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesu..entah apa yang telah berlaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan jilbab. jilbab yang jatuh ke bawah. Adikku pakai baju panjang.. Lengan panjang pula tuh. Saya sendiri jadi bingung.. Bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib.. Ya, saya katakan ajaib kerana dia berubah seratus persen! Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah... Saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri.. Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunat nya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan.. Subhanallah.....Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah ( rumah saya di Madiun). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adikku ani di beri kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sampai di rumah..di depan pintu sudah banyak orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan...saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya....dalam isak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik bisa mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya".. Air mata ini tak dapat ditahan lagi...&lt;br /&gt;Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adikku. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adikku menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini..&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..di situ tertera tanya jawab antara adik dan isteri tetangga kami itu. Butirannya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas tetesan air mata)&lt;br /&gt;Annisa : (Aku hairan,wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari) Ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku : Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati&lt;br /&gt;Annisa : Tapi ibu kan sudah punya anak enam .. Tapi masih kelihatan cantik&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku : Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT berkehendak.. Siapakah yang bisa menolaknya?&lt;br /&gt;Annisa : Ibu... Selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai jilbab..tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai jilbab, asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita yang pakai jilbab tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai..sampaikan saya tak pernah rasa ingin pakai jilbab..pendapat ibu bagaimana ?&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku: Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah perlindungan untuk wanita ..&lt;br /&gt;Annisa : Tapi yang saya lihat, banyak wanita berjilbab yang kelakuannya tak baik..&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku: jilbab hanyalah kain , tapi hakikat atau makna di sebalik jilbab itu sendiri yang harus kita pahami&lt;br /&gt;Annisa : Apakah hakikat jilbab ?&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku : Hakikat jilbab adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia sia .. Senantiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. Itulah hakikat jilbab&lt;br /&gt;Annisa : Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti jilbab...mudah mudahan saya mampu pakai jilbab. Tapi, bagaimana saya mau melakukannya?&lt;br /&gt;Isteri tetanggaku: Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'jilbab' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.&lt;br /&gt;Duhai Nisa .. Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis kerana hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..&lt;br /&gt;Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini saja kisah itu saya baca karena di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak tetesan ai mata yang jatuh dari pelupuk matanya..SubhanAllah Saya buka halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu "buta , tuli dan bisu.. wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya , wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT , wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia"&lt;br /&gt;Tak tahan airmata ini pun jatuh.semoga Allah SWT menerima adikku disisinya..Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah ..saya harap cerita ini bisa menjadi iktibar bagi kita semua. Alangkah lebih baiknya jika note ini diforward. Wassalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;note: tulisan ini hasil copy paste dari note facebook sahabatku, beliau sendiri sepertinya hasil copy paste dari orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-84541668363057312?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/84541668363057312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/12/adikku-annisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/84541668363057312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/84541668363057312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/12/adikku-annisa.html' title='Adikku Annisa'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sx2_Mlu-pyI/AAAAAAAAACs/O5aUKCybrJ0/s72-c/muslimah-pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1885494858953634566</id><published>2009-11-30T07:50:00.006+07:00</published><updated>2009-11-30T08:09:26.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Prinsip Fermentasi Anaerob Penghasil Bioetanol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMZopLbHaI/AAAAAAAAACU/ITI8sGonL2I/s1600/ML3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMZopLbHaI/AAAAAAAAACU/ITI8sGonL2I/s200/ML3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409695763441327522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fermentasi anaerob, zat-zat organik dikatabolisme tanpa kehadiran oksigen yang berarti tidak adanya akseptor elektron eksternal melainkan melalui keseimbangan reaksi oksidasi-reduksi internal. Produk dihasilkan selama proses penerimaan elektron yang dilepaskan saat pemecahan zar-zat organik. Oleh karenanya zat-zat organik tersebut berperan sebagai akseptor dan donor elektron. Pada fermentasi, substrat hanya dioksidasi sebagian dan oleh karena itu hanya sedikit energi yang bisa dihasilkan. Glukosa sebagai substrat akan melepaskan elektron saat dirubah menjadi piruvat, namun elektron tersebut kemudian akan diambil piruvat untuk menjadi etanol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMZxL22NKI/AAAAAAAAACc/LMGC02-gRGA/s1600/jalur+anaerobik.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMZxL22NKI/AAAAAAAAACc/LMGC02-gRGA/s200/jalur+anaerobik.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409695910189216930" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prosesnya glukosa yang digunakan dalam fermentasi dapat dihasilkan dari pati. Pati tersebut dihidrolisis terlebih dahulu menjadi uni-unit monomer glukosa. Pada prosesnya dapat dilakukan secara kimiawi ataupun enzimatis. Cara enzimatis menjadi pilihan karena lebih mudah dilakukan dan sifat enzim yang dapat memutuskan rantai polimer dari pati dengan spesifik. Enzim yang digunakan adalah α-amilase yang dapat menghidrolisis ikatan α-1,4-glukosida dan glukoamilase yang dapat menghidrolisis ikatan α-1,4-glukosida dan α-1,6-glukosida.&lt;br /&gt;Glukosa yang dihasilkan kemudian difermentasi dalam kondisi anaerob. Proses fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme jenis ragi (yeast), dan yang biasa digunakan adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sacchromyces serevisae&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMaLFtEpZI/AAAAAAAAACk/QjygS9TLLLg/s1600/biokonversi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMaLFtEpZI/AAAAAAAAACk/QjygS9TLLLg/s200/biokonversi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409696355214206354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;S. serevisae&lt;/span&gt; akan memetabolisme glukosa membentuk asam piruvat melalui jalur Embden-Meyerhof-Parnas. Asam piruvat selanjutnya mengalami reaksi dekarboksilasi menjadi asetaldehia dan mengalami reaksi dehidrogenasi menjadi bioetanol. Bioetanol yang dihasilkan kemudian didestilasi sehingga dapat dipisahkan. Hasil destilasi ini masih mengandung jumlah air yang menyebabkannya menjadi belum dapat digunakan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu bioetanol ini ditambahkan bahan yang dapat menyerap air seperti CaCO3 dan zeolit ataupun dengan menggunakan cara destilasi vakum.&lt;br /&gt;Pada pembuatan biodiesel menggunakan prinsip yang mirip dengan pembuatan bietanol. Perbedaannya terletak dari substrat fermentasi dan mikroorganisme yang digunakan. Pada pembuatan biodiesel digunakan asam lemak yang dapat diperoleh dari hasil hidrolisis lipid. Asam lemak kemudian difermentasi menjadi trigliserida  dengan berbagai proses reaksi. Trigliserida yang dihasilkan ini dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Khanal, Samir Kumar. 2008. Anaerobic Biotechnology for Bioenergy Production: Principles and Applications. USA: John Wiley &amp; Sons, Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assegaf, Faisal. 2009. Prospek Produksi Bioetanol Bonggol Pisang (Musa paradisiacal) Menggunakan Metode Hidrolisis Asam dan Enzimatis. Lomba Karya Tulis Ilmiah. Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musanif, Jamil. 2008. Bioetanol. http://agribisnis.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Bioetanol/Bioethanol.pdf. diakses tanggal 28 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1885494858953634566?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1885494858953634566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/prinsip-fermentasi-anaerob-penghasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1885494858953634566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1885494858953634566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/prinsip-fermentasi-anaerob-penghasil.html' title='Prinsip Fermentasi Anaerob Penghasil Bioetanol'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SxMZopLbHaI/AAAAAAAAACU/ITI8sGonL2I/s72-c/ML3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8946267961410681020</id><published>2009-11-24T10:41:00.003+07:00</published><updated>2009-11-24T11:03:10.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='virus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Analisis Vaksin Rabies</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Swta8bqdVbI/AAAAAAAAACM/D0p7DWNHOwg/s1600/Flu_Vaccine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Swta8bqdVbI/AAAAAAAAACM/D0p7DWNHOwg/s200/Flu_Vaccine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407515771852903858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Vaksin apapun ketika akan dipasarkan haruslah memenuhi syarat uji. Pada kali ini akan dibahas mengenai beberapa cara analisis vaksin rabies. Berikut penjabarannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Baku Pembanding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baku pembanding yang dipakai adalah BPFI (Baku Pembanding Farmakope Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Identifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika disuntikkan kepada hewan yang peka akan menimbulkan pembentukan antibodi rabies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penetapan Potensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Potensi vaksin rabies tidak kurang dari 2,5 unit per dosis dan batas kesalahan fidusial tidak kurang dari 25% dan tidak lebih dari 400%&lt;br /&gt;2. Lakukan penetapan potensi dengan membandingkan dosis sediaan uji dan sediaan baku yang memberikan perlindungan sama bagi mencit terhadap efek virus rabies dosis tertentu yang diberikan secara intraserebral.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hewan uji:&lt;br /&gt;1. Sebagai hewan uji gunakan mencit sehat dari asal yang sama, umur kurang lebih 4 minggu dan bobot tubuh antara 11-15 gram.&lt;br /&gt;2. Kelompokkan menjadi 6 kelompok masing-masing 16 ekor (untuk penetapan potensi) dan 4 kelompok masing-masing terdiri dari 10 ekor (untuk penetapan virus tatang), dari jenis kelamin yang sama atau jenis kelamin berbeda yang dibagi merata di antara kelompok.&lt;br /&gt;3. Selama pengujian, hitung mencit yang mati atau menunjukkan gejala rabies (paralisis atau konvulsi), antara hari ke-5 hingga ke-14 stelah penyuntikkan virus. Mencit yang mati sebelum hari ke-5 tidak dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suspensi virus tatang:&lt;br /&gt;1. Biakkan galur Canine Street Virus (CSV) dari virus rabies dalam otak mencit&lt;br /&gt;2. Panen virus dan buat sedemikian rupa sehingga diperoleh virus jernih dan disimpan dalam jumlah sedikit pada suhu di bawah -60°C&lt;br /&gt;3. Encerkan suspensi segera sebelum digunakan dengan cairan yang sesuai hingga diperoleh suspensi virus tatang yang diperkirakan mengandung antara 5-50 dosis infektif 50% per 0,03 ml berdasarkan hasil titrasi pendahuluan. Tetapkan titer suspensi virus tatang bersamaan dengan penetapan potensi vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan titer suspensi virus tatang&lt;br /&gt;1. Buat 3 seri pengenceran suspensi virus tatang. Alokasikan suspensi virus tatang dan tiga pengencerannya pada masing-masing kelompok mencit yang terdiri dari 10 ekor.&lt;br /&gt;2. Suntikkan secara intraserebral 0.03 ml suspensi virus tatang dan encerannya pada setiap mencit dalam masing-masing kelompok yang dialokasikan&lt;br /&gt;3. Amati mencit selama 14 hari&lt;br /&gt;4. Hitung titer suspensi virus tatang dalam dosis infektif 50% (ID50) per 0,03 ml dengan metode statistik baku dari jumlah mencit yang mati atau menunjukkan gejala rabies (paralisis atau konvulsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•Rekonstruksi sediaan baku dan sediaan uji vaksin yang akan ditetapkan potensinya&lt;br /&gt;•Buat 3 seri pengenceran berkelipatan lima sediaan baku dan 3 seri pengenceran berkelipatan lima sediaan uji. Seri pengenceran sediaan baku dan sediaan uji dibuat sedemikian rupa sehingga pengenceran terendah melindungi lebih dari 50% yang telah ditatang dan pengenceran tertinggi melindungi kurang dari 50% mencit yang telah disuntik dengan cairan tatang&lt;br /&gt;•Alokasikan tipe enceran sediaan baku dan sediaan uji pada masing-masing kelompok mencit yang terdiri dari 16 ekor. Suntikkan secara intraperitonial 0,5 ml tiap enceran pada tiap mencit dalam masing-masing kelompok yang telah diasosiasikan&lt;br /&gt;•Setelah 7 hari, buat 3 pengenceran yang sama masing-masing sediaan baku dan sediaan uji, ulangi penyuntikkan.&lt;br /&gt;•Amati mencit selama 14 hari&lt;br /&gt;•Hitung potensi sediaan uji dengan menggunakkan cara statistik baku dari jumlah mencit yang dapat bertahan terhadap virus tatang&lt;br /&gt;•Uji tidak absah, kecuali jika sediaan uji maupun sediaan baku yang dapat melindungi 50% hewan uji terletak antara dosis terendah dan dosis tertinggi yang diberikan pada mencit, kurva dosis respon yang menunjukkan kemiringan yang bermakna dengan deviasi yang tidak bermakna terhadap kesejajaran atau linearitas dan titer suspensi viru tatang antara 5 dan 50 ID50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uji Viabilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Uji viabilitas dilakukan untuk mengetahui titer dari suspensi CVS IP11 yang digunakan sebagai seed virus dalam produksi vaksin rabies.&lt;br /&gt;Suspensi CVS IP11 disuntikkan pada 10 ekor mencit berat 11-13 gram secara intraserebral masing-masing 0,03 ml. Observasi selama 7-14 hari dan dilihat kematiannya dengan gejala rabies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uji Kontaminasi Bakteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum hasil panen otak bayi mencit diinaktivasi (suspensi 10%), dilakukan titrasi untuk mengetahui kontaminasi bakteri.&lt;br /&gt;Adapun caranya; disediakan 5 tabung reaksi masing-masing berisi 9 ml thyoglycolate broth. Ke dalam tabung pertama dimasukkan 1 ml suspensi otak bayi mencit 10% sehingga didapat pengenceran 10-2. Cara yang sama diulang sampai ke tabung ke-5 sehingga didapat pengenceran 10-3,10-4,10-5,10-6. Inkubasi dilakukan pada suhu 37°C selama 14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uji Kontaminasi Virus Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan pelaksanaan uji kontaminasi bakteri dilakukan juga uji kontaminasi virus lain. Caranya: 0,5 ml supernatant dari suspensi 10% dicampur dengan 0,5 ml serum antirabies hiperimun undiluted. Kemudian campuran ini diinkubasi pada suhu 37°C selama 80 menit dan disuntikkan pada 10 ekor mencit dengan berat 11-13 gram masing-masing 0,03 ml secara intraserebral dan 10 ekor bayi mencit yang berumur 0-4 hari masing-masing disuntik 0,01 ml secara intraserebral. Setelah observasi selama 30 hari, mencit dewasa dan bayi mencit harus tetap sehat. Bila ada mencit yang mati, dibuktikan kematiannya itu disebabkan oleh virus rabies atau virus neurotropik lainnya dengan cara melakukan uji netralisasi indeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uji Keamanan (Safety Test)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampel uji berisi SMB (Suckling Mouse Brain) kering (produk akhir), kemudian diencerkan dengan aquabides hingga diperoleh suspensi 2%. Pengujian dilakukan terhadap 4 ekor cavia dengan berat kurang lebih 20 gram disuntikkan 0,5 ml secara subkutan.&lt;br /&gt;Observasi selama 14 hari. Penimbangan sebelum dan sesudah percobaan harus menunjukkan kenaikan berat badan atau minimal konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penentuan N Total&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penentuan N total dilakukan secara Kjehdahl. Senyawa yang mengandung nitrogen didestruksi menjadi NH3 kemudian dititrasi secara asam basa.&lt;br /&gt;Sebanyak 1 ml vaksin rabies dimasukkan ke dalam labu Kjehdahl dengan pertolongan air suling dan NaOH encer kemudian ditambahkan 1,30 ± 0,03 gram K2SO4, 40 ± 5 mg HgO dan 2 ml H2SO4. Ke dalam labu tersebut ditambahkan juga 1-2 butir batu didih dan destruksi di ruang asam kurang lebih 4 jam. Setelah dingin ditambahkan sedikit mungkin kurang lebih 5 ml aquades kemudian cairan dimasukkan ke dalam alat destilasi nitrogen secara kuantitatif. Tahap berikurnya tempatkan labu Erlenmeyer 125 ml sebagai penampung destilat yang berisi sampel uji ditambahkan 8 ml campuran NaOH dan Natrium tiosulfat serta uji ada tidaknya kelebihan asam dengan metal jingga. Selanjutnya dilakukan destilasi sampai lebih kurang 50 ml destilat tertampung. Destilat dititrasi dengan HCl 0,02 N sampai terjadi perubahan warna.&lt;br /&gt;Perhitungan:&lt;br /&gt; P x NHCl x 14 = ……… mg N/ml&lt;br /&gt; P = jumlah (ml) larutan HCl yang diperlukan dalam titrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Harmita. 2007. Analisis Hayati 2. Depok: Departemen Farmasi UI. Halaman 75-79.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8946267961410681020?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8946267961410681020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/analisis-vaksin-rabies.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8946267961410681020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8946267961410681020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/analisis-vaksin-rabies.html' title='Analisis Vaksin Rabies'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Swta8bqdVbI/AAAAAAAAACM/D0p7DWNHOwg/s72-c/Flu_Vaccine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-5071714571113819178</id><published>2009-11-09T16:55:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T08:21:27.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Gerakan Dakwah Ideal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sv4GCC7j8OI/AAAAAAAAACE/AS_S_CJ5KqA/s1600-h/ceramah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sv4GCC7j8OI/AAAAAAAAACE/AS_S_CJ5KqA/s200/ceramah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403763235107369186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mukadimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada kebajikan, dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali-Imran:104).&lt;br /&gt;Islam adalah solusi dan karenanya proses pembinaan dan tarbiyah adalah suatu keharusan. Umat ini perlu dibangun agar mereka dapat mengembangkan usaha penyelamatan sebagaimana mereka mampu memberikan jalan keluar. Pengorganisasian sebuah gerakan Islam merupakan sebuah keniscayaan karena akan dapat membentuk generasi-generasi baru yang sesuai dengan pendidikan Rabbani. Dan pengorganisasian tersebut haruslah memiliki bentuk dan karakter yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerusakan dan Penderitaan Manusia adalah Motifnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benarnya.” (Qs. Ar-Ruum: 41)&lt;br /&gt;Saat ini kita bisa melihat banyaknya kerusakan yang terjadi di muka bumi. Bukan hanya bencana alam yang sering terjadi di Indonesia saat-saat ini, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Berbagai jenis kerusakan sudah merasuk ke seluruh bagian kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Kerusakan dalam bidang politik dan hukum sudahlah banyak terjadi. Kita bisa melihat banyaknya para penjahat kelas besar (baca koruptor) masih banyak yang berkeliaran dengan bebasnya. Adanya penguasa yang secara tidak langsung memplokamirkan dirinya sebagai Tuhan, yang berhak mengatur manusia untuk memenuhi hawa nafsunya. Berbagai ketidakadilan yang menimpa masyarakat yang kecil sehingga menambah panjang daftar penderitaan masyarakat. Tidak dikembalikannya sistem yang ada kepada Al-Qur’an dan Sunnah menjadi salah satu penyebabnya&lt;br /&gt;Kerusakan dalam bidang sosial adalah kerusakan yang paling banyak bisa kita saksikan. Dimulai dari kemerosotan moral dan rusaknya akhlak hingga perubahan paradigma yang menjadi bersifat materialistik. Pornografi sudah merajalela dimana-mana, menghancurkan generasi-generasi muda umat Islam hingga mereka terbius oleh syahwat dan tidak menyadari realitas yang ada dan kegelapan yang melingkupinya.&lt;br /&gt;Kaum wanita adalah sasaran eksploitasi yang sering digunakan untuk melawan Islam. Banyaknya kaum wanita yang dijerumuskan ke dalam lembah kegelapan dengan slogan-slogan kebebasan yang menipu. Kita bisa melihat sudah banyaknya rumah-rumah bordil yang bertebaran di negara-negara Arab, lalu atas nama seni, mereka juga mengadakan peragaan busana dan kontes-kontes kecantikan.&lt;br /&gt;Dipelopori oleh hakim Inggris, Welmoor penggunaan bahasa ammiyah di Mesir dan sekitarnya dengan tujuan agar bahasa Arab (fusha) sebagai bahasa Al-Qur’an terlupakan oleh kaum muslimin digalakkan. Penyerangan juga dilakukan terhadap Qaidah Nahwu bahasa Arab yang dianggap terlalu sulit untuk dipelajari dan dianggap bodoh bila diwajibkan pada pemuda di abad 20 ini. Selain itu juga dilakukan pengaburan terhadap kelembutan bahasa Al-Qur’an, yang dianggap berasal dari pengaruh yahudi, dan hal ini dilakukan oleh seorang tokoh bernama Thaha Husain.&lt;br /&gt;Usaha penghancuran juga dilakukan kepada sunnah nabawiyah. Mereka berusaha menciptakan keraguan pada kebenarannya. Hal ini dilakukan dengan pendiskreditkan kepada Abu Hurairah, sahabat Rasulullah saw yang paling banyak meriwayatkan hadist, serta anggapan bahwa perlunya penkritisan terhadap shahih Bukhari karena banyak hadist yang tidak shahih di dalamnya.&lt;br /&gt;Sejarah Islam pun tidak lepas dari sasaran pengerusakan. Hal ini banyak dilakukan oleh kaum orientalis yang selalu berusaha melakukan distorsi sejarah, menafsirkannya secara materialis dan menciptak syubhat di dalamnya&lt;br /&gt;Lain halnya dalam bidang ekonomi. Pengerusakan dilakukan oleh kaum yahudi melalui bank-bank mereka, serta sistem-sistem mereka yang penuh riba. Mereka mendirikan tempat-tempat hiburan, klub-klub judi, dan sebagainya. Banyak bukti bila kita cari di berbagai sumber yang memperlihatkan kejahatan zionis menghancurkan perekonomian di banyak negara dan tidak hanya itu, pengerusakan terhadap moral generasi muda negara tersebut juga dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dakwah sebagai jalan Keluar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 3)&lt;br /&gt;Solusi terbaik saat ini untuk mengatasi berbagai masalah di atas adalah membangun jamaah Islami yang menyeru kepada kebaikan, mencegah dari yang mungkar, dan mampu memikul beban dakwah yang mereka usung. Oleh karena merupakan sebuah kewajiban bagi tiap muslim untuk berdakwah maka kebutuhan untuk membentuk sebuah kelompok/jamaah/gerakan untuk memudahkan kepentingan dakwah merupakan sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersama dengan Jamaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang berjamaah adalah mereka yang senantiasa bertemu karena Allah, menyatu dalam agama-Nya walaupun jumlah mereka sedikit. Bersama dengan jamaah maka tugas dakwah yang diemban akan menjadi lebih ringan. Tidak ada seorang muslim pun yang sanggup menjalankan amanah tersebut sendirian. Selain itu dipelukan komitmen dari setiap anggota jamaah untuk tetap berjalan atau bergerak bersama dalam barisan jamaah, karena sesungguhnya orang-orang kafir itu bersatu padu melawan Islam dan bila umat muslim tidak bersatu juga saling bahu-membahu maka fitnah akan semakin menyebar, kebatilan menang di atas kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kewajiban Berjihad&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyak kerusakan pada saat ini, maka kewajiban berjuang di jalan Allah merupakan suatu hal yang mendasar. Semua hal ini ditujukan untuk menegakkan agama Islam dan menghadirkan masyarakatnya di seluruh penjuru dunia. Selain itu untuk menjadikan Islam sebagai titik tolak dari kaidah pertama. Sesungguhnya sosok yang paling rendah kualitas agamanya dan paling dimurkai Allah adalah orang yang meninggalkan kewajiban ini, walau ia hidup zuhud di dunia. Nabi saw selalu memanfaatkan hari-harinya dalam jihad hati, lisan, dan tangannya, karena itu beliau adalah da’I yang paling banyak zikirnya dan paling tinggi kedudukannya di sisi Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jalan Para Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut” (Qs. An-Nahl: 36)&lt;br /&gt;Tidak ada jalan lain yang dapat dilalui untuk mengembalikan dan menegakkan Islam di muka bumi ini, kecuali melalui jalan para Nabi. Ayat ke 36 surat An-Nahl merupakan sebuah intisari dari ajaran para Rasul, yaitu menyembah hanya kepada Allah dan menjauhi dari penyembahan terhadap selain-Nya. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mereka lalui jalan dakwah ini, maka contoh-contoh yang mereka berikan adalah sebuah telada sendiri bagi kita untuk mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untukmu Da’i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Da’i merupakan penurus perjuangan para nabi, mereka melaksanakan peran-peran dakwah yang dilakukan para nabi. Peran yang hanya diletakkan Allah dan Rasul-Nya di atas leher para Rasul. Para da’i haruslah bagi mereka yang mempunyai pengetahuan dan kejujuran karena ketika mereka menyampaikan dakwah maka semua itu haruslah berlandaskan pada pengetahuan dan kejujuran.&lt;br /&gt;Setiap da’i hendaknya selalu jujur dalam perkataan dan perbuatannya. Setiap langkahnya hanya ditujukan untuk Allah semata. Setiap da’i hendaknya memperbanyak interaksinya dengan Al-Qur’an melalui tilawah dan amalan, serta berinteraksi dengan sunah Rasul, senantiasa berjamaah, menghindari dosa-dosa kecil, mewaspadai fitnah, mendahulukan syariat daripada pendapat, dan mengutamakan akal dibanding hawa nafsu.. Mereka berbaur dengan manusia tetapi tidak melebur, mereka mewarna setiap sendi kehidupan masyarakat. Sesungguhnya ketergelinciran yang paling berbahaya bagi para da’i adalah ketamakan pada dunia dan kebiasaan mendatangi pintu penguasa. Hendaklah para da’I berekstra hati-hati terhadap tipu daya dunia, karena merekalah yang akan menjadi contoh masyarakat awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karakter Gerakan Islam Penyelamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Islam sehingga bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang terjadi di saat ini haruslah setidaknya memiliki beberapa karakter diantaranya:&lt;br /&gt;•Kitabullah adalah sandaran bagi setiap referensi dan konsep yang digunakan untuk menetapkan tujua, sarana, cara menghadapi berbagai situasi dan kondisi.&lt;br /&gt;•Ada kejelasan visi jamaah dalam mencapai tujuan dan metode beramal.&lt;br /&gt;•Tarbiyah individu perlu lebih didahulukan&lt;br /&gt;•Jamaah ini dapat memberi pengaruh dari sisi amal atas sisi teori&lt;br /&gt;•Hendaknya jamaah ini mengambil seluruh sebab-sebab syar’I untuk menegakkan sistem Islam&lt;br /&gt;•Untuk merealisasikan tujuan besar itu, jamaah harus memiliki sarana yang layak untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arus Islam Kontemporer di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia dengan berbagai ragam pemikiran, adat istiadat, dan kebiasaannya memberikan berbagai bentuk gerakan-gerakan Islam untuk dapat tumbuh dan berkembang. Masing-masing gerakan dakwah tersebut memiliki formatnya masing-masing dalam berjuang di medan dakwah. Beberapa diantaranya adalah Jamaah Tabligh, Jamaah Salafiyah, Jamaah Shufiyah, Hizbut-Tahrir, dan  Al-Ikhwan Al-Muslimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amin, Shadiq. (2006). Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal. Jakarta: Al-I’tishom.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-5071714571113819178?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/5071714571113819178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/gerakan-dakwah-ideal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5071714571113819178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/5071714571113819178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/gerakan-dakwah-ideal.html' title='Gerakan Dakwah Ideal'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Sv4GCC7j8OI/AAAAAAAAACE/AS_S_CJ5KqA/s72-c/ceramah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8757865888932626289</id><published>2009-11-06T17:29:00.007+07:00</published><updated>2009-11-07T00:05:32.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Amal Jama'i</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SvRXSvBia2I/AAAAAAAAAB8/HyAXZgEYH-8/s1600-h/jamaah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SvRXSvBia2I/AAAAAAAAAB8/HyAXZgEYH-8/s200/jamaah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401037832496245602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan berpeganganlah kamu sekalian dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”&lt;/span&gt; (Ali-Imran: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mukadimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam pada zaman ini, setuju atau tidak, masih menempati tempat yang kurang bila dibandingkan dengan umat lainnya. Sejarah masa lalu, saat periode emas Islam dibawah naungan kekhilafan, dari perintisan pada zaman Rasulullah saw, berlanjut pada masa Khulafa al-rasyidin, dan dinasti-dinasti keemasan Islam yang ditandai dengan terbentuknya pemerintahan madani, generasi-generasi Rabbani, dan ilmu yang maju dengan pesatnya, kini telah menurun. Arus deras perkembangan pemahaman dan pemikiran yang tidak sesuai dengan aturan pada Al-Qur’an dan sunnah telah menggerus jiwa-jiwa generasi Islam.&lt;br /&gt;Islam tidak akan rela atas ketidakberdayaan  kaum muslimin dalam menghadapi kenyataan ini. Islam tidak menghendaki umatnya lemah dan takluk pada musuh-musuh yang selalu berupaya untuk kehancuran Islam. Tiada kata lain selain umat ini harus bangkit dari keterpurukan, mengembalikkan kejayaan Islam di bumi ini. Hal tersebut menuntut perjuangan yang keras dan berkesinambungan dari umat muslim. Sebuah perjuangan melakukan perubahan tidak akan pernah menjadi besar bila dilakukan perseorangan, dia memerlukan kerja sama, koordinasi yang baik, dan organisasi yang rapi. Bukankah sapu lidi tidak akan bisa benar-benar menjalankan fungsinya bila dilakukan oleh satu batang lidi saja?.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kita adalah Da’i Sebelum Apapun juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karakter dakwah Islamiyyah adalah kebersamaan setiap umat muslim untuk bergerak dan berusahan mewujudkan tuntunan Islam. Hal ini mensyaratkan setiap umat muslim untuk berusaha mewujudkan dan menegakkan kembali Daulah Islamiyah ‘Alamiyyah, suatu sistem pemerintahan atau negara Islam yang mendunia (bersifat internasional). Tujuan besar inilah yang merupakan kewajiban tiap muslim untuk menjalankannya sesuai dengan koridor Al-Qur’an dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amal Jama’i adalah Kunci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amal jama’i adalah amal bersama, dilakukan dengan bersama untuk mencapai tujuan bersama dan berefek pada semua, tidak hanya satu orang. Bedakan dengan amal fardhiyah yang merupakan amal yang dilakukan perindividu.&lt;br /&gt;Perjuangan untuk mencapai tujuan yang besar, kebangkitan Islam, memerlukan suatu kerja sama, kebersamaan dalam bergerak dan koordinasi yang apik antar sesamanya. Karenanya peruangan melalui amal jama’I yang digerakkan oleh sebuah jama’ah Islam harus tersusun rapi dan kuat, sebuah gerakan bersama yang terkordinasi dengan baik.&lt;br /&gt;Tujuan besar ini yang mungkin hanya bisa dicapai oleh konsep amal jama’I menjadikannya kita wajib melakukan amal jama’i. Sebab Ushul Fiqih menyatakan, “Sesuatu yang wajib yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dengan suatu hal, maka hal tersebut menjadi wajib.” Lagipula Islam bukanlah agama individu, ia adalah agama satu umat, satu tubuh. Islam menyeru kepada kesatuan umat muslimin. Islam adalah dien yang diturunkan untuk seluruh umat manusia, dan medannya adalah umat seluruhnya.&lt;br /&gt;Jika kita melihat kembali Sirah Rasulullah saw maka kita akan melihat sebuah gambaran bagaimana Rasulullah saw memimpin umat muslim dalam satu jama’ah. Amal jama’i merupakan konsep gerakan Rasulullah, sebuah prinsip gerakan Islam. Dengannya Rasulullah berhasil membentuk Daulah Islamiyah pertama, sebuah negeri madani dimana di dalamnya setiap muslim berkasih sayang pada sesamanya dan keras terhadap orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menilik Alur Pergerakan Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kembali ketika kita menengok perjalanan Rasulullah saw dalam merintis dakwah Islamiyah, banyak hal yang bisa kita petik. Rasulullah saw bersama para sahabat (jama’ah Islam pertama) melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, menyiapkan generasi-generasi penggerak da’wah Islam. Kemudian diikuti dengan dakwah secara terbuka dan memperjuangkannya secara militan. Seterusnya Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, sebuah kota yang kaya dengan manusia yang berhati hidup dan siap membela Islam di setiap saat. Di sana, sesama muslim dipersaudarakan, sistem pemerintahan terbaik dijalankan, dan jihad total amat ma’ruf nahi munkar dilancarkan. Sebuah keadaan bagaimana kebersamaan dalam ukhuwah Islamiyah, kesatuan dalam beramal membuahkan hasil yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amal Jama’i Berjalan dengan Manhaj, Pemimpin, dan Anggota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amal jama’i dijalankan oleh jama’ah dan untuk mencapai tujuannya diperlukanlah  arahan atau pedoman (manhaj) yang jelas dan bergerak menurut manhaj tersebut. Dalam kaitan ini Imam Hasan Al-Banna pernah berkata, “Mengulang kaji seluruh organisasi atau bangsa-bangsa, anda akan mendapati bahwa asas keberhasilan, kebangkitan, dan pembangunannya ialah adanya manhaj tertentu dan adanya kelompok yang bergerak terus atas dasar manhaj tersebut. Mereka tidak pernah jemu dan terus menerus berusaha mencapai tujuannya serta taat kepada pemimpinnya.”&lt;br /&gt;Suatu jama’ah tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya pemimpin yang mengatur seluruh gerakannya, menentukan tujuan dan sasaran, serta sarana. Selain itu ia mengawasi serta mengontrol pelaksanaan program. Begitu pula dengan anggota, yang berjiwa prajurit dan berdisiplin tinggi tidak kalah penting kedudukannya dengan pemimpin. Karena pemimpin yang kuat sekalipun, niscaya tidak akan dapat melaksanakan program-program besarnya tanpa disertai anggota yang kuat dan berkemampuan. Sebaliknya, anggota yang kuat yang dipimpin oleh pemimpin yang lemah, masih berkemungkinan mengganti pimpinannya dan memilih yang baru dari kalangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amal Jama’i Menuntut Interaksi antar Pelaksananya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena amal jama’I dijalankan oleh jama’ah, maka kordinasi yang baik adalah syarat utama. Sebuah koordinasi akan mensyaratkan adanya interaksi atau hubungan antara pihak-pihak yang terkait. Adapun beberapa adab dalam berinteraksi:&lt;br /&gt;Saling menghormati dan menghargai&lt;br /&gt;Menjaga perkataan saat berbincang&lt;br /&gt;Saing menasihati&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Dien itu adalah nasihat. Kami bertanya, “Untuk siapa?” Rasulullah saw menjawab, “Bagi Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya, pemimpin-pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awamnya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saling memercayai dan berbaik sangka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt; (Al-Hujurat: 12).&lt;br /&gt;Saling mencintai dan bersaudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bergerak dalam dakwah Islamiyah dalam saru gerakan amal jama’i adalah suatu hal yang harus dilakukan. Sebuah kebaikan yang tak terorganisir dengan baik akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir dengan baik. Perlunya kita bergerak dalam amal jama’I yang rapi adalah suatu hal yang pasti. Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mansyur, Syaikh Mushthafa. (2000). Fiqh Dakwah. Jakarta: Al-I’tishom. Halaman  395-401.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8757865888932626289?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8757865888932626289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/amal-jamai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8757865888932626289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8757865888932626289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/11/amal-jamai.html' title='Amal Jama&apos;i'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SvRXSvBia2I/AAAAAAAAAB8/HyAXZgEYH-8/s72-c/jamaah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-3032742992393781375</id><published>2009-10-31T11:19:00.003+07:00</published><updated>2009-11-06T23:55:34.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Efek Negatif Bioteknologi pada Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Suu9jZ5LXwI/AAAAAAAAAB0/cHWcRLawJdg/s1600-h/revolusi-hijau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Suu9jZ5LXwI/AAAAAAAAAB0/cHWcRLawJdg/s200/revolusi-hijau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398616994277449474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Efek negative dari bioteknologi tidaklah banyak terungkap contohnya. Namun dari berbagai data dan analisis yang ada, bioteknologi meskipun menawarkan banyak keuntungan dan pengaplikasian dalam bidang pertanian dan pemrosesan atau produksi makanan, tetaplah dapat memiliki berbagai resiko:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Saat ini dengan pesatnya kemajuan bioteknologi terutama dalam rekayasa genetika, manusia dapat membuat bakteri yang dapat menguraikan bahan-bahan limbah berbahaya dalam tanah (bioremedasi). Namun karena organisme baru tersebut tidak tercipta dari proses evolusi ataupun seleksi alam, perlu diperhatikan adanya kemungkinan interaksi  dengan ekosistem. Kemungkinan terjadinya efek ekologis sangatlah sulit dievaluasi mengingat bahwa pada bakteri tanah sering terjadi pertukaran material genetik (bahkan antar spesies).&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;•Penggunaan bioteknologi pada bidang pertanian menjadikan produk hasil pertanian merupakan tanaman unggulan. Peran bioteknologi dalam menghasilkan tanaman unggulan ini melalui rekayasa dari genetik tumbuhan. Hal ini akan berakibat pada penurunan biodiversitas akibat penurunan tingkat keberagaman dari tumbuhan, karena melalui bioteknologi tanaman yang direkayasa akan memiliki sifat genetik yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Adanya kemungkinan tanaman transgenik yang tahan hama menyerang spesies lainnya. Contoh kasusnya adalah pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bt-crops&lt;/span&gt; yang merupakan tanaman yang mengandung gen pengkode protein insektisidal yang asalnya berasal dari bakteri Bacillus thuringensis. Pada percobaan di laboratorium menunjukkan serbuk sari (polen) dari Bt-crops dapat membunuh larva kupu-kupu Monarch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Pada umumnya tanaman transgenik akan membawa gen buatannya dalam serbuk sari. Terdapat kemungkinan adanya transfer genetik dari tanaman transgenik ke tanaman aslinya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;wild type&lt;/span&gt;). Hal seperti ini sebenarnya tidaklah menimbulkan masalah selama tujuan penyisipin gen tersebut pada tanaman transgeinik terpenuhi pada tanaman wild type yang mengalami transfer genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin masih banyak lagi yang dapat menimbulkan efek negatif. Tapi meskipun begitu, adanya dampak negatif tidaklah menjadi alasan bagi kita untuk menolak bioteknologi, namun sudah selayaknya bagi kita untuk berupaya mengatasinya dan mengembangkan bioteknologi ini untuk kemashalatan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pustaka:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Enviromental Biotechnology. (1999). EFB Task Group on Public Perception of Biotechnology. United Kingdom.&lt;br /&gt;Menlas Kraud, et.al. (1998). Future Impact of Biotechnology on agriculture, food production, food processing- a Delphi survey.&lt;br /&gt;Braun, Richard dan Klaus Ammann. (2002). Biodiversity: The Impact of Biotechnology. Encyclopedia of Support System. Oxford: EOLSS.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-3032742992393781375?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/3032742992393781375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/10/efek-negatif-bioteknologi-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3032742992393781375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/3032742992393781375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/10/efek-negatif-bioteknologi-pada.html' title='Efek Negatif Bioteknologi pada Lingkungan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/Suu9jZ5LXwI/AAAAAAAAAB0/cHWcRLawJdg/s72-c/revolusi-hijau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-490508554339445411</id><published>2009-10-02T09:50:00.004+07:00</published><updated>2009-11-06T23:58:50.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Rekonstitusi Hematopoietic dengan Transplantasi Darah Tali Pusar Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SsVtDyDxiYI/AAAAAAAAABs/FsVZKLQ7Hns/s1600-h/cord-blood-transplants.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SsVtDyDxiYI/AAAAAAAAABs/FsVZKLQ7Hns/s200/cord-blood-transplants.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387832440963303810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Darah tali pusar yang mengandung sel punca hematopoietic pluripoten dapat digunakan untuk rekonstruksi proses hematopoiesis manusia melalui kemoterapi myeloblative. Namun tantangan terbesar pada terapi ini adalah adanya kemungkinan reaksi transfusi yang tidak cocok antara donor dan resipien akibat perbedaan tipe golongan darah. Oleh karena itu salah satu solusinya adalah dengan mengurangi ataupun menghilangkan sel darah merah dari darah tali pusar dengan cara pengendapan eritrosit lewat gravitasi, metilselulosa, sentrifugasi, atau dengan me-lisiskan sel non-nukleus dengan NH4Cl. Cara ini menyebabkan hilangnya 50-90% sel progenitor. Akhirnya, direkomendasikan untuk tidak memisahkan tipe sel darah apapun sebelum dilakukan pembekuan dan tidak dicuci ataupun dimanipulasi setelah pencairan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya dikembangkan metode baru dengan menggunakan 3% gelatin untuk memisahkan sel darah merah, yang dapat mengurangi resiko reaksi transfusi yang tidak diinginkan, namun juga tidak menghilangkan sel punca selama pengawetan-krio (cryopreservation) dan pencairan setelahnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan dan Metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasien&lt;/span&gt;, seorang anak (perempuan) berusia 8 tahun dengan berat 36,7 kg didiagnosis menderita leukemia turunan. Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan adanya ko-ekspresif dari antigen CD15 dan CD13 pada populasi CD3. Sebelumnya diputuskan akan dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang, namun tidak adanya saudara yang memiliki HLA (Human Leukocyte Antigen) yang cocok maka diputuskan untuk melakukan transplantasi darah tali pusar yang berasal dari ibunya yang sedang hamil trisemester pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemanenan darah tali pusar&lt;/span&gt;, dilakukan secara aseptis melalui operasi caesar. Tali pusar di kempit 5cm dari umbilicus sementara placenta dibiarkan in utero dan 90 ml darah tali pusar dapat dikumpulkan dengan gravitasi. Darah tali pusar saudaranya (laki-laki) secara genotif identik dengan resipien berdasarkan pemeriksaan HLA-A, -B,-C dan –DR. Sampel mengandung 1,485 x 109 sel berinti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknik pemisahan gelatin&lt;/span&gt;, dengan jumlah volume yang sama, darah tali pusar dan 3% gelatin dicampur dan dimasukkan pada tabung sentrifugasi steril 15 ml dan ditempatkan pada rak tabung uji di dalam ruangan laminar air flow. Sel darah merah dibiarkan mengendap dengan bantuan gravitasi dibawah pengawasan visual. Saat hematokrit dari leukosit/supernatant kaya plasma mendekati kisaran 5%-7,5% berdasarkan  COBE spectra white blood cell cologram, sekitar 5-7 ml supernatant dipindahkan dengan steril pipet ke tabung sentrifugasi steeril 50 ml. Tiga persen gelatin, ekuivalen dengan volume yang dipindahkan, dicampur dengan darah yang tersisa dan supernatant dikumpulkan setelah pengendapan eritrosit seperti sebelumnya. Prosedur ini dilakukan sebanyak 4 kali.Leukosit/supernatant kaya plasma yang dikumpulkan, dilarutkan 1:1 dengan larutan Hank’s balanced salt. Butir-butir sel darah tali pusar disuspensikan lagi dengan larutan yang sama dan dicuci tiga kali, Re-suspensi akhir dilakukan pada medium M199. Sel darah tali pusar diawetkan pada konsentrasi 4 x 107 sel/ml pada suhu -80°C hingga waktu transplantasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prosedur transplantasi&lt;/span&gt;, dilakukan dengan mengisolasi pasien terlebih dahulu pada ruangan laminar air flow dan diberikan fuconazole, acyclovir, dan trimethoprim/sulfamethoxazole dengan dosis  standar sebelum dilakukan operasi. Setelah tiga hari dihentikan, kemudian diberikan kemoterapi myeloblative yang terdiri dari Busulfan. Kemudian dilakukan transplantasi sel darah tali pusar. Sebagai tambahan diberikan profilaksis GVHD (graft-versus-host disease), yang terdiri dari cyclosporine dan metilprednisolon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hasil dan Diskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel progenitor terdapat pada darah tali pusar yang sudah dipisahka dari sel darah merahnya. Penemuan kembali sel berinti semenjak pemisahan gelatin sebesar 94%, 88%, dan 92%. Sel darah tali pusar diketahui juga mensekresi GM-CSF (Granulocyte/Macrophage Colony Stimulating Factor) dan IL-6 hampir seefisien sel mononukleus darah tepi dewasa dan disekresikan lebih dari dua kali sebanyak IL-3 sebagai respon pada stimulasi PMA (phorbol 12-myristate 13-acetate) dan PHA (phytohemagglutinin 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pemisahan ini menghasilkan 100-500 kali lipat lebih banyak pembentukan koloni myeloid pada CD34 dibandingkan dengan sel darah tali pusar yang tidak dipisahkan dari sel darah merahnya. Selain itu juga tidak terjadi kehilangan sel progenitor dalam jumlah yang besar. Uji yang dilakukan pada hasil dari terapi ini menunjukkan sel berinti yang dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi hematopoietic 8-10 kali lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan sumsung tulang belakang dewasa. Pasien tidak mengalami GVHD yang kemungkinan besar disebabkan kecocokan antigen antara pasien dan donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Source: Pahwa, Rajendra N., et. al. (1994). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Successful hematopoietic reconstitusion with transplantation of erytrhrocyte-depleted allogenic human umbilical cord blood cells in a child with leukemia&lt;/span&gt;. Proc. Natl. Acad. Sci. USA 94, 4485-4488.]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-490508554339445411?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/490508554339445411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/10/rekonstitusi-hematopoietic-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/490508554339445411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/490508554339445411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/10/rekonstitusi-hematopoietic-dengan.html' title='Rekonstitusi Hematopoietic dengan Transplantasi Darah Tali Pusar Manusia'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SsVtDyDxiYI/AAAAAAAAABs/FsVZKLQ7Hns/s72-c/cord-blood-transplants.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2991257770786532132</id><published>2009-09-17T09:37:00.009+07:00</published><updated>2009-12-19T17:06:21.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kisah Penjaga Tol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyjmRz889I/AAAAAAAAADE/st3mU0eHvlQ/s1600-h/white-pass-drive.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyjmRz889I/AAAAAAAAADE/st3mU0eHvlQ/s200/white-pass-drive.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416884329831527378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, di suatu tempat, tersebutlah seseorang sedang mengendarai kendaraan beroda empatnya untuk berangkat bekerja. Beliau tinggal di daerah depok dan tempat yang ditujunya berada di jalan TB Simatupang. Seperti hari-hari biasanya, untuk menghindari macet, beliau memilih untuk menempuh jalan tol. Seperti pada umumnya, sebelum kita menggunakan jalan tol, maka haruslah melewati gerbang tol untuk mengambil karcis. Saat akan menerima karcis dari si penjaga tol, beliau terheran karena sang penjaga tol melakukan hal yang tidak biasanya dilakukan penjaga tol yang lainnya yang pernah dia temui. Sang penjaga tol tersenyum kepada beliau sebelum memberikan karcis tiket bahkan sang penjaga tol mendoakannya, "Semoga bapak selamat sampai tujuan."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal ini orang tersebut terkesima, kemudian setelah kejadian tersebut orang itu berhenti dan menemui pimpinan dari sang penjaga tol untuk meminta izin menemui sang penjaga tol. Lalu bertemulah ia dengan penjaga tol tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bapak anda, saya sungguh heran. Anda memberikan senyum kepada orang anda tidak kenal. Anda bahkan memberikan doa kepada saya. Hal tersebut bukanlah hal yang biasa saya temui", beliau membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;Penjaga tol tersebut pun menjawab, "Sungguh saya hanyalah seorang penjaga tol. Saya tidak memiliki uang banyak agar bisa beramal. Saya tidak memiliki ilmu yang cukup untuk bisa mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Namun bagi saya, bisa tersenyum kepada orang lain, mengucapkan salam, dan mendoakannya adalah sebuah bentuk ibadah yang bisa saya lakukan. Saya selalu melakukannya semenjak saya bekerja di sini, dan hal tersebut sudah 10 tahun yang lalu."&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyjB6f3cJI/AAAAAAAAAC8/mzEpBexH_do/s1600-h/giving.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyjB6f3cJI/AAAAAAAAAC8/mzEpBexH_do/s200/giving.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416883705097973906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, beliau menjadi terkagum. Bayangkan betapa si penjaga tol begitu menghargai pekerjaan yang dia lakukan. Baginya pekerjaannya adalah ibadahnya. Dengannya dia beramal, sangat sederhana mungkin, tidak bisa seperti orang kaya yang dapat berinfak hingga ratusan ribu bahkan jutaan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyiWvDGtaI/AAAAAAAAAC0/werDjF_2usk/s1600-h/ikhlas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyiWvDGtaI/AAAAAAAAAC0/werDjF_2usk/s200/ikhlas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416882963290174882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan sahabatku, betapa banyak ladang amal yang bisa kita lakukan. Betapa setiap pekerjaan kita memiliki nilai ibadah jika kita meniatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;diadopsi dari cerita ESQ Trainer&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2991257770786532132?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2991257770786532132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/09/kisah-penjaga-tol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2991257770786532132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2991257770786532132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/09/kisah-penjaga-tol.html' title='Kisah Penjaga Tol'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SyyjmRz889I/AAAAAAAAADE/st3mU0eHvlQ/s72-c/white-pass-drive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-1115219853999427983</id><published>2009-09-08T16:23:00.004+07:00</published><updated>2009-11-16T13:49:03.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='transportasi'/><title type='text'>Land and Water Mass Transportation: My Inovation My Imagine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SqYjzSH8qLI/AAAAAAAAABk/Kks9Z-7wmt0/s1600-h/chp_transport.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SqYjzSH8qLI/AAAAAAAAABk/Kks9Z-7wmt0/s200/chp_transport.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379026168886110386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nowadays, especially in some cities which have high community density level such as Jakarta, Traffic jam is frequently occurred. The bad transportation system and drainage system in Jakarta is also contribute to that problem. However, one of the solutions that we can offer is we have to improve our transportation system. But until this time, that solution is still not effective because adding the numbers of means of transportation (in this case: land transportation) which is not balanced to enough infrastructure, only make the problem more complicated&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because of that, we need a mass transportation which has a higher mobility level. One of innovation that we can hope is a mass transportation which is not only able to operate on land but also able to work on water too. Why is this kind of transportation suitable to solve the problem? We can find the answers from some points of view.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firstly, As I mentioned before, the adding a lot of mass vehicles which is not balanced to the enough infrastructure is mostly useless. So water way can be the solution (such as Jakarta which has some rivers). That mass transportation is not need to have wheels but we make it fly 50-100 centimeters from ground. The wheels of this vehicle are replaced with some rocket technologies so make it fly, and we can also hang it to the tire which has other functions like additional source of power. The question is whether it is better or not from conventional ships, and the answer is yes! This is because there are some parts of river which has not enough depth level for a mass passenger ship. Whereas this vehicle works by flying on surface of water. So this vehicle can also work when the flood come to Jakarta.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secondly, the source of power of this vehicle will be costing much if we use gasoline. So this kind of vehicle must be powered by minimally electric power or nuclear power of from hydrogen fuel. These kinds of source of power are better for environment because it tend to release a little bit dangerous gas residues or other chemical substances for health and environment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The last but not least, if we see the rapid progressions on technology, this kind of vehicle is not impossible to make.  Considering to the worse of global environment, the green transportation is needed     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-1115219853999427983?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/1115219853999427983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/09/land-and-water-mass-transportation-my.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1115219853999427983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/1115219853999427983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/09/land-and-water-mass-transportation-my.html' title='Land and Water Mass Transportation: My Inovation My Imagine'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SqYjzSH8qLI/AAAAAAAAABk/Kks9Z-7wmt0/s72-c/chp_transport.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-6199994624299790661</id><published>2009-08-26T06:18:00.004+07:00</published><updated>2010-01-15T17:36:24.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Bacaan berbuka puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpRzsE_vJiI/AAAAAAAAABc/AroTLgRzDuk/s1600-h/pesona-buka-puasa-ramadhan_1329_l.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpRzsE_vJiI/AAAAAAAAABc/AroTLgRzDuk/s200/pesona-buka-puasa-ramadhan_1329_l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374047456452355618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puasa tak lepas dari kondisi sahur dan berbuka. Ternyata bacaan berbuka puasa tidak hanya ada satu namun ada beberapa riwayat lain yang menjelaskan ucapan Rasulullah saw atau beberapa sahabat lainnya ketika berbuka puasa. Diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah dari Abdullah bin Amar bin Ash bahwa Nabi saw &lt;br /&gt;bersabda, “Sesungguhnya orang yang berpuasa pada saat berbuka, terdapat waktu yang dimakbulkan doa.” Dan ketika berdoa Abdullah mengucapkan dalam doanya, “Allahumma inni asa’luka birahmatikallatiwasi’at kulla syai’I an taghfira li (Ya Allah, aku mohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar aku Engkau mengampuniku.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan secara shahih bahwa Nabi saw biasa mengucapkan, “Dzahabazh zhama’u wabthallatil’uruqu watsabatal ajru insyaallah (Telah lenyap haus dahaga, telah basah urat-urat, dan insya Allah ditetapkan pahalanya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan secara mursal (ucapan Tabi’i yang meriwayatkan langsung dari Nabi saw, tanpa menyebutkan sahabat; bedakan dengan hadist muttashil atau bersambung sanadnya hingga ke Nabi saw) bahwa Nabi saw biasa berdoa, “ Allahumma laka shumtu wa’ala rizqika afthartu (Ya Allah, karena-Mu lah aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan masyarakat Indonesia mengucapkan lafadz di atas sebelum berbuka puasa. Padahal jika kita melihat dari redaksi kata-katanya maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa lafadz tersebut ducapkan setelah berbuka. Sebelum berbuka, cukuplah kita dengan mengucap basmallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad hasan bahwa Nabi saw bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[pustaka: Fiqih Sunah jilid 2, karya Sayyid Sabiq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-6199994624299790661?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/6199994624299790661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/bacaan-berbuka-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6199994624299790661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/6199994624299790661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/bacaan-berbuka-puasa.html' title='Bacaan berbuka puasa'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpRzsE_vJiI/AAAAAAAAABc/AroTLgRzDuk/s72-c/pesona-buka-puasa-ramadhan_1329_l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-2604031283388891686</id><published>2009-08-25T10:10:00.004+07:00</published><updated>2010-01-15T17:35:53.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Tips Puasa untuk Pengendara Motor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpNYYXxzEYI/AAAAAAAAABE/sbKuUWdKUQM/s1600-h/biker-sketch-animation.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpNYYXxzEYI/AAAAAAAAABE/sbKuUWdKUQM/s200/biker-sketch-animation.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373735956106121602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya puasa itu wajib untuk semua orang beriman, tak terkecuali bagi para pengendara sepeda motor. Ada hal-hal yang bisa kita persiapkan untuk mengoptimalkan ibadah puasa dan saat beraktifitas. Tidak seperti pengendara mobil, para pengendara sepeda motor memiliki tantangan yang lebih. Kondisi jalan, seperti kemacetan, dan kondisi cuaca, seperti panas, dapat mempengaruhi tingkat kestresan pengendara kendaraan bermotor yang tentu saja berujung pada ketidakstabilan emosi dan kelelahan tubuh. Oleh karena itu ada beberapa tips yang bisa para bikers pakai saat berpuasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pertama-tama, jangan lupa untuk membaca bismillah dan doa perjalanan darat agar bisa selamat sampai tujuan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Asupan sahur haruslah mencukupi dari segi gizi atau paling tidak 4 sehat 5 sempurna. Asupan gizi yang memadai akan memperbagus kondisi tubuh dan stamina saat berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hindari minuman yang berkafein, seperti kopi, saat sahur karena akan memicu diuresis (berkemih) sehingga bisa mengurangi stock cairan tubuh. Cukupkan dengan meminum air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Saat hendak berangkat ke tempat beraktifitas hendaknya lebih awal dari biasanya. Hal ini untuk menghidari stress akibat terburu-buru. Efeknya adalah memicu keluarnya cairan tubuh dalam bentuk keringat, so pada akhirnya menjadi lemas saat telah sampai di tempat beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Kunci utama saat berada di jalan adalah bersikap sabar. Udara yang panas dan kemacetan lalu lintas merupakan pemicu utama emosi. Ingat, walaupun marah tidak membatalkan puasa namun hal tersebut mengurangi nilainya. Daripada puasa kita sia-sia lebih baik sabar. Akan lebih baik bila saat kita mennunggu lampu merah, misalnya sambil mendengarkan mp3 murotal ataupun lagu-lagu yang dapat merilekskan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Bagi mereka yang suka ngebut, hindarilah. Saat kita ngebut, membuka-tutup gas dan juga aktifitas mengerem menjadi lebih sering dan tentu saja hal tersebut cukup mengurangi tenaga selain harus lebih berkonsentrasi. Selain itu bisa lebih menghemat ongkos bensin juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Saat pulang di sore hari hindarilah jalan-jalan protokol atau jalan yang rawan macet (meskipun pada umumnya saat jam 4-6, hampir semua jalan akan macet). Cobalah mencari jalan-jalan alternatif agar bisa pulang dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Jika memang sudah mendekati adzan maghrib dan masih jauh dari tempat tujuan, janganlah ragu untuk mencari mesjid ataupun tempat untuk berbuka. Dan melanjutkan perjalanan setelah shalat maghrib ataupun lebih baik sterlah pukul 7, karena umumnya jalan sudah berkurang kadar kemacetannya. Atau kita sudah menyiapkan bekal berbuka dari awal kita akan pergi pulang, dengan begitu kita bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus mampir terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tips yang bisa dibagikan. Semoga bisa bermanfaat agar puasa bisa optimal dan aktifitas tetap maksimal. Wallahu alam bi shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pustaka: http://varioriders.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-2604031283388891686?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/2604031283388891686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/tips-puasa-untuk-pengendara-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2604031283388891686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/2604031283388891686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/tips-puasa-untuk-pengendara-motor.html' title='Tips Puasa untuk Pengendara Motor'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZRgdgzZR360/SpNYYXxzEYI/AAAAAAAAABE/sbKuUWdKUQM/s72-c/biker-sketch-animation.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-7598602693412188454</id><published>2009-08-14T14:00:00.005+07:00</published><updated>2010-01-15T17:35:25.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Alzhemier: Sang Penghapus Kenangan</title><content type='html'>Alzheimer sebuah istilah yang mungkin tidak asing di sebagian pembaca; ya merupakan suatu penyakit neurodegeneratif (berarti penurunan fungsi saraf) yang mengakibatkan demensia (penurunan daya ingat/pikun dan fungsi intelektual lainnya). Secara umum penyakit ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu early onset (jika diderita pada usia kurang dari 58 tahun) dan late onset (jika lebih dari 58 tahun). Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun secara mendasar terdapat kelainan pada otak yang meliputi degenerasi neuronal serta kematian daerah spesifik jaringan otak yang mengakibatkan penurunan fungsi kognitif dengan penurunan daya ingat secara progresif. Faktor penyebabnya dapat berasal dari faktor genetika, lingkungan, neurotransmitter, trauma, immunologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Gejala klinis penyakit ini terjadi secara perlahan-lahan, sehingga penderita ataupun keluarga baru mengetahuinya setelah beberapa tahun. Secara dasar gejala klinis terjadi dimulai dari penurunan daya ingat, penurunan fungsi spasial (cenderung disorientasi atau bingung dengan keadaan sekitar), penurunan fungsi bahasa (sulit berkata-kata atau memilih kata), dan perasaan sensitif. Kemudian dilanjutkan dengan penurunan daya ingat yang semakin parah (hingga dapat melupakan nama sendiri), hilangnya kemampuan memakai dan memahami kata, munculnya kegelisahan, kemudian mencapai stadium selanjutnya yaitu penurunan fungsi intelektual yang parah dan kekakuan pada anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hingga saat ini terapi pada penderita Alzheimer hanya sebatas pengobatan simptomatik (gejala) tanpa disertai kesembuhan secara total dari penderita. Diantara daftar obat yang umum dipakai adalah, inhibitor kolinesterase, thiamin, haloperidol (bila terjadi gangguan psikosis (seperti halusinasi), Asetil L-karnitin (ALC). Obat-obat tersebut biasanya hanya berfungsi sebagai penghambat, tetapi tidak benar-benar menyembuhkan Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Meskipun demikian hingga saat ini terus dilakukan penelitian pada  obat-obat yang berpotensi untuk mengobati Alzheimer. Umumnya obat-obat baru yang dikembangkan ini bekerja dengan cara menghilangkan  plak protein pada otak. Zat-zat yang berpotensi menjadi obat baru diantaranya adalah antioksidan, NSAIDs (Non-Steroidal Anti inflammatory Drugs/ Obat anti inflamasi non steroid), statin (obat penurun kolesterol), asam lemak omega-3, ginkgo biloba, estrogen, dan lain sebagainya. Sayang nya dari berbagai percobaan yang dilakukan, sampai saat ini masih belum ada hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Percobaan klinis yang terus dilakukan haruslah sangat memerhatikan faktor keselamatan pada pasien penggunanya. Resiko kematian  tidaklah  kecil dalam percobaan pada manusia, seperti kasus percobaan klinis  pada tahun 2002, yang mengakibatkan 6 % dari total 300 orang percobaan menderita efek samping yang parah dan beberapanya meninggal. Bagi para penderita masih harus bersabar untuk mendapatkan obat jenis baru, mengingat pengembangan obat tidaklah sebentar (dapat mencapai 15 tahun !).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Source:http://www.ahaf.org/alzheimers/treatment/potential/ | http://www.ahaf.org/alzheimers/treatment/clinicaltrials.html]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-7598602693412188454?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/7598602693412188454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/alzhemier-sang-penghapus-kenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7598602693412188454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/7598602693412188454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/08/alzhemier-sang-penghapus-kenangan.html' title='Alzhemier: Sang Penghapus Kenangan'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8263564622978652233</id><published>2009-07-28T22:58:00.005+07:00</published><updated>2010-01-15T17:34:51.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='virus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Global Warming dan Kemungkinan Mutasi Virus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bennysyah.edublogs.org/files/2007/01/limbah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 1023px; height: 768px;" src="http://bennysyah.edublogs.org/files/2007/01/limbah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui dari publikasi melalui berbagai media, global warming telah mengancam kehidupan lingkungan dunia. Tak dapat dipungkiri, campur tangan manusia dibalik semakin parahnya kondisi lingkungan dunia. Pada tahun ini mulai tampak berbagai efek global warming mulai kita rasakan, perubahan musim yang mendadak, musim hujan yang semakin tidak menentu batasan waktunya sehingga batas antara musim hujan dan musim kemarau menjadi semakin tidak jelas, dan berbagai fenomena alam lainnya seperti angin puting beliung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya gejala-gejala global warming, menimbulkan perubahan kondisi cuaca hingga kondisi temperatur di sekeliling kita yang cukup ekstrim. Hal ini tentunya dapat berakibat pada kondisi kesehatan hewan-hewan, ayam sebagai contoh. Ayam bisa saja mengalami stres sebagai akibat perubahan kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Sebagai konsekuensinya adalah kondisi daya tahan tubuh ayam yang akan menurun. Hal ini dapat memungkin ayam terserang penyakit menjadi lebih besar. Hal yang paling dikhawatirkan adalah virus avian influenza menjadi mudah menyerang ayam. Dan sangat besar kemungkinan manusia di sekitarnya terserang flu burung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada virus H5N1 sendiri perubahan genetik akibat perubahan cuaca mungkin saja terjadi. Perubahan cuaca akibat global warming tentu saja merubah komposisi dan pola migrasi dari berbagai spesies burung. Tentu saja burung sebagai vektor utama virus H5N1 akan merubah kebiasaan migrasinya, sehingga memungkinkan perubahan lokasi migrasi. Efeknya adalah perubahan dari siklus hidup virus yang menyebabkan virus harus beradaptasi. Meskipun demikian dari berbagai observasi yang dilakukan, virus ini dapat beradaptasi dengan baik dalam range kondisi cuaca yang luas.  Meskipun pengetahuan tentang transmisi dan daya tahan virus H5N1 masih belum lengkap, berbagai observasi ini mengindikasikan bahwa perubahan lingkungan berefek kecil pada epidemiologi virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan virus demam berdarah yang dengan mudah dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Virus ini dapat dikatakan berbasis lingkungan mengingat vektornya (nyamuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aedes aegypti&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aedes albopictus&lt;/span&gt;) memiliki perilaku yang bergantung lingkungannya. Mutasi yang merupakan sebuah respon dari kondisi lingkungan dapat memimbulkan varian-varian baru dari virus dengue ini. Sampai saat ini memang baru diakui empat tipe virus, yaitu serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang kemudian dapat melahirkan berbagai strain. Terdapat dua model perubahan genetik virus, yaitu terjadi spontan karena pengaruh lingkungan ekstrem di sekitarnya dan secara evolutif atau perlahan-lahan karena perubahan atau tekanan terhadap habitat virus maupun vektornya. Dan diperkirakan evolusi virus dengue telah terjadi selama 200 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua contoh virus di atas masih ada beberapa spesies virus lainnya yang mungkin saja mengalami mutasi, mengingat virus amat mudah bermutasi. Bagaimanapun juga global warming yang memicu perubahan lingkungan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So..Stop Global warming, change your habit or climate changes  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bila mentari tertutup asap hitam ?&lt;br /&gt;Bila udara tak lagi menyegarkan ?&lt;br /&gt;Bila kehidupan tak pedulikan alam ?&lt;br /&gt;Bila semua hanyalah keegoisan ?&lt;br /&gt;Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata&lt;br /&gt;Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya&lt;br /&gt;Let?s start to care and love mother nature"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Shaff-Fix_Mother Nature)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Source: www. Depkes.go.id| infovet.blogspot.com| www.pubmedcentral.nih.gov]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6264224810854663055-8263564622978652233?l=jurnalramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/feeds/8263564622978652233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/07/global-warming-dan-kemungkinan-mutasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8263564622978652233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6264224810854663055/posts/default/8263564622978652233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalramadhan.blogspot.com/2009/07/global-warming-dan-kemungkinan-mutasi.html' title='Global Warming dan Kemungkinan Mutasi Virus'/><author><name>gama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534966482549795495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-hPPLqYp_T3Y/Tie8kAzckuI/AAAAAAAAAkA/cFlKcgpg4_Y/s220/Copy%2Bof%2BP1000483.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6264224810854663055.post-8353151816044886255</id><published>2009-07-23T07:56:00.008+07:00</published><updated>2010-01-15T17:34:12.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Meneropong Lebih Jauh Isra’ Mi’raj Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://science.nationalgeographic.com/staticfiles/NGS/Shared/StaticFiles/Science/Images/Content/universe-death-961241-sw.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 800px; height: 600px;" src="http://science.nationalgeographic.com/staticfiles/NGS/Shared/StaticFiles/Science/Images/Content/universe-death-961241-sw.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/span&gt; (Al-Israa’: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Rajab tanggal 23 (menurut mayoritas ulama) telah terjadi suatu peristiwa luar biasa yang bahkan hingga saat ini masih sulit untuk dicerna oleh akal manusia yang terbatas ini. Sebuah peristiwa yang menguji keimanan kita, yaitu Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Pada masa itu, sekitar pada tahun dukacita (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;amul hazn&lt;/span&gt;) atau satu tahun sebelum peristiwa hijrah Rasulullah saw, para sahabat pun benar-benar diuji keimanannya untuk yakin pada peristiwa luar biasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra’ memiliki artian perjalanan Nabi saw pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang kemudian dilanjutkan dengan mi’raj yang berarti perjalanan Nabi saw ke Sidratul Muntaha dan langit tertinggi untuk bertemu Allah swt serta menerima perintah langsung shalat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita telaah pesan rahasia dari peristiwa tersebut dari sudut pengetahuan manusia saat ini. Perlu ditegaskan bahwa hal ini bukanlah untuk menggugat Isra’ dan Mi’raj, tapi mencoba menyibak sedikit lebih dalam hal-hal dibalik peristiwa luar biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Isra’ dan Mi’raj paling tidak merupakan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya dan tentu saja mengandung dua elemen, yaitu ruang dan waktu. Hal pertama yang kita pikirkan adalah Nabi saw bergerak dengan kecepatan cahaya untuk menempuh jarak dari Masjidil Haram ke Sidhratul Muntaha dan kembali lagi dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun argumen ini memiliki beberapa kelemahan. Seperti yang telah kita tahu cahaya bergerak 300.000 km/detik; dalam 4 jam Nabi saw hanya dapat mencapai jarak matahari-Neptunus (4.320 juta km). Bahkan dengan kecepatan cahaya sekalipun Nabi saw tidak akan mampu menembus langit pertama dalam waktu semalam, karena untuk mencapai Alfa Centauri saja perlu waktu 4,4 tahun!. Sehingga untuk keluar dari sistem 
